وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ

Dan kami tidak memberi makan orang miskin,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَwa-lam naku nuth'imu l-miskiinadan kami tidak memberi makan orang miskin

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَلَمْwa-lamdan tidak
  2. نَكُnakukami menjadi
  3. نُطْعِمُnuth'imukami memberi makan
  4. الْمِسْكِينَl-miskiinaorang miskin

Inti bacaan

Pengakuan kedua tentang kelalaian sosial: 'kami tidak (pula) memberi makan orang miskin', kombinasi kegagalan spiritual dan sosial, menegaskan bahwa dosa mencakup baik kewajiban terhadap Allah maupun terhadap sesama.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(pula)' tidak dipakai.

Rangkaian (لَمْ نَكُ, lam naku) muncul lagi di ayat ini. Ini pemakaian keduanya sesudah 74:43.

Perhatikan bahwa dua baris berurutan memakai pembuka yang sama. Cara itu sama dengan 74:24 dan 74:25.

Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pasang baris memakai cara yang sama.

Kata (نُطْعِمُ, nuth'imu) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 36:47, 74:44, dan 76:9. Ia berarti kami memberi makan.

Perhatikan bahwa 76:9 ada di surah yang berjarak dua dari surah ini. Di sana ia dipakai untuk orang yang memberi.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan dipakai untuk yang memberi dan yang tidak.

Kata (الْمِسْكِينَ, al-miskiin) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 17:26, 30:38, dan 74:44. Ia menamai orang miskin.

Perhatikan bahwa dua pemakaian lainnya berupa perintah memberi. Yang di sini berupa pengakuan tidak memberi.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan berdiri di dua kedudukan.

Perhatikan bahwa sebab kedua ini menyangkut orang lain. Sebab pertama menyangkut hubungan dengan Tuhan.

Susunan itu mencakup dua wilayah. Al-Qur'an tidak menyatakan pencakupan itu.

Perhatikan bahwa cara itu sama dengan 74:31 dan 74:32 di bagian pembuka. Di sana pun dua wilayah disebut berpasangan.

Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa cara berpasangan berulang di surah ini.

Perhatikan bahwa ayat ini empat patah. Ia sepanjang 74:43 yang mendahuluinya.

Dua baris pengakuan itu setara ukurannya. Al-Qur'an tidak menyebut keseimbangan tersebut.

Perhatikan bahwa dua sebab pertama sama-sama berupa peniadaan. Dua sebab berikutnya berupa penegasan.

Perhatikan bahwa 36:47 memakai sebutan memberi makan dalam bantahan. Di sana ia diucapkan orang yang menolak memberi.

Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakainya untuk penolakan.

Perhatikan bahwa 76:9 memakainya untuk orang yang memberi tanpa mengharap balasan. Arahnya berlawanan dari ayat ini.

Perlawanan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga pemakaiannya terbagi dua arah.

Perhatikan bahwa surah 76 berjarak dua surah dari surah ini. Dua surah berdekatan memakai sebutan yang sama.

Kedekatan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa letaknya berdekatan di mushaf.

Perhatikan bahwa 17:26 memakai sebutan orang miskin dalam perintah. Di sana disebut hak mereka.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan berdiri di perintah dan pengakuan.

Perhatikan bahwa yang diakui bukan menolak, melainkan tidak mengerjakan. Susunannya berupa peniadaan.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang dicatat kelalaiannya.

Perhatikan bahwa dua sebab pertama sama-sama berupa kelalaian. Tidak ada perbuatan buruk yang disebut.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan pengakuan kelalaian sosial para pendosa. Ayat ini memuat sebab kedua yang diakui, yaitu tidak memberi makan orang miskin. Rangkaian dua kata pertamanya muncul lagi di sini sesudah 74:43, sehingga dua baris berurutan memakai pembuka yang sama seperti 74:24 dan 74:25.

Kata ketiganya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 36:47, 74:44, dan 76:9. Perhatikan bahwa 76:9 ada di surah yang berjarak dua dari surah ini, dan di sana ia dipakai untuk orang yang memberi.

Kata terakhirnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 17:26, 30:38, dan 74:44. Dua pemakaian lainnya berupa perintah memberi, sedangkan yang di sini berupa pengakuan tidak memberi.

