وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ
Dan dahulu kami selalu mendustakan Hari Pertanggungjawaban,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِwa-kunnaa nukadzdzibu bi-yawmi d-diinidan dahulu kami selalu mendustakan Hari Pertanggungjawaban
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَكُنَّاwa-kunnaadan kami adalah
- نُكَذِّبُnukadzdzibukami mendustakan
- بِيَوْمِbi-yawmipada hari
- الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban
Inti bacaan
Pengakuan keempat tentang penolakan mendasar: 'dahulu kami selalu mendustakan Hari Pertanggungjawaban', akar teologis dari seluruh kegagalan sebelumnya, penolakan terhadap akuntabilitas sebagai sumber dari perilaku bermasalah lainnya.
Penjelasan pilihan kata
'Yawm ad-diin' diterjemahkan 'Hari Pertanggungjawaban', acuan baku terjemahan ini.
Kata (نُكَذِّبُ, nukadzdzibu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti kami mendustakan.
Rangkaian (بِيَوْمِ الدِّينِ, bi yaumid diin) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 70:26, 74:46, dan 83:11. Ia menamai hari pembalasan.
Perhatikan bahwa 70:26 juga berupa sifat orang yang dipuji. Di sana disebut mereka membenarkan hari itu.
Perlawanan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai rangkaian yang sama untuk dua sikap.
Perhatikan bahwa surah 70 juga memakai sebutan orang yang salat di 70:22. Dua bahan surah ini dipakai di sana.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah berbagi dua bahan.
Perhatikan bahwa surah 70 memakainya untuk memuji dan surah ini untuk mengaku bersalah. Dua arah yang berlawanan.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa bahan yang sama dipakai dua arah.
Perhatikan bahwa sebab keempat ini yang paling berat. Ia menyangkut penolakan atas hari pembalasan.
Urutan itu menaruh yang terberat di tempat terakhir. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu.
Perhatikan bahwa empat sebab itu naik derajatnya. Dari meninggalkan salat sampai mendustakan hari pembalasan.
Kenaikan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa urutannya bergerak ke atas.
Perhatikan bahwa ayat ini empat patah. Ia sepanjang tiga baris sebelumnya.
Empat baris pengakuan itu karena itu sama panjangnya. Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu.
Perhatikan bahwa keempatnya dibuka dengan penghubung yang sama kecuali yang pertama. Tiga baris terakhir memakainya.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa rangkaiannya diikat satu penghubung.
Perhatikan bahwa pengakuan ini berakhir di sini. Ayat 74:47 menyebut sampai kapan mereka begitu.
Perhatikan bahwa 83:11 juga memakai rangkaian hari pembalasan. Di sana ia dipakai untuk mendustakan.
Kesamaan itu tidak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa dua ayat memakainya untuk sikap serupa.
Perhatikan bahwa surah 83 juga memakai sebutan pembantah empat kali. Dua surah berbagi dua bahan.
Kesamaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa keduanya memakai bahan serupa.
Perhatikan bahwa tiga pemakaian rangkaian itu berada di surah pendek. Ketiganya di paruh akhir mushaf.
Pengelompokan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya berdekatan wilayahnya.
Perhatikan bahwa yang diakui perbuatan yang berlangsung terus. Susunannya menyangkut kebiasaan.
Susunan itu memberatkan pengakuannya. Al-Qur'an tidak menerangkan pemberatan itu.
Perhatikan bahwa empat sebab itu seluruhnya memakai susunan yang berlangsung. Tidak ada yang berupa satu peristiwa.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keempatnya berupa kebiasaan.
Perhatikan bahwa sebab terakhir ini mencakup ketiga sebelumnya. Yang mendustakan hari pembalasan tidak punya alasan mengerjakan yang lain.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan pengakuan pendustaan mereka terhadap Hari Pertanggungjawaban. Ayat ini memuat sebab keempat yang diakui, yaitu mendustakan hari pembalasan. Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan rangkaian sesudahnya muncul 3 kali, yaitu 70:26, 74:46, dan 83:11.
Perhatikan bahwa 70:26 juga berupa sifat orang yang dipuji, sebab di sana disebut mereka membenarkan hari itu. Surah 70 juga memakai sebutan orang yang salat di 70:22, sehingga dua bahan surah ini dipakai di sana.
