وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا

Dan Aku beri dia kelapangan seluas-luasnya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًاwa-mahhadtu lahu tamhiidandan Aku beri dia kelapangan seluas-luasnya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَمَهَّدْتُwa-mahhadtudan Aku hamparkan
  2. لَهُlahubaginya
  3. تَمْهِيدًاtamhiidansehamparan-hamparannya

Inti bacaan

Kemudahan hidup yang menyeluruh: 'dan Aku beri dia kelapangan seluas-luasnya', gambaran kondisi hidup yang nyaman tanpa hambatan berarti, latar belakang kemakmuran yang justru menjadi konteks bagi kesombongan berikutnya.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَمَهَّدْتُ, wa mahhattu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti dan Aku hamparkan.

Kata (تَمْهِيدًا, tamhiidan) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia menguatkan perbuatan menghamparkan.

Jadi dua patah utamanya sama-sama tidak berulang di mana pun. Al-Qur'an tidak menandai hal itu.

Perhatikan bahwa dua sebutan itu berasal dari bunyi dasar yang sama. Yang satu perbuatan, dan yang lain penguatnya.

Susunan itu memperkuat gambarannya. Al-Qur'an tidak menerangkan penguatan itu.

Perhatikan bahwa susunan penguat seperti itu dipakai juga di 74:12. Di sana sifat terbentang memperkuat harta.

Dua baris berjarak dua ayat memakai cara yang sama. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu.

Perhatikan bahwa yang dihamparkan tidak disebut. Al-Qur'an tidak menyebut apa yang diratakan baginya.

Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang bisa dibaca cuma perbuatannya sendiri.

Perhatikan bahwa gambaran menghamparkan memakai ukuran ruang lagi. Sebutan di 74:12 juga memakainya.

Dua pemberian karena itu digambarkan dengan cara yang sama. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.

Perhatikan bahwa ini pemberian ketiga dan terakhir. Sesudahnya 74:15 berpindah ke tuduhan.

Perpindahan itu ditandai sebutan penyambung. Al-Qur'an tidak memberi kalimat pengantar.

Perhatikan bahwa tiga pemberian itu disebut dalam tiga ayat. Seluruhnya tidak sampai sepuluh patah.

Takaran sepadat itu tidak lazim untuk sebuah daftar. Al-Qur'an tidak menandainya sama sekali.

Perhatikan bahwa ketiganya memakai susunan orang pertama tunggal. Yang memberi menyebut dirinya sendiri tiga kali.

Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa pemberinya disebut berulang di tiap baris.

Perhatikan bahwa tiga pemberian itu naik derajatnya. Harta bisa dilihat, anak bisa dirasakan, dan kemudahan hidup cuma bisa disimpulkan.

Kenaikan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya disebut berurutan.

Perhatikan bahwa yang terakhir paling sukar diukur. Al-Qur'an menyebutnya tanpa perincian sama sekali.

Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang bisa dibaca cuma perbuatan menghamparkannya.

Perhatikan bahwa susunan penguat dipakai di dua dari tiga pemberian. Yang di 74:13 tidak memakainya.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu baris tidak dikuatkan.

Perhatikan bahwa baris yang tidak dikuatkan itu yang terpendek. Dua patah saja.

Kesesuaian itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa panjang dan penguatnya berjalan seiring.

Perhatikan bahwa tiga baris ini seluruhnya berupa pernyataan. Tidak satu pun berupa pertanyaan atau perintah.

Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa nadanya tetap sampai baris keempat belas.

Perhatikan bahwa nada itu berubah di 74:15. Sebutan penyambung menandai perubahannya.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kelimpahan kemudahan hidup yang diberikan kepadanya. Ayat ini menyebut pemberian ketiga, yaitu jalan hidup yang diratakan. Kedua patah utamanya masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sehingga ayat ini memuat dua sebutan yang tidak berulang.

Dua sebutan itu juga berasal dari bunyi dasar yang sama, sebab yang satu perbuatan dan yang lain penguatnya. Susunan penguat seperti itu dipakai juga di 74:12, sebab di sana sifat terbentang memperkuat harta.

Yang dihamparkan juga tidak disebut, sebab Al-Qur'an tidak menyebut apa yang diratakan baginya. Gambaran menghamparkan juga memakai ukuran ruang lagi, sama seperti sebutan di 74:12.

