Ayat 74:54
كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia adalah peringatan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌkallaa innahu tadzkiratunsekali-kali tidak, sesungguhnya ia adalah peringatan
Terjemahan per kata (3 kata)
- كَلَّاkallaasekali-kali tidak
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- تَذْكِرَةٌtadzkiratunperingatan
Inti bacaan
Penegasan penutup tentang sifat sejati wahyu: 'sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia adalah peringatan', kesimpulan yang mengembalikan fokus pada fungsi utama pesan, terlepas dari berbagai penolakan dan tuntutan tak masuk akal yang telah dipaparkan.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (كَلَّا إِنَّهُ, kallaa innahu) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 74:16, 74:54, dan 83:15. Dua di antaranya di surah ini.
Perhatikan bahwa dua pemakaiannya di surah ini berjarak tiga puluh delapan ayat. Yang satu di dekat pembuka, dan yang lain di dekat penutup.
Al-Qur'an tidak menandai kurungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya mengapit hampir seluruh surah.
Kata (تَذْكِرَةٌ, tadzkirah) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 69:48, 73:19, 74:54, 76:29, dan 80:11. Ia berarti peringatan.
Perhatikan bahwa kelima pemakaiannya berada di surah pendek. Semuanya di paruh akhir mushaf.
Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebutan itu hidup di satu wilayah.
Perhatikan bahwa 73:19 dan 76:29 memakainya di ayat yang sama persis. Dua ayat itu tidak berbeda satu huruf.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memuat ayat yang utuh sama.
Perhatikan bahwa surah ini memakai susunan yang berbeda di 74:49. Di sana dipakai susunan bertakrif.
Perbedaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa dua susunan hidup di satu surah.
Perhatikan bahwa ini pemakaian keempat sebutan pembantah di surah ini. Yang ketiga baru saja lewat di 74:53.
Kedempetan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua yang terakhir bersebelahan.
Perhatikan bahwa ayat ini membuka bagian penutup. Tiga baris terakhir menyusul sesudahnya.
Al-Qur'an tidak menandai batas itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pokoknya berpindah ke peringatan.
Perhatikan bahwa ayat ini tiga patah. Ia sependek 74:50 dan 74:51.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa iramanya kembali pendek.
Perhatikan bahwa 83:15 memakai rangkaian itu untuk menyebut penghalang pada hari itu. Susunannya berbeda arah dari ayat ini.
Perbedaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa ketiganya menempati keadaan yang berlainan.
Perhatikan bahwa surah 83 pun memakai sebutan pembantah empat kali. Dua surah berbagi dua bahan.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya memakai bahan serupa.
Perhatikan bahwa yang disebut peringatan itu surahnya sendiri. Penunjuknya menyangkut apa yang baru dibaca.
Susunan itu menaruh bacaannya sebagai bukti. Al-Qur'an tidak menyatakan penempatan itu.
Perhatikan bahwa cara itu dipakai juga di 76:29 dan 73:19. Di sana pun bacaannya menamai dirinya.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga surah memakai cara yang sama.
Perhatikan bahwa sebutan itu tidak bertakrif di sini. Ia disebut sebagai satu peringatan, bukan peringatan tertentu.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa susunannya lebih longgar.
Perhatikan bahwa tiga baris terakhir surah ini seluruhnya menyangkut peringatan dan kehendak.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kembali status wahyu sebagai peringatan murni. Ayat ini membuka bagian penutup dengan menegaskan bahwa ini peringatan. Rangkaian dua kata pertamanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 74:16, 74:54, dan 83:15, dan dua di antaranya di surah ini.
Dua pemakaiannya di surah ini berjarak tiga puluh delapan ayat, sebab yang satu di dekat pembuka dan yang lain di dekat penutup. Keduanya mengapit hampir seluruh surah.
Kata terakhirnya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 69:48, 73:19, 74:54, 76:29, dan 80:11, dan kelimanya berada di surah pendek di paruh akhir mushaf. Ayat 73:19 dan 76:29 memakainya di ayat yang sama persis kata demi kata.
Surah ini juga memakai susunan yang berbeda di 74:49, sebab di sana dipakai susunan bertakrif. Ini juga pemakaian keempat sebutan pembantah di surah ini.
