إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًا
Sesungguhnya Kami mengutus kepada kalian seorang rasul sebagai saksi atas kalian, sebagaimana Kami mengutus seorang rasul kepada Fir'aun.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًاinnaa arsalnaa ilaykum rasuulan syaahidan 'alaykum ka-maa arsalnaa ilaa fir'awna rasuulansesungguhnya Kami mengutus kepada kalian seorang rasul sebagai saksi atas kalian, sebagaimana Kami mengutus seorang rasul kepada Fir'aun
Terjemahan per kata (11 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
- رَسُولًاrasuulanseorang rasul
- شَاهِدًاsyaahidansaksi
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- كَمَاka-maasebagaimana
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- إِلَىٰilaakepada
- فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
- رَسُولًاrasuulanseorang rasul
Inti bacaan
contoh serupa historis sebagai peringatan: 'Kami mengutus kepada kalian seorang rasul sebagai saksi atas kalian, sebagaimana Kami mengutus seorang rasul kepada Firaun', perbandingan langsung dengan kisah terkenal, menegaskan bahwa pola pengutusan-kesaksian ini bukan hal baru, melainkan mengikuti contoh serupa yang sudah dikenal.
Penjelasan pilihan kata
Sebutan (شَاهِدًا, syaahidan) tercatat di 3 ayat, yaitu 33:45, 48:8, dan ayat ini. Ia berarti saksi.
Perhatikan bahwa 33:45 dan 48:8 memakai susunan yang hampir sama satu sama lain. Di kedua ayat itu Nabi disebut diutus sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan.
Al-Qur'an tidak menandai kemiripan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat tersebut menyapa Nabi langsung, sedangkan ayat ini menyapa orang banyak.
Perhatikan bahwa (رَسُولًا, rasuulan) disebut dua kali di dalam ayat ini. Sebutan itu sendiri tercatat di 21 ayat, di antaranya 2:129, 3:164, dan 4:79.
Pengulangan dalam satu ayat itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pengutusan disandingkan dalam satu kalimat, yaitu yang kepada kalian dan yang kepada Fir'aun.
Nama (فِرْعَوْنَ, fir'auna) tercatat di 42 ayat, di antaranya 2:49, 3:11, dan 7:103. Ia muncul lagi di 73:16, jadi dua kali di surah ini.
Perhatikan bahwa gelar Tuhan timur dan barat di 73:9 juga dipakai Musa di depan Fir'aun pada 26:28. Dua bagian surah ini karena itu bertemu lewat satu nama yang sama.
Pertemuan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa gelar di 73:9 dan nama di 73:15 sama-sama muncul di kisah yang sama pada surah lain.
Perhatikan bahwa ayat ini sebelas patah. Ia ayat terpanjang di antara 73:1 sampai 73:19.
Panjang itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ayat yang membawa perbandingan sejarah menjadi yang terpanjang sebelum ayat penutup.
Perhatikan bahwa ayat ini berpindah dari sapaan perorangan ke sapaan orang banyak. Sembilan ayat pertama menyapa satu orang, sedangkan di sini yang disapa kalian.
Perpindahan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini melebar dari satu orang ke banyak orang mulai di ayat ini.
Perhatikan bahwa yang dibandingkan bukan dua umat, melainkan dua pengutusan. Yang disebut sama bukan nasibnya, melainkan tindakan Allah mengirim utusan.
Batas perbandingan itu tidak diterangkan di ayat ini. Akibatnya baru disebut di 73:16, yaitu bahwa Fir'aun mendurhakai lalu direnggut.
Perhatikan bahwa utusan yang dikirim kepada Fir'aun tidak disebut namanya. Al-Qur'an di ayat ini cuma menyebutnya rasul, tanpa menyebut Musa.
Ketiadaan nama itu tidak diterangkan di sini. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang ditonjolkan kedudukannya sebagai utusan, bukan jati dirinya.
Perhatikan bahwa perbuatan mengutus disebut dua kali dalam satu ayat. Dua tindakan yang sama disebut berturut-turut untuk dua zaman yang berbeda.
Pengulangan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua zaman disandingkan lewat satu perbuatan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini membandingkan pengutusan Nabi dengan pengutusan rasul kepada Fir'aun. Ayat ini menyebut bahwa Allah mengutus seorang rasul kepada orang banyak sebagai saksi atas mereka, sebagaimana Dia mengutus seorang rasul kepada Fir'aun. Sebutan saksi tercatat di 3 ayat, yaitu 33:45, 48:8, dan ayat ini.
