Ayat 75:1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ
Aku bersumpah demi hari Kiamat,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِlaa uqsimu bi-yawmi l-qiyaamatiAku bersumpah demi hari Kiamat
Aplikasi
Pembukaan Al-Qiyamah dengan sumpah penuh makna: 'Aku bersumpah demi hari Kiamat', penggunaan objek sumpah yang langsung menjadi tema utama surah, penegasan awal tentang pentingnya topik yang akan dibahas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-s-m, y-w-m, q-w-m): laa uqsimu bi-yawm al-qiyaamah diterjemahkan 'bersumpah demi hari Kiamat' (akar q-s-m + akar q-w-m). Selaras.
Ayat 75:2
وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
Dan Aku bersumpah demi jiwa yang banyak mencela.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِwa-laa uqsimu bi-n-nafsi l-lawwaamatidan Aku bersumpah demi jiwa yang banyak mencela
Aplikasi
Sumpah kedua tentang kesadaran moral internal: 'Aku bersumpah demi jiwa yang banyak mencela (dirinya)', pengakuan terhadap suara hati nurani yang terus-menerus mengevaluasi dan mengoreksi diri sebagai fenomena universal yang layak dijadikan bukti, mekanisme internal yang menjaga kesadaran moral bahkan tanpa pengawasan eksternal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-s-m, n-f-s, l-w-m): an-nafs al-lawwaamah diterjemahkan 'jiwa yang banyak mencela diri' (akar n-f-s + akar l-w-m, hati nurani yang menegur; kesadaran moral internal sbg saksi, sepasang 75:14). Selaras.