Ayat 75:20
كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ
Sekali-kali tidak! Bahkan kalian mencintai kehidupan dunia,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَkallaa bal tuhibbuuna l-'aajilatasekali-kali tidak, bahkan kalian mencintai kehidupan dunia
Terjemahan per kata (4 kata)
- كَلَّاkallaasekali-kali tidak
- بَلْbalbahkan
- تُحِبُّونَtuhibbuunakalian mencintai
- الْعَاجِلَةَl-'aajilatakehidupan yang segera
Inti bacaan
Diagnosis prioritas yang keliru: 'sekali-kali tidak! Bahkan, kalian mencintai kehidupan dunia', pengungkapan preferensi mendasar yang menjelaskan berbagai perilaku bermasalah sebelumnya, akar masalah yang lebih dalam dari sekadar ketidaktahuan.
Penjelasan pilihan kata
Kata (كَلَّا, kallaa) muncul lagi di ayat ini. Ini pemakaian keduanya di surah ini sesudah 75:11.
Perhatikan bahwa jaraknya sembilan ayat. Pemakaian ketiganya menyusul enam ayat kemudian di 75:26.
Kata (تُحِبُّونَ, tuhibbuun) muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:31, 3:92, 7:79, dan 61:13. Ia berarti kalian mencintai.
Kata (الْعَاجِلَةَ, al-'aajilah) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 17:18, 75:20, dan 76:27. Ia menamai kehidupan yang cepat berlalu.
Perhatikan bahwa 76:27 ada di surah tepat sesudah surah ini. Dua surah bertetangga memakai sebutan yang sama.
Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua dari tiga pemakaiannya berada di dua surah berurutan.
Perhatikan bahwa 76:27 juga menyebut meninggalkan yang berat. Di sini yang disebut meninggalkan akhirat.
Jadi dua ayat memakai susunan yang hampir sama. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Perhatikan bahwa ayat ini menyapa banyak orang. Empat ayat sebelumnya menyapa satu orang.
Pergantian jumlah sasaran itu terjadi tanpa aba-aba. Al-Qur'an tidak memberi kalimat pengantar.
Perhatikan bahwa sebutan pembantah di awal ayat menandai kembalinya pokok semula. Selaannya berakhir di sini.
Susunan itu memakai satu patah untuk menutup dan membuka sekaligus. Al-Qur'an tidak menandai pekerjaan ganda itu.
Perhatikan bahwa yang dituduhkan mencintai, bukan menolak. Tuduhannya menyangkut kecenderungan hati.
Susunan itu sejalan dengan 75:5 yang menyebut kemauan. Dua tuduhan sama-sama menyangkut apa yang diinginkan.
Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya menyasar bagian dalam, bukan perbuatan.
Perhatikan bahwa ayat ini memulai pasangan dengan 75:21. Dua ayat itu membentuk satu kalimat.
Perhatikan bahwa 17:18 juga memakai sebutan yang sama untuk kehidupan yang cepat berlalu. Di sana ia dipakai untuk orang yang menghendakinya.
Jadi tiga pemakaiannya sama-sama menyangkut kecenderungan memilih. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.
Perhatikan bahwa sebutan itu tidak pernah dipakai untuk hal yang netral. Ketiganya berdiri dalam kalimat yang menegur.
Kesamaan nada itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya berdiri di tempat yang serupa.
Perhatikan bahwa perbuatan mencintai di ayat ini memakai susunan yang menyapa. Ia tidak berbicara tentang orang lain.
Susunan itu menaruh pembacanya di pihak yang dituduh. Al-Qur'an tidak menyatakan penempatan itu.
Yang bisa dibaca cuma bahwa sapaannya langsung, bukan cerita tentang pihak ketiga.
Perhatikan bahwa sembilan pemakaian perbuatan itu tersebar di enam surah. Empat di antaranya di surah 3.
Jadi pemakaiannya terkumpul di satu surah panjang. Al-Qur'an tidak menandai pengumpulan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini dan 75:21 membentuk satu kalimat. Yang dicintai disebut lebih dulu, dan yang ditinggalkan menyusul.
Urutan itu sama dengan urutan di 76:27. Dua ayat di dua surah bertetangga memakai susunan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini beralih menegur kecenderungan manusia mencintai kehidupan dunia yang fana. Ayat ini kembali ke pokok semula dengan menuduh kecintaan pada yang cepat berlalu. Kata pertamanya muncul lagi di sini sesudah 75:11, dengan jarak sembilan ayat, dan pemakaian ketiganya menyusul di 75:26.
