ثُمَّ نَظَرَ
Kemudian ia memikirkan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ نَظَرَtsumma nazharakemudian ia memikirkan
Terjemahan per kata (2 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- نَظَرَnazharaia memikirkan
Inti bacaan
Kelanjutan proses mental yang keliru: 'kemudian ia memikirkan', tahap lanjutan deliberasi yang bukannya membawa pada pengakuan kebenaran, justru mengarah pada pencarian cara menolaknya.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (ثُمَّ نَظَرَ, tsumma nazhara) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti kemudian ia memandang.
Kata (نَظَرَ, nazhara) sendiri muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an: 9:127, 37:88, 47:20, dan 74:21. Ia berarti memandang.
Perhatikan bahwa di 37:88 sebutan itu dipakai untuk memandang bintang. Di 9:127 ia dipakai untuk saling berpandangan.
Jadi empat pemakaiannya menyebut empat keadaan yang berbeda. Al-Qur'an tidak menghubungkan keempatnya.
Perhatikan bahwa ayat ini cuma dua patah. Ia yang terpendek di surah ini bersama beberapa yang lain.
Kependekan itu menandai satu langkah tunggal. Al-Qur'an tidak menyatakan penandaan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini melanjutkan gambaran yang tersela di 74:19 dan 74:20. Rangkaiannya tersambung kembali.
Penyambungan itu ditandai sebutan penyambung. Al-Qur'an tidak memberi kalimat pengantar.
Perhatikan bahwa sebutan penyambung yang sama dipakai di 74:20, 74:22, dan 74:23. Empat baris berturut-turut memakainya.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu penghubung berulang empat kali.
Perhatikan bahwa perbuatan memandang itu tidak diberi sasaran. Al-Qur'an tidak menyebut ia memandang apa.
Kekosongan itu tidak diisi di baris mana pun. Yang tertulis cuma gerakannya saja.
Perhatikan bahwa langkah ini yang ketiga dari enam. Berpikir, menetapkan, lalu memandang.
Rangkaian itu berlanjut sampai 74:25. Al-Qur'an tidak menandai batasnya.
Perhatikan bahwa tiga langkah pertama menyangkut pikiran dan mata. Tiga langkah berikutnya menyangkut wajah dan tubuh.
Pembagian itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa gambarannya bergerak dari dalam ke luar.
Perhatikan bahwa langkah ini tidak diberi keterangan waktu. Al-Qur'an tidak menyebut berapa lama sesudah langkah sebelumnya.
Kekosongan itu berlaku di seluruh rangkaian. Tidak satu langkah pun diberi ukuran waktu.
Al-Qur'an tidak menandai kekosongan itu. Yang bisa dibaca cuma urutan langkahnya.
Perhatikan bahwa 47:20 memakai sebutan memandang untuk orang yang ketakutan. Susunannya berbeda dari ayat ini.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa empat pemakaiannya berdiri di empat keadaan.
Perhatikan bahwa memandang adalah perbuatan yang bisa dilihat orang lain. Dua langkah sebelumnya tidak bisa.
Perpindahan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa gambarannya keluar dari kepala di baris ini.
Perhatikan bahwa langkah ini yang pertama tampak dari luar. Tiga langkah sesudahnya juga tampak.
Pembagian itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua langkah pertama tersembunyi dan empat berikutnya terlihat.
Perhatikan bahwa rangkaian ini bergerak semakin cepat. Baris-barisnya semakin pendek sampai 74:21.
Pemendekan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa iramanya berubah.
Tafsiran
Ayat ini membuka rangkaian reaksi tokoh tersebut ketika dihadapkan pada wahyu. Ayat ini melanjutkan gambaran dengan langkah ketiga, yaitu memandang. Rangkaian dua patahnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata keduanya sendiri muncul 4 kali, yaitu 9:127, 37:88, 47:20, dan 74:21.
Di 37:88 sebutan itu dipakai untuk memandang bintang, sedangkan di 9:127 ia dipakai untuk saling berpandangan. Jadi empat pemakaiannya menyebut empat keadaan yang berbeda.
Ayat ini juga cuma dua patah dan yang terpendek di surah ini bersama beberapa yang lain. Kependekan itu menandai satu langkah tunggal.
