وَبَنِينَ شُهُودًا
Dan anak-anak yang selalu hadir bersamanya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَبَنِينَ شُهُودًاwa-baniina syuhuudandan anak-anak yang selalu hadir bersamanya
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَبَنِينَwa-baniinadan anak-anak lelaki
- شُهُودًاsyuhuudanyang menyaksikan
Inti bacaan
Kehadiran keluarga sebagai berkah tambahan: 'dan anak-anak yang selalu bersamanya', anugerah keturunan yang hadir dan mendukung, kelengkapan kebahagiaan duniawi yang diberikan kepadanya.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَبَنِينَ, wa baniin) muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an: 17:6, 23:55, 26:133, 68:14, 71:12, dan 74:13. Ia berarti dan anak-anak lelaki.
Kata (شُهُودًا, syuhuudan) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 10:61 dan 74:13. Ia berarti yang hadir.
Perhatikan bahwa di 10:61 sebutan itu dipakai untuk saksi atas perbuatan. Di sini ia dipakai untuk anak yang selalu ada.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan menampung saksi dan kehadiran.
Perhatikan bahwa 68:14 memakai rangkaian yang sama dengan ayat ini. Di sana pun harta dan anak disebut berpasangan.
Dua surah memakai pasangan yang sama. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Perhatikan bahwa 68:14 juga berada di surah yang menegur satu orang tertentu. Susunannya serupa dengan bagian ini.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memakai bahan yang sama.
Perhatikan bahwa ayat ini cuma dua patah. Ia yang terpendek di rangkaian pemberian ini.
Kependekan itu tidak mengurangi bobotnya. Al-Qur'an tidak menandai hal itu.
Perhatikan bahwa yang disebut kehadiran anak, bukan jumlahnya. Yang ditonjolkan bahwa mereka selalu ada di sisinya.
Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sifatnya menyangkut keberadaan.
Perhatikan bahwa sifat itu berlawanan dengan sifat di 74:11. Di sana ia seorang diri, dan di sini ia dikelilingi.
Perlawanan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua baris berjarak dua ayat menyebut dua keadaan yang bertolak belakang.
Perhatikan bahwa perubahan itu terjadi karena pemberian. Yang sendirian dijadikan dikelilingi.
Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya disebut di rangkaian yang sama.
Perhatikan bahwa ini pemberian kedua dari tiga. Yang ketiga menyusul di 74:14.
Perhatikan bahwa anak disebut dengan susunan jamak tanpa jumlah. Al-Qur'an tidak menyebut berapa banyak.
Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang bisa dibaca cuma bahwa mereka banyak.
Perhatikan bahwa yang disebut anak lelaki, bukan anak pada umumnya. Sebutan yang dipakai khusus.
Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebutannya menyangkut satu jenis.
Perhatikan bahwa 71:12 memakai sebutan yang sama dalam janji, bukan teguran. Di sana ia dijanjikan kepada yang beriman.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan dipakai untuk janji dan untuk teguran.
Perhatikan bahwa 17:6 juga memakainya untuk pemberian. Susunannya serupa dengan ayat ini.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakainya untuk hal yang sama.
Perhatikan bahwa sifat hadir itu menyangkut kedekatan, bukan kegunaan. Al-Qur'an tidak menyebut mereka menolongnya.
Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang bisa dibaca cuma bahwa mereka ada di sisinya.
Perhatikan bahwa dua patah ini memuat pemberian yang paling sulit ditakar. Harta bisa dihitung, dan kehadiran tidak.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan rincian kenikmatan duniawi tokoh tersebut. Ayat ini menyebut pemberian kedua, yaitu anak-anak yang selalu hadir. Kata pertamanya muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 17:6, 23:55, 26:133, 68:14, 71:12, dan 74:13.
Kata keduanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 10:61 dan 74:13. Di 10:61 sebutan itu dipakai untuk saksi atas perbuatan, sedangkan di sini ia dipakai untuk anak yang selalu ada.
Ayat 68:14 juga memakai rangkaian yang sama dengan ayat ini, sebab di sana pun harta dan anak disebut berpasangan. Ayat 68:14 juga berada di surah yang menegur satu orang tertentu dengan susunan yang serupa.
