كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُسْتَنْفِرَةٌ
Seakan-akan mereka keledai liar yang terkejut,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُسْتَنْفِرَةٌka-annahum humurun mustanfiratunseakan-akan mereka keledai liar yang terkejut
Terjemahan per kata (3 kata)
- كَأَنَّهُمْka-annahumseakan-akan mereka
- حُمُرٌhumurunkeledai
- مُسْتَنْفِرَةٌmustanfiratunyang lari terkejut
Inti bacaan
Perumpamaan tentang ketakutan tak beralasan: 'seakan-akan mereka keledai liar yang terkejut', citra kepanikan tanpa dasar rasional, respons berlebihan terhadap sesuatu yang seharusnya diterima dengan tenang.
Penjelasan pilihan kata
Kata (حُمُرٌ, humurun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia menamai keledai liar.
Kata (مُسْتَنْفِرَةٌ, mustanfirah) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti yang lari terbirit.
Jadi dua patah di baris ini tak punya pemakaian kedua. Al-Qur'an tidak menyebut hal tersebut.
Perhatikan bahwa ini satu-satunya perumpamaan binatang di surah ini. Lima puluh lima baris lainnya tidak memakainya.
Kekhususan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa perumpamaannya berdiri sendiri.
Perhatikan bahwa perumpamaan itu memakai binatang liar, bukan binatang jinak. Yang dipilih yang tidak bisa dikendalikan.
Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sifatnya liar.
Perhatikan bahwa gambaran ini melanjutkan pertanyaan di 74:49. Sikap berpaling itu dilukiskan dengan gambar.
Susunan itu menjawab pertanyaan dengan gambaran. Al-Qur'an tidak menandai cara itu.
Perhatikan bahwa gambarannya belum lengkap di baris ini. Sebab larinya baru disebut di 74:51.
Susunan itu menahan sebabnya satu baris. Al-Qur'an tidak menandai penahanan itu.
Perhatikan bahwa dua baris itu membentuk satu perumpamaan. Al-Qur'an memisahkannya menjadi dua.
Pemisahan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa gambarannya terpotong.
Perhatikan bahwa ayat ini tiga patah. Ia sepanjang 74:51 yang menyusulnya.
Dua baris perumpamaan itu karena itu seimbang. Al-Qur'an tidak menandai keseimbangan itu.
Perhatikan bahwa yang dibandingkan sikap mereka, bukan wujudnya. Yang disamakan cara berpalingnya.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa perbandingannya menyangkut gerakan.
Perhatikan bahwa perumpamaan ini memakai jamak. Yang digambarkan sekelompok, bukan seorang.
Perhatikan bahwa perumpamaan ini datang sesudah pertanyaan, bukan sesudah pernyataan. Ayat 74:49 bertanya, dan baris ini menjawab dengan gambar.
Susunan itu tidak lazim. Al-Qur'an tidak menerangkan susunan itu.
Perhatikan bahwa gambaran itu memakai binatang yang dikenal orang. Keledai liar bukan makhluk asing.
Pilihan itu membuat gambarannya terasa dekat. Al-Qur'an tidak menyatakan hal tersebut.
Perhatikan bahwa surah ini hampir seluruhnya memakai gambaran manusia. Perumpamaan binatang cuma di dua baris ini.
Kekhususan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua baris keluar dari kebiasaannya.
Perhatikan bahwa perbandingan itu memakai penanda seolah. Ia tidak menyatakan mereka binatang.
Susunan itu berhati-hati. Al-Qur'an tidak menerangkan kehati-hatian itu.
Perhatikan bahwa yang disamakan cara larinya, bukan sifat dasarnya. Perbandingannya terbatas pada gerakan.
Batas itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa penandanya menyisakan jarak.
Perhatikan bahwa dua baris perumpamaan ini yang paling hidup gambarannya di surah ini.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan sikap lari mereka dari peringatan bagaikan keledai liar yang lari ketakutan. Ayat ini melukiskan sikap mereka dengan perumpamaan keledai liar. Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya juga muncul 1 kali.
Jadi ayat ini memuat dua sebutan yang tidak berulang di mana pun. Ini juga satu-satunya perumpamaan binatang di surah ini, sebab lima puluh lima baris lainnya tidak memakainya.