Kata ketiganya muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:31, 3:92, 7:79, dan 61:13. Kata terakhirnya muncul 3 kali, yaitu 17:18, 75:20, dan 76:27, dan ia menamai kehidupan yang cepat berlalu.
Perhatikan bahwa 76:27 ada di surah tepat sesudah surah ini, sehingga dua surah bertetangga memakai sebutan yang sama. Ayat 76:27 juga menyebut meninggalkan yang berat, sedangkan di sini yang disebut meninggalkan akhirat.
Ayat ini juga menyapa banyak orang, padahal empat ayat sebelumnya menyapa satu orang. Pergantian jumlah sasaran itu terjadi tanpa aba-aba.
Sebutan pembantah di awal ayat juga menandai kembalinya pokok semula, sebab selaannya berakhir di sini. Yang dituduhkan juga mencintai dan bukan menolak, sejalan dengan 75:5 yang menyebut kemauan. Ayat 17:18 juga memakai sebutan yang sama untuk kehidupan yang cepat berlalu, sehingga tiga pemakaiannya sama-sama menyangkut kecenderungan memilih dan ketiganya berdiri dalam kalimat yang menegur. Perbuatan mencintai di ayat ini juga memakai susunan yang menyapa dan bukan bercerita tentang pihak ketiga. Sembilan pemakaiannya juga tersebar di enam surah, dengan empat di antaranya di surah 3.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya dipakai Allah lagi di sini sesudah 75:11, dengan jarak sembilan ayat, dan pemakaian ketiganya menyusul enam ayat kemudian di 75:26. Tiga pemakaian itu memotong surahnya di tempat yang hampir teratur jaraknya. Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu, dan kerangkanya cuma terbaca dari letak ketiganya. Tiga potongan yang berjarak hampir teratur memberi surahnya bentuk yang bisa dirasakan tanpa diumumkan. Pembaca yang menandai ketiganya akan melihat kerangka empat bagian yang panjangnya hampir seimbang.
- Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 17:18, 75:20, dan 76:27, dan ia menamai kehidupan yang cepat berlalu. Ayat 76:27 ada di surah tepat sesudah surah ini, sehingga dua dari tiga pemakaiannya berada di dua surah berurutan. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu dengan satu kalimat pun. Dua surah yang bersebelahan memakai sebutan yang cuma tiga kali dipakai di seluruh mushaf. Kedekatan seperti itu menandai bahwa keduanya sedang membicarakan kecenderungan yang sama.
- Ayat 76:27 juga menyebut meninggalkan yang berat, sedangkan di sini Allah menyebut meninggalkan akhirat. Dua ayat memakai susunan yang hampir sama, yaitu mencintai yang satu lalu meninggalkan yang lain. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu, dan ia cuma terlihat kalau dua surah itu dibaca beriringan. Mencintai yang cepat dan meninggalkan yang berat adalah dua sisi dari satu pilihan. Dua surah menyusunnya dengan urutan yang persis sama, dan tak satu pun menunjuk yang lain.
- Ayat ini menyapa banyak orang, padahal empat ayat sebelumnya menyapa satu orang. Pergantian jumlah sasaran itu terjadi tanpa aba-aba dan tanpa kalimat pengantar dari Allah. Pembaca yang baru saja mendengar larangan pribadi tiba-tiba mendapati dirinya termasuk yang dituduh. Sapaan yang berganti dari perorangan ke jamak menarik pembacanya kembali ke barisan. Ia baru saja menonton sebuah perintah pribadi, dan kini justru ia sendiri yang dituduh.
- Sebutan pembantah di awal ayat menandai kembalinya pokok semula, sebab selaan yang dimulai Allah di 75:16 berakhir di sini. Satu patah dipakai untuk menutup bagian lama dan membuka bagian baru sekaligus. Al-Qur'an tidak menandai pekerjaan ganda itu, dan batas selaannya tidak pernah diumumkan. Satu patah yang menutup bagian lama sekaligus membuka bagian baru bekerja seperti engsel. Batasnya tidak pernah diumumkan, dan cuma pembaca yang teliti yang akan menemukannya.
- Yang dituduhkan Allah mencintai, bukan menolak, sehingga tuduhannya menyangkut kecenderungan hati. Susunan itu sejalan dengan 75:5 yang menyebut kemauan, dan keduanya menyasar bagian dalam dan bukan perbuatan. Kalau yang dipersoalkan apa yang dicintai seseorang, apa gunanya membela diri dengan menunjuk perbuatan? Perbuatan bisa dibela dengan alasan, dan kecintaan tidak bisa. Lalu dengan apa seseorang hendak membela kecintaannya sendiri di hadapan yang mengetahuinya?
