كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia adalah peringatan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌkallaa innahu tadzkiratunsekali-kali tidak, sesungguhnya ia adalah peringatan
Terjemahan per kata (3 kata)
- كَلَّاkallaasekali-kali tidak
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- تَذْكِرَةٌtadzkiratunperingatan
Inti bacaan
Penegasan penutup tentang sifat sejati wahyu: 'sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia adalah peringatan', kesimpulan yang mengembalikan fokus pada fungsi utama pesan, terlepas dari berbagai penolakan dan tuntutan tak masuk akal yang telah dipaparkan.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (كَلَّا إِنَّهُ, kallaa innahu) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 74:16, 74:54, dan 83:15. Dua di antaranya di surah ini.
Perhatikan bahwa dua pemakaiannya di surah ini berjarak tiga puluh delapan ayat. Yang satu di dekat pembuka, dan yang lain di dekat penutup.
Al-Qur'an tidak menandai kurungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya mengapit hampir seluruh surah.
Kata (تَذْكِرَةٌ, tadzkirah) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an: 69:48, 73:19, 74:54, 76:29, dan 80:11. Ia berarti peringatan.
Perhatikan bahwa kelima pemakaiannya berada di surah pendek. Semuanya di paruh akhir mushaf.
Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebutan itu hidup di satu wilayah.
Perhatikan bahwa 73:19 dan 76:29 memakainya di ayat yang sama persis. Dua ayat itu tidak berbeda satu huruf.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memuat ayat yang utuh sama.
Perhatikan bahwa surah ini memakai susunan yang berbeda di 74:49. Di sana dipakai susunan bertakrif.
Perbedaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa dua susunan hidup di satu surah.
Perhatikan bahwa ini pemakaian keempat sebutan pembantah di surah ini. Yang ketiga baru saja lewat di 74:53.
Kedempetan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua yang terakhir bersebelahan.
Perhatikan bahwa ayat ini membuka bagian penutup. Tiga baris terakhir menyusul sesudahnya.
Al-Qur'an tidak menandai batas itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pokoknya berpindah ke peringatan.
Perhatikan bahwa ayat ini tiga patah. Ia sependek 74:50 dan 74:51.
Keseragaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa iramanya kembali pendek.
Perhatikan bahwa 83:15 memakai rangkaian itu untuk menyebut penghalang pada hari itu. Susunannya berbeda arah dari ayat ini.
Perbedaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa ketiganya menempati keadaan yang berlainan.
Perhatikan bahwa surah 83 pun memakai sebutan pembantah empat kali. Dua surah berbagi dua bahan.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya memakai bahan serupa.
Perhatikan bahwa yang disebut peringatan itu surahnya sendiri. Penunjuknya menyangkut apa yang baru dibaca.
Susunan itu menaruh bacaannya sebagai bukti. Al-Qur'an tidak menyatakan penempatan itu.
Perhatikan bahwa cara itu dipakai juga di 76:29 dan 73:19. Di sana pun bacaannya menamai dirinya.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga surah memakai cara yang sama.
Perhatikan bahwa sebutan itu tidak bertakrif di sini. Ia disebut sebagai satu peringatan, bukan peringatan tertentu.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa susunannya lebih longgar.
Perhatikan bahwa tiga baris terakhir surah ini seluruhnya menyangkut peringatan dan kehendak.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kembali status wahyu sebagai peringatan murni. Ayat ini membuka bagian penutup dengan menegaskan bahwa ini peringatan. Rangkaian dua kata pertamanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 74:16, 74:54, dan 83:15, dan dua di antaranya di surah ini.
Dua pemakaiannya di surah ini berjarak tiga puluh delapan ayat, sebab yang satu di dekat pembuka dan yang lain di dekat penutup. Keduanya mengapit hampir seluruh surah.
Kata terakhirnya muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 69:48, 73:19, 74:54, 76:29, dan 80:11, dan kelimanya berada di surah pendek di paruh akhir mushaf. Ayat 73:19 dan 76:29 memakainya di ayat yang sama persis kata demi kata.
