فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا
Maka bagaimana kalian menjaga diri, jika kalian kufur, dari suatu hari yang menjadikan anak-anak beruban?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًاfa-kayfa tattaquuna in kafartum yawman yaj'alu l-wildaana syiibanmaka bagaimana kalian menjaga diri, jika kalian kufur, dari suatu hari yang menjadikan anak-anak beruban
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
- تَتَّقُونَtattaquunabertakwa
- إِنْinjika
- كَفَرْتُمْkafartumkalian kufur
- يَوْمًاyawmansuatu hari
- يَجْعَلُyaj'alumenjadikan
- الْوِلْدَانَl-wildaanaanak-anak
- شِيبًاsyiibanberuban
Inti bacaan
Pertanyaan retoris tentang persiapan diri: 'bagaimana kalian menjaga diri, jika kalian kufur, dari suatu hari yang menjadikan anak-anak beruban?', citra dramatis tentang beban hari itu yang begitu berat hingga bahkan anak-anak (biasanya simbol kepolosan tanpa beban) pun menua seketika, penekanan pada urgensi persiapan.
Penjelasan pilihan kata
Sebutan (الْوِلْدَانَ, al-wildaan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini, dan tempatnya ayat ini. Ia menunjuk anak-anak.
Perhatikan bahwa (شِيبًا, syiiban) juga muncul 1 kali di seluruh mushaf. Ia berarti beruban, dan di sini dilekatkan pada anak-anak itu.
Al-Qur'an tidak menerangkan gambaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa (شِيبًا, syiiban) dan pasangannya dipakai bersama untuk melukiskan satu hari, dan keduanya tidak berulang.
Perhatikan bahwa (كَفَرْتُمْ, kafartum) tercatat di 6 ayat, yaitu 9:66, 14:7, 17:69, 40:12, 41:52, dan ayat ini. Di 14:7 ia berdiri berhadapan dengan syukur, dan di 9:66 dengan pengakuan iman sebelumnya.
Sebaran itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa (كَفَرْتُمْ, kafartum) selalu menyapa orang banyak, termasuk di ayat ini.
Perhatikan bahwa (يَجْعَلُ, yaj'alu) tercatat di 4 ayat, yaitu 6:124, 6:125, 72:25, dan ayat ini. Di 72:25 yang dijadikan tempo bagi ancaman, sedangkan di sini yang dijadikan uban pada anak-anak.
Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa (يَجْعَلُ, yaj'alu) dipakai untuk penetapan waktu dan untuk perubahan rupa.
Perhatikan bahwa ayat ini berbentuk pertanyaan. Ia satu-satunya kalimat tanya di surah ini.
Bentuk tanya (فَكَيْفَ, fa kaifa) itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa pertanyaannya tidak diberi jawaban di ayat mana pun sesudahnya.
Perhatikan bahwa yang ditanyakan cara menjaga diri, bukan kemungkinan selamat. Susunannya menanyakan bagaimana, bukan apakah.
Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa pertanyaannya menganggap harinya pasti datang.
Perhatikan bahwa uban dipakai sebagai ukuran beratnya hari itu. Yang biasanya datang karena usia digambarkan datang karena satu hari.
Gambaran itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tanda tua dilekatkan pada yang paling muda.
Perhatikan bahwa ayat ini delapan patah, sama seperti 73:6 dan 73:14. Tiga ayat berpanjang sama tersebar di tiga bagian surah yang berbeda.
Keseragaman itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa panjangnya sama meski isinya alasan ibadah, gambaran kiamat, dan pertanyaan.
Perhatikan bahwa ayat ini memakai bentuk jamak (تَتَّقُونَ, tattaquuna), sama seperti 73:15 sebelumnya. Sembilan ayat pertama surah ini menyapa satu orang, dan sejak 73:15 sapaannya melebar.
Pelebaran itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa pertanyaan tentang hari kiamat diajukan kepada orang banyak, bukan kepada satu orang.
Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut nama hari itu. Yang disebut cuma sifatnya, yaitu hari yang menjadikan anak-anak beruban.
Ketiadaan nama itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini melukiskan harinya lewat tanda, bukan lewat sebutan.
Tafsiran
Ayat ini memperingatkan dahsyatnya Hari Kiamat bagi orang yang kufur. Ayat ini bertanya bagaimana orang menjaga diri jika mereka kufur, dari suatu hari yang menjadikan anak-anak beruban. Dua kata pentingnya masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.
Bentuk yang berarti kalian kufur tercatat di 6 ayat, yaitu 9:66, 14:7, 17:69, 40:12, 41:52, dan ayat ini. Di 14:7 ia berdiri berhadapan dengan syukur, sedangkan di 9:66 dengan pengakuan iman sebelumnya.
