Ayat 74:26
سَأُصْلِيهِ سَقَرَ
Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- سَأُصْلِيهِ سَقَرَsa-ushliihi saqaraAku akan memasukkannya ke dalam Saqar
Terjemahan per kata (2 kata)
- سَأُصْلِيهِsa-ushliihiAku akan memasukkannya
- سَقَرَsaqaraSaqar
Inti bacaan
Konsekuensi tegas bagi penolakan yang disengaja: 'Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar', hukuman yang sepadan dengan tingkat kesengajaan penolakan yang telah melalui proses pemikiran mendalam namun tetap memilih menolak.
Penjelasan pilihan kata
'Saqar' dipertahankan sebagai nama diri, tidak diterjemahkan: acuan sudah ada di 54:48, berbeda dari pola as-saa'ah/al-Haaqqah/al-Qaari'ah yang memang gelar definit ism faa'il/maf'uul dan karena itu diterjemahkan.
Kata (سَأُصْلِيهِ, sa-ushliihi) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti Aku akan memasukkannya ke api.
Kata (سَقَرَ, saqara) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 54:48, 74:26, dan 74:42. Ia menamai neraka.
Perhatikan bahwa dua dari tiga pemakaiannya ada di surah ini. Yang satu di 74:26 dan yang lain di 74:42.
Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pertiga pemakaiannya berada di satu surah.
Perhatikan bahwa nama itu dipakai lagi dengan ujung berbeda di 74:27. Bunyinya sama, dan kedudukan kalimatnya berbeda.
Jadi nama itu terdengar tiga kali di surah ini. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini cuma dua patah saja. Ia baris terpendek di bagian ini.
Ruang sesempit itu tetap memuat putusan penuh. Al-Qur'an tidak menyebut hal tersebut.
Perhatikan bahwa ancaman ini datang langsung sesudah ucapannya. Tidak ada jeda di antara keduanya.
Susunan itu menyambungkan sebab dan akibat. Al-Qur'an tidak menandai penyambungan itu.
Perhatikan bahwa susunan orang pertama tunggal kembali dipakai. Susunan itu terakhir dipakai di 74:17.
Jarak antara keduanya sembilan ayat. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu.
Perhatikan bahwa dua ancaman di surah ini memakai susunan yang sama. Yang di 74:17 dan yang di sini.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya memakai susunan akan datang.
Perhatikan bahwa yang di 74:17 menyebut pendakian dan yang di sini menyebut api. Dua ancaman itu memakai gambaran yang berbeda.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua gambaran dipakai untuk satu orang.
Perhatikan bahwa nama neraka itu dipakai lagi di 74:42. Jarak antara keduanya enam belas ayat.
Dua pemakaian itu mengapit bagian tengah surahnya. Al-Qur'an tidak menandai kurungan itu.
Perhatikan bahwa 54:48 memakai nama itu di surah lain. Susunannya berbeda dari ayat ini.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga pemakaiannya berdiri di dua surah.
Perhatikan bahwa nama itu dipakai tanpa keterangan apa pun di baris ini. Penjelasannya baru datang di 74:28.
Susunan itu menahan keterangannya dua baris. Al-Qur'an tidak menandai penahanan itu.
Perhatikan bahwa dua patah di ayat ini seluruhnya menyangkut hukuman. Tidak ada sebutan tentang perbuatannya.
Kekosongan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebabnya sudah lewat.
Perhatikan bahwa hukumannya disebut dengan susunan akan datang. Perbuatannya disebut dengan susunan lampau.
Perbedaan waktu itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua waktu berdiri berdampingan.
Perhatikan bahwa ancaman ini menutup bagian tentang orang itu. Sesudahnya pokoknya berpindah ke tempatnya.
Tafsiran
Ayat ini mengancam tokoh tersebut dengan hukuman di Saqar. Ayat ini menjatuhkan ancaman langsung sesudah ucapan orang itu. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia berarti Aku akan memasukkannya ke api.
Kata terakhirnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 54:48, 74:26, dan 74:42, dan dua di antaranya di surah ini. Nama itu juga dipakai lagi dengan ujung berbeda di 74:27, sehingga ia terdengar tiga kali di surah ini.
