وَاللَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ
Demi malam ketika telah berlalu,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَاللَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَwa-l-layli idz adbarademi malam ketika telah berlalu
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَاللَّيْلِwa-l-laylidan demi malam
- إِذْidzketika
- أَدْبَرَadbaraia berpaling
Inti bacaan
Fenomena waktu sebagai saksi kedua: 'demi malam ketika telah berlalu', pemilihan momen transisi (malam yang berakhir) sebagai bagian dari argumen, penekanan pada siklus alam yang teratur.
Penjelasan pilihan kata
Kata pertama ayat ini muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 74:33, 81:17, 84:17, 89:4, 91:4, 92:1, dan 93:2. Ia membuka sumpah dengan malam, sedangkan kata penutupnya (أَدْبَرَ, adbara) berarti berlalu.
Perhatikan bahwa tujuh pemakaiannya seluruhnya berada di surah pendek. Ketujuhnya di paruh akhir mushaf.
Al-Qur'an tidak menyebut pengumpulan tersebut. Yang tertulis cuma bahwa susunannya terkumpul di satu wilayah.
Kata (أَدْبَرَ, adbara) muncul lagi di ayat ini. Ini pemakaian keduanya di surah ini sesudah 74:23.
Perhatikan bahwa di 74:23 sebutan itu dipakai untuk orang yang berpaling. Di sini ia dipakai untuk malam yang berlalu.
Jarak antara keduanya sepuluh ayat. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu.
Perhatikan bahwa satu sebutan dipakai untuk manusia dan untuk waktu. Dua pemakaiannya berdiri di dua wilayah yang berbeda.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya berada di surah yang sama.
Perhatikan bahwa sumpah ini memakai penanda waktu lampau. Sumpah berikutnya memakai penanda yang berbeda.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua baris berurutan memakai dua penanda.
Perhatikan bahwa malam disebut berlalu, bukan datang. Yang ditonjolkan akhirnya, bukan mulainya.
Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa arahnya keluar.
Perhatikan bahwa ayat ini tiga patah. Ia satu patah lebih panjang daripada 74:32.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga sumpahnya tidak sama panjang.
Perhatikan bahwa dua sumpah pertama menyangkut malam. Bulan dan malam sama-sama benda gelap.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang ketiga baru menyangkut terang.
Perhatikan bahwa malam disebut sesudah bulan. Dua sumpah pertama sama-sama menyangkut gelap.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya berada di wilayah yang sama.
Perhatikan bahwa 92:1 memakai sumpah dengan malam yang menutupi. Susunannya berbeda dari ayat ini.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tujuh pemakaiannya memakai keterangan yang berbeda-beda.
Perhatikan bahwa 93:2 memakai malam yang sunyi. Di sana pun keterangannya berbeda.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiap surah memilih sifat yang lain.
Perhatikan bahwa yang dipilih di sini malam yang pergi. Sifat itu tidak dipakai di enam pemakaian lainnya.
Kekhususan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sifatnya khas di sini.
Perhatikan bahwa sebutan berpaling itu dipakai dua kali di surah ini. Yang di 74:23 untuk orang, dan yang di sini untuk malam.
Kesamaan bunyi itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya terdengar sama.
Perhatikan bahwa orang yang berpaling dan malam yang berlalu sama-sama meninggalkan. Kesejajaran itu tidak dinyatakan.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan rangkaian sumpah dengan malam yang berlalu. Ayat ini melanjutkan rangkaian sumpah dengan menyebut malam yang berlalu. Kata pertamanya muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 74:33, 81:17, 84:17, 89:4, 91:4, 92:1, dan 93:2.
Tujuh pemakaiannya seluruhnya berada di surah pendek di paruh akhir mushaf. Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu.
Kata terakhirnya muncul lagi di ayat ini sesudah 74:23, dengan jarak sepuluh ayat. Di 74:23 sebutan itu dipakai untuk orang yang berpaling, sedangkan di sini untuk malam yang berlalu.
