إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا
Sesungguhnya ini adalah peringatan. Maka siapa yang menghendaki, dia mengambil jalan kepada Tuhannya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًاinna haadzihi tadzkiratun fa-man syaa'a ttakhadza ilaa rabbihi sabiilansesungguhnya ini adalah peringatan, maka siapa yang menghendaki, dia mengambil jalan kepada Tuhannya
Terjemahan per kata (9 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- هَٰذِهِhaadzihiini
- تَذْكِرَةٌtadzkiratunperingatan
- فَمَنْfa-manmaka orang yang
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- اتَّخَذَttakhadzamengambil
- إِلَىٰilaakepada
- رَبِّهِrabbihiTuhannya
- سَبِيلًاsabiilanjalan
Inti bacaan
Kebebasan memilih yang ditawarkan: 'sesungguhnya ini adalah peringatan; maka siapa yang menghendaki, ia mengambil jalan kepada Tuhannya', penegasan bahwa meski peringatan disampaikan dengan tegas, keputusan akhir untuk merespons tetap berada di tangan individu, penghormatan terhadap kehendak bebas manusia.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzihi' (dekat, feminin) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'ini' sesuai kaidah baku.
Sebutan (تَذْكِرَةٌ, tadzkiratun) tercatat di 4 ayat, yaitu ayat ini, 74:54, 76:29, dan 80:11. Ia berarti peringatan.
Perhatikan bahwa 76:29 sama persis dengan ayat ini, huruf demi huruf. Dua ayat itu berdiri di dua surah yang berbeda tanpa satu pun perbedaan ejaan.
Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu kalimat sembilan patah dipakai utuh di dua tempat, yaitu di sini dan di 76:29.
Perhatikan bahwa dua pemakaian lainnya memakai susunan yang lebih pendek. Di 74:54 dan 80:11 sebutan peringatan itu didahului kata penyangkal, tanpa lanjutan tentang jalan kepada Tuhan.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai kalimat panjang yang sama, dan dua ayat lainnya memakai kalimat pendek yang mirip.
Kata (سَبِيلًا, sabiilan) tercatat di 28 ayat, di antaranya 4:15, 4:22, dan 17:32. Di ayat ini jalan yang dimaksud jalan kepada Tuhan.
Perhatikan bahwa ayat ini menyerahkan pilihan kepada pembacanya. Susunannya menyebut siapa yang menghendaki, bukan siapa yang diperintah.
Penyerahan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sesudah delapan belas ayat berisi perintah dan ancaman, yang datang justru kalimat pilihan.
Perhatikan bahwa jalan itu disebut diambil, bukan diberikan. Yang bergerak orangnya, dan yang dituju Tuhannya.
Arah gerak itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa (اتَّخَذَ, ittakhadza) dilekatkan pada manusia, bukan pada Allah.
Perhatikan bahwa ayat ini sembilan patah, sama seperti 73:9. Keduanya sama-sama menyebut hubungan langsung antara manusia dan Tuhannya.
Kesamaan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat berpanjang sama berdiri di dua ujung badan surah.
Perhatikan bahwa ayat ini memakai penanda dekat untuk menunjuk peringatan itu. Yang ditunjuk sesuatu yang sedang dibaca, bukan sesuatu yang jauh.
Penanda itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa peringatannya ditunjuk seolah berada di tangan pembacanya.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup badan surah sebelum ayat panjang di 73:20. Sesudahnya nada surah berubah dari peringatan menjadi aturan.
Perubahan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat terakhir surah ini berbeda jauh panjang dan isinya.
Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut apa yang dimaksud peringatan itu. Yang ditunjuk bisa surah ini sendiri, bisa pula seluruh wahyu, dan Al-Qur'an tidak memilih di antara keduanya.
Ketidakjelasan itu bukan kelalaian yang bisa dibuktikan dari teks. Yang tertulis cuma penanda dekat, tanpa penyebutan benda yang ditunjuknya.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa peringatan ini terbuka bagi siapa yang menghendaki jalan kepada Allah. Ayat ini menyebut bahwa ini adalah peringatan, dan siapa yang menghendaki dapat mengambil jalan kepada Tuhannya. Sebutan peringatan tercatat di 4 ayat, yaitu ayat ini, 74:54, 76:29, dan 80:11.
Ayat 76:29 sama persis dengan ayat ini, huruf demi huruf. Dua ayat itu berdiri di dua surah yang berbeda tanpa satu pun perbedaan ejaan, dan Al-Qur'an tidak menandai kesamaan tersebut.
