إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ

Kepada Tuhanmulah pada hari itu tempat menetap.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّilaa rabbika yawma'idzin al-mustaqarrukepada Tuhanmulah pada hari itu tempat menetap

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. إِلَىٰilaakepada
  2. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  3. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  4. الْمُسْتَقَرُّal-mustaqarrutempat menetap

Inti bacaan

Satu-satunya tujuan akhir yang pasti: 'kepada Tuhanmulah pada hari itu tempat menetap', kejelasan bahwa satu-satunya arah yang tersisa adalah kembali kepada sumber penciptaan, tidak ada alternatif lain yang tersedia.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ, ilaa rabbika yauma-idzin) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 75:12 dan 75:30. Dua-duanya di surah ini.

Perhatikan bahwa 75:12 menutup bagian pertama dan 75:30 menutup bagian ketiga. Jarak antara keduanya delapan belas ayat.

Jadi satu rangkaian dipakai dua kali sebagai penutup bagian. Al-Qur'an tidak menandai pemakaian itu.

Kata (الْمُسْتَقَرُّ, al-mustaqarr) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti tempat menetap.

Perhatikan bahwa 75:30 memakai penutup yang berbeda. Di sana disebut tempat digiring, bukan tempat menetap.

Jadi dua ayat memakai pembuka yang sama dengan penutup yang tidak sama. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.

Kata (رَبِّكَ, rabbika) muncul 123 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:147, 7:206, 16:125, dan 96:1. Ia berarti Tuhanmu.

Perhatikan bahwa sebutan itu menyapa satu orang. Padahal bagian sebelumnya berbicara tentang manusia pada umumnya.

Pergantian sasaran itu terjadi tanpa aba-aba. Al-Qur'an tidak menerangkannya.

Perhatikan bahwa ayat ini menjawab pertanyaan di 75:10 untuk kedua kalinya. Yang di 75:11 meniadakan, dan yang di sini menunjukkan.

Jadi jawabannya dibagi dua ayat. Yang pertama menutup pilihan, dan yang kedua membuka satu-satunya arah.

Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat berurutan mengerjakan dua pekerjaan yang berbeda.

Perhatikan bahwa tempat menetap disebut, bukan tempat singgah. Yang dijanjikan akhir perjalanan.

Pilihan itu berlawanan dengan pelarian di 75:10. Yang mencari tempat lari justru diberi tempat menetap.

Al-Qur'an tidak menandai perlawanan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat berdekatan memakai dua gagasan yang bertolak belakang.

Perhatikan bahwa ayat ini menutup dua belas ayat pertama surahnya. Sesudahnya pokoknya berpindah ke pemberitahuan amal.

Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut tempat menetap itu di mana. Yang disebut cuma kepada siapa arahnya.

Susunan itu mengganti tempat dengan hubungan. Yang dijanjikan bukan lokasi, melainkan kepada siapa seseorang kembali.

Al-Qur'an tidak menyatakan penggantian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa jawabannya memakai arah, bukan titik.

Perhatikan bahwa jawaban ini berlawanan dengan pertanyaan di 75:10. Yang ditanya tempat menjauh, dan yang dijawab tempat mendekat.

Perlawanan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa arah keduanya bertolak belakang.

Perhatikan bahwa 75:30 memakai pembuka yang sama tetapi nada yang lebih keras. Di sana yang disebut penggiringan.

Jadi dua penutup bagian bergerak dari menetap ke digiring. Nadanya menaik di antara keduanya.

Al-Qur'an tidak menandai kenaikan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai susunan sama dengan ujung berbeda.

Perhatikan bahwa ayat ini pendek, cuma empat patah. Ia sepanjang 75:1 dan 75:2.

Kependekan itu tidak mengurangi bobotnya. Empat patah memuat jawaban atas seluruh bagian pertama.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa satu-satunya tujuan akhir pada hari itu adalah kepada Tuhan. Ayat ini menutup bagian pertama surah dengan menyebut tempat menetap. Rangkaian tiga kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 75:12 dan 75:30, dan dua-duanya di surah ini.

Ayat 75:12 menutup bagian pertama dan 75:30 menutup bagian ketiga, dengan jarak delapan belas ayat di antaranya. Jadi satu rangkaian dipakai dua kali sebagai penutup bagian.

Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan 75:30 memakai penutup yang berbeda karena di sana disebut tempat digiring. Kata keduanya muncul 123 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:147, 7:206, 16:125, dan 96:1.

Sebutan itu juga menyapa satu orang, padahal bagian sebelumnya berbicara tentang manusia pada umumnya. Pergantian sasaran itu terjadi tanpa aba-aba.

Ayat ini juga menjawab pertanyaan di 75:10 untuk kedua kalinya, sebab yang di 75:11 meniadakan sedangkan yang di sini menunjukkan. Tempat menetap juga disebut dan bukan tempat singgah, sehingga yang dijanjikan akhir perjalanan. Ayat ini juga tidak menyebut tempat menetap itu di mana, melainkan cuma kepada siapa arahnya, sehingga susunannya mengganti tempat dengan hubungan. Jawaban ini juga berlawanan dengan pertanyaan di 75:10, sebab yang ditanya tempat menjauh sedangkan yang dijawab tempat mendekat. Ayat 75:30 juga memakai pembuka yang sama tetapi nada yang lebih keras.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian tiga kata pertamanya dipakai Allah cuma di 75:12 dan 75:30, dan dua-duanya di surah ini. Yang pertama menutup bagian pertama dan yang kedua menutup bagian ketiga, dengan jarak delapan belas ayat. Satu rangkaian dipakai dua kali sebagai penutup bagian, dan Al-Qur'an tidak menandai pemakaian itu. Susunan seperti itu memberi surahnya kerangka yang tidak diumumkan. Kerangka yang dipasang lewat pengulangan susunan tidak pernah diumumkan di ayat mana pun. Ia cuma terlihat oleh pembaca yang masih mengingat baris kedua belas ketika sampai di baris ketiga puluh.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia berarti tempat menetap. Ayat 75:30 memakai pembuka yang sama tetapi penutup yang berbeda, sebab di sana disebut tempat digiring. Dua ayat karena itu bergerak dari menetap ke digiring, dan Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu sama sekali. Bergerak dari menetap ke digiring adalah kenaikan nada yang jelas. Yang satu terdengar seperti pulang ke rumah, dan yang lain seperti diseret ke tempat asing.
  • Kata keduanya dipakai Allah 123 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:147, 7:206, 16:125, dan 96:1. Sebutan itu menyapa satu orang, padahal bagian sebelumnya berbicara tentang manusia pada umumnya. Pergantian sasaran itu terjadi tanpa aba-aba, dan pembacanya tiba-tiba disapa langsung di tengah gambaran. Sapaan yang tiba-tiba berganti dari umum ke perorangan menarik pembacanya masuk. Ia tidak lagi menonton manusia dari luar, sebab dirinya sendiri yang kini disapa langsung.
  • Pertanyaan di 75:10 dijawab Allah dalam dua ayat, sebab 75:11 meniadakan dan 75:12 menunjukkan. Yang pertama menutup semua pilihan, dan yang kedua membuka satu-satunya arah. Dua ayat berurutan mengerjakan dua pekerjaan yang berbeda, dan Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian itu. Menutup semua pilihan lalu membuka satu arah adalah urutan yang tidak bisa dibalik. Kalau arahnya disebut lebih dulu, peniadaan sesudahnya kehilangan gunanya.
  • Tempat menetap disebut Allah di sini, bukan tempat singgah, sehingga yang dijanjikan akhir perjalanan. Pilihan itu berlawanan dengan pelarian di 75:10, karena yang mencari tempat lari justru diberi tempat menetap. Dua ayat berdekatan memakai dua gagasan yang bertolak belakang tanpa satu penghubung. Tempat menetap dan tempat lari adalah dua jawaban atas pertanyaan yang sama. Yang satu diminta oleh yang bertanya, dan yang lain diberikan tanpa diminta.
  • Ayat ini menutup dua belas ayat pertama surahnya, dan sesudahnya pokoknya berpindah ke pemberitahuan amal. Yang tadi berlari kini diberi tahu ke mana ia sebenarnya menuju. Kalau tempat berhenti sudah ditentukan sejak awal, apa gunanya tenaga yang dipakai untuk berlari? Menyebut arah tanpa menyebut tempat memindahkan perkaranya dari peta ke hubungan. Yang penting bukan di mana ia berhenti, melainkan di hadapan siapa ia akhirnya sampai.