وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً ۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا ۙ وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ ۙ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ
Dan Kami tidak menjadikan para penjaga api, kecuali para malaikat, dan Kami tidak menentukan bilangan mereka, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, dan orang-orang yang beriman bertambah imannya, dan agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang beriman tidak ragu-ragu, dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata, “Apakah yang dikehendaki Allah dengan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Ia tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
Terjemahan bertahap (7 jeda)
- وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةًwa-maa ja'alnaa ashaaba n-naari illaa malaa'ikatandan Kami tidak menjadikan para penjaga api, kecuali para malaikat
- وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًاwa-maa ja'alnaa 'iddatahum illaa fitnatan li-lladziina kafaruu li-yastayqina lladziina uutuu l-kitaaba wa-yazdaada lladziina aamanuu iimaanandan Kami tidak menentukan bilangan mereka, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, dan orang-orang yang beriman bertambah imannya
- وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَwa-laa yartaaba lladziina uutuu l-kitaaba wa-l-mu'minuunadan agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang beriman tidak ragu-ragu
- وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًاwa-li-yaquula lladziina fii quluubihim maradhun wa-l-kaafiruuna maadzaa araada llaahu bi-haadzaa matsalandan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata, apakah yang dikehendaki Allah dengan ini sebagai suatu perumpamaan
- كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُka-dzaalika yudhillu llaahu man yasyaa'u wa-yahdii man yasyaa'udemikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki
- وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَwa-maa ya'lamu junuuda rabbika illaa huwatidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri
- وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِwa-maa hiya illaa dzikraa li-l-basyariia tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia
Terjemahan per kata (57 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- جَعَلْنَاja'alnaaKami menjadikan
- أَصْحَابَashaabagolongan
- النَّارِn-naariapi
- إِلَّاillaakecuali
- مَلَائِكَةًmalaa'ikatanpara malaikat
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- جَعَلْنَاja'alnaaKami menjadikan
- عِدَّتَهُمْ'iddatahumjumlah mereka
- إِلَّاillaakecuali
- فِتْنَةًfitnatanujian
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- لِيَسْتَيْقِنَli-yastayqinaagar yakin
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أُوتُواuutuudiberi
- الْكِتَابَl-kitaabaKitab
- وَيَزْدَادَwa-yazdaadadan bertambah
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- إِيمَانًاiimaanankeimanan
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَرْتَابَyartaabaragu
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أُوتُواuutuudiberi
- الْكِتَابَl-kitaabaKitab
- وَالْمُؤْمِنُونَwa-l-mu'minuunadan orang-orang mukmin
- وَلِيَقُولَwa-li-yaquuladan agar berkata
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- فِيfiidi
- قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
- مَرَضٌmaradhunpenyakit
- وَالْكَافِرُونَwa-l-kaafiruunadan orang-orang kafir
- مَاذَاmaadzaaapa
- أَرَادَaraadamaksudkan
- اللَّهُllaahuAllah
- بِهَٰذَاbi-haadzaadengan ini
- مَثَلًاmatsalanperumpamaan
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- يُضِلُّyudhilluDia menyesatkan
- اللَّهُllaahuAllah
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَيَهْدِيwa-yahdiidan Dia memberi petunjuk
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- جُنُودَjunuudabala tentara
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- إِلَّاillaakecuali
- هُوَhuwaDia
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- هِيَhiyaia
- إِلَّاillaakecuali
- ذِكْرَىٰdzikraaperingatan
- لِلْبَشَرِli-l-basyaribagi manusia
Inti bacaan
Fungsi ganda dari detail yang diperdebatkan: 'Kami tidak menentukan bilangan mereka itu, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir. agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, orang yang beriman bertambah imannya'. Konkretnya: detail yang sama bisa memperkuat keyakinan bagi yang terbuka dan memicu keraguan bagi yang mencari alasan menolak, respons terhadap informasi spesifik mengungkap kondisi hati penerimanya, bukan kelemahan informasi itu sendiri.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (أَصْحَابَ النَّارِ, ashhaaban naar) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 7:44 dan 74:31. Di 7:44 ia menyebut penghuni api.
