بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُؤْتَىٰ صُحُفًا مُنَشَّرَةً
Bahkan setiap orang dari mereka ingin diberi lembaran-lembaran yang terbuka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُؤْتَىٰ صُحُفًا مُنَشَّرَةًbal yuriidu kullu mri'in minhum an yu'taa shuhufan munasysyaratanbahkan setiap orang dari mereka ingin diberi lembaran-lembaran yang terbuka
Terjemahan per kata (9 kata)
- بَلْbalbahkan
- يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
- كُلُّkullusetiap
- امْرِئٍmri'inseseorang
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- أَنْanbahwa
- يُؤْتَىٰyu'taadiberikan
- صُحُفًاshuhufanlembaran-lembaran
- مُنَشَّرَةًmunasysyaratanyang terbuka
Inti bacaan
Tuntutan tak masuk akal terhadap bentuk wahyu: 'setiap orang dari mereka ingin diberi lembaran-lembaran yang terbuka', permintaan bukti pribadi yang berlebihan, standar yang tidak realistis sebagai syarat kepercayaan.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (كُلُّ امْرِئٍ, kullum-ri-in) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 52:21, 70:38, dan 74:52. Ia berarti tiap orang.
Perhatikan bahwa 70:38 juga memakainya untuk keinginan yang tidak berdasar. Susunannya serupa dengan ayat ini.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakainya untuk sikap yang mirip.
Kata (صُحُفًا, shuhufan) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 74:52 dan 98:2. Ia berarti lembaran-lembaran.
Perhatikan bahwa di 98:2 sebutan itu dipakai untuk lembaran yang disucikan. Di sini ia dipakai untuk yang mereka minta.
Perbedaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa satu sebutan menempati dua kedudukan.
Kata (مُنَشَّرَةً, munasysyarah) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti terbuka lebar.
Perhatikan bahwa yang mereka minta bukti pribadi. Tiap orang meminta lembarannya sendiri.
Susunan itu memperlihatkan tuntutan yang mustahil. Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu.
Perhatikan bahwa surah 70 juga memuat sebutan berharap di 70:38. Dua surah memakai bahan yang sama.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya berbagi dua bahan.
Perhatikan bahwa surah 70 juga memakai sebutan orang yang salat dan hari pembalasan. Tiga bahan dibagi dua surah.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa kesamaannya berlapis.
Perhatikan bahwa ayat ini sembilan patah. Ia yang terpanjang di bagian penutup.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa barisnya melebar di tuntutan ini.
Perhatikan bahwa tuntutan ini tidak dijawab langsung. Ayat 74:53 justru menyebut sebab sebenarnya.
Perhatikan bahwa 52:21 memakai rangkaian itu untuk menyebut tanggungan tiap orang. Susunannya berbeda arah dari ayat ini.
Perbedaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa tiga pemakaiannya menempati tiga keadaan.
Perhatikan bahwa yang mereka minta lembaran yang terbuka. Bukan lembaran yang tersegel.
Perincian itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sifatnya terbuka lebar.
Perhatikan bahwa sifat terbuka itu menuntut bisa langsung dibaca. Mereka tidak mau perantara.
Susunan itu memperlihatkan tuntutan yang sombong. Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu.
Perhatikan bahwa tuntutan itu memakai susunan pasif. Mereka minta diberi, bukan mencari sendiri.
Susunan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa mereka menunggu diberi.
Perhatikan bahwa surah ini sudah memberi mereka peringatan di 74:36. Tuntutan ini datang sesudahnya.
Urutan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa mereka menuntut lebih sesudah diberi.
Perhatikan bahwa tuntutan itu tidak dikabulkan di ayat mana pun. Al-Qur'an tidak menyebut mereka menerimanya.
Tafsiran
Ayat ini menyebut tuntutan tidak masuk akal mereka: meminta wahyu turun langsung khusus kepada masing-masing pribadi. Ayat ini menyebut tuntutan yang mereka ajukan. Rangkaian dua kata sesudah pembukanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 52:21, 70:38, dan 74:52.
Perhatikan bahwa 70:38 juga memakainya untuk keinginan yang tidak berdasar, dengan susunan yang serupa. Kata sesudahnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 74:52 dan 98:2, dan di 98:2 ia dipakai untuk lembaran yang disucikan.
Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan yang mereka minta bukti pribadi. Tiap orang meminta lembarannya sendiri, sehingga tuntutannya mustahil.
Surah 70 juga memuat sebutan berharap di 70:38, sebutan orang yang salat, dan hari pembalasan, sehingga tiga bahan dibagi dua surah. Ayat ini juga sembilan patah dan yang terpanjang di bagian penutup.
Tuntutan ini juga tidak dijawab langsung, sebab 74:53 justru menyebut sebab sebenarnya. Ayat 52:21 memakai rangkaian itu untuk menyebut tanggungan tiap orang, sehingga susunannya berbeda arah dari ayat ini. Yang mereka minta juga lembaran yang terbuka lebar dan bukan yang tersegel, sehingga mereka menuntut bisa langsung membacanya sendiri tanpa perantara. Tuntutan itu juga memakai susunan pasif, sebab mereka minta diberi dan bukan berusaha mencarinya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua kata sesudah pembukanya dipakai Allah cuma di 52:21, 70:38, dan 74:52. Ayat 70:38 juga memakainya untuk keinginan yang tidak berdasar, dengan susunan yang serupa dengan ayat ini. Dua ayat memakainya untuk sikap yang mirip tanpa satu pun menunjuk yang lain. Al-Qur'an tidak menyatakan kesamaan itu. Ayat 52:21 memakai rangkaian itu untuk menyebut tanggungan tiap orang. Tiga pemakaiannya berdiri di tiga keadaan yang berbeda arah satu sama lain. Ayat 52:21 dan 70:38 memakainya dengan cara yang lain sama sekali di sana.
- Kata sesudahnya dipakai Allah cuma di 74:52 dan 98:2. Di 98:2 sebutan itu dipakai untuk lembaran yang disucikan, sedangkan di sini untuk yang mereka minta. Satu sebutan berdiri di dua kedudukan yang jauh berbeda. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Ayat 98:2 memakai sebutan lembaran untuk yang disucikan. Dua pemakaiannya berdiri di dua kedudukan yang jauh sekali berbeda derajatnya. Ayat 98:2 memakainya untuk menyebut lembaran-lembaran yang sudah disucikan.
- Yang mereka minta bukti pribadi, sebab tiap orang menuntut lembarannya sendiri. Susunan itu memperlihatkan tuntutan yang mustahil dipenuhi. Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu, dan tuntutannya dicatat tanpa dibantah langsung. Yang diminta lembaran yang terbuka, bukan yang tersegel. Mereka menuntut bisa membacanya sendiri secara langsung, tanpa satu perantara pun di antaranya. Perantara sama sekali tidak mereka kehendaki di dalam tuntutan itu.
- Surah 70 juga memuat sebutan berharap di 70:38, sebutan orang yang salat di 70:22, dan hari pembalasan di 70:26. Tiga bahan dibagi dua surah tanpa satu pun menunjuk yang lain. Kesamaannya berlapis tiga, dan Allah tidak menandai satu lapis pun. Susunan pasif dipakai di sini, sehingga mereka minta diberi dan bukan berusaha mencari. Menunggu diberi berbeda jauh dari berusaha mencari. Usaha mereka sendiri sama sekali tidak disebut Allah di baris ini.
- Ayat ini sembilan patah dan yang terpanjang di bagian penutup. Barisnya melebar tepat di baris yang memuat tuntutan mereka. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan panjangnya sendiri yang menandai betapa besar yang mereka minta. Ayat 74:36 sudah menyebut peringatan bagi manusia. Tuntutan ini justru datang sesudah peringatan itu selesai diberikan kepada mereka. Ayat 74:36 sudah lebih dulu menyebut adanya peringatan bagi manusia.
- Tuntutan ini tidak dijawab Allah secara langsung, sebab 74:53 justru menyebut sebab yang sebenarnya. Yang dibongkar bukan isi tuntutannya, melainkan alasan di baliknya. Kalau sebuah tuntutan dijawab dengan membongkar niatnya, apa yang tersisa untuk diperdebatkan? Tuntutan itu tidak dikabulkan di ayat mana pun di surah ini. Yang menyusul di baris berikutnya justru pembongkaran atas niat di baliknya. Ayat 74:53 justru langsung menyebut sebab yang sesungguhnya.