Kata yang berarti menjadikan tercatat di 4 ayat, yaitu 6:124, 6:125, 72:25, dan ayat ini. Di 72:25 yang dijadikan adalah tempo bagi ancaman, sedangkan di sini yang dijadikan uban pada anak-anak.
Ayat ini berbentuk pertanyaan dan menjadi satu-satunya kalimat tanya di surah ini. Pertanyaannya tidak diberi jawaban di ayat mana pun sesudahnya, dan yang ditanyakan cara menjaga diri, bukan kemungkinan selamat.
Uban dipakai sebagai ukuran beratnya hari itu, sebab yang biasanya datang karena usia digambarkan datang karena satu hari. Al-Qur'an tidak menerangkan gambaran tersebut.
Ayat ini delapan patah, sama seperti 73:6 dan 73:14. Tiga ayat berpanjang sama tersebar di tiga bagian surah yang berbeda meski isinya jauh berlainan. Ayat ini juga tidak menyebut nama hari itu, melainkan cuma sifatnya, sehingga pembacanya mengenali harinya lewat tanda dan bukan lewat sebutan.
Renungan dan Hikmah
- Beratnya hari itu diukur Allah dengan uban yang muncul pada anak-anak. Dua kata yang dipakai untuk anak-anak dan untuk uban masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Tanda yang biasanya datang karena usia panjang digambarkan datang karena satu hari saja. Al-Qur'an tidak menerangkan gambaran itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa tanda tua dilekatkan pada yang paling muda. Dua dari 40 kata sekali pakai surah ini berdiri di ayat ini, dan keduanya berdampingan di ujung kalimatnya.
- Ayat ini berbentuk pertanyaan, dan ia satu-satunya kalimat tanya di antara dua puluh ayat surah ini. Pertanyaan itu tidak diberi jawaban di ayat mana pun sesudahnya, sebab 73:18 langsung berpindah ke langit yang terbelah. Allah menaruh satu tanda tanya di tengah surah yang seluruhnya berisi perintah dan berita. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan bentuk itu, dan yang bisa dibaca cuma letaknya di ayat ketujuh belas. Tiga ayat sesudahnya berisi berita, peringatan, dan aturan, jadi tidak satu pun bertanya kembali.
- Yang ditanyakan Allah di ayat ini cara menjaga diri, bukan kemungkinan selamat. Susunannya menanyakan bagaimana, sehingga kedatangan harinya sudah dianggap pasti dan yang tersisa tinggal caranya. Bentuk yang berarti kalian kufur di ayat ini juga tercatat di 6 ayat, yaitu 9:66, 14:7, 17:69, 40:12, 41:52, dan 73:17. Ketiga tempat lainnya berdiri di surah 17, surah 40, dan surah 41, sedangkan dua sisanya di surah 9 dan surah 14. Apa yang berubah pada sebuah ancaman ketika ia ditanyakan, bukan dinyatakan?
- Kata yang berarti menjadikan di ayat ini cuma dipakai Allah di 4 ayat, yaitu 6:124, 6:125, 72:25, dan 73:17. Di 72:25 yang dijadikan adalah tempo bagi ancaman yang belum diketahui waktunya, sedangkan di sini yang dijadikan uban pada anak-anak. Satu kata karena itu dipakai untuk menetapkan waktu dan untuk mengubah rupa. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu, dan yang bisa dibaca cuma keempat tempatnya. Dua di antaranya berdiri berurutan di 6:124 dan 6:125, jadi separuh pemakaiannya menumpuk di satu surah.
- Ayat ini memakai bentuk jamak, sama seperti 73:15 sebelumnya dan 73:20 sesudahnya. Sembilan ayat pertama surah ini menyapa satu orang, dan sejak 73:15 sapaannya melebar ke orang banyak. Allah menaruh pertanyaan tentang hari kiamat justru di bagian yang menyapa semua orang. Al-Qur'an tidak menerangkan pelebaran itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa tiga ayat memakai bentuk jamak. Ketiganya berdiri di 73:15, 73:17, dan 73:20, dan ketiganya berjumlah 97 patah.
- Ayat ini delapan patah, sama seperti 73:6 dan 73:14. Ayat 73:6 berisi alasan bangun malam, 73:14 melukiskan bumi dan gunung yang berguncang, sedangkan ayat ini bertanya tentang cara menjaga diri. Tiga ayat berpanjang sama karena itu membawa tiga isi yang jauh berlainan. Allah tidak menandai keseragaman itu, dan yang bisa dibaca cuma jumlah patah di tiap ayatnya. Ketiganya berjumlah 24 patah, atau hampir seperlima badan surah ini.