سَأُصْلِيهِ سَقَرَ

Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. سَأُصْلِيهِ سَقَرَsa-ushliihi saqaraAku akan memasukkannya ke dalam Saqar

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. سَأُصْلِيهِsa-ushliihiAku akan memasukkannya
  2. سَقَرَsaqaraSaqar

Inti bacaan

Konsekuensi tegas bagi penolakan yang disengaja: 'Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar', hukuman yang sepadan dengan tingkat kesengajaan penolakan yang telah melalui proses pemikiran mendalam namun tetap memilih menolak.

Penjelasan pilihan kata

'Saqar' dipertahankan sebagai nama diri, tidak diterjemahkan: acuan sudah ada di 54:48, berbeda dari pola as-saa'ah/al-Haaqqah/al-Qaari'ah yang memang gelar definit ism faa'il/maf'uul dan karena itu diterjemahkan.

Kata (سَأُصْلِيهِ, sa-ushliihi) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti Aku akan memasukkannya ke api.

Kata (سَقَرَ, saqara) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 54:48, 74:26, dan 74:42. Ia menamai neraka.

Perhatikan bahwa dua dari tiga pemakaiannya ada di surah ini. Yang satu di 74:26 dan yang lain di 74:42.

Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pertiga pemakaiannya berada di satu surah.

Perhatikan bahwa nama itu dipakai lagi dengan ujung berbeda di 74:27. Bunyinya sama, dan kedudukan kalimatnya berbeda.

Jadi nama itu terdengar tiga kali di surah ini. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu.

Perhatikan bahwa ayat ini cuma dua patah saja. Ia baris terpendek di bagian ini.

Ruang sesempit itu tetap memuat putusan penuh. Al-Qur'an tidak menyebut hal tersebut.

Perhatikan bahwa ancaman ini datang langsung sesudah ucapannya. Tidak ada jeda di antara keduanya.

Susunan itu menyambungkan sebab dan akibat. Al-Qur'an tidak menandai penyambungan itu.

Perhatikan bahwa susunan orang pertama tunggal kembali dipakai. Susunan itu terakhir dipakai di 74:17.

Jarak antara keduanya sembilan ayat. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu.

Perhatikan bahwa dua ancaman di surah ini memakai susunan yang sama. Yang di 74:17 dan yang di sini.

Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya memakai susunan akan datang.

Perhatikan bahwa yang di 74:17 menyebut pendakian dan yang di sini menyebut api. Dua ancaman itu memakai gambaran yang berbeda.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua gambaran dipakai untuk satu orang.

Perhatikan bahwa nama neraka itu dipakai lagi di 74:42. Jarak antara keduanya enam belas ayat.

Dua pemakaian itu mengapit bagian tengah surahnya. Al-Qur'an tidak menandai kurungan itu.

Perhatikan bahwa 54:48 memakai nama itu di surah lain. Susunannya berbeda dari ayat ini.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga pemakaiannya berdiri di dua surah.

Perhatikan bahwa nama itu dipakai tanpa keterangan apa pun di baris ini. Penjelasannya baru datang di 74:28.

Susunan itu menahan keterangannya dua baris. Al-Qur'an tidak menandai penahanan itu.

Perhatikan bahwa dua patah di ayat ini seluruhnya menyangkut hukuman. Tidak ada sebutan tentang perbuatannya.

Kekosongan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebabnya sudah lewat.

Perhatikan bahwa hukumannya disebut dengan susunan akan datang. Perbuatannya disebut dengan susunan lampau.

Perbedaan waktu itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua waktu berdiri berdampingan.

Perhatikan bahwa ancaman ini menutup bagian tentang orang itu. Sesudahnya pokoknya berpindah ke tempatnya.

Tafsiran

Ayat ini mengancam tokoh tersebut dengan hukuman di Saqar. Ayat ini menjatuhkan ancaman langsung sesudah ucapan orang itu. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia berarti Aku akan memasukkannya ke api.

Kata terakhirnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 54:48, 74:26, dan 74:42, dan dua di antaranya di surah ini. Nama itu juga dipakai lagi dengan ujung berbeda di 74:27, sehingga ia terdengar tiga kali di surah ini.

