وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ
Dan tahukah engkau apa Saqar itu?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُwa-maa adraaka maa saqarudan tahukah engkau apa Saqar itu
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَمَاwa-maadan tahukah
- أَدْرَاكَadraakamemberitahumu
- مَاmaaapa
- سَقَرُsaqaruSaqar
Inti bacaan
Pertanyaan retoris yang mengagungkan keseriusan konsekuensi: 'tahukah engkau apa Saqar itu?', teknik penekanan yang membangun rasa penasaran sekaligus menegaskan bahwa konsekuensi ini melampaui pemahaman biasa.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (وَمَا أَدْرَاكَ, wa maa adraaka) muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an: 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5. Ia bertanya untuk membesarkan.
Perhatikan bahwa dua belas pemakaiannya seluruhnya di surah pendek. Semuanya berada di paruh akhir mushaf.
Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa susunan itu hidup di satu wilayah.
Kata (سَقَرُ, saqaru) dengan ujung berbaris dammah dipakai di 74:27 saja di seluruh Al-Qur'an. Ia menamai neraka yang sama.
Perhatikan bahwa ayat sebelumnya memakai ujung yang berbeda. Kedudukan kalimatnya yang membuatnya berbeda.
Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu nama muncul dengan dua ujung.
Perhatikan bahwa pertanyaan ini tidak menunggu jawaban dari pendengarnya. Jawabannya diberikan sendiri di 74:28.
Susunan itu dipakai di sebelas pemakaian lainnya juga. Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu.
Perhatikan bahwa pertanyaan ini menyela ancaman di 74:26. Ancamannya sudah selesai, dan penjelasannya menyusul.
Susunan itu menahan langkah gambarannya. Al-Qur'an tidak menyebut penahanan tersebut.
Perhatikan bahwa yang ditanya bukan orangnya, melainkan tempatnya. Nama neraka itu yang dijadikan pokok.
Perpindahan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa pokoknya berpindah dari pelaku ke tempat.
Perhatikan bahwa perpindahan itu bertahan lima ayat. Dari 74:27 sampai 74:31.
Al-Qur'an tidak menandai batas itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pokoknya kembali di 74:32.
Perhatikan bahwa ayat ini empat patah. Ia sepanjang 74:24 dan 74:25.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga baris berdekatan sama panjangnya.
Perhatikan bahwa dua belas pemakaian susunan tanya itu selalu diikuti jawabannya. Tidak satu pun dibiarkan tanpa jawaban.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa jawabannya selalu menyusul.
Perhatikan bahwa 77:14 memakai susunan yang sama untuk hari pemisahan. Susunannya sejajar dengan ayat ini.
Kesejajaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memakai cara yang sama.
Perhatikan bahwa 101:3 dan 101:10 memakainya dua kali di satu surah. Cara itu sama dengan yang dipakai di surah ini sekali.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu surah memakainya dua kali.
Perhatikan bahwa pertanyaan itu ditujukan kepada satu orang. Sasarannya sama dengan yang menerima enam perintah.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sasaran sapaannya tidak berubah.
Perhatikan bahwa nama neraka itu diulang dari baris sebelumnya. Pengulangan sedekat itu jarang terjadi.
Kejarangan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa nama itu terdengar dua kali beruntun.
Perhatikan bahwa lima baris berikutnya seluruhnya menggambarkan tempat itu. Pokoknya bertahan sampai 74:31.
Tafsiran
Ayat ini membuka penjelasan lebih lanjut tentang dahsyatnya Saqar. Ayat ini menyela dengan pertanyaan tentang neraka yang baru disebut. Rangkaian dua kata pertamanya muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5.
Dua belas pemakaiannya seluruhnya berada di surah pendek di paruh akhir mushaf. Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu.
Kata terakhirnya dengan ujung berbaris dammah dipakai di 74:27 saja, sedangkan ayat sebelumnya memakai ujung yang berbeda. Kedudukan kalimat itulah yang membuat keduanya tampak tidak sama.
