فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ
Maka tidak berguna bagi mereka syafaat para pemberi syafaat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَfa-maa tanfa'uhum syafaa'atu sy-syaafi'iinamaka tidak berguna bagi mereka syafaat para pemberi syafaat
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَمَاfa-maamaka tidak
- تَنْفَعُهُمْtanfa'uhummemberi manfaat kepada mereka
- شَفَاعَةُsyafaa'atusyafaat
- الشَّافِعِينَsy-syaafi'iinapara pemberi syafaat
Inti bacaan
Ketiadaan jalan pintas melalui perantara: 'tidak berguna bagi mereka syafaat para pemberi syafaat', penegasan bahwa mekanisme perantaraan tidak berlaku bagi kategori pelanggaran tertentu, akuntabilitas yang tidak bisa dielakkan melalui bantuan pihak lain.
Penjelasan pilihan kata
Kata (تَنْفَعُهُمْ, tanfa'uhum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti memberi manfaat bagi mereka.
Kata (شَفَاعَةُ, syafaa'atu) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti pertolongan atau syafaat.
Kata (الشَّافِعِينَ, asy-syaafi'iin) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia menamai para pemberi pertolongan.
Jadi ayat ini memuat tiga sebutan yang tidak berulang. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu.
Perhatikan bahwa dua di antaranya berasal dari bunyi dasar yang sama. Yang satu perbuatan, dan yang lain pelakunya.
Cara itu dipakai juga di 74:45. Di sana pun dua sebutan sebunyi dipakai berpasangan.
Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua baris memakai cara yang sama.
Perhatikan bahwa ayat ini kembali ke suara yang berbicara. Pengakuan mereka berhenti di 74:47.
Pergantian itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa suaranya berganti tanpa aba-aba.
Perhatikan bahwa pertolongan itu disebut ada, tetapi tidak berguna. Al-Qur'an tidak meniadakan pemberi pertolongan.
Susunan itu berhati-hati. Yang ditiadakan manfaatnya, bukan keberadaannya.
Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang dinafikan gunanya.
Perhatikan bahwa para pemberi pertolongan disebut jamak. Jumlahnya banyak, dan tetap tidak berguna.
Susunan jamak itu memperkuat peniadaannya. Al-Qur'an tidak menerangkan penguatan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini empat patah. Ia sepanjang empat baris pengakuan sebelumnya.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa iramanya kembali seperti semula.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup bagian tentang mereka. Sesudahnya pokoknya berpindah ke pertanyaan baru.
Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut siapa pemberi pertolongan itu. Al-Qur'an tidak menamai mereka.
Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang bisa dibaca cuma sebutan jamaknya.
Perhatikan bahwa susunan yang dipakai memakai penghubung penanda akibat. Ia menyambung ke pengakuan sebelumnya.
Susunan itu menjadikan kesia-siaan itu akibat dari pengakuan mereka. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut mengapa pertolongan itu tidak berguna. Sebabnya sudah lewat di lima baris sebelumnya.
Susunan itu tak mengulang keterangan apa pun. Al-Qur'an tidak menyebut hal tersebut.
Perhatikan bahwa tiga sebutan sekali pakai di satu baris jarang terjadi. Tidak ada baris lain di surah ini yang begitu.
Kejarangan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya tidak berulang.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup percakapan antara dua pihak. Sesudahnya pokoknya berpindah.
Perpindahan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa nadanya berganti.
Perhatikan bahwa percakapan itu seluruhnya tujuh baris. Dari 74:40 sampai 74:48.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa syafaat tidak berguna bagi mereka yang telah mendustakan Hari Pertanggungjawaban. Ayat ini menyatakan bahwa pertolongan tidak berguna bagi mereka. Ketiga patah utamanya masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sehingga ayat ini memuat tiga sebutan yang tidak berulang.
Dua di antaranya juga berasal dari bunyi dasar yang sama, sebab yang satu perbuatan dan yang lain pelakunya. Cara itu dipakai juga di 74:45 dengan dua sebutan sebunyi.
Ayat ini juga kembali ke suara yang berbicara, sebab pengakuan mereka berhenti di 74:47. Pergantian itu terjadi tanpa aba-aba.
