فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ
Yang lari dari singa?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍfarrat min qaswaratinyang lari dari singa
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَرَّتْfarratlari
- مِنْmindari
- قَسْوَرَةٍqaswaratinsinga
Inti bacaan
Kelengkapan perumpamaan dengan sumber ketakutan: 'yang lari dari singa', penyelesaian citra yang menggambarkan penolakan sebagai pelarian panik, bukan respons yang dipertimbangkan secara rasional.
Penjelasan pilihan kata
Kata (فَرَّتْ, farrat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti lari menjauh.
Kata (قَسْوَرَةٍ, qaswarah) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia menamai singa atau pemburu.
Jadi ini baris kedua berturut-turut yang seluruhnya tersusun dari sebutan sekali pakai. Al-Qur'an tidak menandai rentetan itu.
Perhatikan bahwa dua baris beruntun menyimpan empat patah yang tidak muncul lagi. Kepadatan itu berulang di surah ini.
Al-Qur'an tidak menandai rentetan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa empat patah berturut-turut tidak punya pembanding.
Perhatikan bahwa sebutan yang dipakai bisa dibaca dua arah. Ia bisa berarti singa, dan bisa berarti pemburu.
Kegandaan itu tak diselesaikan Al-Qur'an. Kedua pembacaannya sama-sama dibiarkan berdiri.
Perhatikan bahwa yang ditakuti tidak disebut jelas. Sebutannya menyisakan dua kemungkinan.
Kekosongan itu tidak diisi di ayat mana pun. Al-Qur'an tidak memilihkan.
Perhatikan bahwa perumpamaan ini melukiskan lari karena takut. Bukan lari karena benci.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebabnya ketakutan.
Perhatikan bahwa 74:53 justru menyebut mereka tidak takut. Dua baris itu tampak berlawanan.
Perlawanan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya berjarak dua baris.
Perhatikan bahwa yang mereka takuti bukan akhirat. Yang mereka hindari justru peringatannya.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua takut itu tidak sama.
Perhatikan bahwa ayat ini tiga patah. Ia sepanjang 74:50 yang mendahuluinya.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua baris itu sama ukurannya.
Perhatikan bahwa sebutan yang ditakuti itu tidak lazim dipakai. Ia tidak muncul di ayat mana pun yang lain.
Kejarangan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebutannya tanpa pembanding.
Perhatikan bahwa gambaran lari itu memakai susunan lampau. Larinya sudah terjadi.
Susunan itu berbeda dari 74:50 yang memakai sifat. Dua baris memakai dua susunan.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya tidak sama susunannya.
Perhatikan bahwa yang lari disebut jamak di 74:50 dan tunggal di sini. Susunannya berganti di antara dua baris.
Pergantian itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa jumlahnya tidak seragam.
Perhatikan bahwa perumpamaan ini menutup gambaran sikap mereka. Sesudahnya 74:52 menyebut tuntutan mereka.
Perpindahan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa pokoknya berganti.
Perhatikan bahwa gambaran dan tuntutan itu berdiri berdampingan. Yang satu melukiskan, dan yang lain mengutip.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua cara dipakai berurutan.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi perumpamaan ketakutan mereka yang tidak beralasan terhadap peringatan. Ayat ini melengkapi perumpamaan dengan menyebut sebab larinya. Kedua patah utamanya masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sehingga ini baris kedua berturut-turut yang seluruhnya tersusun dari sebutan sekali pakai.
Dua baris beruntun menyimpan empat kata yang tidak muncul lagi di mana pun. Al-Qur'an tidak menandai rentetan itu.
Sebutan yang dipakai juga bisa dibaca dua arah, sebab ia bisa berarti singa atau pemburu. Kegandaan itu tidak diselesaikan Al-Qur'an, dan yang ditakuti tidak disebut jelas.
Perumpamaan ini juga melukiskan lari karena takut dan bukan karena benci. Ayat 74:53 justru menyebut mereka tidak takut, sehingga dua baris itu tampak berlawanan.
