لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ

Ia tidak menyisakan dan tidak membiarkan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُlaa tubqii wa-laa tadzaruia tidak menyisakan dan tidak membiarkan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. تُبْقِيtubqiimenyisakan
  3. وَلَاwa-laadan tidak pula
  4. تَذَرُtadzarumembiarkan

Inti bacaan

Ketuntasan konsekuensi tanpa pengecualian: 'ia tidak menyisakan dan tidak membiarkan', deskripsi menyeluruh yang menegaskan bahwa konsekuensi ini total, tidak ada celah untuk lolos sebagian.

Penjelasan pilihan kata

Kata (تُبْقِي, tubqii) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti menyisakan.

Kata (تَذَرُ, tadzaru) muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an: 4:129, 7:127, 26:166, 37:125, 51:42, 71:23, 74:28, dan 75:21. Ia berarti meninggalkan.

Perhatikan bahwa 75:21 ada di surah tepat sesudah surah ini. Dua surah bertetangga memakai sebutan yang sama.

Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pemakaiannya berdekatan letaknya.

Perhatikan bahwa 51:42 memakai sebutan itu untuk angin yang tidak menyisakan apa pun. Susunannya serupa dengan ayat ini.

Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai gambaran yang mirip.

Perhatikan bahwa dua sebutan di ayat ini berdekatan artinya. Menyisakan dan meninggalkan hampir sama.

Susunan itu menebalkan gambarannya. Al-Qur'an tidak menerangkan penebalan tersebut.

Perhatikan bahwa keduanya dipakai dalam susunan peniadaan. Yang disebut apa yang tidak dikerjakannya.

Cara itu berbeda dari gambaran neraka di surah lain. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.

Perhatikan bahwa gambaran ini tidak menyebut panas atau api. Yang disebut cuma bahwa ia tidak menyisakan.

Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang bisa dibaca cuma sifat menghabiskannya.

Perhatikan bahwa ayat ini menjawab pertanyaan di 74:27. Jawabannya datang langsung di baris berikutnya.

Susunan itu tidak memberi jeda sedikit pun. Al-Qur'an tidak menyebut kerapatan tersebut.

Perhatikan bahwa ayat ini empat patah. Ia sepanjang 74:27 yang mendahuluinya.

Dua baris tanya jawab itu karena itu seimbang. Al-Qur'an tidak menandai keseimbangan itu.

Perhatikan bahwa jawabannya berupa peniadaan ganda. Dua kali disebut apa yang tidak dilakukannya.

Perhatikan bahwa dua sebutan di ayat ini memakai susunan yang sedang berlangsung. Ia bukan sesuatu yang selesai sekali.

Susunan itu memanjangkan gambarannya. Al-Qur'an tidak menerangkan pemanjangan itu.

Perhatikan bahwa 71:23 memakai sebutan meninggalkan untuk berhala yang tidak ditinggalkan. Susunannya jauh berbeda dari ayat ini.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa delapan pemakaiannya berdiri di banyak keadaan.

Perhatikan bahwa 4:129 memakainya dalam hukum tentang istri. Pokoknya jauh dari gambaran neraka.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan dipakai di dua wilayah yang berjauhan.

Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut apa yang tidak disisakan. Sasarannya dibiarkan kosong.

Kekosongan itu tak diisi di baris mana pun. Yang tertulis cuma sifat menghabiskannya.

Perhatikan bahwa gambaran ini dilanjutkan di 74:29. Di sana sifatnya disebut lagi dengan cara yang lain.

Kelanjutan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua baris berurutan menggambarkan hal yang sama.

Perhatikan bahwa lima baris gambaran tempat itu tidak memakai satu sebutan panas pun. Yang disebut cuma sifat dan penjaganya.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan kedahsyatan Saqar yang menghabiskan segalanya. Ayat ini menjawab pertanyaan di 74:27 dengan dua peniadaan. Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia berarti menyisakan.

Kata terakhirnya muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:129, 7:127, 26:166, 37:125, 51:42, 71:23, 74:28, dan 75:21. Perhatikan bahwa 75:21 ada di surah tepat sesudah surah ini, sehingga dua surah bertetangga memakai sebutan yang sama.

