نَذِيرًا لِلْبَشَرِ

Sebagai peringatan bagi manusia,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. نَذِيرًا لِلْبَشَرِnadziiran li-l-basyarisebagai peringatan bagi manusia

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. نَذِيرًاnadziiranpemberi peringatan
  2. لِلْبَشَرِli-l-basyaribagi manusia

Inti bacaan

Fungsi utama sebagai peringatan: 'sebagai peringatan bagi manusia', penegasan tujuan pedagogis dari gambaran konsekuensi yang mengerikan, bukan sekadar deskripsi tanpa maksud jelas.

Penjelasan pilihan kata

Kata (نَذِيرًا, nadziiran) muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an: 2:119, 17:105, 25:1, 25:7, 25:51, 25:56, 33:45, 34:28, 35:24, 41:4, 48:8, dan 74:36. Ia berarti pemberi peringatan.

Perhatikan bahwa empat dari dua belas pemakaiannya ada di surah 25. Tidak ada surah lain yang memakainya sebanyak itu.

Al-Qur'an tidak menandai pemusatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu surah memakainya empat kali.

Kata (لِلْبَشَرِ, lil-basyar) muncul untuk ketiga kalinya di ayat ini. Dua pemakaian sebelumnya di 74:29 dan 74:31.

Perhatikan bahwa tiga pemakaian itu berjarak dua dan lima ayat. Ketiganya terkumpul di sepertiga surahnya.

Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya berdiri di satu bagian.

Perhatikan bahwa ayat ini menjawab perintah di 74:2. Yang diperintahkan memberi peringatan, dan di sini sasarannya disebut.

Jarak antara perintah dan sasarannya tiga puluh empat ayat. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu.

Perhatikan bahwa yang disebut peringatan bagi manusia, bukan bagi satu golongan. Sasarannya seluas mungkin.

Susunan itu tidak dipersempit di ayat mana pun. Al-Qur'an membiarkannya tetap luas.

Perhatikan bahwa ayat ini cuma dua patah. Ia sependek 74:29 dan 74:32.

Kependekan itu berlaku di bagian ini. Al-Qur'an tidak menandainya.

Perhatikan bahwa ayat ini melanjutkan 74:35 tanpa penghubung. Dua baris membentuk satu kalimat.

Susunan itu mengikat keduanya. Al-Qur'an tidak menandai pengikatan itu.

Perhatikan bahwa perkara besar di 74:35 dan peringatan di sini menunjuk hal yang sama. Yang besar itu sekaligus peringatan.

Kesatuan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua baris berurutan menyebut satu hal.

Perhatikan bahwa surah ini dibuka dengan perintah memberi peringatan dan hampir ditutup dengan sebutan peringatan. Dua ujungnya bertemu.

Kesejajaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa pokoknya kembali di dekat penutup.

Perhatikan bahwa sebutan pemberi peringatan itu dipakai untuk orang dan untuk kitab. Di 25:1 yang disebut kitabnya.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua jenis pembawa dipakai.

Perhatikan bahwa di sini yang disebut peringatan itu sendiri, bukan orangnya. Sebutannya menunjuk perkara di 74:35.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa rujukannya bukan manusia.

Perhatikan bahwa 2:119 memakainya untuk orang yang diutus. Susunannya berbeda dari ayat ini.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua belas pemakaiannya berdiri di banyak keadaan.

Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut apa isi peringatannya. Isinya sudah lewat di baris-baris sebelumnya.

Susunan itu menghemat. Al-Qur'an tidak menyatakan penghematan itu.

Perhatikan bahwa tiga baris di sekitar ini seluruhnya pendek. Dari 74:35 sampai 74:36 masing-masing dua sampai tiga patah.

Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa iramanya tetap.

Perhatikan bahwa sesudah baris ini iramanya berubah. Ayat 74:37 enam patah panjangnya.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan fungsi Saqar sebagai peringatan bagi seluruh manusia. Ayat ini menyebut sasaran peringatan yang diperintahkan di 74:2. Kata pertamanya muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 2:119, 17:105, 25:1, 25:7, 25:51, 25:56, 33:45, 34:28, 35:24, 41:4, 48:8, dan 74:36.

Empat dari dua belas pemakaiannya ada di surah 25, dan tidak ada surah lain yang memakainya sebanyak itu. Al-Qur'an tidak menandai pemusatan itu.

