يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang ia dahulukan dan yang ia akhirkan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَyunabba'u l-insaanu yawma'idzin bi-maa qaddama wa-akhkharapada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang ia dahulukan dan yang ia akhirkan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. يُنَبَّأُyunabba'udiberitakan
  2. الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
  3. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  4. بِمَاbi-maaapa yang
  5. قَدَّمَqaddamamendahulukan
  6. وَأَخَّرَwa-akhkharadan menangguhkan

Inti bacaan

Pengungkapan menyeluruh riwayat hidup: 'pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang ia dahulukan dan yang ia akhirkan', cakupan yang meliputi baik tindakan yang diprioritaskan maupun yang ditunda, transparansi total terhadap pola pilihan hidup seseorang.

Penjelasan pilihan kata

Kata (يُنَبَّأُ, yunabba-u) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti diberi tahu.

Rangkaian (بِمَا قَدَّمَ, bimaa qaddama) muncul 10 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:95, 3:182, 22:10, dan 62:7. Ia menyebut apa yang telah dikerjakan seseorang.

Perhatikan bahwa sembilan pemakaian lainnya menyebut tangan yang mengerjakannya. Yang di sini tidak menyebut tangan.

Jadi susunan di ayat ini lebih ringkas daripada sembilan yang lain. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.

Kata (وَأَخَّرَ, wa akhkhara) melengkapinya dengan menyebut apa yang ditinggalkan. Gabungan keduanya cuma dipakai di ayat ini.

Perhatikan bahwa yang diberitahukan dua hal, bukan satu. Yang dikerjakan dan yang tidak dikerjakan sama-sama disebut.

Susunan itu menutup celah. Tidak ada yang bisa disembunyikan dengan diam.

Al-Qur'an tidak menyatakan penutupan celah itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua sisi disebut bersama.

Perhatikan bahwa manusia disebut lagi di ayat ini. Ini penyebutan keempatnya di surah ini sesudah 75:3, 75:5, dan 75:10.

Empat penyebutan itu berada dalam tiga belas ayat pertama. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu.

Perhatikan bahwa manusia di sini menerima, bukan berbuat. Di 75:5 ia mau, dan di 75:10 ia bertanya.

Jadi kedudukannya berubah sepanjang surah. Yang tadinya bergerak kini cuma menerima kabar.

Al-Qur'an tidak menandai perubahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa susunan kalimatnya berpindah dari aktif ke pasif.

Perhatikan bahwa yang memberitahu tidak disebut. Susunan pasifnya menyembunyikan pelakunya.

Cara itu dipakai juga di tiga tanda di 75:7 sampai 75:9. Susunan yang sama berulang di surah ini.

Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pelakunya jarang disebut terang-terangan.

Perhatikan bahwa kabar itu diberikan pada hari itu, bukan sebelumnya. Penanda waktunya disebut terang.

Susunan itu menaruh pemberitahuannya sesudah semuanya selesai. Tidak ada kesempatan memperbaiki.

Al-Qur'an tidak menyatakan ketiadaan kesempatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa waktunya sudah lewat.

Perhatikan bahwa yang ditinggalkan juga dihitung. Bukan cuma yang dikerjakan.

Susunan itu memperluas cakupan perhitungannya. Diam pun masuk hitungan.

Al-Qur'an tidak menyatakan perluasan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua perbuatan disebut berpasangan.

Perhatikan bahwa sepuluh ayat lain memakai rangkaian yang sama untuk menyebut perbuatan yang lalu. Semuanya menyebut tangan.

Ayat ini satu-satunya yang meninggalkan tangan. Al-Qur'an tidak menerangkan penghilangan itu.

Yang bisa dibaca cuma bahwa susunannya lebih pendek daripada sepuluh yang lain.

Perhatikan bahwa ayat ini lima patah. Ia lebih panjang daripada kebanyakan ayat di sekitarnya.

Panjang itu sesuai dengan isinya. Ia memuat dua sisi perhitungan sekaligus.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh perbuatan manusia, baik yang didahulukan maupun ditunda, akan diberitakan pada hari itu. Ayat ini menyebut apa yang diberitahukan kepada manusia pada hari itu. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia berarti diberi tahu.

Rangkaian sesudahnya muncul 10 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:95, 3:182, 22:10, dan 62:7. Sembilan pemakaian lainnya menyebut tangan yang mengerjakannya, sedangkan yang di sini tidak menyebut tangan.

