كَلَّا ۖ بَلْ لَا يَخَافُونَ الْآخِرَةَ
Sekali-kali tidak! Bahkan mereka tidak takut kepada akhirat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَلَّا ۖ بَلْ لَا يَخَافُونَ الْآخِرَةَkallaa bal laa yakhaafuuna l-aakhiratasekali-kali tidak, bahkan mereka tidak takut kepada akhirat
Terjemahan per kata (5 kata)
- كَلَّاkallaasekali-kali tidak
- بَلْbalbahkan
- لَاlaatidak
- يَخَافُونَyakhaafuunamereka takut
- الْآخِرَةَl-aakhirataakhirat
Inti bacaan
Diagnosis akar penolakan yang sesungguhnya: 'sekali-kali tidak! Bahkan mereka tidak takut kepada akhirat', pengungkapan bahwa masalah sebenarnya bukan kekurangan bukti, melainkan ketiadaan rasa takut terhadap konsekuensi, penyebab psikologis yang lebih dalam dari sekadar argumen intelektual.
Penjelasan pilihan kata
Kata (كَلَّا, kallaa) muncul untuk ketiga kalinya di surah ini. Dua pemakaian sebelumnya di 74:16 dan 74:32.
Perhatikan bahwa pemakaian keempatnya menyusul di baris berikutnya. Dua yang terakhir berdempetan.
Al-Qur'an tidak menandai kedempetan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pemakaiannya bersebelahan.
Rangkaian (لَا يَخَافُونَ, laa yakhaafuun) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 5:54 dan 74:53. Ia berarti mereka tidak takut.
Perhatikan bahwa di 5:54 sebutan itu dipakai untuk memuji. Di sana mereka tidak takut celaan orang.
Perlawanan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu rangkaian dipakai untuk memuji dan mencela.
Perhatikan bahwa yang membedakannya apa yang tidak ditakuti. Yang satu tidak takut celaan, dan yang lain tidak takut akhirat.
Perbedaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa sasarannya yang menentukan nilainya.
Perhatikan bahwa ayat ini menjawab pertanyaan di 74:49. Jaraknya empat ayat.
Al-Qur'an tidak menandai jarak itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa jawabannya tertunda empat baris.
Perhatikan bahwa jawaban itu membongkar sebab sebenarnya. Tuntutan di 74:52 cuma penutupnya.
Susunan itu memisahkan alasan dari sebabnya. Al-Qur'an tidak menyatakan pemisahan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini bertolak belakang dengan perumpamaan di 74:51. Di sana mereka digambarkan lari ketakutan.
Perlawanan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua gambaran berdiri berdekatan.
Perhatikan bahwa ayat ini lima patah. Ia lebih pendek daripada 74:52 yang mendahuluinya.
Perbedaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa iramanya kembali bergerak cepat.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup bagian tentang mereka. Sesudahnya surahnya berpindah ke penutup.
Perhatikan bahwa jawaban ini tidak menyinggung tuntutan lembaran. Ia langsung menyebut sebab yang lebih dalam.
Susunan itu melewati alasan yang diucapkan. Al-Qur'an tidak menyatakan pelewatan itu.
Perhatikan bahwa yang disebut ketiadaan takut, bukan ketiadaan pengetahuan. Yang kurang bukan keterangannya.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebabnya menyangkut rasa.
Perhatikan bahwa 5:54 memakai rangkaian itu untuk memuji sifat orang beriman. Arahnya berlawanan dari ayat ini.
Perlawanan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai rangkaian yang sama.
Perhatikan bahwa yang tidak ditakuti di 5:54 celaan manusia. Yang tidak ditakuti di sini akhirat.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sasarannya berbeda jauh.
Perhatikan bahwa ayat ini memakai sebutan pembantah dua kali berturut dengan 74:54. Dua baris berdempetan memakainya.
Kedempetan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya bersebelahan.
Perhatikan bahwa dua pemakaian pertama berjarak jauh. Yang di 74:16 dan 74:32 terpisah enam belas ayat.
Tafsiran
Ayat ini mengungkap akar masalah tuntutan mereka: ketiadaan rasa takut kepada akhirat. Ayat ini membongkar sebab sebenarnya di balik sikap mereka. Kata pertamanya muncul untuk ketiga kalinya di surah ini sesudah 74:16 dan 74:32, dan pemakaian keempatnya menyusul di baris berikutnya.
