قُمْ فَأَنْذِرْ

Bangunlah, lalu berilah peringatan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قُمْ فَأَنْذِرْqum fa-andzirbangunlah, lalu berilah peringatan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. قُمْqumbangunlah
  2. فَأَنْذِرْfa-andzirmaka berilah peringatan

Inti bacaan

Perintah aksi ganda yang tegas: 'bangunlah, lalu berilah peringatan', instruksi langsung dari kondisi pasif (berselimut) menuju tindakan aktif (bangun dan memperingatkan), transisi dari persiapan personal menuju misi publik.

Penjelasan pilihan kata

Kata (فَأَنْذِرْ, fa andzir) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti maka berilah peringatan.

Kata (قُمْ, qum) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 4:102, 5:6, 9:84, 9:108, dan 74:2. Ia berarti berdirilah.

Perhatikan bahwa empat pemakaian lainnya menyangkut perbuatan tertentu. Yang di sini menyangkut tugas yang panjang.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu perintah dipakai untuk berdiri sebentar dan untuk bangkit bertugas.

Perhatikan bahwa dua perintah disebut di ayat ini. Yang pertama berdiri, dan yang kedua memberi peringatan.

Yang pertama menyangkut tubuh, dan yang kedua menyangkut lisan. Susunan itu bergerak dari sikap ke pekerjaan.

Al-Qur'an tidak menyatakan gerakan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua perbuatan disebut berpasangan.

Perhatikan bahwa perintahnya datang tanpa menyebut siapa yang harus diperingatkan. Sasarannya dibiarkan kosong.

Kekosongan itu tidak diisi di enam ayat berikutnya. Al-Qur'an membiarkannya terbuka.

Perhatikan bahwa yang diperintahkan memperingatkan, bukan mengajak. Yang ditonjolkan bahayanya.

Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa perintah pertamanya berupa peringatan.

Perhatikan bahwa ayat ini cuma dua patah. Ia sependek 74:1.

Dua baris pembuka karena itu sama panjangnya. Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu.

Perhatikan bahwa perintah ini membuka rangkaian enam perintah. Enam ayat berturut-turut seluruhnya berisi perintah.

Rangkaian sepadat itu tidak lazim. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu.

Perhatikan bahwa perintah pertama menyangkut orang lain. Lima perintah berikutnya menyangkut dirinya sendiri.

Urutan itu menaruh tugas ke luar sebelum urusan ke dalam. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu.

Perhatikan bahwa perintah pertama ini menyangkut orang banyak. Perintah kedua sampai keenam menyangkut dirinya sendiri.

Pembagian itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu perintah menghadap ke luar dan lima ke dalam.

Perhatikan bahwa perintah berdiri di sini tidak diberi tempat. Al-Qur'an tidak menyebut berdiri di mana.

Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang bisa dibaca cuma perintah bangkitnya.

Perhatikan bahwa perintah kedua tidak diberi isi. Al-Qur'an tidak menyebut apa yang harus diperingatkan.

Kekosongan itu baru diisi jauh kemudian. Di 74:8 sampai 74:10 hari kiamat digambarkan.

Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa gambarannya menyusul enam ayat kemudian.

Perhatikan bahwa perintah ini memakai penghubung yang menandai akibat. Memberi peringatan menyusul langsung sesudah berdiri.

Susunan itu merapatkan keduanya. Al-Qur'an tidak menandai perapatan itu.

Perhatikan bahwa cara yang sama dipakai di lima ayat berikutnya. Semuanya memakai penghubung yang sama.

Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa enam perintah diikat satu penghubung yang berulang.

Tafsiran

Ayat ini memerintahkan Nabi bangkit dan mulai menyampaikan peringatan secara terbuka. Ayat ini memberikan perintah pertama, yaitu bangkit dan memberi peringatan. Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia berarti maka berilah peringatan.

Kata pertamanya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:102, 5:6, 9:84, 9:108, dan 74:2. Empat pemakaian lainnya menyangkut perbuatan tertentu, sedangkan yang di sini menyangkut tugas yang panjang.

Dua perintah disebut di ayat ini, yaitu berdiri dan memberi peringatan, dan yang pertama menyangkut tubuh sedangkan yang kedua menyangkut lisan. Perintahnya juga datang tanpa menyebut siapa yang harus diperingatkan.