Yang diberitahukan juga dua hal dan bukan satu, sebab yang dikerjakan dan yang ditinggalkan sama-sama disebut. Susunan itu menutup celah, sehingga tidak ada yang bisa disembunyikan dengan diam.

Manusia juga disebut lagi di ayat ini, dan ini penyebutan keempatnya sesudah 75:3, 75:5, dan 75:10, semuanya dalam tiga belas ayat pertama. Manusia di sini juga menerima dan bukan berbuat, berbeda dari 75:5 ketika ia mau dan 75:10 ketika ia bertanya.

Yang memberitahu juga tidak disebut, sebab susunan pasifnya menyembunyikan pelakunya. Cara itu dipakai juga di tiga tanda di 75:7 sampai 75:9. Kabar itu juga diberikan pada hari itu dan bukan sebelumnya, sehingga pemberitahuannya jatuh sesudah semuanya selesai. Yang ditinggalkan juga dihitung dan bukan cuma yang dikerjakan, sehingga diam pun masuk hitungan. Sembilan ayat lain yang memakai rangkaian serupa semuanya menyebut tangan, dan ayat ini satu-satunya yang meninggalkannya.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua kata sesudah manusia dipakai Allah 10 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:95, 3:182, 22:10, dan 62:7. Sembilan pemakaian lainnya menyebut tangan yang mengerjakannya, dan yang di sini tidak menyebut tangan. Susunan di ayat ini karena itu lebih ringkas daripada sembilan yang lain, dan Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Menghilangkan satu patah kata dari susunan yang dipakai sembilan kali bukanlah kelalaian penyalin. Ia membuat kalimatnya lebih cepat dan memindahkan seluruh tekanannya ke perbuatan itu sendiri.
  • Yang diberitahukan Allah dua hal, bukan satu, sebab yang dikerjakan dan yang ditinggalkan sama-sama disebut. Susunan itu menutup celah, sehingga tidak ada yang bisa disembunyikan dengan cara berdiam diri. Al-Qur'an tidak menyatakan penutupan celah itu, dan dua sisi itu disebut dalam satu tarikan napas. Perhitungan yang ikut mencakup apa yang ditinggalkan menutup jalan terakhir untuk mengelak. Orang yang tidak berbuat apa-apa pun tetap punya catatan yang harus dibacakan kepadanya.
  • Manusia disebut Allah lagi di ayat ini, dan ini penyebutan keempatnya sesudah 75:3, 75:5, dan 75:10. Empat penyebutan itu berada dalam tiga belas ayat pertama saja. Kepadatan itu tidak ditandai Al-Qur'an, dan dua penyebutan sisanya menunggu sampai 75:14 dan 75:36. Bagian depan surah ini memakai satu sebutan yang berulang untuk memasang pokok pembicaraannya. Sesudah ayat keempat belas, sebutan itu menghilang selama dua puluh dua ayat sampai hampir penutup.
  • Manusia di sini menerima dan bukan berbuat, sedangkan di 75:5 Allah menggambarkannya mau dan di 75:10 bertanya. Kedudukannya berubah sepanjang surah, dan yang tadinya bergerak kini cuma menerima kabar. Susunan kalimatnya berpindah dari aktif ke pasif tanpa satu penanda pun. Kalimat yang berpindah dari susunan aktif ke pasif ikut memindahkan kedudukan orangnya. Yang tadinya memutuskan sendiri kini cuma menerima keputusan yang sudah jadi.
  • Yang memberitahu tidak disebut Allah, sebab susunan pasifnya menyembunyikan pelakunya. Cara itu dipakai juga di tiga tanda di 75:7 sampai 75:9, sehingga susunan yang sama berulang di surah ini. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu, dan pelakunya jarang disebut terang-terangan. Menyembunyikan pelakunya di sepanjang bagian ini membuat kejadiannya terasa seperti hukum alam. Tidak ada yang bisa dibantah di sana, sebab tidak ada seorang pun yang bisa diajak berdebat.
  • Yang dikabarkan Allah kepada manusia bukan berita baru, melainkan riwayat perbuatannya sendiri. Ia diberi tahu tentang sesuatu yang sebenarnya sudah ia ketahui sendiri. Lalu apa gunanya sebuah kabar yang isinya tidak asing bagi penerimanya? Kabar yang isinya sudah diketahui penerimanya bukanlah pemberitahuan, melainkan penghadapan. Ia tidak menambah pengetahuan orangnya sedikit pun, tetapi menghapus kemungkinan berpura-pura lupa.