وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَىٰ وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ

Mereka tidak akan mengambil pelajaran, kecuali jika Allah menghendaki. Dialah yang berhak ditakwai dan yang berhak memberi ampunan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُwa-maa yadzkuruuna illaa an yasyaa'a llaahudan mereka tidak akan mengambil pelajaran, kecuali jika Allah menghendaki
  2. هُوَ أَهْلُ التَّقْوَىٰ وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِhuwa ahlu t-taqwaa wa-ahlu l-maghfiratiDialah yang berhak ditakwai dan yang berhak memberi ampunan

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. يَذْكُرُونَyadzkuruunamereka mengindahkan
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. أَنْanbahwa
  5. يَشَاءَyasyaa'amenghendaki
  6. اللَّهُllaahuAllah
  7. هُوَhuwaDialah
  8. أَهْلُahlupenghuni
  9. التَّقْوَىٰt-taqwaaketakwaan
  10. وَأَهْلُwa-ahludan penduduk
  11. الْمَغْفِرَةِl-maghfiratiampunan

Inti bacaan

Penutup surah dengan keseimbangan kehendak ilahi dan manusia: 'mereka tidak akan mengambil pelajaran, kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah yang (kita) patut bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan', pengakuan bahwa kesediaan hati untuk menerima pelajaran juga bergantung pada kehendak ilahi, ditutup dengan dua sifat kunci (patut ditakwa, berhak mengampuni) yang membingkai hubungan yang tepat antara hamba dan Tuhannya.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(Al-Qur'an)' dan '(jika)' tidak dipakai. Tambahan '(kita)' pada draf dihapus: struktur 'huwa ahlu t-taqwaa' diterjemahkan literal 'Dialah yang berhak ditakwai' tanpa mengembalikan subjek 'kita' yang tak eksplisit dalam Arab.

Rangkaian (وَمَا يَذْكُرُونَ, wa maa yadzkuruun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti dan mereka tidak akan mengingat.

Rangkaian (أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ, an yasyaa-allaah) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 6:111, 7:89, 12:76, 18:24, 74:56, 76:30, dan 81:29. Ia mengembalikan urusan kepada kehendak Allah.

Perhatikan bahwa 76:30 dan 81:29 memakainya sesudah tawaran pilihan. Susunannya sejajar dengan ayat ini.

Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga surah memakai susunan yang sama.

Perhatikan bahwa ketiganya berdiri di ayat penutup atau di dekatnya. Letaknya sejajar di tiga surah.

Kesejajaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya menutup dengan cara yang sama.

Rangkaian (أَهْلُ التَّقْوَىٰ, ahlut taqwaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti yang berhak ditakuti.

Kata (أَهْلُ, ahlu) muncul 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:110, 5:47, 7:97, dan 57:29. Ia berarti pemilik atau yang berhak.

Perhatikan bahwa empat belas pemakaian lainnya menyangkut manusia. Cuma yang di sini menyangkut Allah.

Perbedaan itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa satu sebutan menampung dua pihak.

Perhatikan bahwa ayat ini menyebut dua sifat berpasangan. Yang berhak ditakuti dan yang berhak mengampuni.

Dua sifat itu berlawanan arah. Al-Qur'an tidak menyatakan perlawanan itu.

Perhatikan bahwa surah ini ditutup dengan ampunan, bukan ancaman. Ancaman terakhirnya di 74:26.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang terakhir disebut pengampunan.

Perhatikan bahwa nama Allah disebut dua kali di ayat ini. Ini penyebutan kedua dan ketiga di surah ini.

Penyebutan pertamanya di 74:31. Al-Qur'an tidak menandai kejarangan itu.

Perhatikan bahwa ayat ini menutup surah dengan mengembalikan pilihan. Tawaran di 74:55 baru saja diberikan.

Perhatikan bahwa 6:111 dan 18:24 memakai rangkaian itu di surah panjang. Dua pemakaian lainnya di surah pendek.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tujuh pemakaiannya tersebar di dua jenis surah.

Perhatikan bahwa tiga pemakaiannya berdiri di penutup surah pendek. Yaitu di 74:56, 76:30, dan 81:29.

Kesejajaran itu tak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa ketiganya menutup surahnya dengan cara serupa.

Perhatikan bahwa ayat ini menambahkan dua sifat sesudah pengembaliannya. Dua surah lain tidak menambahkannya.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini menutup lebih panjang.

Perhatikan bahwa dua sifat itu memakai susunan yang sama. Keduanya memakai sebutan yang berarti yang berhak.

Susunan berpasangan itu mengikat keduanya. Al-Qur'an tidak menandai pengikatan itu.

Perhatikan bahwa surah ini dibuka dengan perintah dan ditutup dengan sifat. Dua ujungnya berbeda jenisnya.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa nadanya berubah dari menyuruh ke menyifati.

Perhatikan bahwa lima puluh enam baris itu ditutup dengan pengampunan. Sebutan terakhirnya menyangkut ampunan.