Yang diperintahkan juga memperingatkan dan bukan mengajak, sehingga yang ditonjolkan bahayanya. Ayat ini juga cuma dua patah, sependek 74:1.

Perintah ini juga membuka rangkaian enam perintah, sebab enam ayat berturut-turut seluruhnya berisi perintah. Perintah pertama menyangkut orang lain, sedangkan lima berikutnya menyangkut dirinya sendiri. Perintah pertama ini juga menyangkut orang banyak, sedangkan perintah kedua sampai keenam menyangkut dirinya sendiri. Perintah berdiri di sini juga tidak diberi tempat, dan perintah kedua tidak diberi isi, sebab Al-Qur'an baru menggambarkan hari kiamat di 74:8 sampai 74:10. Perintah ini juga memakai penghubung yang menandai akibat, sama seperti lima ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata pertamanya dipakai Allah cuma di 4:102, 5:6, 9:84, 9:108, dan 74:2. Empat pemakaian lainnya menyangkut perbuatan tertentu yang selesai dalam sekejap, sedangkan yang di sini menyangkut tugas yang panjang. Satu perintah dipakai untuk berdiri sebentar dan untuk bangkit bertugas seumur hidup. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan ukuran itu. Sebuah perintah yang biasa dipakai untuk perbuatan sekejap dipakai di sini untuk tugas seumur hidup. Ukurannya berubah sepenuhnya oleh sebutan yang menyusul tepat di belakangnya.
  • Dua perintah disebut Allah di ayat ini, yaitu berdiri dan memberi peringatan. Yang pertama menyangkut tubuh, dan yang kedua menyangkut lisan. Susunan itu bergerak dari sikap ke pekerjaan tanpa satu kata penghubung. Al-Qur'an tidak menyatakan gerakan itu, dan dua perbuatan itu cuma disebut berpasangan. Berdiri adalah gerakan tubuh, dan memperingatkan adalah pekerjaan lisan. Dua-duanya diminta sekaligus dalam satu baris yang cuma dua patah panjangnya.
  • Perintahnya datang tanpa Allah menyebut siapa yang harus diperingatkan. Kekosongan itu tidak diisi di enam ayat berikutnya, dan Al-Qur'an membiarkannya terbuka. Peringatan tanpa sasaran yang disebut berlaku bagi siapa saja yang mendengarnya. Yang diperintahkan tidak diberi batas tentang kepada siapa ia harus berbicara. Peringatan tanpa sasaran yang disebut tidak bisa dibatasi kepada golongan mana pun. Yang mendengarnya tidak punya satu alasan pun untuk menganggap dirinya berada di luar.
  • Yang diperintahkan Allah memperingatkan, bukan mengajak, sehingga yang ditonjolkan bahayanya. Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an dengan satu kalimat pun. Perintah pertama yang diterimanya berupa peringatan, bukan berupa kabar gembira. Susunan seperti itu menentukan nada seluruh tugas yang menyusul. Memperingatkan menaruh bahaya di depan, sedangkan mengajak menaruh keuntungan di depan. Perintah pertama yang diterimanya memilih jalan yang pertama, bukan yang kedua.
  • Perintah ini membuka rangkaian enam perintah yang diberikan Allah, sebab enam ayat berturut-turut seluruhnya berisi perintah. Rangkaian sepadat itu tidak lazim untuk surah mana pun. Al-Qur'an tidak menandai kepadatannya, dan enam baris berlalu tanpa satu keterangan pun di antaranya. Enam baris berisi perintah tanpa satu keterangan pun di antaranya adalah kepadatan yang jarang. Pembacanya menerima enam tuntutan sekaligus sebelum sempat tahu alasannya.
  • Perintah pertama menyangkut orang lain, sedangkan lima perintah berikutnya menyangkut dirinya sendiri. Urutan itu menaruh tugas ke luar sebelum urusan ke dalam. Kalau yang diminta lebih dulu justru mengurus orang lain, apa yang sedang dikatakan tentang urutan yang biasa kita anggap wajar? Mengurus orang lain diminta lebih dulu daripada mengurus diri sendiri. Urutan itu membalik nasihat yang biasa kita dengar tentang membenahi diri lebih dulu.