وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَمْدُودًا

Dan Aku jadikan baginya harta yang berlimpah,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَمْدُودًاwa-ja'altu lahu maalan mamduudandan Aku jadikan baginya harta yang berlimpah

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَجَعَلْتُwa-ja'altudan Aku jadikan
  2. لَهُlahubaginya
  3. مَالًاmaalanharta
  4. مَمْدُودًاmamduudanyang luas

Inti bacaan

Detail kekayaan yang dianugerahkan: 'dan Aku jadikan baginya harta yang berlimpah', pengakuan bahwa kemakmuran material yang dinikmati sesungguhnya adalah pemberian, bukan pencapaian mandiri semata.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَجَعَلْتُ, wa ja'altu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti dan Aku jadikan.

Kata (مَالًا, maalan) muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an: 11:29, 18:34, 18:39, 18:103, 19:77, 74:12, 90:6, dan 104:2. Ia berarti harta.

Kata (مَمْدُودًا, mamduudan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti terbentang luas.

Perhatikan bahwa dua dari delapan pemakaian harta itu berada di surah pendek yang menegur. Yang di 90:6 dan 104:2 sama-sama menyangkut orang yang membanggakannya.

Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga surah pendek memakainya dengan nada yang mirip.

Perhatikan bahwa sifat terbentang itu memakai gambaran ruang. Harta digambarkan seperti sesuatu yang memanjang.

Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa gambarannya memakai ukuran panjang.

Perhatikan bahwa ayat ini melanjutkan 74:11 tanpa jeda. Dua ayat membentuk satu rangkaian pemberian.

Rangkaian itu berlanjut sampai 74:14. Empat ayat berturut-turut menyebut apa yang diberikan.

Al-Qur'an tidak menandai rangkaian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa empat baris berisi daftar.

Perhatikan bahwa yang memberi disebut dengan orang pertama tunggal. Susunan itu sama dengan 74:11.

Keseragaman itu berlanjut sampai 74:17. Al-Qur'an tidak menandainya.

Perhatikan bahwa pemberian itu disebut sebelum tuduhannya. Tuduhan baru datang di 74:15.

Urutan itu menaruh kebaikan lebih dulu. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu.

Perhatikan bahwa harta disebut lebih dulu daripada anak. Urutan itu berbeda dari beberapa ayat lain.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa harta ditaruh di tempat pertama.

Perhatikan bahwa ayat ini tiga patah. Ia lebih pendek daripada 74:11 yang mendahuluinya.

Perhatikan bahwa harta disebut dengan susunan tak bertakrif. Ia tidak disebut sebagai harta tertentu.

Susunan itu membiarkan gambarannya luas. Al-Qur'an tidak menerangkan susunan itu.

Perhatikan bahwa sifat terbentang itu ditaruh sesudah bendanya. Susunan itu menaruh sifatnya di ujung.

Cara yang sama dipakai di 74:13 dan 74:14. Tiga baris berturut-turut memakainya.

Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga baris memakai susunan yang sama.

Perhatikan bahwa yang memberi disebut sebelum apa yang diberikan. Susunan itu menaruh pemberinya di depan.

Cara itu berulang di tiga baris ini. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu.

Perhatikan bahwa 104:2 memakai sebutan harta untuk orang yang menghitungnya. Susunannya serupa dengan bagian ini.

Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah pendek memakai bahan yang sama.

Perhatikan bahwa harta di sini tidak disebut haram atau halal. Yang disebut cuma banyaknya.

Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang dipersoalkan bukan asalnya, melainkan sikap terhadapnya.

Tafsiran

Ayat ini merinci kekayaan yang diberikan kepada tokoh dalam kisah ini. Ayat ini memulai daftar pemberian dengan menyebut harta yang terbentang. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya juga muncul 1 kali.

Kata ketiganya muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 11:29, 18:34, 18:39, 18:103, 19:77, 74:12, 90:6, dan 104:2. Dua dari delapan pemakaiannya berada di surah pendek yang menegur, sebab 90:6 dan 104:2 sama-sama menyangkut orang yang membanggakannya.

Sifat terbentang itu juga memakai gambaran ruang, sehingga harta digambarkan seperti sesuatu yang memanjang. Ayat ini juga melanjutkan 74:11 tanpa jeda, dan dua ayat membentuk satu rangkaian pemberian yang berlanjut sampai 74:14.

