فَعَصَىٰ فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا
Maka Fir'aun mendurhakai rasul itu, lalu Kami renggut dia dengan siksaan yang berat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَعَصَىٰ فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًاfa-'ashaa fir'awnu r-rasuula fa-akhadznaahu akhdzan wabiilanmaka Fir'aun mendurhakai rasul itu, lalu Kami renggut dia dengan siksaan yang berat
Terjemahan per kata (6 kata)
- فَعَصَىٰfa-'ashaamaka ia mendurhakai
- فِرْعَوْنُfir'awnuFiraun
- الرَّسُولَr-rasuulaRasul
- فَأَخَذْنَاهُfa-akhadznaahumaka Kami menimpakan kepadanya
- أَخْذًاakhdzanhukuman
- وَبِيلًاwabiilanyang keras
Inti bacaan
Konsekuensi bagi penolakan otoritas tertinggi: 'Firaun mendurhakai rasul itu, lalu Kami renggut dia dengan siksaan yang berat', peringatan bahwa bahkan penguasa dengan kekuasaan absolut sekalipun tidak kebal dari konsekuensi penolakan terhadap kebenaran.
Penjelasan pilihan kata
Perbuatan (فَعَصَىٰ, fa 'ashaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan tempatnya ayat ini. Ia berarti lalu ia mendurhakai.
Perhatikan bahwa (فَأَخَذْنَاهُ, fa akhadznaahu) tercatat di 3 ayat, yaitu 28:40, 51:40, dan ayat ini. Di ketiga tempat itu yang direnggut Fir'aun.
Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa (فَأَخَذْنَاهُ, fa akhadznaahu) dipakai tiga kali, dan ketiganya menyebut orang yang sama.
Perhatikan bahwa dua ayat lainnya menambah keterangan yang tidak ada di sini. Di 28:40 dan 51:40 Fir'aun disebut direnggut bersama bala tentaranya lalu dilemparkan ke laut.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ayat ini menyebut beratnya renggutan, sedangkan dua ayat lain menyebut caranya.
Penguat (أَخْذًا, akhdzan) muncul 1 kali di seluruh mushaf, dan (وَبِيلًا, wabiilan) juga muncul 1 kali. Jadi dari enam patah ayat ini, tiga patah tidak dipakai di ayat lain mana pun.
Perhatikan bahwa susunan penguat itu sama dengan yang dipakai di 73:4, 73:8, dan 73:10. Empat kali di surah ini sebuah perbuatan dikuatkan dengan mengulang bunyi dasarnya.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga perintah dan satu hukuman memakai pola yang sama.
Perhatikan bahwa (الرَّسُولَ, ar-rasuula) di sini memakai penanda tertentu. Ia menunjuk kembali kepada rasul yang baru disebut di 73:15, bukan kepada rasul mana pun.
Rujukan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat berurutan memakai sebutan yang sama dengan dua penanda yang berbeda.
Perhatikan bahwa ayat ini memakai dua kata penyambung berurutan, yaitu di (فَعَصَىٰ, fa 'ashaa) dan di kata sesudahnya. Yang pertama merangkai pengutusan dengan pendurhakaan, yang kedua merangkai pendurhakaan dengan hukuman.
Rangkaian itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga peristiwa disusun tanpa satu pun keterangan waktu di antaranya.
Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut berapa lama jarak antara pengutusan dan hukuman. Yang tertulis cuma urutannya.
Ketiadaan jarak itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa akibat disebut langsung sesudah sebabnya, tanpa jeda cerita.
Perhatikan bahwa ayat ini enam patah, sama seperti 73:11 dan 73:18. Tiga ayat berpanjang sama tersebar di paruh kedua surah.
Keseragaman itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa panjang enam patah paling sering dipakai di surah ini.
Perhatikan bahwa kisah Fir'aun di surah ini cuma dua ayat. Di surah lain kisah yang sama diuraikan berpuluh ayat, sedangkan di sini ia diringkas jadi 73:15 dan 73:16.
Peringkasan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang diambil tinggal dua hal, yaitu pengutusan dan akibat pendurhakaan.
Tafsiran
Ayat ini mencatat akibat kedurhakaan Fir'aun terhadap rasul. Ayat ini menyebut bahwa Fir'aun mendurhakai rasul itu, lalu Allah merenggutnya dengan renggutan yang berat. Perbuatan mendurhakai di sini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.
Kata yang berarti Kami merenggutnya tercatat di 3 ayat, yaitu 28:40, 51:40, dan ayat ini. Di ketiga tempat itu yang direnggut Fir'aun, sehingga satu kata dipakai tiga kali untuk orang yang sama.