Sumpah ini juga memakai penanda waktu lampau, sedangkan sumpah berikutnya memakai penanda yang berbeda. Malam juga disebut berlalu dan bukan datang, sehingga yang ditonjolkan akhirnya.
Ayat ini juga tiga patah dan satu patah lebih panjang daripada 74:32. Dua sumpah pertama juga menyangkut malam, sebab bulan dan malam sama-sama berada di wilayah gelap yang sama. Malam juga disebut sesudah bulan, sehingga dua sumpah pertama sama-sama menyangkut gelap. Ayat 92:1 memakai sumpah dengan malam yang menutupi dan 93:2 dengan malam yang sunyi, sedangkan yang dipilih di sini malam yang pergi. Sebutan berpaling itu juga dipakai dua kali di surah ini, yaitu di 74:23 untuk orang yang berpaling dan di sini untuk malam yang berlalu.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya dipakai Allah cuma di 74:33, 81:17, 84:17, 89:4, 91:4, 92:1, dan 93:2. Tujuh pemakaiannya seluruhnya berada di surah pendek yang terkumpul di paruh akhir mushaf. Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu, dan bersumpah dengan malam cuma dilakukan di wilayah itu. Sebarannya rapat, dan tak satu pun di paruh awal. Ayat 92:1 memakai malam yang menutupi, dan 93:2 memakai malam yang sunyi. Tiap surah memilih sifat yang berbeda-beda untuk waktu yang sama. Tujuh pemakaiannya seluruhnya berada di surah yang pendek.
- Kata terakhirnya dipakai Allah lagi di sini sesudah 74:23, dengan jarak sepuluh ayat. Di 74:23 sebutan itu dipakai untuk orang yang berpaling, sedangkan di sini untuk malam yang berlalu. Satu sebutan dipakai untuk manusia dan untuk waktu di satu surah yang sama. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Sifat malam yang pergi tidak dipakai di enam pemakaian lainnya. Cuma surah ini yang menyumpahi malam lewat saat kepergiannya. Enam pemakaian lainnya memilih sifat yang berbeda-beda.
- Sumpah ini memakai penanda waktu lampau, sedangkan sumpah berikutnya memakai penanda yang berbeda. Dua baris berurutan memakai dua penanda yang tidak sama. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan pergantian sekecil itu jarang diperhatikan pembacanya. Orang yang berpaling di 74:23 dan malam yang berlalu di sini memakai satu bunyi. Sepuluh baris saja yang memisahkan keduanya di surah yang sama. Jarak antara 74:23 dan 74:33 cuma sepuluh baris saja.
- Malam disebut Allah berlalu, bukan datang, sehingga yang ditonjolkan akhirnya dan bukan mulainya. Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Arah gambarannya keluar, dan itu sejalan dengan sumpah berikutnya yang menyebut pagi menyingsing. Dua penanda waktu yang berbeda dipakai di dua baris berurutan. Yang satu menunjuk waktu yang sudah lewat, dan yang lain waktu yang akan tiba. Ayat 74:34 sesudahnya memakai penanda yang menunjuk ke depan.
- Ayat ini tiga patah dan satu patah lebih panjang daripada 74:32. Tiga sumpah yang disusun Allah tidak sama panjangnya satu sama lain. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan iramanya naik sedikit demi sedikit di sepanjang ketiganya. Dua sumpah pertama sama-sama menyangkut gelap, dan yang ketiga menyangkut terang. Susunannya bergerak searah dengan urutan pergantian hari. Ayat 74:34 baru membawa terang masuk ke dalam rangkaiannya.
- Dua sumpah pertama yang dipakai Allah menyangkut malam, sebab bulan dan malam sama-sama benda gelap. Yang ketiga baru menyangkut terang di 74:34. Susunan itu bergerak dari gelap ke terang tanpa satu keterangan pun. Kalau tiga sumpah disusun mengikuti pergantian hari, apa yang sedang dipakai sebagai saksi di sana? Ayat ini tiga patah, satu lebih panjang daripada 74:32. Tiga sumpah itu ternyata tidak sama panjangnya satu sama lain. Dua patah lawan tiga patah, jadi ukurannya memang tidak seragam.