Ayat ini juga cuma dua patah dan yang terpendek di bagian ini. Ancaman ini juga datang langsung sesudah ucapannya tanpa jeda.
Susunan orang pertama tunggal juga kembali dipakai, dan susunan itu terakhir dipakai di 74:17 dengan jarak sembilan ayat. Dua ancaman di surah ini juga memakai susunan yang sama.
Yang di 74:17 juga menyebut pendakian sedangkan yang di sini menyebut api, sehingga dua ancaman itu memakai gambaran yang berbeda. Nama neraka itu juga dipakai lagi di 74:42 dengan jarak enam belas ayat, sehingga dua pemakaian itu mengapit bagian tengah surahnya. Nama itu juga dipakai tanpa keterangan apa pun di baris ini, sebab penjelasannya baru datang di 74:28. Hukumannya juga disebut dengan susunan akan datang sedangkan perbuatannya disebut dengan susunan lampau, sehingga dua waktu berdiri berdampingan di baris yang berdekatan.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 54:48, 74:26, dan 74:42. Dua dari tiga pemakaiannya ada di surah ini, yaitu di 74:26 dan 74:42. Dua pertiga pemakaiannya berada di satu surah, dan Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu. Nama itu boleh dibilang hampir menjadi milik surah ini sendiri. Dua pemakaian di 74:26 dan 74:42 mengapit enam belas baris di antaranya. Bagian tengah surahnya berdiri terkurung di antara dua penyebutan nama yang sama persis. Nama itu hampir menjadi milik surah ini sendiri.
- Nama itu dipakai Allah lagi dengan ujung berbeda di 74:27, sehingga bunyinya sama meski kedudukan kalimatnya berbeda. Nama itu terdengar tiga kali di surah ini. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu, dan tiga penyebutan dalam tujuh belas baris membuatnya melekat di telinga. Ayat 54:48 memakai nama itu di surah lain dengan susunan yang berbeda. Tiga pemakaiannya seluruhnya berada di dua surah saja, dan tak ada surah ketiga. Ayat 54:48 memakainya di surah yang lain.
- Ancaman ini datang langsung sesudah ucapannya, sebab Allah tidak menyisipkan satu baris pun di antaranya. Susunan itu menyambungkan sebab dan akibat serapat mungkin. Al-Qur'an tidak menandai penyambungan itu, dan pembacanya tidak diberi waktu untuk menimbang ucapan itu. Nama itu dipakai tanpa satu keterangan pun di baris ini. Penjelasan tentang sifatnya ditahan sampai dua baris kemudian di 74:28. Baris kedua puluh delapan baru melukiskan sifatnya.
- Susunan orang pertama tunggal kembali dipakai Allah di sini, dan susunan itu terakhir dipakai di 74:17. Jarak antara keduanya sembilan ayat. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu, dan dua ancaman di surah ini sama-sama memakai susunan akan datang. Perbuatannya disebut dengan susunan lampau, dan hukumannya dengan susunan akan datang. Dua waktu yang berbeda berdiri berdampingan tanpa satu penanda pun. Yang sudah dan yang belum bertemu di satu tempat.
- Yang di 74:17 menyebut pendakian sedangkan yang di sini menyebut api, sehingga Allah memakai dua gambaran berbeda untuk satu orang. Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Dua ancaman itu tidak saling mengganti satu sama lain, melainkan menumpuk di atas orang yang sama. Ancaman di 74:17 memakai gambaran pendakian, dan yang di sini memakai api. Dua gambaran menumpuk di atas satu orang yang sama. Pendakian dan api tidak saling menggantikan di sini.
- Ayat ini cuma dua patah dan yang terpendek di bagian ini, tetapi kependekannya tidak mengurangi bobotnya. Delapan baris gambaran yang panjang itu ditutup Allah dengan dua patah kata saja. Kalau seluruh perkaranya diselesaikan dalam dua patah kata, apa yang membuat delapan baris sebelumnya tetap perlu ditulis? Delapan baris gambaran ditutup dua patah kata saja. Sesudahnya pokoknya berpindah dari pelakunya ke tempat yang menantinya. Tempat yang menantinya jadi pokok berikutnya.