Tafsiran

Ayat penutup surah ini menegaskan bahwa kehendak untuk mengambil pelajaran bergantung pada kehendak Allah, yang berhak ditakwai sekaligus berhak memberi ampunan. Ayat penutup surah ini mengembalikan pilihan kepada kehendak Allah. Rangkaian dua kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan rangkaian sesudahnya muncul 7 kali, yaitu 6:111, 7:89, 12:76, 18:24, 74:56, 76:30, dan 81:29.

Perhatikan bahwa 76:30 dan 81:29 memakainya sesudah tawaran pilihan, dengan susunan yang sejajar dengan ayat ini. Ketiganya juga berdiri di ayat penutup atau di dekatnya, sehingga letaknya sejajar di tiga surah.

Rangkaian dua kata sesudahnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan kata pertamanya muncul 15 kali, antara lain 3:110, 5:47, 7:97, dan 57:29. Empat belas pemakaian lainnya menyangkut manusia, dan cuma yang di sini menyangkut Allah.

Ayat ini juga menyebut dua sifat berpasangan, yaitu yang berhak ditakuti dan yang berhak mengampuni. Surah ini juga ditutup dengan ampunan dan bukan ancaman, sebab ancaman terakhirnya di 74:26.

Nama Allah juga disebut dua kali di ayat ini, dan ini penyebutan kedua dan ketiga di surah ini sesudah 74:31. Ayat 6:111 dan 18:24 memakai rangkaian itu di surah panjang, sedangkan tiga pemakaiannya berdiri di penutup surah pendek, yaitu di 74:56, 76:30, dan 81:29. Ayat ini juga menambahkan dua sifat sesudah pengembaliannya, sedangkan dua surah lain tidak menambahkannya. Dua sifat itu juga memakai susunan yang sama, sebab keduanya memakai sebutan yang berarti yang berhak.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian sesudah dua kata pertamanya dipakai Allah 7 kali, yaitu 6:111, 7:89, 12:76, 18:24, 74:56, 76:30, dan 81:29. Ayat 76:30 dan 81:29 memakainya sesudah tawaran pilihan, dengan susunan yang sejajar dengan ayat ini. Ketiganya berdiri di ayat penutup atau di dekatnya. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Ayat 6:111, 7:89, 12:76, dan 18:24 memakainya di keadaan yang lain. Tujuh pemakaiannya tersebar di dua jenis surah yang berbeda panjangnya. Ayat 6:111 dan 18:24 berada di surah panjang.
  • Kata pertama pada bagian penutupnya dipakai 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:110, 5:47, 7:97, dan 57:29. Empat belas pemakaian lainnya menyangkut manusia, dan cuma yang di sini menyangkut Allah. Satu sebutan dipakai untuk dua pihak yang jauh berbeda. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Tiga pemakaiannya berdiri di penutup surah pendek, yaitu 74:56, 76:30, dan 81:29. Ketiganya menutup surahnya masing-masing dengan cara yang sama. Tiga surah pendek berakhir dengan susunan serupa.
  • Ayat ini menyebut dua sifat berpasangan, yaitu yang berhak ditakuti dan yang berhak mengampuni. Dua sifat itu berlawanan arah, sebab yang satu menjauhkan dan yang lain mendekatkan. Allah menaruh keduanya di satu baris tanpa satu keterangan yang menghubungkannya. Surah ini menambahkan dua sifat sesudah pengembaliannya, dan dua surah lain tidak. Penutupnya karena itu lebih panjang daripada keduanya. Dua surah lain tidak menambahkan sifat apa pun.
  • Surah ini ditutup Allah dengan ampunan, bukan dengan ancaman. Ancaman terakhirnya sudah lewat di 74:26, tiga puluh baris sebelumnya. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan kata terakhir yang tinggal di telinga pembacanya justru pengampunan. Dua sifat itu memakai susunan berpasangan yang sama persis. Keduanya memakai sebutan yang berarti yang berhak atas sesuatu. Susunan berpasangan itu mengikat keduanya rapat.
  • Nama Allah disebut dua kali di ayat ini, dan ini penyebutan kedua dan ketiga di surah ini. Penyebutan pertamanya di 74:31, dua puluh lima baris sebelumnya. Al-Qur'an tidak menandai kejarangan itu, dan lima puluh enam baris cuma memuat tiga penyebutan nama-Nya. Surah ini dibuka dengan perintah dan ditutup dengan sifat. Nadanya berubah dari menyuruh menjadi menyifati di lima puluh enam baris. Ayat 74:2 berisi suruhan, sedangkan baris ini berisi sifat.
  • Ayat ini menutup surah dengan mengembalikan pilihan yang baru ditawarkan Allah di 74:55. Dua baris berurutan menaruh kehendak di dua pihak yang berbeda. Kalau tawaran diberikan lalu dikembalikan di baris berikutnya, apa yang tersisa untuk dibanggakan orang yang memilih? Ancaman terakhir disebut di 74:26, tiga puluh baris sebelum penutupnya. Kata terakhir yang tinggal di telinga pembacanya justru ampunan. Ayat 74:26 memuat ancaman yang terakhir.