Sebab kedua ini juga menyangkut orang lain, sedangkan sebab pertama menyangkut hubungan dengan Tuhan. Cara itu sama dengan 74:31 dan 74:32 di bagian pembuka.

Ayat ini juga empat patah dan sepanjang 74:43 yang mendahuluinya, dan dua sebab pertama sama-sama berupa peniadaan. Ayat 36:47 memakai sebutan memberi makan dalam bantahan orang yang menolak memberi, sedangkan 76:9 memakainya untuk orang yang memberi tanpa mengharap balasan. Surah 76 juga berjarak dua surah dari surah ini, sehingga dua surah berdekatan memakai sebutan yang sama. Ayat 17:26 juga memakai sebutan orang miskin dalam perintah, sedangkan yang di sini berupa pengakuan.

Renungan dan Hikmah

  • Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 36:47, 74:44, dan 76:9. Ayat 76:9 ada di surah yang berjarak dua dari surah ini, dan di sana ia dipakai untuk orang yang memberi. Satu sebutan dipakai untuk yang memberi dan untuk yang mengaku tidak memberi. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu dengan satu kalimat pun. Ayat 36:47 memakainya dalam bantahan orang yang menolak memberi. Tiga pemakaiannya terbagi antara yang memberi dan yang tidak. Ayat 36:47 dan 76:9 memakainya dengan dua arah yang berlawanan.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 17:26, 30:38, dan 74:44. Dua pemakaian lainnya berupa perintah memberi, sedangkan yang di sini berupa pengakuan tidak memberi. Satu sebutan berdiri di dua kedudukan yang berlawanan arah. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Surah 76 berjarak dua surah dari surah ini di dalam mushaf. Dua surah berdekatan memakai sebutan yang sama dengan arah berlawanan. Dua surah itu cuma berjarak dua nomor saja di dalam mushaf.
  • Sebab kedua ini menyangkut orang lain, sedangkan sebab pertama menyangkut hubungan dengan Allah. Susunan itu mencakup dua wilayah dalam dua baris berurutan. Al-Qur'an tidak menyatakan pencakupan itu, dan cara berpasangan seperti itu berulang di sepanjang surah ini. Ayat 17:26 dan 30:38 memakai sebutan orang miskin dalam perintah. Yang di sini justru berupa pengakuan tidak mengerjakannya. Ayat 17:26 dan 30:38 sama-sama memuatnya di dalam sebuah perintah.
  • Rangkaian dua kata pertamanya dipakai Allah lagi di sini sesudah 74:43. Dua baris berurutan memakai pembuka yang sama, sama seperti 74:24 dan 74:25. Dua pasang baris di satu surah memakai cara yang sama. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu. Yang diakui bukan menolak memberi, melainkan tidak mengerjakannya. Susunannya berupa peniadaan, bukan penegasan perbuatan buruk. Ayat 74:45 dan 74:46 baru mulai memakai susunan penegasan.
  • Ayat ini empat patah dan sepanjang 74:43 yang mendahuluinya, sehingga dua baris itu seimbang. Allah memberi dua sebab pertama ruang yang sama persis. Al-Qur'an tidak menandai keseimbangan itu, dan iramanya tetap sepanjang empat baris pengakuan. Ayat 74:31 dan 74:32 juga menyebut dua wilayah berpasangan. Cara berpasangan itu berulang di dua bagian surah yang berbeda. Ayat 74:31 dan 74:32 juga memakai cara berpasangan yang serupa.
  • Dua sebab pertama sama-sama berupa peniadaan, sedangkan dua sebab berikutnya berupa penegasan. Susunan itu bergerak dari apa yang tidak dikerjakan ke apa yang dikerjakan. Al-Qur'an tidak menyatakan gerakan itu. Kalau empat pengakuan terbelah dua antara yang tidak dikerjakan dan yang dikerjakan, mana yang lebih berat di antaranya? Dua sebab pertama sama-sama berupa kelalaian, bukan pelanggaran. Perbuatan buruk baru disebut di dua baris berikutnya. Ayat 74:45 memuat soal pergaulan, sedangkan 74:46 memuat soal keyakinan.