ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ

Kemudian dia berpaling dan menyombongkan diri,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَtsumma adbara wa-stakbarakemudian dia berpaling dan menyombongkan diri

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. أَدْبَرَadbaraia berpaling
  3. وَاسْتَكْبَرَwa-stakbaradan menyombongkan diri

Inti bacaan

Keputusan final yang didorong ego: 'kemudian, dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri', pilihan untuk menolak meski secara internal tidak menemukan alasan substantif, kesombongan yang mengalahkan kejujuran intelektual.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(dari kebenaran)' tidak dipakai.

Kata (أَدْبَرَ, adbara) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an: 70:17, 74:23, 74:33, dan 79:22. Ia berarti berpaling atau berlalu.

Perhatikan bahwa dua dari empat pemakaiannya ada di surah ini. Yang satu di 74:23 dan yang lain di 74:33.

Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa separuh pemakaiannya berada di satu surah.

Perhatikan bahwa di 74:33 sebutan itu dipakai untuk malam yang berlalu. Di sini ia dipakai untuk orang yang berpaling.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan menampung manusia dan malam.

Kata (وَاسْتَكْبَرَ, wastakbara) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 2:34, 28:39, dan 74:23. Ia berarti dan menyombongkan diri.

Perhatikan bahwa 2:34 memakainya untuk penolakan bersujud. Di 28:39 ia dipakai untuk kesombongan di bumi.

Jadi tiga pemakaiannya menyebut tiga keadaan yang berbeda. Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiganya.

Perhatikan bahwa dua perbuatan di ayat ini menyangkut tubuh. Yang pertama gerakan badan, dan yang kedua sikap batin yang tampak.

Susunan itu melanjutkan gerakan keluar. Al-Qur'an tidak menyatakan kelanjutan itu.

Perhatikan bahwa ini langkah keenam dari enam. Rangkaian gerakannya berakhir di sini.

Sesudahnya ucapannya baru disebut. Al-Qur'an tidak menandai batas itu.

Perhatikan bahwa enam langkah itu disebut dalam empat baris. Dua baris memuat dua langkah masing-masing.

Kepadatan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa langkahnya berdesakan.

Perhatikan bahwa seluruh rangkaian itu tidak memuat satu ucapan pun. Ucapannya ditahan sampai baris berikutnya.

Penahanan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa gerakannya mendahului katanya.

Perhatikan bahwa 70:17 memakai sebutan berpaling untuk orang yang dipanggil api. Susunannya berbeda dari ayat ini.

Perbedaan itu tidak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa empat pemakaiannya berdiri di empat keadaan.

Perhatikan bahwa 79:22 memakainya untuk orang yang berpaling sesudah melihat tanda. Susunannya serupa dengan ayat ini.

Kesamaan itu tidak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa dua ayat memakai sebutan sama untuk sikap yang sama.

Perhatikan bahwa dua perbuatan di ayat ini juga hampir sama artinya. Berpaling dan menyombongkan diri sering berjalan bersama.

Pengulangan arti itu menebalkan gambarannya. Al-Qur'an tidak menerangkan penebalan tersebut.

Perhatikan bahwa cara itu dipakai di tiga baris beruntun. Di 74:22, 74:23, dan kemudian di 74:28.

Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa berpasangan menjadi cara yang tetap di bagian ini.

Perhatikan bahwa 2:34 memakai sebutan menyombongkan diri untuk penolakan yang paling awal dalam Al-Qur'an. Susunannya berbeda dari ayat ini.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan dipakai di dua tempat yang berjauhan.

Perhatikan bahwa enam langkah itu tidak diberi keterangan waktu sama sekali. Tidak ada berapa lama di antaranya.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian reaksi tokoh tersebut dengan penolakan disertai kesombongan. Ayat ini menutup rangkaian gerakan dengan berpaling dan menyombongkan diri. Kata keduanya muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 70:17, 74:23, 74:33, dan 79:22, dan dua di antaranya di surah ini.

Di 74:33 sebutan itu dipakai untuk malam yang berlalu, sedangkan di sini ia dipakai untuk orang yang berpaling. Jadi satu sebutan menampung manusia dan malam.