Pertolongan itu juga disebut ada tetapi tidak berguna, sebab Al-Qur'an tidak meniadakan pemberi pertolongan. Yang ditiadakan manfaatnya, bukan keberadaannya.
Para pemberi pertolongan juga disebut dengan susunan jamak, sehingga jumlahnya banyak dan tetap saja tidak berguna. Ayat ini juga empat patah, sepanjang empat baris pengakuan sebelumnya. Ayat ini juga tidak menyebut siapa pemberi pertolongan itu, sebab Al-Qur'an tidak menamai mereka. Susunan yang dipakai juga memakai penghubung penanda akibat, sehingga kesia-siaan itu menjadi akibat dari pengakuan sebelumnya. Ayat ini juga tidak menyebut mengapa pertolongan itu sampai tidak berguna, sebab seluruh sebabnya sudah lewat di lima baris sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Ketiga patah utamanya masing-masing dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Satu baris empat patah memuat tiga sebutan yang tidak berulang di mana pun. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu, dan ia baru terlihat kalau tiap patahnya dicari sendiri. Tidak ada baris lain di surah ini yang memuat tiga sekaligus. Siapa pemberi pertolongan itu tidak pernah dinamai di baris mana pun. Yang tertulis cuma sebutan jamaknya saja, tanpa satu nama pun disebut. Nama pemberi pertolongan itu sama sekali tidak pernah tertulis di sana.
- Dua di antaranya berasal dari bunyi dasar yang sama, sebab yang satu perbuatan dan yang lain pelakunya. Cara itu dipakai juga oleh Allah di 74:45 dengan dua sebutan sebunyi. Dua baris di surah ini memakai cara yang sama. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu. Penghubung penanda akibat menyambungkannya ke pengakuan sebelumnya. Kesia-siaan itu menjadi akibat langsung dari empat sebab yang baru diakui. Ayat 74:43 sampai 74:46 seluruhnya menjadi dasar bagi putusan ini.
- Ayat ini kembali ke suara yang berbicara, sebab pengakuan mereka berhenti di 74:47. Pergantian itu terjadi tanpa satu aba-aba pun. Al-Qur'an tidak menandainya, dan pembacanya berpindah dari mendengar pengakuan ke mendengar putusan hanya dalam satu baris. Sebabnya tidak diulang, sebab lima baris sebelumnya sudah memuatnya. Susunan itu menghemat ruang tanpa kehilangan kelengkapan maksudnya. Lima baris sebelumnya sudah memuat seluruh sebabnya dengan lengkap.
- Pertolongan itu disebut Allah ada, tetapi tidak berguna bagi mereka. Al-Qur'an tidak meniadakan pemberi pertolongan, melainkan meniadakan manfaatnya. Susunan itu berhati-hati sekali, dan perbedaan antara meniadakan wujud dan meniadakan guna dijaga dengan cermat. Tiga sebutan sekali pakai di satu baris jarang terjadi di surah mana pun. Tidak ada satu baris lain pun di surah ini yang memuat tiga sekaligus. Lima puluh lima baris lainnya paling banyak memuat dua sebutan saja.
- Para pemberi pertolongan disebut Allah jamak, sehingga jumlahnya banyak dan tetap tidak berguna. Susunan jamak itu memperkuat peniadaannya. Al-Qur'an tidak menerangkan penguatan itu, dan banyaknya mereka justru membuat kesia-siaannya lebih terasa. Ayat 74:45 juga memakai dua sebutan sebunyi berpasangan. Cara itu dipakai dua kali di bagian penutup surah ini. Ayat 74:45 juga memakai cara sebunyi yang serupa dengannya.
- Ayat ini empat patah, sepanjang empat baris pengakuan sebelumnya, dan ia menutup bagian tentang mereka. Sesudahnya pokoknya berpindah ke pertanyaan yang baru. Kalau seluruh harapan atas pertolongan ditutup dalam empat patah, apa yang tersisa untuk diandalkan orang yang mendengarnya? Percakapan antara dua pihak itu seluruhnya tujuh baris. Dari 74:40 sampai 74:48, dan sesudah itu nadanya berganti seketika. Tujuh baris percakapan itu seluruhnya berakhir tepat di sini.