وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَىٰ وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ

Mereka tidak akan mengambil pelajaran, kecuali jika Allah menghendaki. Dialah yang berhak ditakwai dan yang berhak memberi ampunan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُwa-maa yadzkuruuna illaa an yashaa'a llaahudan mereka tidak akan mengambil pelajaran, kecuali jika Allah menghendaki
  2. هُوَ أَهْلُ التَّقْوَىٰ وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِhuwa ahlu t-taqwaa wa-ahlu l-maghfiratiDialah yang berhak ditakwai dan yang berhak memberi ampunan
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “… dan yang berhak memberi ampunan.…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: 'And they will not remember save that God wills; He is worthy of prudent fear1 and worthy to forgive.' Corpus ayat ini: «magofirapi, TAKRIF». maghfirah diterjemahkan 'ampunan'.

Aplikasi

Penutup surah dengan keseimbangan kehendak ilahi dan manusia: 'mereka tidak akan mengambil pelajaran, kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah yang (kita) patut bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan', pengakuan bahwa kesediaan hati untuk menerima pelajaran juga bergantung pada kehendak ilahi, ditutup dengan dua sifat kunci (patut ditakwa, berhak mengampuni) yang membingkai hubungan yang tepat antara hamba dan Tuhannya.