Ayat 74:27
وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ
Dan tahukah engkau apa Saqar itu?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُwa-maa adraaka maa saqarudan tahukah engkau apa Saqar itu
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَمَاwa-maadan tahukah
- أَدْرَاكَadraakamemberitahumu
- مَاmaaapa
- سَقَرُsaqaruSaqar
Inti bacaan
Pertanyaan retoris yang mengagungkan keseriusan konsekuensi: 'tahukah engkau apa Saqar itu?', teknik penekanan yang membangun rasa penasaran sekaligus menegaskan bahwa konsekuensi ini melampaui pemahaman biasa.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (وَمَا أَدْرَاكَ, wa maa adraaka) muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an: 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5. Ia bertanya untuk membesarkan.
Perhatikan bahwa dua belas pemakaiannya seluruhnya di surah pendek. Semuanya berada di paruh akhir mushaf.
Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa susunan itu hidup di satu wilayah.
Kata (سَقَرُ, saqaru) dengan ujung berbaris dammah dipakai di 74:27 saja di seluruh Al-Qur'an. Ia menamai neraka yang sama.
Perhatikan bahwa ayat sebelumnya memakai ujung yang berbeda. Kedudukan kalimatnya yang membuatnya berbeda.
Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu nama muncul dengan dua ujung.
Perhatikan bahwa pertanyaan ini tidak menunggu jawaban dari pendengarnya. Jawabannya diberikan sendiri di 74:28.
Susunan itu dipakai di sebelas pemakaian lainnya juga. Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu.
Perhatikan bahwa pertanyaan ini menyela ancaman di 74:26. Ancamannya sudah selesai, dan penjelasannya menyusul.
Susunan itu menahan langkah gambarannya. Al-Qur'an tidak menyebut penahanan tersebut.
Perhatikan bahwa yang ditanya bukan orangnya, melainkan tempatnya. Nama neraka itu yang dijadikan pokok.
Perpindahan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa pokoknya berpindah dari pelaku ke tempat.
Perhatikan bahwa perpindahan itu bertahan lima ayat. Dari 74:27 sampai 74:31.
Al-Qur'an tidak menandai batas itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pokoknya kembali di 74:32.
Perhatikan bahwa ayat ini empat patah. Ia sepanjang 74:24 dan 74:25.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga baris berdekatan sama panjangnya.
Perhatikan bahwa dua belas pemakaian susunan tanya itu selalu diikuti jawabannya. Tidak satu pun dibiarkan tanpa jawaban.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa jawabannya selalu menyusul.
Perhatikan bahwa 77:14 memakai susunan yang sama untuk hari pemisahan. Susunannya sejajar dengan ayat ini.
Kesejajaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memakai cara yang sama.
Perhatikan bahwa 101:3 dan 101:10 memakainya dua kali di satu surah. Cara itu sama dengan yang dipakai di surah ini sekali.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu surah memakainya dua kali.
Perhatikan bahwa pertanyaan itu ditujukan kepada satu orang. Sasarannya sama dengan yang menerima enam perintah.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sasaran sapaannya tidak berubah.
Perhatikan bahwa nama neraka itu diulang dari baris sebelumnya. Pengulangan sedekat itu jarang terjadi.
Kejarangan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa nama itu terdengar dua kali beruntun.
Perhatikan bahwa lima baris berikutnya seluruhnya menggambarkan tempat itu. Pokoknya bertahan sampai 74:31.
Tafsiran
Ayat ini membuka penjelasan lebih lanjut tentang dahsyatnya Saqar. Ayat ini menyela dengan pertanyaan tentang neraka yang baru disebut. Rangkaian dua kata pertamanya muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5.
Dua belas pemakaiannya seluruhnya berada di surah pendek di paruh akhir mushaf. Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu.
Kata terakhirnya dengan ujung berbaris dammah dipakai di 74:27 saja, sedangkan ayat sebelumnya memakai ujung yang berbeda. Kedudukan kalimat itulah yang membuat keduanya tampak tidak sama.