Ayat 75:21
وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ
Dan kalian mengabaikan akhirat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَwa-tadzaruuna l-aakhiratadan kalian mengabaikan akhirat
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَتَذَرُونَwa-tadzaruunadan kalian meninggalkan
- الْآخِرَةَl-aakhirataakhirat
Inti bacaan
Konsekuensi langsung dari prioritas yang salah: 'dan kalian mengabaikan akhirat', hubungan langsung antara cinta berlebihan pada dunia dan pengabaian terhadap dimensi yang lebih penting, pilihan yang membentuk konsekuensi jangka panjang.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَتَذَرُونَ, wa tadzaruun) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 26:166, 37:125, dan 75:21. Ia berarti dan kalian meninggalkan.
Perhatikan bahwa di 26:166 dan 37:125 sebutan itu dipakai untuk meninggalkan sesuatu demi yang lain. Susunannya sama dengan ayat ini.
Jadi tiga pemakaiannya sama-sama menyebut pertukaran. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.
Kata (الْآخِرَةَ, al-aakhirah) muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:152, 17:19, 29:64, dan 74:53. Ia menamai kehidupan yang datang kemudian.
Perhatikan bahwa 74:53 ada di surah tepat sebelum surah ini. Dua surah bertetangga memakai sebutan yang sama.
Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pemakaiannya berdekatan letaknya.
Perhatikan bahwa ayat ini melanjutkan 75:20 tanpa penghubung baru. Dua ayat membentuk satu kalimat.
Yang di 75:20 dicintai, dan yang di sini ditinggalkan. Susunan itu memasangkan dua perbuatan yang berlawanan.
Al-Qur'an tidak menyatakan pemasangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya berdiri berurutan.
Perhatikan bahwa susunan yang sama dipakai di 76:27. Di sana pun yang dicintai disebut dulu lalu yang ditinggalkan.
Dua surah bertetangga memakai susunan dua ayat yang sama. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Perhatikan bahwa ayat ini cuma dua patah. Ia sependek 75:8.
Kependekan itu membuat pasangannya terasa timpang. Yang dicintai diberi tiga patah, dan yang ditinggalkan cuma dua.
Al-Qur'an tidak menandai ketimpangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua bagian kalimatnya tidak sama panjang.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup bagian tuduhan. Sesudahnya 75:22 berpindah ke gambaran wajah.
Perpindahan itu terjadi tanpa kalimat pengantar. Al-Qur'an langsung berpindah dari menuduh ke menggambarkan.
Perhatikan bahwa dua pemakaian lainnya berada di surah yang menceritakan umat terdahulu. Yang di sini menyapa pembacanya langsung.
Perbedaan sasaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu susunan dipakai untuk cerita dan untuk teguran.
Perhatikan bahwa sebutan akhirat di ayat ini memakai tanda takrif. Ia disebut sebagai sesuatu yang sudah dikenal.
Susunan itu tidak memperkenalkan apa pun. Yang ditegur dianggap sudah tahu.
Al-Qur'an tidak menyatakan anggapan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebutannya memakai penanda yang sudah dikenal.
Perhatikan bahwa dua ayat ini tidak menyebut sebab. Al-Qur'an tidak menerangkan mengapa mereka memilih begitu.
Yang disebut cuma pilihannya. Alasannya dibiarkan kosong.
Kekosongan itu sejalan dengan 75:5 yang juga tidak menyebut sebab. Dua tuduhan sama-sama berhenti di perbuatannya.
Al-Qur'an tidak mengisi kekosongan itu di ayat mana pun. Pembacanya dibiarkan menimbangnya sendiri.
Perhatikan bahwa surah ini menegur tanpa menyebut nama siapa pun. Sasarannya dibiarkan luas.
Susunan itu berlaku di seluruh empat puluh ayatnya. Al-Qur'an tidak menyebut satu nama pun di dalamnya.
Tafsiran
Ayat ini menutup teguran dengan menyandingkan cinta dunia dengan pengabaian akhirat. Ayat ini melengkapi tuduhan di 75:20 dengan menyebut yang ditinggalkan. Kata pertamanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 26:166, 37:125, dan 75:21.
Di 26:166 dan 37:125 kata itu dipakai untuk meninggalkan sesuatu demi yang lain, sehingga tiga pemakaiannya sama-sama menyebut pertukaran. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.
Kata keduanya muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:152, 17:19, 29:64, dan 74:53. Perhatikan bahwa 74:53 ada di surah tepat sebelum surah ini, sehingga dua surah bertetangga memakai sebutan yang sama.