Yang memberi juga disebut dengan orang pertama tunggal, sama seperti 74:11, dan keseragaman itu berlanjut sampai 74:17. Pemberian itu juga disebut sebelum tuduhannya, sebab tuduhan baru datang di 74:15.

Harta juga disebut lebih dulu daripada anak, dan urutan itu berbeda dari beberapa ayat lain. Ayat ini juga tiga patah dan lebih pendek daripada 74:11 yang mendahuluinya. Harta juga disebut dengan susunan tak bertakrif, sehingga ia tidak disebut sebagai harta tertentu dan gambarannya dibiarkan luas. Sifat terbentang itu juga ditaruh sesudah bendanya, dan cara yang sama dipakai di 74:13 dan 74:14. Ayat 104:2 juga memakai sebutan harta untuk orang yang menghitungnya, dan harta di sini tidak disebut haram atau halal.

Renungan dan Hikmah

  • Kata ketiganya dipakai Allah 8 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 11:29, 18:34, 18:39, 18:103, 19:77, 74:12, 90:6, dan 104:2. Dua di antaranya berada di surah pendek yang menegur, sebab 90:6 dan 104:2 sama-sama menyangkut orang yang membanggakan hartanya. Tiga surah pendek memakainya dengan nada yang mirip. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Harta yang disebut tanpa penunjuk tertentu berlaku bagi kekayaan macam apa pun. Yang dipersoalkan bukan jenisnya, melainkan sikap orangnya terhadapnya. Jenisnya tidak dipersoalkan sama sekali di sini.
  • Sifat terbentang yang dipakai Allah memakai gambaran ruang, sehingga harta digambarkan seperti sesuatu yang memanjang. Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an dengan satu kalimat pun. Ukuran panjang biasanya dipakai untuk jalan atau bayangan, bukan untuk kekayaan. Ukuran panjang jarang dipakai untuk kekayaan, sebab kekayaan biasanya dihitung dan bukan diukur. Gambaran itu membuat hartanya terasa seperti tanah yang membentang. Tanah yang membentang, bukan tumpukan yang dihitung.
  • Ayat ini melanjutkan 74:11 tanpa jeda, dan dua ayat membentuk satu rangkaian pemberian dari Allah. Rangkaian itu berlanjut sampai 74:14, sehingga empat ayat berturut-turut menyebut apa yang diberikan. Al-Qur'an tidak menandai rangkaian itu, dan pembacanya membaca sebuah daftar tanpa judul. Empat baris berisi daftar tanpa satu keterangan pun di antaranya. Pembacanya membaca sebuah senarai yang belum diketahui ke mana arahnya. Baru di baris kelima belas nadanya berubah.
  • Pemberian itu disebut Allah sebelum tuduhannya, sebab tuduhan baru datang di 74:15. Urutan itu menaruh kebaikan lebih dulu dan keluhan sesudahnya. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu, dan pembacanya sempat membaca empat baris pemberian sebelum tahu ke mana arahnya. Menyebut kebaikan lebih dulu membuat keluhan sesudahnya terasa lebih tajam. Kalau daftar itu dibalik, nadanya akan berubah sepenuhnya. Membalik urutannya akan mengubah seluruh nadanya.
  • Harta disebut Allah lebih dulu daripada anak, dan urutan itu berbeda dari beberapa ayat lain. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu, dan harta ditaruh di tempat pertama daftar ini. Yang disebut lebih dulu biasanya yang paling dibanggakan orangnya. Harta ditaruh di tempat pertama daftar ini, mendahului anak dan kemudahan hidup. Yang disebut lebih dulu biasanya yang paling dibanggakan pemiliknya. Anak dan kemudahan hidup menyusul di dua baris sesudahnya.
  • Yang memberi disebut Allah dengan orang pertama tunggal, sama seperti di 74:11, dan keseragaman itu berlanjut sampai 74:17. Susunan tunggal seperti itu jarang dipakai untuk menyebut pemberian. Kalau pemberi menyebut dirinya sendiri satu per satu, apa yang sedang ditegaskan tentang siapa yang berhak menagih? Pemberi yang menyebut dirinya sendiri di tiap baris menaruh tanda tangannya tiga kali. Tidak ada satu pun dari tiga pemberian itu yang bisa diakui sebagai hasil usaha sendiri. Tanda tangan pemberinya tercantum tiga kali berturut-turut.