Perumpamaan itu juga memakai binatang liar dan bukan binatang jinak, sehingga yang dipilih yang tidak bisa dikendalikan. Gambaran ini juga melanjutkan pertanyaan di 74:49, sebab sikap berpaling itu dilukiskan dengan gambar.
Gambarannya juga belum lengkap di baris ini, sebab sebab larinya baru disebut di 74:51. Dua baris itu membentuk satu perumpamaan yang dipisah menjadi dua.
Ayat ini juga tiga patah dan sepanjang 74:51 yang menyusulnya, dan yang dibandingkan sikap mereka dan bukan wujudnya. Perumpamaan ini juga datang sesudah pertanyaan dan bukan sesudah pernyataan, sebab 74:49 bertanya sedangkan baris ini menjawabnya dengan gambar. Surah ini juga hampir seluruhnya memakai gambaran manusia, dan perumpamaan binatang cuma ada di dua baris ini saja. Perbandingan itu juga memakai penanda seolah, sehingga ia sama sekali tidak menyatakan bahwa mereka binatang.
Renungan dan Hikmah
- Kata kedua dan terakhirnya masing-masing dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ini juga satu-satunya perumpamaan binatang di surah ini, sebab lima puluh lima baris lainnya tidak memakainya. Perumpamaannya berdiri sendiri di antara lima puluh enam baris. Al-Qur'an tidak menandai kekhususan itu dengan satu kalimat pun. Ayat 74:51 melengkapi gambarannya dengan menyebut sebab larinya. Dua baris itu tidak bisa dibaca secara terpisah tanpa kehilangan maksudnya. Ayat 74:49 bertanya, dan dua baris ini yang menjawabnya.
- Perumpamaan itu memakai binatang liar, bukan binatang jinak yang biasa dipakai orang. Yang dipilih Allah justru yang tidak bisa dikendalikan siapa pun. Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan sifat liarnya yang menjadi pokok perbandingannya. Keledai liar dikenal orang sebagai binatang yang paling sukar didekati. Memilihnya membuat gambarannya bisa langsung dibayangkan tanpa satu keterangan. Binatang jinak sama sekali tidak dipakai di baris mana pun.
- Gambaran ini melanjutkan pertanyaan yang diajukan Allah di 74:49. Sikap berpaling itu dilukiskan dengan gambar, bukan dengan keterangan. Susunan itu menjawab pertanyaan dengan perumpamaan, dan Al-Qur'an tidak menandai cara itu. Sebabnya baru disebut empat baris kemudian di 74:53. Ayat 74:53 baru menyebut sebab yang sebenarnya, empat baris kemudian. Gambaran mendahului keterangannya, dan sama sekali bukan sebaliknya. Perumpamaannya mendahului keterangan di sepanjang bagian ini.
- Gambarannya belum lengkap di baris ini, sebab Allah baru menyebut sebab larinya di 74:51. Susunan itu menahan sebabnya selama satu baris penuh. Dua baris itu membentuk satu perumpamaan yang dipisah menjadi dua, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pemisahan itu. Penanda seolah dipakai, sehingga mereka tidak dinyatakan binatang. Perbandingannya dibatasi pada cara mereka bergerak saja. Penanda seolah itu menyisakan jarak yang cukup jelas.
- Ayat ini tiga patah dan sepanjang 74:51 yang menyusulnya, sehingga dua baris perumpamaan itu seimbang. Allah memberi gambaran dan sebabnya ruang yang sama persis. Al-Qur'an tidak menandai keseimbangan itu, dan iramanya tetap di dua baris berurutan. Ayat 74:50 dan 74:51 sama-sama tiga patah panjangnya. Gambaran dan sebabnya diberi ruang yang setara persis. Tiga patah untuk masing-masing baris, tanpa berbeda.
- Yang dibandingkan Allah sikap mereka, bukan wujudnya, sehingga yang disamakan cara berpalingnya. Perumpamaan ini juga memakai susunan jamak, sebab yang digambarkan sekelompok dan bukan seorang. Kalau sikap manusia disamakan dengan gerakan binatang yang panik, apa yang sedang dikatakan tentang kendali atas dirinya? Susunan jamak dipakai, sehingga yang digambarkan sekelompok orang. Tidak ada satu nama pun yang disebut Allah di dalamnya. Sekelompok orang, dan bukan satu orang tertentu saja.