Ayat ini juga membuka bagian penutup dan cuma tiga patah, sependek 74:50 dan 74:51. Ayat 83:15 memakai rangkaian itu untuk menyebut penghalang pada hari itu, sehingga susunannya berbeda arah dari ayat ini, dan surah 83 juga memakai sebutan pembantah sampai empat kali seperti surah ini. Yang disebut peringatan itu juga surahnya sendiri, sebab penunjuknya menyangkut apa yang baru saja dibaca, sama seperti cara yang dipakai Allah di 76:29 dan 73:19.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua kata pertamanya dipakai Allah cuma di 74:16, 74:54, dan 83:15. Dua di antaranya di surah ini, berjarak tiga puluh delapan ayat, dan keduanya mengapit hampir seluruh surah. Yang satu di dekat pembuka, dan yang lain di dekat penutup. Al-Qur'an tidak menandai kurungan itu dengan satu kalimat pun. Ayat 83:15 memakai rangkaian itu untuk menyebut penghalang pada hari itu. Tiga pemakaiannya berdiri di tiga keadaan yang sama sekali berbeda arahnya. Ayat 83:15 memakainya untuk menyebut penghalang pada hari itu.
- Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 69:48, 73:19, 74:54, 76:29, dan 80:11. Kelima pemakaiannya berada di surah pendek yang terkumpul di paruh akhir mushaf. Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu, dan sebutan itu cuma hidup di satu wilayah saja. Surah 83 juga memakai sebutan pembantah empat kali seperti surah ini. Dua surah pendek itu sama-sama berbagi dua bahan yang sama persis. Ayat 83:15 juga memakai rangkaian pembuka yang sama persis.
- Ayat 73:19 dan 76:29 memakainya di ayat yang sama persis kata demi kata. Dua surah memuat satu ayat yang tidak berbeda satu huruf pun. Al-Qur'an tidak menyatakan kesamaan itu, dan surah ini memakai sebutan yang sama tanpa mengulang ayatnya. Yang disebut peringatan itu surahnya sendiri yang baru saja dibaca. Bacaannya sendiri ditaruh Allah sebagai bukti atas dirinya sendiri. Penunjuk dekat dipakai untuk apa yang baru saja dibaca.
- Surah ini memakai susunan yang berbeda di 74:49, sebab di sana Allah memakai susunan bertakrif. Dua susunan dari satu bunyi dasar dipakai di satu surah yang sama. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan jarak antara keduanya cuma lima baris. Ayat 73:19 dan 76:29 juga memakai cara menamai diri yang sama. Tiga surah pendek itu memakai susunan yang serupa benar satu sama lain. Ayat 73:19 dan 76:29 juga memakai cara menamai diri yang serupa.
- Ini pemakaian keempat sebutan pembantah di surah ini, dan yang ketiga baru saja lewat di 74:53. Dua yang terakhir bersebelahan, padahal dua yang pertama berjauhan letaknya. Al-Qur'an tidak menandai kedempetan itu, dan empat potongan itu membelah surahnya secara tidak beraturan. Sebutan itu tidak bertakrif di sini, sehingga ia disebut sebagai satu peringatan. Susunannya lebih longgar daripada susunan bertakrif yang dipakai di 74:49. Ayat 74:49 justru memakai susunan yang jauh lebih ketat.
- Ayat ini membuka bagian penutup yang disusun Allah dalam tiga baris terakhir. Ayat ini cuma tiga patah, sependek 74:50 dan 74:51. Al-Qur'an tidak menyatakan keseragaman itu. Kalau iramanya kembali pendek tepat menjelang penutup, apa yang sedang dipersiapkan bagi pembacanya? Tiga baris terakhir surah ini menyangkut peringatan dan kehendak. Ancaman sudah ditinggalkan sejak dua puluh delapan baris sebelum baris ini. Ayat 74:26 memuat ancaman yang paling akhir di seluruh surah ini.
Ayat 74:55
فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ
Maka siapa yang menghendaki, tentu ia mengingatnya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُfa-man syaa'a dzakarahumaka siapa yang menghendaki, tentu ia mengingatnya
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَمَنْfa-manmaka orang yang
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- ذَكَرَهُdzakarahuia mengingatnya
Inti bacaan
Penutup dengan penegasan kehendak bebas: 'maka siapa yang menghendaki, tentu ia mengingatnya', kembali menegaskan bahwa mengambil pelajaran dari peringatan adalah pilihan aktif, bukan paksaan, tanggung jawab merenungkan pesan berada di tangan penerima.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (فَمَنْ شَاءَ, fa man syaa-a) muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an: 18:29, 73:19, 74:55, 76:29, 78:39, dan 80:12. Ia menawarkan pilihan.