Perhatikan bahwa di sini ia menyebut penjaganya, bukan penghuninya. Dua pemakaiannya berlawanan artinya.
Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu rangkaian menampung penghuni dan penjaga.
Kata (مَلَائِكَةً, malaa-ikatan) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an: 23:24, 41:14, 43:60, dan 74:31. Ia berarti malaikat.
Kata (فِتْنَةً, fitnatan) muncul 10 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 8:25, 21:35, 25:20, dan 60:5. Ia berarti ujian.
Rangkaian (جُنُودَ رَبِّكَ, junuuda rabbika) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti bala tentara Tuhanmu.
Rangkaian (مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ, maadzaa araadallaah) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 2:26 dan 74:31. Dua-duanya mengutip pertanyaan yang meragukan.
Perhatikan bahwa 2:26 juga menyangkut perumpamaan yang dipersoalkan. Susunannya sejajar dengan ayat ini.
Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai pertanyaan yang sama.
Perhatikan bahwa ayat ini yang terpanjang di surah ini. Ia jauh lebih panjang daripada baris mana pun yang lain.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu baris memuat lebih banyak daripada lima baris di sekitarnya.
Perhatikan bahwa ayat ini menyebut empat golongan. Yang menolak, yang diberi kitab, yang beriman, dan yang berpenyakit hati.
Empat golongan itu disebut dalam satu baris. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu.
Perhatikan bahwa nama Allah disebut di ayat ini. Ini penyebutan pertamanya di surah ini.
Tiga puluh baris pertama tidak memuat nama itu. Al-Qur'an tidak menandai penundaan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini menerangkan bilangan di 74:30. Keterangannya menyusul satu baris kemudian.
Perhatikan bahwa ayat ini memuat tiga kali sebutan yang diberi kitab. Tidak ada baris lain di surah ini yang mengulang sebanyak itu.
Pengulangan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu golongan disebut dua kali di satu baris.
Perhatikan bahwa ayat ini menyebut dua akibat yang berlawanan. Ada yang bertambah yakin, dan ada yang bertambah ragu.
Dua akibat itu berasal dari satu sebab yang sama. Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu.
Perhatikan bahwa yang menyesatkan dan yang memberi petunjuk disebut satu pihak. Keduanya dikembalikan kepada kehendak yang sama.
Susunan itu tidak dilunakkan. Al-Qur'an tidak menambahkan keterangan apa pun.
Perhatikan bahwa bala tentara itu disebut tidak diketahui siapa pun. Pengetahuan tentangnya ditutup rapat.
Susunan itu menutup perdebatan tentang jumlahnya. Al-Qur'an tidak menyatakan penutupan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini ditutup dengan sebutan peringatan bagi manusia. Sebutan itu dipakai lagi di 74:36.
Jarak antara keduanya lima ayat. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu.
Perhatikan bahwa satu baris ini memuat lebih dari sepuluh gagasan. Kepadatannya tidak ada bandingnya di surah ini.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan hikmah jumlah penjaga api sebagai ujian keimanan bagi berbagai golongan manusia, sekaligus menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui seluruh bala tentara-Nya. Ayat ini menerangkan bilangan di 74:30 dan menyebut maksud di baliknya. Rangkaian dua kata sesudah pembukanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 7:44 dan 74:31, dan di 7:44 ia menyebut penghuni api sedangkan di sini penjaganya.
Kata sesudahnya muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 23:24, 41:14, 43:60, dan 74:31. Kata berikutnya muncul 10 kali, antara lain 8:25, 21:35, 25:20, dan 60:5, dan ia berarti ujian.
Rangkaian bala tentara Tuhanmu muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan rangkaian pertanyaan yang meragukan muncul 2 kali, yaitu 2:26 dan 74:31. Ayat 2:26 juga menyangkut perumpamaan yang dipersoalkan dengan susunan yang sejajar.