Ayat ini juga melanjutkan gambaran yang tersela di 74:19 dan 74:20, sehingga rangkaiannya tersambung kembali. Sebutan penyambung yang sama juga dipakai di 74:20, 74:22, dan 74:23, sehingga empat baris berturut-turut memakainya.
Perbuatan memandang itu juga tidak diberi sasaran, sebab Al-Qur'an tidak menyebut ia memandang apa. Langkah ini juga yang ketiga dari enam, dan rangkaiannya berlanjut sampai 74:25. Langkah ini juga tidak diberi keterangan waktu, sebab Al-Qur'an tidak menyebut berapa lama sesudah langkah sebelumnya, dan kekosongan itu berlaku di seluruh rangkaian. Ayat 47:20 juga memakai sebutan memandang untuk orang yang ketakutan dengan susunan yang berbeda. Memandang juga perbuatan yang bisa dilihat orang lain, sedangkan dua langkah sebelumnya tidak bisa.
Renungan dan Hikmah
- Kata keduanya dipakai Allah cuma di 9:127, 37:88, 47:20, dan 74:21. Di 37:88 ia dipakai untuk memandang bintang, dan di 9:127 untuk saling berpandangan. Empat pemakaiannya menyebut empat keadaan yang sama sekali berbeda. Al-Qur'an tidak menghubungkan keempatnya dengan satu kalimat pun. Empat pemakaian yang berdiri di empat keadaan berbeda menandai sebutan yang lentur. Memandang bintang, saling berpandangan, ketakutan, dan menimbang semuanya memakai kata yang sama. Ayat 37:88, 9:127, dan 47:20 memakainya untuk tiga hal berbeda.
- Ayat ini cuma dua patah dan yang terpendek di surah ini bersama beberapa yang lain. Kependekan itu menandai satu langkah tunggal yang berdiri sendiri. Al-Qur'an tidak menyatakan penandaan itu, dan satu gerakan mata diberi satu baris penuh. Satu gerakan mata diberi satu baris penuh sepanjang dua patah. Kependekan itu membuat langkahnya terasa terpisah dari langkah sebelumnya. Dua patah saja, dan itu ukuran terpendek di surah ini.
- Ayat ini melanjutkan gambaran yang tersela Allah di 74:19 dan 74:20, sehingga rangkaiannya tersambung kembali. Penyambungan itu ditandai sebutan penyambung tanpa kalimat pengantar. Pembacanya kembali ke langkah yang sempat ditinggalkan dua baris sebelumnya. Rangkaian yang sempat tersela dua baris tersambung kembali di sini. Pembacanya kembali ke titik yang ditinggalkan tanpa satu pengantar. Tak ada satu pengantar pun yang disediakan.
- Sebutan penyambung yang sama dipakai Allah di 74:20, 74:21, 74:22, dan 74:23. Empat baris berturut-turut memakainya tanpa satu variasi pun. Al-Qur'an tidak menyatakan keseragaman itu, dan iramanya terdengar seperti langkah yang dihitung. Empat baris berturut-turut memakai penghubung yang sama tanpa variasi. Iramanya terdengar seperti langkah kaki yang dihitung satu per satu. Ayat 74:20 sampai 74:23 memakai penghubung yang sama.
- Perbuatan memandang itu tidak diberi Allah sasaran, sebab Al-Qur'an tidak menyebut ia memandang apa. Kekosongan itu dibiarkan terbuka, dan yang bisa dibaca cuma perbuatannya sendiri. Pembacanya melihat gerakannya tanpa tahu ke mana matanya tertuju. Perbuatan tanpa sasaran membiarkan pembacanya melihat gerakannya saja. Ke mana matanya tertuju tidak pernah disebut di baris mana pun. Sasarannya dibiarkan kosong sampai surahnya berakhir.
- Tiga langkah pertama yang disebut Allah menyangkut pikiran dan mata, sedangkan tiga langkah berikutnya menyangkut wajah dan tubuh. Gambarannya bergerak dari dalam ke luar secara bertahap. Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian itu. Kalau sebuah penolakan digambarkan tumbuh langkah demi langkah, di titik mana sebenarnya ia masih bisa dihentikan? Dua langkah pertama tersembunyi di dalam kepala, dan empat berikutnya terlihat dari luar. Batas antara keduanya jatuh tepat di baris ini. Ayat 74:18 dan 74:19 tersembunyi, dan 74:21 sudah terlihat.