Perhatikan bahwa lima dari enam pemakaiannya berada di surah pendek. Cuma 18:29 yang di surah panjang.
Al-Qur'an tidak menyebut sebaran tersebut. Yang tertulis cuma bahwa susunannya berkumpul di satu wilayah mushaf.
Kata (ذَكَرَهُ, dzakarahu) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 74:55 dan 80:12. Ia berarti mengingatnya.
Perhatikan bahwa 80:12 memakai dua sebutan itu bersama. Susunannya hampir sama dengan ayat ini.
Al-Qur'an tidak menyebut kesejajaran tersebut. Yang tertulis cuma bahwa dua ayat memakai gabungan serupa.
Perhatikan bahwa 80:11 juga memakai sebutan peringatan seperti di 74:54. Dua baris berurutan di dua surah sejajar.
Kesejajaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memakai dua baris yang sebangun.
Perhatikan bahwa 73:19, 76:29, dan 78:39 memakai rangkaian itu dengan penutup yang berbeda. Di sana disebut jalan atau tempat kembali.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa penutupnya berbeda-beda.
Perhatikan bahwa yang di sini memakai penutup yang paling pendek. Cuma satu patah.
Kependekan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa penutupnya paling ringkas.
Perhatikan bahwa ayat ini cuma dua patah. Ia salah satu yang terpendek di surah ini.
Kependekan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tawaran itu diberikan singkat.
Perhatikan bahwa tawaran ini yang kedua di surah ini. Yang pertama di 74:37.
Jarak antara keduanya delapan belas ayat. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu.
Perhatikan bahwa dua tawaran itu memakai rangkaian yang berbeda. Yang satu memakai lima patah, dan yang lain dua.
Perhatikan bahwa tawaran ini tidak menyebut apa yang harus diingat. Sebutan penunjuknya menyangkut peringatan di 74:54.
Susunan itu mengikat dua baris. Al-Qur'an tidak menandai pengikatan itu.
Perhatikan bahwa 80:11 dan 80:12 memakai dua baris yang sebangun. Di sana pun peringatan lalu tawaran.
Kesejajaran itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa dua surah memakai pasangan baris serupa.
Perhatikan bahwa surah 80 juga memakai sebutan peringatan di 80:11. Dua surah berbagi dua bahan berurutan.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya memakai dua baris yang sejajar.
Perhatikan bahwa yang diminta cuma mengingat. Tidak ada perbuatan lain yang disebut.
Keringkasan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tuntutannya paling sederhana.
Perhatikan bahwa tuntutan sesederhana itu berdiri sesudah lima puluh empat baris. Seluruh surahnya berujung ke satu perbuatan.
Susunan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang diminta akhirnya cuma satu.
Perhatikan bahwa tawaran ini langsung dikembalikan di 74:56. Jaraknya cuma satu baris.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan keterbukaan peringatan ini bagi siapa yang menghendaki untuk mengingatnya. Ayat ini menawarkan pilihan untuk kedua kalinya di surah ini. Rangkaian dua kata pertamanya muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 18:29, 73:19, 74:55, 76:29, 78:39, dan 80:12.
Lima dari enam pemakaiannya berada di surah pendek, dan cuma 18:29 yang di surah panjang. Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu.
Kata terakhirnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 74:55 dan 80:12, dan 80:12 memakai dua sebutan itu bersama dengan susunan yang hampir sama. Ayat 80:11 juga memakai sebutan peringatan seperti di 74:54, sehingga dua baris berurutan di dua surah sejajar.
Ayat 73:19, 76:29, dan 78:39 juga memakai rangkaian itu dengan penutup yang berbeda, sebab di sana disebut jalan atau tempat kembali. Yang di sini memakai penutup yang paling pendek, cuma satu patah.
Ayat ini juga cuma dua patah, dan tawaran ini yang kedua di surah ini sesudah 74:37 dengan jarak delapan belas ayat. Tawaran ini juga tidak menyebut apa yang harus diingat, sebab sebutan penunjuknya menyangkut peringatan di 74:54. Ayat 80:11 dan 80:12 memakai dua baris yang sebangun, sebab di sana pun peringatan disebut lalu tawaran menyusul. Yang diminta juga cuma mengingat, dan tidak ada perbuatan lain yang disebut.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua kata pertamanya dipakai Allah cuma di 18:29, 73:19, 74:55, 76:29, 78:39, dan 80:12. Lima dari enam pemakaiannya berada di surah pendek, dan cuma 18:29 yang di surah panjang. Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu, dan susunan menawarkan pilihan seperti ini hidup di satu wilayah mushaf. Ayat 18:29 satu-satunya pemakaian di surah panjang. Lima pemakaian lainnya seluruhnya berada di surah pendek paruh akhir mushaf. Ayat 18:29 satu-satunya di surah panjang.
- Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 74:55 dan 80:12, dan 80:12 memakai dua sebutan itu bersama. Ayat 80:11 juga memakai sebutan peringatan seperti di 74:54, sehingga dua baris berurutan di dua surah sejajar. Dua surah memakai pasangan baris yang sebangun. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Ayat 80:11 dan 80:12 memakai dua baris yang sebangun dengan 74:54 dan 74:55. Urutannya sama persis di kedua tempat itu. Ayat 80:11 dan 80:12 menyusun urutan yang sama persis.
- Ayat 73:19, 76:29, dan 78:39 memakai rangkaian itu dengan penutup yang berbeda, sebab di sana Allah menyebut jalan atau tempat kembali. Yang di sini memakai penutup yang paling pendek, cuma satu patah. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan enam pemakaiannya berujung ke arah yang tidak seragam. Ayat 73:19, 76:29, dan 78:39 memakai penutup yang lebih panjang. Yang di sini paling ringkas di antaranya, cuma satu patah saja. Ayat 73:19 dan 78:39 memakai penutup yang lebih panjang.
- Tawaran ini yang kedua di surah ini sesudah 74:37, dengan jarak delapan belas ayat. Dua tawaran itu memakai rangkaian yang berbeda, sebab yang satu lima patah dan yang lain dua. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu, dan dua tawaran mengapit bagian tentang mereka yang berpaling. Ayat 74:37 sudah menawarkan pilihan delapan belas baris sebelumnya. Dua tawaran itu mengapit seluruh bagian tentang mereka yang berpaling. Ayat 74:37 sudah menawarkan pilihan delapan belas baris lebih dulu.
- Ayat ini cuma dua patah dan salah satu yang terpendek di surah ini. Allah memberikan tawarannya dengan sangat singkat, tanpa syarat dan tanpa keterangan. Al-Qur'an tidak menyatakan kependekan itu, dan pilihan sebesar itu dimuat dalam dua patah kata. Yang diminta cuma mengingat, tanpa perbuatan lain yang disebut. Tuntutan sesederhana itu berdiri sesudah lima puluh empat baris berlalu. Mengingat saja, dan tidak ada tuntutan lain di sini.
- Yang ditawarkan Allah bukan perbuatan besar, melainkan sekadar mengingat. Tawarannya diserahkan sepenuhnya kepada kehendak yang mendengar, meski 74:56 kemudian mengembalikannya. Kalau yang diminta cuma mengingat dan itu pun diserahkan, apa yang sebenarnya sedang diuji? Ayat 74:56 langsung mengembalikan tawaran itu di baris berikutnya. Jarak antara tawaran dan pengembaliannya cuma satu baris saja. Ayat 74:56 langsung menyusul di baris terakhirnya.
Ayat 74:56
وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَىٰ وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ
Mereka tidak akan mengambil pelajaran, kecuali jika Allah menghendaki. Dialah yang berhak ditakwai dan yang berhak memberi ampunan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُwa-maa yadzkuruuna illaa an yasyaa'a llaahudan mereka tidak akan mengambil pelajaran, kecuali jika Allah menghendaki
- هُوَ أَهْلُ التَّقْوَىٰ وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِhuwa ahlu t-taqwaa wa-ahlu l-maghfiratiDialah yang berhak ditakwai dan yang berhak memberi ampunan
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يَذْكُرُونَyadzkuruunamereka mengindahkan
- إِلَّاillaakecuali
- أَنْanbahwa
- يَشَاءَyasyaa'amenghendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- هُوَhuwaDialah
- أَهْلُahlupenghuni
- التَّقْوَىٰt-taqwaaketakwaan
- وَأَهْلُwa-ahludan penduduk
- الْمَغْفِرَةِl-maghfiratiampunan
Inti bacaan
Penutup surah dengan keseimbangan kehendak ilahi dan manusia: 'mereka tidak akan mengambil pelajaran, kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah yang (kita) patut bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan', pengakuan bahwa kesediaan hati untuk menerima pelajaran juga bergantung pada kehendak ilahi, ditutup dengan dua sifat kunci (patut ditakwa, berhak mengampuni) yang membingkai hubungan yang tepat antara hamba dan Tuhannya.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(Al-Qur'an)' dan '(jika)' tidak dipakai. Tambahan '(kita)' pada draf dihapus: struktur 'huwa ahlu t-taqwaa' diterjemahkan literal 'Dialah yang berhak ditakwai' tanpa mengembalikan subjek 'kita' yang tak eksplisit dalam Arab.