Pertanyaan ini juga tidak menunggu jawaban dari pendengarnya, sebab jawabannya diberikan sendiri di 74:28. Pertanyaan ini juga menyela ancaman di 74:26, sehingga gambarannya melambat.
Yang ditanya juga bukan orangnya melainkan tempatnya, dan perpindahan itu bertahan lima ayat dari 74:27 sampai 74:31. Dua belas pemakaian susunan tanya itu juga selalu diikuti jawabannya, dan tidak satu pun dibiarkan tanpa jawaban. Ayat 77:14 memakai susunan yang sama untuk hari pemisahan, sedangkan 101:3 dan 101:10 memakainya dua kali di satu surah. Pertanyaan itu juga ditujukan kepada satu orang, dan sasarannya sama dengan orang yang menerima enam perintah di bagian pembuka surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua kata pertamanya dipakai Allah 12 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5. Dua belas pemakaiannya seluruhnya berada di surah pendek di paruh akhir mushaf. Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu, dan susunan itu hidup di satu wilayah saja. Ayat 69:3, 77:14, 101:3, dan 104:5 memakai susunan tanya yang sama. Dua belas pemakaiannya seluruhnya berada di surah pendek yang terkumpul di paruh akhir mushaf. Paruh akhir mushaf memuat kedua belasnya tanpa satu kecuali.
- Kata terakhirnya dengan ujung berbaris dammah dipakai Allah di 74:27 saja, sedangkan 74:26 memakai ujung yang berbeda. Kedudukan kalimatnya yang membuat keduanya tidak sama. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu, dan pembacanya mendengar bunyi yang hampir sama dua kali beruntun. Nama yang sama terdengar di 74:26 dan di baris ini dengan ujung berbeda. Pengulangan sedekat satu baris seperti itu jarang terjadi tanpa maksud tertentu. Ujung katanya berbeda meski bunyinya hampir sama.
- Pertanyaan ini tidak menunggu jawaban dari pendengarnya, sebab Allah memberikan jawabannya sendiri di 74:28. Susunan itu dipakai di sebelas pemakaian lainnya juga. Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu, dan pertanyaannya berfungsi membesarkan, bukan menanyakan. Sebelas pemakaian lainnya juga sama-sama menjawab pertanyaannya sendiri. Tidak satu pun dari dua belas itu dibiarkan menggantung. Jawabannya selalu menyusul tepat di baris berikutnya.
- Pertanyaan ini menyela ancaman yang baru dijatuhkan Allah di 74:26. Ancamannya sudah selesai, dan penjelasannya menyusul sesudah selaan itu. Susunan itu memperlambat gambarannya tepat sesudah hukumannya diucapkan. Al-Qur'an tidak menandai perlambatan itu. Selaan ini jatuh tepat sesudah hukumannya selesai diucapkan. Ancaman di 74:26 sudah selesai ketika pertanyaannya menyela. Hukumannya jatuh lebih dulu, dan keterangan tentangnya menyusul.
- Yang ditanya bukan orangnya, melainkan tempatnya, sebab Allah menjadikan nama neraka itu pokoknya. Perpindahan itu bertahan lima ayat, dari 74:27 sampai 74:31. Al-Qur'an tidak menandai batas itu, dan pokoknya baru kembali di 74:32. Pokoknya berpindah dari pelakunya ke tempat hukumannya selama lima baris penuh. Ayat 74:32 baru mengembalikannya ke arah semula. Lima baris penuh dipakai untuk melukiskan tempat itu saja.
- Ayat ini empat patah dan sepanjang 74:24 dan 74:25. Tiga baris berdekatan karena itu sama panjangnya. Al-Qur'an tidak menyatakan keseragaman itu. Kalau pokoknya berpindah dari orangnya ke tempatnya tanpa iramanya berubah, apa yang menjaga pembacanya tetap mengikuti? Ayat 74:24, 74:25, dan 74:27 sama-sama terdiri dari empat patah. Iramanya tetap meski pokoknya berpindah dua kali di antaranya. Empat patah tetap menjadi ukurannya di ketiga baris itu.