Ayat ini juga cuma dua patah dan yang terpendek di rangkaian pemberian ini. Yang disebut juga kehadiran anak dan bukan jumlahnya, sehingga yang ditonjolkan bahwa mereka selalu ada di sisinya.
Sifat itu juga berlawanan dengan sifat di 74:11, sebab di sana ia seorang diri sedangkan di sini ia dikelilingi. Ini juga pemberian kedua dari tiga, sebab yang ketiga menyusul di 74:14. Anak juga disebut dengan susunan jamak tanpa jumlah, sebab Al-Qur'an tidak menyebut berapa banyak, dan yang disebut anak lelaki dan bukan anak pada umumnya. Ayat 71:12 juga memakai sebutan yang sama dalam janji dan bukan teguran, sedangkan 17:6 memakainya untuk pemberian. Sifat hadir itu juga menyangkut kedekatan dan bukan kegunaan, sebab Al-Qur'an tidak menyebut mereka menolongnya.
Renungan dan Hikmah
- Kata keduanya dipakai Allah cuma di 10:61 dan 74:13. Di 10:61 sebutan itu dipakai untuk saksi atas perbuatan, sedangkan di sini untuk anak yang selalu ada di sisinya. Satu sebutan menampung saksi dan kehadiran sekaligus. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan letaknya yang menentukan mana yang dimaksud. Satu sebutan yang dipakai dalam janji di satu ayat dan dalam teguran di ayat lain menandai bahwa nilainya ditentukan letaknya. Anak yang sama bisa jadi karunia atau bahan ujian. Letaknya yang menentukan, bukan sebutannya sendiri.
- Ayat 68:14 memakai rangkaian yang sama dengan ayat ini, sebab di sana pun Allah menyebut harta dan anak berpasangan. Ayat itu juga berada di surah yang menegur satu orang tertentu dengan susunan serupa. Dua surah memakai pasangan dan susunan yang sama. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Dua surah memakai pasangan harta dan anak untuk menegur satu orang tertentu. Susunan itu berulang tanpa satu pun menunjuk yang lain. Keduanya menegur satu orang tanpa menyebut namanya.
- Ayat ini cuma dua patah dan yang terpendek di rangkaian pemberian ini. Kependekannya tidak mengurangi bobotnya sedikit pun. Al-Qur'an tidak menandai hal itu, dan satu baris pendek memuat pemberian yang paling sulit dinilai dengan uang. Dua patah memuat pemberian yang paling sulit ditakar dengan angka. Harta bisa dihitung sampai satuannya, dan kehadiran tidak bisa. Angka tidak bisa dipakai untuk menakar yang kedua.
- Yang disebut Allah kehadiran anak, bukan jumlahnya, sehingga yang ditonjolkan bahwa mereka selalu ada di sisinya. Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Sifatnya menyangkut keberadaan dan bukan bilangan, dan itu yang membedakannya dari harta di baris sebelumnya. Menyebut kehadiran dan bukan jumlah memindahkan bobotnya dari bilangan ke rasa. Yang membuat seseorang merasa kuat bukan banyaknya, melainkan tidak pernah sendirian. Bilangan tidak dipakai sama sekali untuk menakarnya.
- Sifat ini berlawanan dengan sifat yang dipakai Allah di 74:11, sebab di sana ia seorang diri sedangkan di sini ia dikelilingi. Dua baris berjarak dua ayat menyebut dua keadaan yang bertolak belakang. Perubahan itu terjadi karena pemberian, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Dua baris berjarak dua ayat menaruh sendirian dan dikelilingi berdampingan. Perubahan di antara keduanya seluruhnya berasal dari pemberian, bukan dari usahanya. Dua baris berjarak dua ayat menaruh kosong dan penuh berdampingan.
- Anak yang selalu hadir dipakai Allah sebagai tanda kelapangan hidupnya. Kehadiran itu justru yang akan hilang paling dulu pada hari yang digambarkan tiga baris sebelumnya. Kalau kelapangan seseorang diukur dari siapa yang mengelilinginya, apa yang tersisa ketika semuanya pergi? Kehadiran yang menjadi tanda kelapangan itu justru yang paling dulu hilang pada hari yang digambarkan tiga baris sebelumnya. Tidak ada yang tersisa untuk mengelilinginya di sana. Kerumunan itu bubar tepat pada hari yang paling dibutuhkannya.