Rangkaian (وَمَا يَذْكُرُونَ, wa maa yadzkuruun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti dan mereka tidak akan mengingat.
Rangkaian (أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ, an yasyaa-allaah) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 6:111, 7:89, 12:76, 18:24, 74:56, 76:30, dan 81:29. Ia mengembalikan urusan kepada kehendak Allah.
Perhatikan bahwa 76:30 dan 81:29 memakainya sesudah tawaran pilihan. Susunannya sejajar dengan ayat ini.
Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga surah memakai susunan yang sama.
Perhatikan bahwa ketiganya berdiri di ayat penutup atau di dekatnya. Letaknya sejajar di tiga surah.
Kesejajaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya menutup dengan cara yang sama.
Rangkaian (أَهْلُ التَّقْوَىٰ, ahlut taqwaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti yang berhak ditakuti.
Kata (أَهْلُ, ahlu) muncul 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:110, 5:47, 7:97, dan 57:29. Ia berarti pemilik atau yang berhak.
Perhatikan bahwa empat belas pemakaian lainnya menyangkut manusia. Cuma yang di sini menyangkut Allah.
Perbedaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa satu sebutan menampung dua pihak.
Perhatikan bahwa ayat ini menyebut dua sifat berpasangan. Yang berhak ditakuti dan yang berhak mengampuni.
Dua sifat itu berlawanan arah. Al-Qur'an tidak menyatakan perlawanan itu.
Perhatikan bahwa surah ini ditutup dengan ampunan, bukan ancaman. Ancaman terakhirnya di 74:26.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang terakhir disebut pengampunan.
Perhatikan bahwa nama Allah disebut dua kali di ayat ini. Ini penyebutan kedua dan ketiga di surah ini.
Penyebutan pertamanya di 74:31. Al-Qur'an tidak menandai kejarangan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup surah dengan mengembalikan pilihan. Tawaran di 74:55 baru saja diberikan.
Perhatikan bahwa 6:111 dan 18:24 memakai rangkaian itu di surah panjang. Dua pemakaian lainnya di surah pendek.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tujuh pemakaiannya tersebar di dua jenis surah.
Perhatikan bahwa tiga pemakaiannya berdiri di penutup surah pendek. Yaitu di 74:56, 76:30, dan 81:29.
Kesejajaran itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa ketiganya menutup surahnya dengan cara serupa.
Perhatikan bahwa ayat ini menambahkan dua sifat sesudah pengembaliannya. Dua surah lain tidak menambahkannya.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini menutup lebih panjang.
Perhatikan bahwa dua sifat itu memakai susunan yang sama. Keduanya memakai sebutan yang berarti yang berhak.
Susunan berpasangan itu mengikat keduanya. Al-Qur'an tidak menandai pengikatan itu.
Perhatikan bahwa surah ini dibuka dengan perintah dan ditutup dengan sifat. Dua ujungnya berbeda jenisnya.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa nadanya berubah dari menyuruh ke menyifati.
Perhatikan bahwa lima puluh enam baris itu ditutup dengan pengampunan. Sebutan terakhirnya menyangkut ampunan.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menegaskan bahwa kehendak untuk mengambil pelajaran bergantung pada kehendak Allah, yang berhak ditakwai sekaligus berhak memberi ampunan. Ayat penutup surah ini mengembalikan pilihan kepada kehendak Allah. Rangkaian dua kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan rangkaian sesudahnya muncul 7 kali, yaitu 6:111, 7:89, 12:76, 18:24, 74:56, 76:30, dan 81:29.
Perhatikan bahwa 76:30 dan 81:29 memakainya sesudah tawaran pilihan, dengan susunan yang sejajar dengan ayat ini. Ketiganya juga berdiri di ayat penutup atau di dekatnya, sehingga letaknya sejajar di tiga surah.