Surah 70 memakainya untuk memuji dan surah ini untuk mengaku bersalah, sehingga dua arah yang berlawanan memakai bahan yang sama. Sebab keempat ini juga yang paling berat, sebab ia menyangkut penolakan atas hari pembalasan.
Empat sebab itu juga naik derajatnya, dari meninggalkan salat sampai mendustakan hari pembalasan. Ayat ini juga empat patah dan sepanjang tiga baris sebelumnya.
Keempatnya juga dibuka dengan penghubung yang sama kecuali yang pertama, dan pengakuan ini berakhir di sini. Ayat 83:11 juga memakai rangkaian hari pembalasan untuk mendustakan, dan surah 83 juga memakai sebutan pembantah empat kali seperti surah ini. Tiga pemakaian rangkaian itu juga berada di surah pendek di paruh akhir mushaf. Yang diakui juga perbuatan yang berlangsung terus, sehingga susunannya menyangkut kebiasaan dan bukan satu peristiwa.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian sesudah kata keduanya dipakai Allah cuma di 70:26, 74:46, dan 83:11. Ayat 70:26 berupa sifat orang yang dipuji, sebab di sana disebut mereka membenarkan hari itu. Dua ayat memakai rangkaian yang sama untuk dua sikap yang berlawanan. Al-Qur'an tidak menyatakan perlawanan itu. Ayat 83:11 juga memakai rangkaian itu untuk mendustakan hari pembalasan. Surah 83 juga memakai sebutan pembantah empat kali persis seperti surah ini. Dua surah pendek itu berbagi dua bahan yang sama persis.
- Surah 70 juga memakai sebutan orang yang salat di 70:22, sehingga dua bahan surah ini dipakai di sana. Surah 70 memakainya untuk memuji dan surah ini untuk mengaku bersalah. Dua surah berbagi dua bahan yang sama dengan dua arah yang berlawanan. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Tiga pemakaian rangkaian itu berada di surah pendek paruh akhir mushaf. Ketiganya berdekatan letaknya di dalam susunan mushaf yang sekarang. Ayat 70:26 dan 83:11 sama-sama berada di surah pendek.
- Sebab keempat ini yang paling berat, sebab ia menyangkut penolakan atas hari pembalasan. Allah menaruh yang terberat di tempat terakhir dari empat baris pengakuan. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu, dan pembacanya baru sampai ke pokoknya di baris keempat. Empat sebab itu seluruhnya memakai susunan yang berlangsung terus. Tidak ada satu pun di antaranya yang berupa peristiwa yang selesai sekali jadi. Kebiasaan, bukan kejadian sesaat, itulah yang tercatat di sini.
- Empat sebab itu naik derajatnya, dari meninggalkan salat sampai mendustakan hari pembalasan. Kenaikan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an dengan satu kalimat pun. Urutannya bergerak ke atas, dan yang terakhir mencakup seluruh yang mendahuluinya. Sebab terakhir mencakup ketiga sebelumnya di dalam dirinya. Yang mendustakan hari pembalasan tidak punya alasan mengerjakan yang lain. Ayat 74:43, 74:44, dan 74:45 seluruhnya tercakup olehnya.
- Ayat ini empat patah dan sepanjang tiga baris sebelumnya, sehingga empat baris pengakuan itu sama panjangnya. Keempatnya juga dibuka dengan penghubung yang sama kecuali yang pertama. Al-Qur'an tidak menyatakan keseragaman itu, dan rangkaiannya diikat satu penghubung yang berulang. Empat sebab itu naik dari salat sampai ke keyakinan. Yang paling menentukan di antaranya ditaruh di baris yang paling akhir. Salat disebut lebih dulu, dan keyakinan ditaruh paling akhir.
- Pengakuan yang dicatat Allah berakhir di sini, dan 74:47 menyebut sampai kapan mereka begitu. Empat sebab itu mencakup ibadah, sesama, pergaulan, dan keyakinan. Kalau sebuah pengakuan mencakup empat wilayah sekaligus, apa yang tersisa untuk ditambahkan oleh pihak yang bertanya? Keempat baris pengakuan sama panjangnya, masing-masing empat patah. Tiga di antaranya sama-sama dibuka dengan penghubung yang serupa. Ayat 74:44, 74:45, dan 74:46 sama-sama dibuka penghubung serupa.