Kata terakhirnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 2:34, 28:39, dan 74:23. Ayat 2:34 memakainya untuk penolakan bersujud, dan 28:39 memakainya untuk kesombongan di bumi.

Dua perbuatan di ayat ini juga menyangkut tubuh, sebab yang pertama gerakan badan dan yang kedua sikap batin yang tampak. Ini juga langkah keenam dari enam, sehingga rangkaian gerakannya berakhir di sini.

Enam langkah itu juga disebut dalam empat baris, dan seluruh rangkaian itu tidak memuat satu ucapan pun. Ayat 70:17 juga memakai sebutan berpaling untuk orang yang dipanggil api, sedangkan 79:22 memakainya untuk orang yang berpaling sesudah melihat tanda. Dua perbuatan di ayat ini juga hampir sama artinya, dan cara berpasangan itu dipakai di 74:22, 74:23, dan 74:28. Ayat 2:34 juga memakai sebutan menyombongkan diri untuk penolakan yang paling awal dalam Al-Qur'an.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keduanya dipakai Allah cuma di 70:17, 74:23, 74:33, dan 79:22. Dua dari empat pemakaiannya ada di surah ini, yaitu di 74:23 dan 74:33. Separuh pemakaiannya berada di satu surah, dan Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu. Pembaca yang membaca surahnya utuh akan mendengar sebutan itu dua kali. Ayat 70:17 dan 79:22 memakai sebutan yang sama untuk dua keadaan berbeda. Empat pemakaiannya tersebar di tiga surah tanpa satu pun menunjuk yang lain. Sebarannya tipis sekali, dan tak ada satu surah pun yang memakainya tiga kali.
  • Di 74:33 sebutan itu dipakai Allah untuk malam yang berlalu, sedangkan di sini untuk orang yang berpaling. Satu sebutan menampung manusia dan malam sekaligus. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan yang menentukan artinya cuma siapa yang sedang dibicarakan. Malam yang berlalu dan orang yang berpaling memakai satu bunyi yang sama. Jarak antara 74:23 dan 74:33 cuma sepuluh baris. Pembaca yang membaca surahnya utuh akan mendengar bunyi itu dua kali.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 2:34, 28:39, dan 74:23. Ayat 2:34 memakainya untuk penolakan bersujud, dan 28:39 untuk kesombongan di bumi. Tiga pemakaiannya menyebut tiga keadaan yang berbeda, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiganya. Ayat 2:34 memakainya untuk penolakan yang paling awal dicatat dalam mushaf. Tiga pemakaiannya berjauhan letaknya dan berbeda pokoknya. Ayat 2:34 mencatat penolakan yang paling awal di seluruh mushaf.
  • Dua perbuatan di ayat ini menyangkut tubuh, sebab yang pertama gerakan badan dan yang kedua sikap yang tampak. Gerakan yang dimulai Allah dari dalam kepala kini sudah sampai ke punggung. Al-Qur'an tidak menyatakan kelanjutan itu, dan enam langkahnya bergerak lurus dari dalam ke luar. Enam langkah itu tidak diberi keterangan waktu sama sekali. Berapa lama di antara satu langkah dan langkah berikutnya tidak pernah disebut. Ukuran waktu sama sekali tidak dipakai di sepanjang bagian ini.
  • Enam langkah itu disebut Allah dalam empat baris saja, sebab dua baris memuat dua langkah masing-masing. Kepadatan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Langkahnya berdesakan, dan pembacanya melihat seluruh prosesnya lewat dalam belasan patah kata. Empat baris memuat enam langkah, dan dua di antaranya memuat dua langkah sekaligus. Kepadatan itu membuat gambarannya bergerak seperti lari. Enam langkah itu muat seluruhnya dalam empat baris pendek.
  • Seluruh rangkaian itu tidak memuat satu ucapan pun, sebab Allah menahan ucapannya sampai baris berikutnya. Gerakannya mendahului katanya sepanjang enam langkah. Kalau seluruh sikapnya sudah terbaca sebelum ia bersuara, apa yang masih ditambahkan oleh ucapannya nanti? Ucapan orang itu ditahan sampai baris kedua puluh empat. Enam langkah berlalu dalam diam sebelum satu patah pun terdengar. Diamnya berlangsung sampai baris kedua puluh empat tiba.