يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ

Pada hari itu manusia berkata, “Ke manakah tempat lari?”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّyaquulu l-insaanu yawma'idzin ayna l-mafarrupada hari itu manusia berkata, ke manakah tempat lari

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. يَقُولُyaquuluberkata
  2. الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
  3. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  4. أَيْنَaynadi mana
  5. الْمَفَرُّl-mafarrutempat lari

Inti bacaan

Kepanikan yang mencari pelarian tak tersedia: 'pada hari itu manusia berkata: ke manakah tempat lari?', pertanyaan putus asa yang mengungkap kesadaran bahwa situasi ini tidak bisa dihindari melalui cara konvensional.

Penjelasan pilihan kata

Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, dikonfirmasi verba (يَقُولُ, yaquulu), akar q-w-l, via morfologi.

Kata (الْمَفَرُّ, al-mafarr) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti tempat melarikan diri.

Rangkaian (يَقُولُ الْإِنْسَانُ, yaquulul insaan) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 19:66 dan 75:10. Di 19:66 manusia bertanya kapan ia dibangkitkan.

Perhatikan bahwa dua pemakaiannya sama-sama mengutip pertanyaan. Yang satu tentang waktu, dan yang lain tentang tempat.

Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat mengutip manusia sedang bertanya.

Kata (أَيْنَ, aina) muncul 20 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:115, 7:37, 16:27, dan 40:73. Ia menanyakan tempat.

Perhatikan bahwa manusia disebut lagi di ayat ini. Ini penyebutan ketiganya di surah ini sesudah 75:3 dan 75:5.

Tiga penyebutan itu berada dalam sepuluh ayat pertama. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu.

Perhatikan bahwa pertanyaan di ayat ini berbeda dari pertanyaan di 75:6. Yang di sana tentang kapan, dan yang di sini tentang ke mana.

Perpindahan itu menandai keadaan yang berubah. Yang tadinya menantang kini mencari jalan keluar.

Al-Qur'an tidak menyatakan perubahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pertanyaan memakai kata tanya yang berbeda.

Perhatikan bahwa jawabannya datang langsung di 75:11. Ini berbeda dari pertanyaan di 75:6 yang tidak dijawab.

Jadi dua pertanyaan diperlakukan dengan cara yang berbeda. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu.

Perhatikan bahwa ayat ini menutup rangkaian bersyarat yang dibuka di 75:7. Empat ayat akhirnya bertemu di sini.

Susunan itu menahan kesimpulannya sampai baris keempat. Pembacanya menunggu tiga tanda lewat.

Al-Qur'an tidak menandai penahanan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa akibatnya disebut paling akhir.

Perhatikan bahwa yang dicari tempat, bukan pertolongan. Yang ditanya ke mana lari, bukan siapa yang menolong.

Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang terpikir olehnya melarikan diri.

Perhatikan bahwa ayat ini memakai penanda hari itu. Penanda yang sama dipakai lagi di 75:12, 75:13, 75:22, 75:24, dan 75:30.

Jadi enam ayat di surah ini memakai penanda yang sama. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu.

Yang bisa dibaca cuma bahwa satu penanda mengikat bagian-bagian surah yang berjauhan.

Perhatikan bahwa penanda itu selalu muncul di bagian yang menggambarkan akibat. Ia tidak dipakai di bagian yang menuduh.

Pembagian itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa pemakaiannya terkumpul di jenis ayat tertentu.

Perhatikan bahwa pertanyaan di ayat ini diucapkan pada hari itu, bukan sebelumnya. Waktunya sudah lewat untuk bertanya.

Susunan itu menaruh pertanyaannya di tempat yang tidak berguna. Jawabannya sudah tidak mengubah apa pun.

Al-Qur'an tidak menyatakan kesia-siaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pertanyaannya diajukan sesudah tandanya muncul.

Perhatikan bahwa manusia di ayat ini berbicara, sedangkan di 75:3 dan 75:5 ia cuma digambarkan. Ini pertama kalinya ia diberi suara.

Perubahan itu menandai pergeseran cara bercerita. Yang tadinya dibicarakan kini berbicara.

Al-Qur'an tidak menandai pergeseran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa suaranya baru muncul di ayat kesepuluh.

Perhatikan bahwa suaranya cuma muncul dua kali di surah ini. Yang kedua tidak pernah datang, sebab 75:6 mendahului ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini mencatat kepanikan manusia yang mencari tempat pelarian dari kedahsyatan hari itu. Ayat ini menutup rangkaian tiga tanda dengan mengutip pertanyaan manusia. Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia berarti tempat melarikan diri.

Rangkaian dua kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 19:66 dan 75:10, dan di 19:66 manusia bertanya kapan ia dibangkitkan. Dua pemakaiannya sama-sama mengutip pertanyaan, yang satu tentang waktu dan yang lain tentang tempat.

