لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ
Yang menghanguskan manusia.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِlawwaahatun li-l-basyariyang menghanguskan manusia
Terjemahan per kata (2 kata)
- لَوَّاحَةٌlawwaahatunyang menghanguskan
- لِلْبَشَرِli-l-basyaribagi manusia
Inti bacaan
Detail fisik yang eksplisit: 'yang menghanguskan kulit manusia', gambaran konkret yang menegaskan realitas nyata konsekuensi, kontras tajam dengan kenyamanan fisik (harta, kelapangan) yang dulu dinikmati sebelum penolakan yang disengaja.
Penjelasan pilihan kata
Kata (لَوَّاحَةٌ, lawwaahah) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti yang menghanguskan sampai berubah warna.
Kata (لِلْبَشَرِ, lil-basyar) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 74:29, 74:31, dan 74:36. Ketiganya di surah ini.
Perhatikan bahwa tidak ada surah lain yang memakainya. Seluruh pemakaiannya terkumpul di satu surah.
Al-Qur'an tidak menandai pemusatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan cuma hidup di surah ini.
Perhatikan bahwa tiga pemakaian itu berdiri di tiga kedudukan yang berbeda. Yang pertama menyangkut yang dihanguskan.
Yang kedua menyangkut yang diberi peringatan, dan yang ketiga menyangkut yang menerima ancaman. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.
Perhatikan bahwa sifat menghanguskan itu memakai susunan yang menguatkan. Ia bukan sekadar membakar.
Susunan itu memperberat gambarannya. Al-Qur'an tidak menerangkan penguatan itu.
Perhatikan bahwa gambaran ini melanjutkan 74:28. Dua baris berurutan melukiskan tempat yang sama.
Yang pertama menyebut apa yang tidak disisakannya, dan yang kedua menyebut apa yang dikerjakannya. Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu.
Perhatikan bahwa dua baris itu memakai cara yang berlawanan. Yang satu meniadakan, dan yang lain menegaskan.
Perlawanan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya melukiskan satu tempat dari dua sisi.
Perhatikan bahwa ayat ini cuma dua patah. Ia sependek 74:26.
Kependekan itu berlaku di seluruh bagian gambaran ini. Al-Qur'an tidak menandainya.
Perhatikan bahwa sasaran penghangusan itu manusia, bukan benda. Yang disebut kulit atau tubuhnya.
Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sasarannya orang.
Perhatikan bahwa tiga pemakaian sebutan manusia itu berjarak dua dan lima ayat. Letaknya berdekatan di sepertiga surahnya.
Kedekatan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya terkumpul di satu bagian.
Perhatikan bahwa sifat menghanguskan itu tidak menyebut alat. Al-Qur'an tidak menyebut api atau bara.
Kekosongan itu berlaku di seluruh lima baris gambarannya. Tidak satu pun menyebut api.
Al-Qur'an tidak menandai kekosongan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang disebut akibatnya.
Perhatikan bahwa gambaran ini menyangkut perubahan warna. Yang dilukiskan apa yang terlihat pada tubuh.
Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang disebut tandanya.
Perhatikan bahwa cara itu sama dengan gambaran wajah di 74:22. Di sana pun yang disebut perubahan yang terlihat.
Kesamaan cara itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua bagian memakai cara yang sama.
Perhatikan bahwa dua baris gambaran itu tidak menyebut lamanya. Al-Qur'an tidak menyebut berapa lama.
Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang bisa dibaca cuma sifat pekerjaannya.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa Saqar membakar habis manusia, bukan sekadar permukaan tubuhnya. Ayat ini melanjutkan gambaran tempat itu dengan menyebut apa yang dikerjakannya. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia berarti yang menghanguskan sampai berubah warna.
Kata keduanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 74:29, 74:31, dan 74:36, dan ketiganya di surah ini. Tidak ada surah lain yang memakainya, sehingga seluruh pemakaiannya terkumpul di satu surah.
Tiga pemakaian itu juga berdiri di tiga kedudukan yang berbeda, sebab yang pertama menyangkut yang dihanguskan, yang kedua yang diberi peringatan, dan yang ketiga yang menerima ancaman. Sifat menghanguskan itu juga memakai susunan yang menguatkan.