Ayat ini juga yang terpanjang di surah ini dan jauh lebih panjang daripada baris mana pun yang lain. Ayat ini juga menyebut empat golongan dalam satu baris.
Nama Allah juga disebut di ayat ini, dan ini penyebutan pertamanya di surah ini sesudah tiga puluh baris. Ayat ini juga memuat sebutan yang diberi kitab sampai dua kali, dan tidak ada baris lain di surah ini yang mengulang sebanyak itu. Ayat ini juga menyebut dua akibat yang berlawanan dari satu sebab yang sama, yaitu ada yang bertambah yakin dan ada yang bertambah ragu. Bala tentara itu juga disebut tidak diketahui siapa pun, dan ayat ini ditutup dengan sebutan peringatan bagi manusia yang dipakai lagi di 74:36.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua kata sesudah pembukanya dipakai Allah cuma di 7:44 dan 74:31. Di 7:44 ia menyebut penghuni api, sedangkan di sini ia menyebut penjaganya. Dua pemakaiannya berlawanan artinya meski susunannya sama persis. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu, dan letaknya yang menentukan siapa yang dimaksud. Satu golongan disebut dua kali di dalam satu baris yang sama. Tidak ada baris lain di surah ini yang mengulang sebanyak itu. Ayat 2:26 memuat pertanyaan yang sama persis.
- Rangkaian pertanyaan yang meragukan dipakai Allah cuma di 2:26 dan 74:31, dan dua-duanya mengutip keraguan. Ayat 2:26 juga menyangkut perumpamaan yang dipersoalkan, dengan susunan yang sejajar dengan ayat ini. Dua ayat memakai pertanyaan yang sama untuk keberatan yang sama. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Dua akibat yang berlawanan berasal dari satu sebab yang sama. Yang satu bertambah yakin, dan yang lain bertambah ragu. Ayat 7:44 memakai rangkaian itu untuk penghuninya.
- Ayat ini yang terpanjang di surah ini dan jauh melampaui baris mana pun yang lain. Satu baris memuat lebih banyak daripada lima baris di sekitarnya digabung. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan panjangnya sendiri yang menandai betapa banyak yang harus diterangkan. Bilangan di baris sebelumnya menuntut penjelasan sepanjang itu. Yang menyesatkan dan yang memberi petunjuk disebut satu pihak yang sama. Susunan itu tidak dilunakkan dengan satu keterangan pun. Nama Allah baru muncul di baris ketiga puluh satu.
- Ayat ini menyebut empat golongan sekaligus, yaitu yang menolak, yang diberi kitab, yang beriman, dan yang berpenyakit hati. Empat golongan itu disebut Allah dalam satu baris saja. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu, dan satu bilangan ternyata memisahkan mereka semua. Bala tentara itu disebut tidak diketahui siapa pun selain Dia. Perdebatan tentang jumlahnya ditutup di kalimat yang sama. Ayat 74:30 menyebut angkanya tanpa satu keterangan.
- Nama Allah disebut di ayat ini, dan ini penyebutan pertamanya di surah ini. Tiga puluh baris pertama tidak memuat nama itu sama sekali. Al-Qur'an tidak menandai penundaan itu, dan nama-Nya baru muncul ketika perkaranya menyangkut siapa yang disesatkan dan siapa yang diberi petunjuk. Sebutan peringatan bagi manusia dipakai lagi lima baris kemudian di 74:36. Dua pemakaian itu mengapit rangkaian tiga sumpah. Tiga sumpah berdiri di antara dua penyebutan itu.
- Allah menyebut bahwa jumlah penjaga itu sendiri dijadikan ujian bagi yang menolak. Satu angka memisahkan empat golongan tanpa satu pun dari mereka diberi pilihan. Kalau sebuah bilangan sanggup memilah orang berdasarkan sikapnya, apa sebenarnya yang sedang diperiksa lewat angka itu? Satu baris memuat lebih dari sepuluh gagasan sekaligus. Kepadatan seperti itu tidak ada bandingnya di lima puluh lima baris lainnya. Lima puluh lima baris lain jauh lebih ringan isinya.