Rangkaian dua kata sesudahnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan kata pertamanya muncul 15 kali, antara lain 3:110, 5:47, 7:97, dan 57:29. Empat belas pemakaian lainnya menyangkut manusia, dan cuma yang di sini menyangkut Allah.
Ayat ini juga menyebut dua sifat berpasangan, yaitu yang berhak ditakuti dan yang berhak mengampuni. Surah ini juga ditutup dengan ampunan dan bukan ancaman, sebab ancaman terakhirnya di 74:26.
Nama Allah juga disebut dua kali di ayat ini, dan ini penyebutan kedua dan ketiga di surah ini sesudah 74:31. Ayat 6:111 dan 18:24 memakai rangkaian itu di surah panjang, sedangkan tiga pemakaiannya berdiri di penutup surah pendek, yaitu di 74:56, 76:30, dan 81:29. Ayat ini juga menambahkan dua sifat sesudah pengembaliannya, sedangkan dua surah lain tidak menambahkannya. Dua sifat itu juga memakai susunan yang sama, sebab keduanya memakai sebutan yang berarti yang berhak.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian sesudah dua kata pertamanya dipakai Allah 7 kali, yaitu 6:111, 7:89, 12:76, 18:24, 74:56, 76:30, dan 81:29. Ayat 76:30 dan 81:29 memakainya sesudah tawaran pilihan, dengan susunan yang sejajar dengan ayat ini. Ketiganya berdiri di ayat penutup atau di dekatnya. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Ayat 6:111, 7:89, 12:76, dan 18:24 memakainya di keadaan yang lain. Tujuh pemakaiannya tersebar di dua jenis surah yang berbeda panjangnya. Ayat 6:111 dan 18:24 berada di surah panjang.
- Kata pertama pada bagian penutupnya dipakai 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:110, 5:47, 7:97, dan 57:29. Empat belas pemakaian lainnya menyangkut manusia, dan cuma yang di sini menyangkut Allah. Satu sebutan dipakai untuk dua pihak yang jauh berbeda. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Tiga pemakaiannya berdiri di penutup surah pendek, yaitu 74:56, 76:30, dan 81:29. Ketiganya menutup surahnya masing-masing dengan cara yang sama. Tiga surah pendek berakhir dengan susunan serupa.
- Ayat ini menyebut dua sifat berpasangan, yaitu yang berhak ditakuti dan yang berhak mengampuni. Dua sifat itu berlawanan arah, sebab yang satu menjauhkan dan yang lain mendekatkan. Allah menaruh keduanya di satu baris tanpa satu keterangan yang menghubungkannya. Surah ini menambahkan dua sifat sesudah pengembaliannya, dan dua surah lain tidak. Penutupnya karena itu lebih panjang daripada keduanya. Dua surah lain tidak menambahkan sifat apa pun.
- Surah ini ditutup Allah dengan ampunan, bukan dengan ancaman. Ancaman terakhirnya sudah lewat di 74:26, tiga puluh baris sebelumnya. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan kata terakhir yang tinggal di telinga pembacanya justru pengampunan. Dua sifat itu memakai susunan berpasangan yang sama persis. Keduanya memakai sebutan yang berarti yang berhak atas sesuatu. Susunan berpasangan itu mengikat keduanya rapat.
- Nama Allah disebut dua kali di ayat ini, dan ini penyebutan kedua dan ketiga di surah ini. Penyebutan pertamanya di 74:31, dua puluh lima baris sebelumnya. Al-Qur'an tidak menandai kejarangan itu, dan lima puluh enam baris cuma memuat tiga penyebutan nama-Nya. Surah ini dibuka dengan perintah dan ditutup dengan sifat. Nadanya berubah dari menyuruh menjadi menyifati di lima puluh enam baris. Ayat 74:2 berisi suruhan, sedangkan baris ini berisi sifat.
- Ayat ini menutup surah dengan mengembalikan pilihan yang baru ditawarkan Allah di 74:55. Dua baris berurutan menaruh kehendak di dua pihak yang berbeda. Kalau tawaran diberikan lalu dikembalikan di baris berikutnya, apa yang tersisa untuk dibanggakan orang yang memilih? Ancaman terakhir disebut di 74:26, tiga puluh baris sebelum penutupnya. Kata terakhir yang tinggal di telinga pembacanya justru ampunan. Ayat 74:26 memuat ancaman yang terakhir.