Di 33:45 dan 48:8 Nabi disebut diutus sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan. Dua ayat itu menyapa Nabi langsung, sedangkan ayat ini menyapa orang banyak, dan Al-Qur'an tidak menandai perbedaan tersebut.
Sebutan rasul disebut dua kali di dalam ayat ini, dan sebutan itu sendiri tercatat di 21 ayat, di antaranya 2:129, 3:164, dan 4:79. Dua pengutusan disandingkan dalam satu kalimat, yaitu yang kepada kalian dan yang kepada Fir'aun.
Nama Fir'aun tercatat di 42 ayat, di antaranya 2:49, 3:11, dan 7:103, dan ia muncul lagi di 73:16. Gelar Tuhan timur dan barat di 73:9 juga dipakai Musa di depan Fir'aun pada 26:28, sehingga dua bagian surah ini bertemu lewat satu nama.
Ayat ini sebelas patah dan menjadi yang terpanjang di antara 73:1 sampai 73:19. Ia juga yang pertama berpindah dari sapaan perorangan ke sapaan orang banyak.
Yang dibandingkan di sini bukan dua umat, melainkan dua pengutusan. Akibatnya baru disebut di 73:16, yaitu bahwa Fir'aun mendurhakai lalu direnggut.
Renungan dan Hikmah
- Sebutan saksi dipakai Allah di 3 ayat, yaitu 33:45, 48:8, dan 73:15. Di 33:45 dan 48:8 Nabi disapa langsung dan disebut diutus sebagai saksi, pembawa kabar gembira, serta pemberi peringatan. Di ayat ini yang disapa justru orang banyak, dan rasul disebut sebagai saksi atas mereka. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan arah sapaan itu, dan yang bisa dibaca cuma ketiga tempatnya. Dua ayat lainnya berdiri di surah 33 dan surah 48, dan keduanya memakai susunan yang hampir sama satu sama lain.
- Sebutan rasul muncul dua kali di dalam satu ayat ini, sekali untuk yang diutus kepada orang banyak dan sekali untuk yang diutus kepada Fir'aun. Allah menyandingkan dua pengutusan dalam satu kalimat tanpa menyebut nama utusan yang kedua. Sebutan itu sendiri tercatat di 21 ayat di seluruh mushaf, di antaranya 2:129, 3:164, dan 4:79. Al-Qur'an tidak menerangkan pemasangan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya berdiri dalam satu baris. Ayat ini sebelas patah, dan dua di antaranya sebutan rasul.
- Nama Fir'aun muncul di 73:15 dan 73:16, sedangkan gelar Tuhan timur dan barat di 73:9 juga dipakai Musa di depan Fir'aun pada 26:28. Dua bagian surah ini karena itu bertemu lewat satu nama yang sama, meski jaraknya enam ayat. Nama itu sendiri tercatat di 42 ayat di seluruh Al-Qur'an, di antaranya 2:49, 3:11, dan 7:103. Al-Qur'an tidak menyatakan pertemuan itu, dan yang bisa dibaca cuma sebaran ketiga ayatnya. Nama itu muncul dua kali di surah ini, yaitu di 73:15 dan 73:16.
- Sembilan ayat pertama surah ini menyapa satu orang, dan ayat ini yang pertama menyapa orang banyak. Allah memakai bentuk jamak untuk yang dikirimi rasul dan untuk yang disaksikan. Perpindahan itu terjadi tanpa kalimat penyambung, dan bentuk jamak dipakai lagi di 73:17 serta di ayat penutup 73:20. Al-Qur'an tidak menerangkan pelebaran sapaan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini bermula pada satu orang. Sembilan ayat pertama itu berjumlah 52 patah.
- Yang disamakan Allah di ayat ini bukan dua umat, melainkan dua pengutusan. Yang disebut sama adalah tindakan mengirim utusan, bukan nasib yang menimpa penerimanya. Akibatnya baru disebut di 73:16, yaitu bahwa Fir'aun mendurhakai lalu direnggut dengan siksaan yang berat, dan ayat itu memakai dua kata penyambung berurutan untuk merangkainya. Kalau yang disamakan cuma pengutusannya, apa yang membuat akibatnya disebut di ayat berikutnya?
- Ayat ini sebelas patah dan menjadi yang terpanjang di antara 73:1 sampai 73:19. Ayat 73:9 yang sembilan patah sebelumnya memegang tempat itu, dan ayat penutup di 73:20 kelak melampauinya jauh dengan 78 patah. Ayat yang membawa perbandingan sejarah karena itu menjadi yang terpanjang di badan surah. Allah tidak menandai perbandingan panjang itu, dan yang bisa dibaca cuma jumlah patah di tiap ayatnya. Badan surah ini di luar ayat penutup berjumlah 122 patah.