Kata keempatnya muncul 20 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:115, 7:37, 16:27, dan 40:73. Manusia juga disebut lagi di ayat ini, dan ini penyebutan ketiganya sesudah 75:3 dan 75:5, semuanya dalam sepuluh ayat pertama.

Pertanyaan di ayat ini juga berbeda dari pertanyaan di 75:6, sebab yang di sana tentang kapan sedangkan yang di sini tentang ke mana. Jawabannya juga datang langsung di 75:11, berbeda dari pertanyaan di 75:6 yang tidak dijawab.

Ayat ini juga menutup rangkaian bersyarat yang dibuka di 75:7, sehingga empat ayat akhirnya bertemu di sini. Yang dicari juga tempat dan bukan pertolongan. Ayat ini juga memakai penanda hari itu, yang dipakai lagi di 75:12, 75:13, 75:22, 75:24, dan 75:30, sehingga enam ayat di surah ini memakai penanda yang sama. Penanda itu selalu muncul di bagian yang menggambarkan akibat dan tidak dipakai di bagian yang menuduh. Manusia juga berbicara di ayat ini sedangkan di 75:3 dan 75:5 ia cuma digambarkan.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua kata pertamanya dipakai Allah cuma di 19:66 dan 75:10, dan di 19:66 manusia bertanya kapan ia dibangkitkan. Dua pemakaiannya sama-sama mengutip pertanyaan, yang satu tentang waktu dan yang lain tentang tempat. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Dua kutipan yang berjauhan letaknya sama-sama menaruh manusia dalam kedudukan bertanya. Yang bertanya sedang mengaku tidak tahu, dan pengakuan itu muncul dari mulutnya sendiri, bukan dari tuduhan. Dua kutipan itu berjarak lima puluh enam surah dan tetap memakai susunan yang sama.
  • Manusia disebut Allah lagi di ayat ini, dan ini penyebutan ketiganya sesudah 75:3 dan 75:5. Tiga penyebutan itu berada dalam sepuluh ayat pertama saja. Enam penyebutannya di surah ini karena itu terkumpul lebih padat di bagian depan daripada di bagian belakang. Kepadatan di bagian depan menyiapkan pokoknya sebelum gambarannya dimulai. Sesudah ayat kesepuluh, sebutan itu cuma muncul dua kali lagi sampai ayat ketiga puluh enam. Bagian depan surah ini memang dipakai untuk memasang pokoknya sebelum digambarkan.
  • Pertanyaan di ayat ini berbeda dari pertanyaan di 75:6, sebab yang di sana tentang kapan sedangkan yang di sini tentang ke mana. Perpindahan itu menandai keadaan yang berubah, karena yang tadinya menantang kini mencari jalan keluar. Al-Qur'an tidak menyatakan perubahan itu sama sekali. Bertanya kapan menandai orang yang masih merasa punya waktu. Bertanya ke mana menandai orang yang sudah tahu bahwa waktunya habis. Dua kata tanya yang berbeda menandai dua keadaan batin yang berjauhan jaraknya.
  • Jawaban atas pertanyaan ini datang langsung di 75:11, berbeda dari pertanyaan di 75:6 yang dibiarkan Allah tanpa jawaban. Dua pertanyaan diperlakukan dengan cara yang berbeda di dalam satu surah. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan perlakuan itu. Pertanyaan yang dijawab dan pertanyaan yang dibiarkan berdiri di satu surah yang sama. Yang dijawab justru yang diajukan paling terlambat, tepat ketika jawabannya sudah tidak menolong lagi. Jawaban yang datang terlambat tetap dicatat, meski tak lagi mengubah apa pun.
  • Ayat ini menutup rangkaian bersyarat yang dibuka Allah di 75:7, sehingga empat ayat akhirnya bertemu di sini. Susunan itu menahan kesimpulannya sampai baris keempat, dan pembacanya menunggu tiga tanda lewat. Akibatnya disebut paling akhir, sesudah seluruh sebabnya dipaparkan. Menahan akibat sampai baris keempat membuat tiga baris sebelumnya terasa menggantung. Pembacanya ikut menanggung ketidakpastian yang sama dengan yang sedang digambarkan di depannya. Menahan akibat sampai baris terakhir memindahkan ketegangannya ke pembacanya.
  • Yang dicari Allah gambarkan di sini tempat, bukan pertolongan, sebab yang ditanya ke mana lari dan bukan siapa yang menolong. Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Kalau yang pertama terpikir seseorang adalah kabur dan bukan meminta tolong, apa yang sebenarnya sudah ia ketahui tentang kedudukannya? Orang yang mencari tempat sembunyi sudah memutuskan bahwa tak ada yang akan menolongnya. Keputusan itu diambilnya sendiri, dan Al-Qur'an tidak perlu menyebutkannya dengan satu kalimat pun. Yang mencari tempat sembunyi sudah menghitung sendiri bahwa tak ada penolong.