Ayat 51:42 juga memakai sebutan itu untuk angin yang tidak menyisakan apa pun, dengan susunan yang serupa. Dua sebutan di ayat ini juga berdekatan artinya, sebab menyisakan dan meninggalkan hampir sama.

Keduanya juga dipakai dalam susunan peniadaan, sehingga yang disebut apa yang tidak dikerjakannya. Gambaran ini juga tidak menyebut panas atau api.

Ayat ini juga menjawab pertanyaan di 74:27 langsung di baris berikutnya, dan ayat ini empat patah sepanjang 74:27 yang mendahuluinya. Dua sebutan di ayat ini juga memakai susunan yang sedang berlangsung, sehingga ia bukan sesuatu yang selesai sekali. Ayat 71:23 memakai sebutan meninggalkan untuk berhala yang tidak ditinggalkan, sedangkan 4:129 memakainya dalam hukum tentang istri. Ayat ini juga tidak menyebut apa yang tidak disisakan, dan gambarannya dilanjutkan di 74:29.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya dipakai Allah 8 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:129, 7:127, 26:166, 37:125, 51:42, 71:23, 74:28, dan 75:21. Ayat 75:21 ada di surah tepat sesudah surah ini, sehingga dua pemakaiannya berdekatan letaknya di mushaf. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu, dan pembaca yang membaca berurutan akan mendengar gemanya. Ayat 4:129 memakainya dalam hukum tentang istri, dan 71:23 untuk berhala. Delapan pemakaiannya tersebar di wilayah yang sangat berjauhan pokok bahasannya. Hukum keluarga dan gambaran neraka memakai satu bunyi.
  • Ayat 51:42 memakai sebutan itu untuk angin yang tidak menyisakan apa pun, dengan susunan yang serupa dengan ayat ini. Dua ayat memakai gambaran yang mirip untuk dua hal yang berbeda. Al-Qur'an tidak menyatakan kesamaan itu, dan keduanya sama-sama menggambarkan sesuatu yang menghabiskan. Susunan yang sedang berlangsung membuat pekerjaannya tidak pernah selesai. Ia bukan sekali menghabiskan lalu berhenti, melainkan terus-menerus. Pekerjaannya tidak pernah sampai selesai.
  • Dua sebutan di ayat ini berdekatan artinya, sebab menyisakan dan meninggalkan hampir sama. Allah memakai keduanya berurutan untuk memperkuat gambarannya. Al-Qur'an tidak menerangkan penguatan itu, dan pengulangan arti seperti itu menutup celah untuk menawar. Ayat 51:42 memakai gambaran serupa untuk angin yang tidak menyisakan apa pun. Dua ayat memakai cara yang sama untuk dua hal yang jauh berbeda. Angin yang menyapu habis dilukiskan dengan cara yang sama.
  • Keduanya dipakai Allah dalam susunan peniadaan, sehingga yang disebut apa yang tidak dikerjakannya. Cara itu berbeda dari gambaran neraka di surah lain yang menyebut panas dan api. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu, dan yang disebut cuma sifat menghabiskannya. Apa yang tidak disisakan tidak pernah disebut di baris mana pun. Sasarannya dibiarkan kosong sampai gambaran tempat itu berakhir di 74:31. Gambarannya berakhir di baris ketiga puluh satu.
  • Ayat ini menjawab pertanyaan yang diajukan Allah di 74:27, dan jawabannya datang langsung di baris berikutnya. Susunan itu tidak menyisakan jeda sama sekali. Al-Qur'an tidak menandai kerapatan itu, dan dua baris tanya jawab itu sama panjangnya. Lima baris gambaran tempat itu tidak memakai satu sebutan panas pun. Yang disebut cuma sifatnya, lalu warnanya, lalu jumlah penjaganya. Warna dan jumlah penjaganya menyusul dua baris lagi.
  • Jawaban yang diberikan Allah berupa peniadaan ganda, sebab dua kali disebut apa yang tidak dilakukannya. Tidak ada satu sifat pun yang disebut secara langsung. Kalau sebuah tempat cuma digambarkan lewat apa yang tidak disisakannya, apa yang tersisa untuk dibayangkan pembacanya? Ayat 74:29 melanjutkan gambaran ini dengan cara yang lain. Dua baris berurutan melukiskan satu tempat yang sama dari dua sisi. Baris kedua puluh sembilan menambahkan warnanya.