Gambaran ini juga melanjutkan 74:28, sehingga dua baris berurutan melukiskan tempat yang sama dari dua sisi. Yang pertama meniadakan, dan yang kedua menegaskan.
Ayat ini juga cuma dua patah, sependek 74:26, dan sasaran penghangusan itu manusia dan bukan benda. Tiga pemakaian sebutan manusia itu juga berjarak dua dan lima ayat, sehingga letaknya berdekatan di sepertiga surahnya. Sifat menghanguskan itu juga tidak menyebut alat, sebab Al-Qur'an tidak menyebut api atau bara di lima baris gambarannya. Gambaran ini juga menyangkut perubahan warna, sama seperti gambaran wajah di 74:22 yang juga menyebut perubahan yang terlihat.
Renungan dan Hikmah
- Kata keduanya dipakai Allah cuma di 74:29, 74:31, dan 74:36, dan ketiganya di surah ini. Tidak ada surah lain yang memakainya sama sekali. Seluruh pemakaiannya terkumpul di satu surah yang sama, dan Al-Qur'an tidak menandai pemusatan itu. Sebuah sebutan yang cuma hidup di satu surah menandai bahwa surah itu memang berbicara tentang pokok tersebut. Tiga pemakaiannya berjarak dua dan lima ayat, terkumpul di sepertiga surahnya. Tidak ada surah lain yang memakainya walau sekali. Surah 74 memakainya di 74:29, 74:31, dan 74:36.
- Tiga pemakaian itu berdiri di tiga kedudukan yang berbeda menurut susunan yang dipakai Allah. Yang pertama menyangkut yang dihanguskan, yang kedua yang diberi peringatan, dan yang ketiga yang menerima ancaman. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu dengan satu kalimat pun. Satu sebutan berpindah kedudukan tiga kali dalam delapan baris. Lima baris gambaran tempat itu tidak menyebut api atau bara sekali pun. Yang disebut cuma akibatnya pada tubuh manusia. Ayat 74:30 dan 74:31 pun cuma menyebut penjaganya.
- Sifat menghanguskan itu memakai susunan yang menguatkan, sebab ia bukan sekadar membakar sekali. Susunan itu memperberat gambarannya tanpa menambah keterangan. Al-Qur'an tidak menerangkan penguatan itu, dan sebutannya tidak dipakai di ayat lain mana pun. Pembacanya tidak punya pembanding untuk mengukurnya. Susunan yang menguatkan mengubah membakar menjadi menghanguskan berulang. Sebutan itu tidak punya pemakaian kedua untuk dibandingkan. Tak ada ayat kedua yang bisa dipakai membandingkannya.
- Gambaran ini melanjutkan 74:28, sehingga dua baris berurutan melukiskan tempat yang sama dari dua sisi. Yang pertama menyebut apa yang tidak disisakannya, dan yang kedua menyebut apa yang dikerjakannya. Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu. Peniadaan di baris pertama dan penegasan di baris kedua melukiskan satu tempat yang sama. Ayat 74:28 meniadakan, dan ayat ini menegaskan. Satu tempat dilukiskan dari dua arah yang berlawanan. Peniadaan lalu penegasan, dua baris untuk satu pokok.
- Ayat ini cuma dua patah dan sependek 74:26 yang menjatuhkan ancaman. Kependekan itu berlaku di seluruh bagian gambaran ini. Al-Qur'an tidak menandainya, dan lima baris tentang tempat itu seluruhnya pendek. Iramanya bergerak cepat meski pokoknya berat. Lima baris tentang tempat itu seluruhnya pendek, dua sampai empat patah. Iramanya bergerak cepat meski pokoknya paling berat di surah ini. Dua sampai empat patah, itu ukuran seluruh bagiannya.
- Sasaran penghangusan itu manusia, bukan benda, sebab yang disebut Allah kulit atau tubuhnya. Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Kalau yang dilukiskan justru perubahan pada tubuh dan bukan panas apinya, apa yang sedang diminta dibayangkan pembacanya? Gambaran wajah di 74:22 juga menyebut perubahan yang terlihat. Dua bagian surah memakai cara melukiskan yang sama persis. Ayat 74:22 melukiskan wajah dengan cara serupa.