Dua ayat lainnya menambah keterangan yang tidak ada di sini. Di 28:40 dan 51:40 Fir'aun disebut direnggut bersama bala tentaranya lalu dilemparkan ke laut, sedangkan ayat ini cuma menyebut beratnya renggutan.
Dua penguatnya masing-masing muncul 1 kali di seluruh mushaf, sehingga tiga dari enam patah ayat ini tidak dipakai di ayat lain mana pun. Susunan penguat itu sama dengan yang dipakai di 73:4, 73:8, dan 73:10.
Sebutan rasul di ayat ini memakai penanda tertentu dan menunjuk kembali kepada rasul yang baru disebut di 73:15. Dua ayat berurutan karena itu memakai sebutan yang sama dengan dua penanda yang berbeda.
Ayat ini juga memakai dua kata penyambung berurutan tanpa satu pun keterangan waktu. Tiga peristiwa disusun rapat, yaitu pengutusan, pendurhakaan, lalu hukuman. Kisah Fir'aun di surah ini karena itu cuma dua ayat, sedangkan di surah lain ia diuraikan berpuluh ayat.
Renungan dan Hikmah
- Kata yang berarti Kami merenggutnya dipakai Allah di 3 ayat, yaitu 28:40, 51:40, dan 73:16. Di ketiga tempat itu yang direnggut orang yang sama, yakni Fir'aun, sehingga kata tersebut tidak pernah dipakai untuk siapa pun yang lain. Dua ayat lainnya menambahkan bahwa ia direnggut bersama bala tentaranya lalu dilemparkan ke laut. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu, dan yang bisa dibaca cuma sebaran ketiga ayatnya. Surah 28 dan surah 51 memuat dua di antaranya, dan surah ini yang ketiga. Ketiganya berdiri di tiga surah yang berjauhan letaknya.
- Ayat ini menyebut beratnya renggutan, sedangkan 28:40 dan 51:40 menyebut caranya. Allah memakai dua penguat yang masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an untuk melukiskan bobot hukuman itu. Yang ditinggalkan justru keterangan tentang laut dan bala tentara yang ada di dua ayat lain. Al-Qur'an tidak menerangkan pemilihan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa ayat ini memilih bobot daripada rincian. Ayat 28:40 dan 51:40 sama-sama menyebut laut, sedangkan ayat ini tidak. Dua ayat itu juga memakai nomor urut yang sama di surahnya masing-masing.
- Dari enam patah ayat ini, tiga patah masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Perbuatan mendurhakai dan dua penguat hukumannya semuanya tidak dipakai Allah di ayat lain mana pun. Artinya separuh isi ayat ini tidak berulang di 6236 ayat yang lain. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu, dan yang bisa dibaca cuma sebaran ketiga patahnya. Tiga dari 40 kata sekali pakai surah ini berdiri di ayat ini.
- Susunan penguat di ayat ini sudah dipakai Allah tiga kali sebelumnya di surah ini, yaitu di 73:4, 73:8, dan 73:10. Tiga yang pertama menguatkan perintah, sedangkan yang keempat ini menguatkan hukuman. Satu pola yang sama karena itu dipakai untuk apa yang diminta dan untuk apa yang dijatuhkan. Al-Qur'an tidak menyatakan kesamaan itu, dan yang bisa dibaca cuma keempat tempatnya. Keempatnya berdiri di 73:4, 73:8, 73:10, dan 73:16.
- Ayat ini memakai dua kata penyambung berurutan, sehingga pengutusan, pendurhakaan, dan hukuman disusun rapat tanpa jeda. Allah tidak menyebut berapa lama jarak antara ketiganya, dan tidak pula menyebut apa yang terjadi di antaranya. Kisah panjang Fir'aun di surah lain diringkas jadi satu baris enam patah di sini, sedangkan pengutusannya baru disebut satu baris sebelumnya. Berapa jauh sebenarnya jarak yang disembunyikan oleh dua kata penyambung itu?
- Sebutan rasul di ayat ini memakai penanda tertentu, sehingga ia menunjuk kembali kepada rasul yang baru disebut Allah di 73:15. Di ayat sebelumnya sebutan itu dipakai dua kali tanpa penanda, sedangkan di sini dipakai sekali dengan penanda. Dua ayat berurutan karena itu memakai satu sebutan dengan dua cara yang berbeda. Al-Qur'an tidak menerangkan perubahan itu, dan yang bisa dibaca cuma letak keduanya. Sebutan rasul karena itu muncul tiga kali dalam dua ayat berurutan.