قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ

Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang bersalat,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَqaaluu lam naku mina l-mushalliinamereka menjawab, dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang bersalat

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. لَمْlamtidak
  3. نَكُnakukami menjadi
  4. مِنَminadari
  5. الْمُصَلِّينَl-mushalliinaorang-orang yang bersalat

Inti bacaan

Pengakuan pertama tentang kelalaian ibadah: 'dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang bersalat', pengakuan langsung tentang ketiadaan praktik ibadah dasar sebagai salah satu penyebab utama.

Penjelasan pilihan kata

Kutip dibuka di sini, berlanjut sampai akhir 74:47.

Rangkaian (لَمْ نَكُ, lam naku) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 4:141, 40:74, 57:14, 74:43, dan 74:44. Ia berarti kami tidak pernah.

Perhatikan bahwa dua dari lima pemakaiannya ada di surah ini. Keduanya berturut-turut di 74:43 dan 74:44.

Al-Qur'an tidak menyebut kepadatan tersebut. Yang tertulis cuma bahwa dua pemakaiannya berdempetan.

Kata (الْمُصَلِّينَ, al-mushalliin) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 70:22 dan 74:43. Ia menamai orang yang menegakkan salat.

Perhatikan bahwa di 70:22 sebutan itu dipakai untuk memuji. Di sini ia dipakai dalam pengakuan tidak termasuk.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan dipakai untuk memuji dan untuk mengaku.

Perhatikan bahwa jawaban ini diucapkan yang berdosa sendiri. Tidak ada pihak lain yang menuduh.

Susunan itu memindahkan bukti ke mulut mereka. Al-Qur'an tidak menandai pemindahan itu.

Perhatikan bahwa yang diakui bukan perbuatan buruk. Yang diakui perbuatan baik yang tidak dikerjakan.

Susunan itu sejalan dengan 75:31. Di sana pun yang disebut dua kebaikan yang ditinggalkan.

Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memakai cara yang sama.

Perhatikan bahwa salat disebut lebih dulu di antara empat sebab. Urutannya menaruhnya di tempat pertama.

Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa ia disebut paling awal.

Perhatikan bahwa ayat ini empat patah. Ia sepanjang 74:42 yang mendahuluinya.

Dua baris tanya dan jawab itu setara ukurannya. Al-Qur'an tidak menyebut keseimbangan tersebut.

Perhatikan bahwa jawaban ini membuka empat baris pengakuan. Rangkaiannya berakhir di 74:46.

Empat sebab disebut dalam empat baris. Al-Qur'an tidak menandai keteraturan itu.

Perhatikan bahwa 4:141 dan 57:14 memakai rangkaian itu dalam percakapan pada hari kiamat. Susunannya serupa dengan ayat ini.

Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa beberapa ayat memakainya untuk pengakuan.

Perhatikan bahwa 40:74 memakainya untuk pengakuan tentang berhala. Susunannya juga berupa jawaban.

Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa empat dari lima pemakaiannya berupa jawaban.

Perhatikan bahwa jawaban itu dimulai dengan sebutan berkata. Ia menandai kutipan langsung.

Susunan itu memisahkan suara mereka dari suara yang berbicara. Al-Qur'an tidak menandai pemisahan itu.

Perhatikan bahwa surah 70 juga memakai sebutan orang yang salat. Dua surah memakai bahan yang sama.

Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah 70 dan surah ini berbagi dua bahan.

Perhatikan bahwa bahan kedua yang dibagi muncul di 74:46. Di sana disebut hari pembalasan.

Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua bahan itu berjarak tiga baris.

Perhatikan bahwa pengakuan itu dimulai dari perkara ibadah. Tiga sebab berikutnya menyangkut hal lain.

Tafsiran

Ayat ini membuka jawaban para pendosa yang mengakui kelalaian mereka dalam menegakkan salat. Ayat ini memuat jawaban pertama atas pertanyaan di 74:42. Rangkaian dua kata sesudah pembukanya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:141, 40:74, 57:14, 74:43, dan 74:44.

Dua dari lima pemakaiannya ada di surah ini, dan keduanya berturut-turut di 74:43 dan 74:44. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu.

Kata terakhirnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 70:22 dan 74:43. Di 70:22 sebutan itu dipakai untuk memuji, sedangkan di sini ia dipakai dalam pengakuan tidak termasuk.