Dua pemakaian lainnya memakai susunan yang lebih pendek. Di 74:54 dan 80:11 sebutan peringatan didahului kata penyangkal, tanpa lanjutan tentang jalan kepada Tuhan.
Ayat ini menyerahkan pilihan kepada pembacanya, sebab susunannya menyebut siapa yang menghendaki dan bukan siapa yang diperintah. Sesudah delapan belas ayat berisi perintah dan ancaman, yang datang justru kalimat pilihan.
Jalan itu juga disebut diambil, bukan diberikan, sehingga yang bergerak orangnya dan yang dituju Tuhannya. Kata jalan itu sendiri tercatat di 28 ayat, di antaranya 4:15, 4:22, dan 17:32.
Ayat ini sembilan patah, sama seperti 73:9, dan keduanya menyebut hubungan langsung antara manusia dan Tuhannya. Ia juga menutup badan surah sebelum ayat panjang di 73:20, dan sesudahnya nada surah berubah dari peringatan menjadi aturan. Apa yang ditunjuk sebagai peringatan itu sendiri tidak disebutkan di ayatnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini sama persis dengan 76:29, huruf demi huruf, tanpa satu pun perbedaan ejaan. Satu kalimat sembilan patah karena itu dipakai Allah utuh di dua surah yang berbeda. Dua surah itu juga sama-sama berbicara tentang malam dan tentang orang yang mencintai dunia. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat berdiri identik di dua tempat. Surah 73 dan surah 76 terpisah tiga nomor di dalam mushaf, dan keduanya sama-sama berisi perintah bangun malam.
- Sebutan peringatan dipakai Allah di 4 ayat, yaitu 73:19, 74:54, 76:29, dan 80:11. Dua di antaranya memakai kalimat panjang yang sama persis, sedangkan dua lainnya memakai kalimat pendek yang didahului kata penyangkal. Keempatnya berdiri di surah-surah yang berdekatan di paruh akhir mushaf. Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu, dan yang bisa dibaca cuma keempat tempatnya. Keempatnya berdiri di surah 73, 74, 76, dan 80, jadi semuanya di paruh akhir mushaf.
- Sesudah delapan belas ayat berisi perintah dan ancaman, Allah menutup badan surah ini dengan kalimat pilihan. Susunannya menyebut siapa yang menghendaki, bukan siapa yang diperintah, sehingga langkah berikutnya diserahkan kepada pembacanya. Perubahan nada itu terjadi tanpa satu pun kalimat penyambung, dan ayat penutup di 73:20 kembali lagi ke perintah. Mengapa surah yang penuh perintah justru ditutup dengan kalimat yang tidak memerintah?
- Jalan di ayat ini disebut diambil, bukan diberikan, sehingga yang bergerak manusianya dan yang dituju Tuhannya. Allah meletakkan kata kerjanya pada pihak manusia, padahal di ayat-ayat sebelumnya hampir semua tindakan dilekatkan kepada-Nya. Kata jalan itu sendiri tercatat di 28 ayat di seluruh mushaf, di antaranya 4:15, 4:22, dan 17:32. Al-Qur'an tidak menerangkan perpindahan pelaku itu, dan yang bisa dibaca cuma susunannya. Kata jalan itu menutup ayat ini, sama seperti kata sedikit menutup 73:11, sehingga dua ayat memakai penutup berbunyi serupa.
- Ayat ini memakai penanda dekat untuk menunjuk peringatan tersebut. Yang ditunjuk Allah sesuatu yang sedang dibaca, bukan sesuatu yang jauh atau yang belum datang. Penanda yang sama dipakai di 76:29 yang kalimatnya sama persis dengan ayat ini. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan penanda itu, dan yang bisa dibaca cuma bahwa peringatannya diletakkan seolah di tangan pembacanya. Apa yang ditunjuknya sendiri tidak disebutkan, baik di ayat ini maupun di 76:29 yang kalimatnya sama.
- Ayat ini sembilan patah, sama seperti 73:9 di awal surah. Keduanya sama-sama menyebut hubungan langsung antara manusia dan Tuhannya, sebab 73:9 menyuruh menjadikan Allah tempat bersandar dan ayat ini menyebut jalan kepada-Nya. Dua ayat berpanjang sama itu berdiri di dua ujung badan surah dengan jarak sepuluh ayat. Allah tidak menandai kesejajaran itu, dan yang bisa dibaca cuma letak keduanya. Dua ayat itu berjumlah 18 patah di dalam surah ini, atau hampir seperenam badan surahnya.