Surah ini juga memakai susunan yang berbeda di 74:49, sebab di sana dipakai susunan bertakrif. Ini juga pemakaian keempat sebutan pembantah di surah ini.
Ayat ini juga membuka bagian penutup dan cuma tiga patah, sependek 74:50 dan 74:51. Ayat 83:15 memakai rangkaian itu untuk menyebut penghalang pada hari itu, sehingga susunannya berbeda arah dari ayat ini, dan surah 83 juga memakai sebutan pembantah sampai empat kali seperti surah ini. Yang disebut peringatan itu juga surahnya sendiri, sebab penunjuknya menyangkut apa yang baru saja dibaca, sama seperti cara yang dipakai Allah di 76:29 dan 73:19.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua kata pertamanya dipakai Allah cuma di 74:16, 74:54, dan 83:15. Dua di antaranya di surah ini, berjarak tiga puluh delapan ayat, dan keduanya mengapit hampir seluruh surah. Yang satu di dekat pembuka, dan yang lain di dekat penutup. Al-Qur'an tidak menandai kurungan itu dengan satu kalimat pun. Ayat 83:15 memakai rangkaian itu untuk menyebut penghalang pada hari itu. Tiga pemakaiannya berdiri di tiga keadaan yang sama sekali berbeda arahnya. Ayat 83:15 memakainya untuk menyebut penghalang pada hari itu.
- Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 69:48, 73:19, 74:54, 76:29, dan 80:11. Kelima pemakaiannya berada di surah pendek yang terkumpul di paruh akhir mushaf. Al-Qur'an tidak menandai pengelompokan itu, dan sebutan itu cuma hidup di satu wilayah saja. Surah 83 juga memakai sebutan pembantah empat kali seperti surah ini. Dua surah pendek itu sama-sama berbagi dua bahan yang sama persis. Ayat 83:15 juga memakai rangkaian pembuka yang sama persis.
- Ayat 73:19 dan 76:29 memakainya di ayat yang sama persis kata demi kata. Dua surah memuat satu ayat yang tidak berbeda satu huruf pun. Al-Qur'an tidak menyatakan kesamaan itu, dan surah ini memakai sebutan yang sama tanpa mengulang ayatnya. Yang disebut peringatan itu surahnya sendiri yang baru saja dibaca. Bacaannya sendiri ditaruh Allah sebagai bukti atas dirinya sendiri. Penunjuk dekat dipakai untuk apa yang baru saja dibaca.
- Surah ini memakai susunan yang berbeda di 74:49, sebab di sana Allah memakai susunan bertakrif. Dua susunan dari satu bunyi dasar dipakai di satu surah yang sama. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan jarak antara keduanya cuma lima baris. Ayat 73:19 dan 76:29 juga memakai cara menamai diri yang sama. Tiga surah pendek itu memakai susunan yang serupa benar satu sama lain. Ayat 73:19 dan 76:29 juga memakai cara menamai diri yang serupa.
- Ini pemakaian keempat sebutan pembantah di surah ini, dan yang ketiga baru saja lewat di 74:53. Dua yang terakhir bersebelahan, padahal dua yang pertama berjauhan letaknya. Al-Qur'an tidak menandai kedempetan itu, dan empat potongan itu membelah surahnya secara tidak beraturan. Sebutan itu tidak bertakrif di sini, sehingga ia disebut sebagai satu peringatan. Susunannya lebih longgar daripada susunan bertakrif yang dipakai di 74:49. Ayat 74:49 justru memakai susunan yang jauh lebih ketat.
- Ayat ini membuka bagian penutup yang disusun Allah dalam tiga baris terakhir. Ayat ini cuma tiga patah, sependek 74:50 dan 74:51. Al-Qur'an tidak menyatakan keseragaman itu. Kalau iramanya kembali pendek tepat menjelang penutup, apa yang sedang dipersiapkan bagi pembacanya? Tiga baris terakhir surah ini menyangkut peringatan dan kehendak. Ancaman sudah ditinggalkan sejak dua puluh delapan baris sebelum baris ini. Ayat 74:26 memuat ancaman yang paling akhir di seluruh surah ini.