Ayat ini juga cuma dua patah dan yang terpendek di bagian ini. Ancaman ini juga datang langsung sesudah ucapannya tanpa jeda.

Susunan orang pertama tunggal juga kembali dipakai, dan susunan itu terakhir dipakai di 74:17 dengan jarak sembilan ayat. Dua ancaman di surah ini juga memakai susunan yang sama.

Yang di 74:17 juga menyebut pendakian sedangkan yang di sini menyebut api, sehingga dua ancaman itu memakai gambaran yang berbeda. Nama neraka itu juga dipakai lagi di 74:42 dengan jarak enam belas ayat, sehingga dua pemakaian itu mengapit bagian tengah surahnya. Nama itu juga dipakai tanpa keterangan apa pun di baris ini, sebab penjelasannya baru datang di 74:28. Hukumannya juga disebut dengan susunan akan datang sedangkan perbuatannya disebut dengan susunan lampau, sehingga dua waktu berdiri berdampingan di baris yang berdekatan.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 54:48, 74:26, dan 74:42. Dua dari tiga pemakaiannya ada di surah ini, yaitu di 74:26 dan 74:42. Dua pertiga pemakaiannya berada di satu surah, dan Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu. Nama itu boleh dibilang hampir menjadi milik surah ini sendiri. Dua pemakaian di 74:26 dan 74:42 mengapit enam belas baris di antaranya. Bagian tengah surahnya berdiri terkurung di antara dua penyebutan nama yang sama persis. Nama itu hampir menjadi milik surah ini sendiri.
  • Nama itu dipakai Allah lagi dengan ujung berbeda di 74:27, sehingga bunyinya sama meski kedudukan kalimatnya berbeda. Nama itu terdengar tiga kali di surah ini. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu, dan tiga penyebutan dalam tujuh belas baris membuatnya melekat di telinga. Ayat 54:48 memakai nama itu di surah lain dengan susunan yang berbeda. Tiga pemakaiannya seluruhnya berada di dua surah saja, dan tak ada surah ketiga. Ayat 54:48 memakainya di surah yang lain.
  • Ancaman ini datang langsung sesudah ucapannya, sebab Allah tidak menyisipkan satu baris pun di antaranya. Susunan itu menyambungkan sebab dan akibat serapat mungkin. Al-Qur'an tidak menandai penyambungan itu, dan pembacanya tidak diberi waktu untuk menimbang ucapan itu. Nama itu dipakai tanpa satu keterangan pun di baris ini. Penjelasan tentang sifatnya ditahan sampai dua baris kemudian di 74:28. Baris kedua puluh delapan baru melukiskan sifatnya.
  • Susunan orang pertama tunggal kembali dipakai Allah di sini, dan susunan itu terakhir dipakai di 74:17. Jarak antara keduanya sembilan ayat. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu, dan dua ancaman di surah ini sama-sama memakai susunan akan datang. Perbuatannya disebut dengan susunan lampau, dan hukumannya dengan susunan akan datang. Dua waktu yang berbeda berdiri berdampingan tanpa satu penanda pun. Yang sudah dan yang belum bertemu di satu tempat.
  • Yang di 74:17 menyebut pendakian sedangkan yang di sini menyebut api, sehingga Allah memakai dua gambaran berbeda untuk satu orang. Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Dua ancaman itu tidak saling mengganti satu sama lain, melainkan menumpuk di atas orang yang sama. Ancaman di 74:17 memakai gambaran pendakian, dan yang di sini memakai api. Dua gambaran menumpuk di atas satu orang yang sama. Pendakian dan api tidak saling menggantikan di sini.
  • Ayat ini cuma dua patah dan yang terpendek di bagian ini, tetapi kependekannya tidak mengurangi bobotnya. Delapan baris gambaran yang panjang itu ditutup Allah dengan dua patah kata saja. Kalau seluruh perkaranya diselesaikan dalam dua patah kata, apa yang membuat delapan baris sebelumnya tetap perlu ditulis? Delapan baris gambaran ditutup dua patah kata saja. Sesudahnya pokoknya berpindah dari pelakunya ke tempat yang menantinya. Tempat yang menantinya jadi pokok berikutnya.