Kata keduanya muncul untuk ketiga kalinya di ayat ini sesudah 74:29 dan 74:31, dan tiga pemakaian itu berjarak dua dan lima ayat. Ketiganya terkumpul di sepertiga surahnya.

Ayat ini juga menjawab perintah di 74:2, sebab yang diperintahkan memberi peringatan dan di sini sasarannya disebut. Jarak antara perintah dan sasarannya tiga puluh empat ayat.

Yang disebut juga peringatan bagi manusia dan bukan bagi satu golongan. Ayat ini juga melanjutkan 74:35 tanpa penghubung, sehingga dua baris membentuk satu kalimat. Sebutan pemberi peringatan itu juga dipakai untuk orang dan untuk kitab, sebab di 25:1 yang disebut kitabnya sedangkan di 2:119 yang disebut orang yang diutus. Di sini yang disebut peringatan itu sendiri dan bukan orangnya, sehingga sebutannya menunjuk perkara di 74:35. Ayat ini juga tidak menyebut apa isi peringatannya, sebab isinya sudah lewat di baris-baris sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata pertamanya dipakai Allah 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:119, 25:1, 34:28, dan 48:8. Empat dari dua belas pemakaiannya ada di surah 25, dan tidak ada surah lain yang memakainya sebanyak itu. Al-Qur'an tidak menandai pemusatan itu dengan satu kalimat pun. Surah ini sendiri cuma memakainya sekali, tepat di baris ini. Ayat 25:1 memakainya untuk kitab, dan 2:119 untuk orang yang diutus. Dua belas pemakaiannya berdiri di banyak keadaan yang berbeda. Kitab dan orang sama-sama pernah menyandangnya.
  • Kata keduanya dipakai Allah untuk ketiga kalinya di ayat ini sesudah 74:29 dan 74:31. Tiga pemakaian itu berjarak dua dan lima ayat, sehingga ketiganya terkumpul di sepertiga surahnya. Tidak ada surah lain yang memakai sebutan itu sama sekali. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan letaknya. Sebutan itu tidak dipakai satu kali pun di luar surah ini. Tiga pemakaiannya terkumpul di sepuluh baris yang sama. Sepuluh baris memuat ketiga pemakaiannya.
  • Ayat ini menjawab perintah yang diberikan Allah di 74:2, sebab yang diperintahkan memberi peringatan dan di sini sasarannya disebut. Jarak antara perintah dan sasarannya tiga puluh empat ayat. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu, dan pembacanya harus menyambungkannya sendiri dari baris kedua ke baris ketiga puluh enam. Ayat 74:2 memerintahkan, dan baris ini menyebut sasarannya. Tiga puluh empat baris berdiri di antara keduanya. Ayat 74:2 dan 74:36 saling menjawab dari jauh.
  • Yang disebut Allah peringatan bagi manusia, bukan bagi satu golongan tertentu. Sasarannya seluas mungkin, dan susunan itu tidak dipersempit di ayat mana pun. Al-Qur'an membiarkannya tetap luas sampai surahnya berakhir. Tidak ada satu pun yang bisa merasa berada di luar jangkauannya. Sasarannya tidak dipersempit di ayat mana pun sampai surahnya berakhir. Manusia disebut tanpa golongan dan tanpa batas. Siapa pun yang membacanya sudah termasuk di dalamnya.
  • Ayat ini melanjutkan 74:35 tanpa penghubung, sehingga dua baris membentuk satu kalimat yang utuh. Perkara besar di 74:35 dan peringatan di sini menunjuk hal yang sama. Yang besar itu sekaligus peringatan, dan Al-Qur'an tidak menyatakan kesatuan itu. Dua baris berurutan menyebut satu hal dari dua sisi. Ayat 74:35 menyebut perkara besar, dan baris ini menyebutnya peringatan. Dua baris berurutan melukiskan satu hal dari dua sisi. Perkara besar dan peringatan ternyata satu hal.
  • Surah ini dibuka Allah dengan perintah memberi peringatan dan hampir ditutup dengan sebutan peringatan. Dua ujungnya bertemu pada satu pokok yang sama. Al-Qur'an tidak menyatakan kesejajaran itu. Kalau sebuah surah kembali ke pokoknya sendiri di dekat penutup, apa yang sedang dipastikan tidak terlewat oleh pembacanya? Ayat 74:2 dan 74:36 sama-sama menyangkut peringatan. Dua ujung surah bertemu pada satu pokok yang sama. Pokok yang dibuka di baris kedua kembali di sini.