Pertanyaan ini juga tidak menunggu jawaban dari pendengarnya, sebab jawabannya diberikan sendiri di 74:28. Pertanyaan ini juga menyela ancaman di 74:26, sehingga gambarannya melambat.
Yang ditanya juga bukan orangnya melainkan tempatnya, dan perpindahan itu bertahan lima ayat dari 74:27 sampai 74:31. Dua belas pemakaian susunan tanya itu juga selalu diikuti jawabannya, dan tidak satu pun dibiarkan tanpa jawaban. Ayat 77:14 memakai susunan yang sama untuk hari pemisahan, sedangkan 101:3 dan 101:10 memakainya dua kali di satu surah. Pertanyaan itu juga ditujukan kepada satu orang, dan sasarannya sama dengan orang yang menerima enam perintah di bagian pembuka surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua kata pertamanya dipakai Allah 12 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5. Dua belas pemakaiannya seluruhnya berada di surah pendek di paruh akhir mushaf. Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu, dan susunan itu hidup di satu wilayah saja. Ayat 69:3, 77:14, 101:3, dan 104:5 memakai susunan tanya yang sama. Dua belas pemakaiannya seluruhnya berada di surah pendek yang terkumpul di paruh akhir mushaf. Paruh akhir mushaf memuat kedua belasnya tanpa satu kecuali.
- Kata terakhirnya dengan ujung berbaris dammah dipakai Allah di 74:27 saja, sedangkan 74:26 memakai ujung yang berbeda. Kedudukan kalimatnya yang membuat keduanya tidak sama. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu, dan pembacanya mendengar bunyi yang hampir sama dua kali beruntun. Nama yang sama terdengar di 74:26 dan di baris ini dengan ujung berbeda. Pengulangan sedekat satu baris seperti itu jarang terjadi tanpa maksud tertentu. Ujung katanya berbeda meski bunyinya hampir sama.
- Pertanyaan ini tidak menunggu jawaban dari pendengarnya, sebab Allah memberikan jawabannya sendiri di 74:28. Susunan itu dipakai di sebelas pemakaian lainnya juga. Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu, dan pertanyaannya berfungsi membesarkan, bukan menanyakan. Sebelas pemakaian lainnya juga sama-sama menjawab pertanyaannya sendiri. Tidak satu pun dari dua belas itu dibiarkan menggantung. Jawabannya selalu menyusul tepat di baris berikutnya.
- Pertanyaan ini menyela ancaman yang baru dijatuhkan Allah di 74:26. Ancamannya sudah selesai, dan penjelasannya menyusul sesudah selaan itu. Susunan itu memperlambat gambarannya tepat sesudah hukumannya diucapkan. Al-Qur'an tidak menandai perlambatan itu. Selaan ini jatuh tepat sesudah hukumannya selesai diucapkan. Ancaman di 74:26 sudah selesai ketika pertanyaannya menyela. Hukumannya jatuh lebih dulu, dan keterangan tentangnya menyusul.
- Yang ditanya bukan orangnya, melainkan tempatnya, sebab Allah menjadikan nama neraka itu pokoknya. Perpindahan itu bertahan lima ayat, dari 74:27 sampai 74:31. Al-Qur'an tidak menandai batas itu, dan pokoknya baru kembali di 74:32. Pokoknya berpindah dari pelakunya ke tempat hukumannya selama lima baris penuh. Ayat 74:32 baru mengembalikannya ke arah semula. Lima baris penuh dipakai untuk melukiskan tempat itu saja.
- Ayat ini empat patah dan sepanjang 74:24 dan 74:25. Tiga baris berdekatan karena itu sama panjangnya. Al-Qur'an tidak menyatakan keseragaman itu. Kalau pokoknya berpindah dari orangnya ke tempatnya tanpa iramanya berubah, apa yang menjaga pembacanya tetap mengikuti? Ayat 74:24, 74:25, dan 74:27 sama-sama terdiri dari empat patah. Iramanya tetap meski pokoknya berpindah dua kali di antaranya. Empat patah tetap menjadi ukurannya di ketiga baris itu.