Ini juga pemberian ketiga dan terakhir, sebab 74:15 berpindah ke tuduhan. Perpindahan itu ditandai sebutan penyambung tanpa kalimat pengantar.

Tiga pemberian itu juga disebut dalam tiga ayat yang seluruhnya tidak sampai sepuluh patah. Ketiganya juga memakai susunan orang pertama tunggal. Tiga pemberian itu juga naik derajatnya, sebab harta bisa dilihat, anak bisa dirasakan, dan kemudahan hidup cuma bisa disimpulkan. Susunan penguat juga dipakai di dua dari tiga pemberian, sedangkan yang di 74:13 tidak memakainya, dan baris yang tidak dikuatkan itu yang terpendek. Tiga baris ini juga seluruhnya berupa pernyataan tanpa satu pertanyaan atau perintah.

Renungan dan Hikmah

  • Kedua patah utamanya masing-masing dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya berasal dari bunyi dasar yang sama. Yang satu perbuatan, dan yang lain penguatnya. Susunan itu memperkuat gambarannya tanpa menambah keterangan baru. Al-Qur'an tidak menerangkan penguatan itu dengan satu kalimat pun. Dua patah yang berasal dari bunyi dasar yang sama membuat barisnya bergema di dalam dirinya sendiri. Penguatnya tidak menambah keterangan, melainkan menegaskan yang sudah disebut. Gemanya terdengar di dalam satu baris yang sama.
  • Susunan penguat seperti ini dipakai Allah juga di 74:12, sebab di sana sifat terbentang memperkuat harta. Dua baris berjarak dua ayat memakai cara yang sama. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu, dan dua pemberian karena itu terdengar setara bobotnya. Dua dari tiga pemberian memakai susunan penguat, dan yang ketiga tidak. Baris yang tidak dikuatkan itu justru yang terpendek di antara ketiganya. Panjang baris dan penguatnya berjalan seiring di ketiganya.
  • Yang dihamparkan tidak disebut Allah, sebab Al-Qur'an tidak menyebut apa yang diratakan baginya. Kekosongan itu dibiarkan terbuka, dan yang bisa dibaca cuma perbuatannya sendiri. Pembacanya bisa mengisinya dengan kedudukan, kemudahan, atau apa saja yang membuat hidup seseorang lapang. Sesuatu yang tidak disebut apa membiarkan pembacanya mengisi dengan pengalamannya sendiri. Kedudukan, kesehatan, dan kemudahan urusan sama-sama bisa masuk ke dalamnya. Kedudukan dan kesehatan sama-sama muat di dalamnya.
  • Gambaran menghamparkan memakai ukuran ruang lagi, sama seperti sebutan yang dipakai Allah di 74:12. Dua pemberian digambarkan dengan cara yang sama, yaitu lewat luas dan panjang. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu, dan ukuran ruang jarang dipakai untuk hal yang tidak berwujud. Tiga pemberian itu naik dari yang bisa dilihat ke yang cuma bisa disimpulkan. Yang paling sukar diukur ditaruh di tempat terakhir. Tangganya naik dari mata ke rasa lalu ke simpulan.
  • Tiga pemberian disebut Allah dalam tiga ayat yang seluruhnya tidak sampai sepuluh patah. Kepadatan seperti itu tidak lazim untuk daftar mana pun. Al-Qur'an tidak menandai kepadatannya, dan ketiganya lewat secepat satu tarikan napas. Sepuluh patah memuat seluruh kelapangan hidup seseorang. Takaran sepadat itu membuat daftarnya lewat sebelum pembacanya sempat menimbang. Sepuluh patah memuat seluruh kelapangan hidup seseorang.
  • Ketiga baris pemberian memakai susunan orang pertama tunggal, sehingga Allah menyebut diri-Nya sendiri tiga kali berturut-turut. Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Kalau pemberi mengulang menyebut dirinya di tiap baris, apa yang sedang disiapkan untuk baris yang menyusul sesudahnya? Tiga baris seluruhnya berupa pernyataan, dan nadanya baru berubah di baris kelima belas. Kalau kebaikan disebut tiga baris penuh sebelum keluhan pertama, apa yang sedang disiapkan untuk pembacanya? Nadanya baru berubah di baris kelima belas.