Ayat ini juga melanjutkan 75:20 tanpa penghubung baru, sehingga dua ayat membentuk satu kalimat. Yang di 75:20 dicintai dan yang di sini ditinggalkan, dan susunan yang sama dipakai di 76:27.
Ayat ini juga cuma dua patah, sependek 75:8, sehingga pasangannya terasa timpang. Ayat ini juga menutup bagian tuduhan, sebab 75:22 berpindah ke gambaran wajah tanpa kalimat pengantar. Dua pemakaian lainnya juga berada di surah yang menceritakan umat terdahulu, sedangkan yang di sini menyapa pembacanya langsung. Sebutan akhirat di ayat ini juga memakai tanda takrif, sehingga ia disebut sebagai sesuatu yang sudah dikenal dan yang ditegur dianggap sudah tahu. Dua ayat ini juga tidak menyebut sebab, sejalan dengan 75:5 yang juga berhenti di perbuatannya.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya dipakai Allah cuma di 26:166, 37:125, dan 75:21. Di dua ayat yang lain ia dipakai untuk meninggalkan sesuatu demi yang lain, sehingga ketiganya sama-sama menyebut pertukaran. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu dengan satu kalimat pun, dan ia baru terlihat kalau ketiganya dibaca berdampingan. Dua pemakaian lainnya berada di surah yang menceritakan umat terdahulu, dan yang di sini menyapa pembacanya langsung. Satu susunan dipakai untuk bercerita tentang yang lampau sekaligus untuk menegur yang sekarang. Perbedaan sasaran itu tidak pernah dinyatakan.
- Kata keduanya dipakai Allah 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:152, 17:19, 29:64, dan 74:53. Ayat 74:53 ada di surah tepat sebelum surah ini, sehingga dua pemakaiannya berdekatan letaknya di mushaf. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu, dan ia cuma terlihat oleh pembaca yang membaca berurutan. Dua surah yang bersebelahan memakai sebutan yang sama untuk perkara yang sama. Kedekatan letak seperti itu membuat gemanya terdengar oleh pembaca yang membacanya secara berurutan. Gemanya tidak ditandai satu kalimat pun.
- Ayat ini melanjutkan 75:20 tanpa penghubung baru, sehingga dua ayat membentuk satu kalimat utuh. Yang di 75:20 dicintai, dan yang di sini ditinggalkan Allah sebutkan sesudahnya. Susunan itu memasangkan dua perbuatan yang berlawanan tanpa satu kata penghubung di antaranya. Kalimat yang dipecah menjadi dua baris memberi jeda tepat di antara dua perbuatan. Jeda itu membuat pertukarannya terasa sebagai dua langkah yang terpisah, bukan satu gerakan. Dua langkah itu berdiri di dua baris terpisah.
- Susunan yang sama dipakai Allah di 76:27, sebab di sana pun yang dicintai disebut dulu lalu yang ditinggalkan. Dua surah bertetangga memakai susunan dua ayat yang sama persis. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu, dan ia cuma terlihat kalau dua surah itu dibaca beriringan. Dua surah bertetangga menyusun pasangan yang sama dengan urutan yang sama. Yang dicintai selalu disebut lebih dulu, sedangkan yang ditinggalkan menyusul di baris berikutnya. Urutannya tidak pernah dibalik di antara keduanya.
- Ayat ini cuma dua patah, sependek 75:8, sehingga pasangannya terasa timpang. Allah memberi tiga patah untuk yang dicintai dan cuma dua patah untuk yang ditinggalkan. Al-Qur'an tidak menandai ketimpangan itu, dan panjang barisnya sendiri yang menyampaikan bobotnya. Panjang baris yang tidak seimbang menaruh bobot pada bagian yang lebih panjang. Yang dicintai diberi ruang yang lebih besar daripada yang ditinggalkan di baris sesudahnya. Bobotnya condong ke sisi yang disebut lebih dulu.
- Yang dituduhkan Allah bukan menolak akhirat, melainkan meninggalkannya. Meninggalkan tidak menuntut penolakan terang-terangan, sebab cukup dengan tidak mengurusnya. Kalau seseorang bisa kehilangan akhirat tanpa pernah membantahnya, tanda apa yang bisa dipakainya untuk memeriksa dirinya sendiri? Meninggalkan sesuatu tidak menuntut sikap apa pun terhadapnya. Ia cukup dikerjakan dengan mengurus hal lain terus-menerus sampai yang satu itu terlupa. Lupa seperti itu tidak menuntut niat menolak.