Jawaban ini juga diucapkan yang berdosa sendiri, sehingga tidak ada pihak lain yang menuduh. Yang diakui juga bukan perbuatan buruk melainkan perbuatan baik yang tidak dikerjakan, sejalan dengan 75:31.

Salat juga disebut lebih dulu di antara keempat sebab itu, dan ayat ini membuka empat baris pengakuan yang berakhir di 74:46. Ayat 4:141 dan 57:14 juga memakai rangkaian itu dalam percakapan pada hari kiamat, sedangkan 40:74 memakainya untuk pengakuan tentang berhala, sehingga empat dari lima pemakaiannya berupa jawaban. Jawaban itu juga dimulai dengan sebutan berkata yang menandai kutipan langsung. Surah 70 juga memakai sebutan orang yang salat di 70:22, dan bahan kedua yang dibagi kedua surah itu muncul di 74:46.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua kata sesudah pembukanya dipakai Allah cuma di 4:141, 40:74, 57:14, 74:43, dan 74:44. Dua dari lima pemakaiannya ada di surah ini, dan keduanya berturut-turut di dua baris bersebelahan. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu dengan satu kalimat pun. Dua surah lainnya memakainya masing-masing sekali saja. Ayat 4:141, 40:74, dan 57:14 memakainya dalam percakapan atau pengakuan. Empat dari lima pemakaiannya berupa jawaban atas pertanyaan. Dua surah lainnya memakainya masing-masing sekali saja.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 70:22 dan 74:43. Di 70:22 sebutan itu dipakai untuk memuji, sedangkan di sini ia dipakai dalam pengakuan tidak termasuk. Satu sebutan dipakai untuk memuji dan untuk mengaku, dan yang membedakannya cuma siapa yang mengucapkannya. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Surah 70 memakai sebutan itu di 70:22 untuk memuji orang yang salat. Dua surah berbagi bahan yang sama dengan dua arah berlawanan. Ayat 70:22 memuji, sedangkan 74:43 justru mengaku bersalah.
  • Jawaban ini diucapkan yang berdosa sendiri, sehingga tidak ada pihak lain yang perlu menuduh. Allah memindahkan bukti ke mulut mereka sendiri. Al-Qur'an tidak menandai pemindahan itu, dan pengakuan seperti itu tidak bisa dibantah oleh yang mengucapkannya. Sebutan berkata di awal baris menandai kutipan langsung dari mulut mereka. Suara mereka dipisahkan dari suara yang berbicara. Ayat 74:42 diucapkan pihak lain, sedangkan baris ini oleh mereka sendiri.
  • Yang diakui bukan perbuatan buruk, melainkan perbuatan baik yang tidak dikerjakan. Susunan itu sejalan dengan 75:31 yang juga menyebut dua kebaikan yang ditinggalkan. Dua surah memakai cara yang sama untuk menyusun tuduhannya. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Ayat 75:31 juga menyebut dua kebaikan yang ditinggalkan. Dua surah bertetangga menyusun tuduhannya dengan cara yang sama. Ayat 75:31 juga menyebut dua kebaikan yang sama-sama hilang.
  • Salat disebut Allah lebih dulu di antara empat sebab yang diakui. Urutannya menaruhnya di tempat pertama dari empat baris pengakuan. Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu, dan yang disebut paling awal biasanya yang dianggap paling menentukan. Ayat 74:44 sampai 74:46 menyebut tiga sebab berikutnya. Ibadah disebut lebih dulu, lalu sesama, pergaulan, dan keyakinan. Empat wilayah hidup tercakup tanpa satu pun yang terlewat.
  • Ayat ini membuka empat baris pengakuan yang disusun Allah sampai 74:46. Empat sebab disebut dalam empat baris, satu sebab untuk tiap baris. Al-Qur'an tidak menandai keteraturan itu. Kalau empat sebab diberi ruang yang sama persis, apa yang sedang dikatakan tentang bobot masing-masing? Empat baris pengakuan itu masing-masing empat patah panjangnya. Satu sebab untuk tiap baris, tanpa satu pun dilebihkan. Ayat 74:43 sampai 74:46 memakai ukuran panjang yang sama.