وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ

Dan dahulu kami selalu mendustakan Hari Pertanggungjawaban,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِwa-kunnaa nukadzdzibu bi-yawmi d-diinidan dahulu kami selalu mendustakan Hari Pertanggungjawaban
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain: 'hari Pembalasan' (15:35: 'hari Kiamat'). Pengakuan penghuni neraka: dahulu mendustakan Hari Pertanggungjawaban. Bagian rollout batch (a) akar diin, 12 kemunculan 'yawm al-diin' (15:35, 26:82, 37:20, 38:78, 51:12, 56:56, 70:26, 74:46, 82:15/17/18, 83:11) diseragamkan 'Hari Pertanggungjawaban' demi konsistensi leksikal. Konvergen mainstream (bukan reinterpretasi kontroversial); nuansa 'pertanggungjawaban' menyorot hisaab yg diakui tradisi (terjemahan lain sendiri: yaumul-hisaab). Catatan catatan lama menyebut 'the Day of Judgment/Requital'; sebagian penerjemah TIDAK pernah memakai 'Requital' di ayat-ayat ini. Frasa 'yawm al-diin' (akar akar d-y-n). Konvensi terjemahan ini: diin wajah (a) = pertanggungjawaban (balasan+perhitungan), lih. definisi-jangkar di scripts/ + entri kanonik 1:4.

Aplikasi

Pengakuan keempat tentang penolakan mendasar: 'dahulu kami selalu mendustakan Hari Pertanggungjawaban', akar teologis dari seluruh kegagalan sebelumnya, penolakan terhadap akuntabilitas sebagai sumber dari perilaku bermasalah lainnya.