Yang mereka takuti juga bukan akhirat, sebab yang mereka hindari justru peringatannya. Ayat ini juga tiga patah dan sepanjang 74:50 yang mendahuluinya. Sebutan yang ditakuti itu juga tidak lazim dipakai, sebab ia tidak muncul di ayat mana pun yang lain. Gambaran lari itu juga memakai susunan lampau di sini, berbeda dari 74:50 yang justru memakai sifat. Yang lari juga disebut jamak di 74:50 dan tunggal di sini, sehingga susunannya berganti di antara dua baris yang bersambungan tanpa satu penanda pun yang menyiapkannya.
Renungan dan Hikmah
- Kedua patah utamanya masing-masing dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ini baris kedua berturut-turut yang seluruhnya tersusun dari sebutan sekali pakai, sesudah 74:50. Dua baris beruntun menyimpan empat kata yang tidak muncul lagi di mana pun. Al-Qur'an tidak menandai rentetan itu, dan kepadatan seperti ini berulang di surah ini. Ayat 74:50 dan 74:51 sama-sama tersusun dari sebutan yang sekali pakai saja. Empat patah yang beruntun tanpa satu pembanding pun di seluruh mushaf. Ayat 74:50 dan 74:51 sama-sama tersusun dari sebutan sekali pakai.
- Sebutan yang dipakai Allah bisa dibaca dua arah, sebab ia bisa berarti singa atau pemburu. Kegandaan itu tidak diselesaikan Al-Qur'an, dan kedua pembacaan dibiarkan berdiri sampai sekarang. Yang ditakuti karena itu tidak disebut jelas, dan kekosongan itu tidak diisi di ayat mana pun. Singa dan pemburu sama-sama mungkin dibaca, dan Al-Qur'an tidak memilihkan satu pun. Dua pembacaan itu tetap berdiri sampai sekarang. Sebutan itu sama sekali tidak dipakai lagi di ayat mana pun yang lain.
- Perumpamaan ini melukiskan lari karena takut, bukan karena benci atau muak. Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an dengan satu kalimat pun. Sebab larinya ketakutan, dan itu yang membuat gambarannya terasa panik dan bukan sombong. Takut dan benci menghasilkan gerakan tubuh yang jauh berbeda. Yang dilukiskan di sini gerakan orang yang panik, dan sama sekali bukan yang muak. Panik dan muak menghasilkan gerakan berlainan.
- Ayat 74:53 justru menyebut mereka tidak takut kepada akhirat. Dua baris itu tampak berlawanan meski berjarak cuma dua baris. Yang mereka takuti bukan akhirat, melainkan peringatannya sendiri. Al-Qur'an tidak menerangkan perlawanan itu, dan dua takut itu memang tidak sama. Ayat 74:53 menyebut mereka tidak takut kepada akhirat. Dua baris berjarak dua nomor tampak saling bertentangan. Ayat 74:53 justru menyebut bahwa mereka sama sekali tidak takut.
- Ayat ini tiga patah dan sepanjang 74:50 yang mendahuluinya. Dua baris perumpamaan yang disusun Allah sama ukurannya. Al-Qur'an tidak menyatakan keseragaman itu, dan iramanya tetap di sepanjang perumpamaan yang pendek ini. Ayat 74:50 dan 74:51 sama-sama tiga patah panjangnya. Iramanya tetap sama di sepanjang perumpamaan yang pendek ini. Ayat 74:50 juga tiga patah, tanpa berbeda ukurannya sedikit pun.
- Yang mereka hindari peringatan, sedangkan yang tidak mereka takuti akhirat itu sendiri. Susunan itu memperlihatkan sesuatu yang ganjil pada sikap mereka. Kalau seseorang lari dari tandanya tetapi tidak takut pada perkaranya, apa sebenarnya yang sedang ia hindari? Yang dihindari justru peringatannya, dan yang tidak ditakuti akhiratnya. Dua sikap itu berdiri berdampingan di dalam diri satu orang yang sama. Peringatannya dijauhi, sedangkan akhiratnya sendiri justru diabaikan.