Rangkaian sesudahnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 5:54 dan 74:53. Di 5:54 sebutan itu dipakai untuk memuji, sebab di sana mereka tidak takut celaan orang.
Yang membedakannya juga apa yang tidak ditakuti, sebab yang satu tidak takut celaan sedangkan yang lain tidak takut akhirat. Ayat ini juga menjawab pertanyaan di 74:49 dengan jarak empat ayat.
Jawaban itu juga membongkar sebab sebenarnya, sebab tuntutan di 74:52 cuma penutupnya. Ayat ini juga bertolak belakang dengan perumpamaan di 74:51 yang menggambarkan mereka lari ketakutan.
Ayat ini juga lima patah dan lebih pendek daripada 74:52, dan ia menutup bagian tentang mereka. Jawaban ini juga sama sekali tidak menyinggung tuntutan lembaran itu, sebab ia langsung menyebut sebab yang lebih dalam. Yang disebut juga ketiadaan takut dan bukan ketiadaan pengetahuan, sehingga yang kurang bukanlah keterangannya. Ayat 5:54 memakai rangkaian itu untuk memuji sifat orang beriman, sebab yang tidak mereka takuti di sana justru celaan sesama manusia.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian sesudah kata pertamanya dipakai Allah cuma di 5:54 dan 74:53. Di 5:54 sebutan itu dipakai untuk memuji, sebab di sana mereka tidak takut celaan orang. Satu rangkaian dipakai untuk memuji dan untuk mencela, dan yang membedakannya cuma apa yang tidak ditakuti. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Tuntutan lembaran di 74:52 tidak disinggung sama sekali di sini. Yang disebut justru langsung sebab yang jauh lebih dalam letaknya. Ayat 74:52 memuat tuntutan yang sama sekali tak disinggung lagi.
- Kata pertamanya dipakai Allah untuk ketiga kalinya di surah ini sesudah 74:16 dan 74:32. Pemakaian keempatnya menyusul di baris berikutnya, sehingga dua yang terakhir berdempetan. Al-Qur'an tidak menandai kedempetan itu, padahal dua yang pertama berjarak enam belas dan dua puluh satu ayat. Yang kurang bukan keterangan, melainkan rasa takut kepada akhirat. Menambah bukti sebanyak apa pun karena itu tidak akan mengubah apa pun. Rasa takut, bukan keterangan, itulah yang disebut kurang.
- Ayat ini menjawab pertanyaan yang diajukan Allah di 74:49, dengan jarak empat ayat di antaranya. Jawabannya tertunda selama empat baris penuh. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu, dan empat baris di antaranya diisi perumpamaan dan tuntutan. Ayat 5:54 memakai rangkaian yang sama untuk memuji orang beriman. Yang tidak mereka takuti di sana justru celaan sesama manusia. Ayat 5:54 dipakai memuji, sedangkan baris ini justru mencela.
- Jawaban itu membongkar sebab sebenarnya, sebab tuntutan di 74:52 cuma penutupnya. Allah memisahkan alasan yang diucapkan dari sebab yang sesungguhnya. Al-Qur'an tidak menyatakan pemisahan itu, dan tuntutan lembaran itu ternyata bukan pokok persoalannya. Ayat 74:16 dan 74:32 terpisah enam belas ayat satu sama lain. Dua pemakaian terakhirnya justru berdempetan di dua baris yang bersebelahan. Ayat 74:53 dan 74:54 berdiri bersebelahan letaknya.
- Ayat ini bertolak belakang dengan perumpamaan yang dipakai Allah di 74:51. Di sana mereka digambarkan lari ketakutan, dan di sini mereka disebut tidak takut. Dua gambaran berdiri berdekatan tanpa satu keterangan yang mendamaikannya. Al-Qur'an tidak menerangkan perlawanan itu. Ayat 74:49 bertanya, dan baris ini menjawab empat baris kemudian. Perumpamaan dan tuntutan mereka mengisi jarak di antaranya. Ayat 74:50 sampai 74:52 seluruhnya mengisi ruang di antaranya.
- Ayat ini lima patah dan lebih pendek daripada 74:52 yang sembilan patah. Iramanya kembali cepat sesudah baris tuntutan yang panjang. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Kalau tuntutan panjang dijawab lima patah yang membongkar niatnya, apa gunanya menawar lebih jauh? Ayat 74:51 menggambarkan mereka lari ketakutan dari peringatan. Dua baris yang berjarak dua nomor melukiskan dua sikap yang berlawanan. Ayat 74:51 justru melukiskan mereka lari ketakutan.