كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ

Sekali-kali tidak! Bahkan kalian mencintai kehidupan dunia,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَkallaa bal tuhibbuuna l-'aajilatasekali-kali tidak, bahkan kalian mencintai kehidupan dunia

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. كَلَّاkallaasekali-kali tidak
  2. بَلْbalbahkan
  3. تُحِبُّونَtuhibbuunakalian mencintai
  4. الْعَاجِلَةَl-'aajilatakehidupan yang segera

Inti bacaan

Diagnosis prioritas yang keliru: 'sekali-kali tidak! Bahkan, kalian mencintai kehidupan dunia', pengungkapan preferensi mendasar yang menjelaskan berbagai perilaku bermasalah sebelumnya, akar masalah yang lebih dalam dari sekadar ketidaktahuan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (كَلَّا, kallaa) muncul lagi di ayat ini. Ini pemakaian keduanya di surah ini sesudah 75:11.

Perhatikan bahwa jaraknya sembilan ayat. Pemakaian ketiganya menyusul enam ayat kemudian di 75:26.

Kata (تُحِبُّونَ, tuhibbuun) muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:31, 3:92, 7:79, dan 61:13. Ia berarti kalian mencintai.

Kata (الْعَاجِلَةَ, al-'aajilah) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 17:18, 75:20, dan 76:27. Ia menamai kehidupan yang cepat berlalu.

Perhatikan bahwa 76:27 ada di surah tepat sesudah surah ini. Dua surah bertetangga memakai sebutan yang sama.

Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua dari tiga pemakaiannya berada di dua surah berurutan.

Perhatikan bahwa 76:27 juga menyebut meninggalkan yang berat. Di sini yang disebut meninggalkan akhirat.

Jadi dua ayat memakai susunan yang hampir sama. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.

Perhatikan bahwa ayat ini menyapa banyak orang. Empat ayat sebelumnya menyapa satu orang.

Pergantian jumlah sasaran itu terjadi tanpa aba-aba. Al-Qur'an tidak memberi kalimat pengantar.

Perhatikan bahwa sebutan pembantah di awal ayat menandai kembalinya pokok semula. Selaannya berakhir di sini.

Susunan itu memakai satu patah untuk menutup dan membuka sekaligus. Al-Qur'an tidak menandai pekerjaan ganda itu.

Perhatikan bahwa yang dituduhkan mencintai, bukan menolak. Tuduhannya menyangkut kecenderungan hati.

Susunan itu sejalan dengan 75:5 yang menyebut kemauan. Dua tuduhan sama-sama menyangkut apa yang diinginkan.

Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya menyasar bagian dalam, bukan perbuatan.

Perhatikan bahwa ayat ini memulai pasangan dengan 75:21. Dua ayat itu membentuk satu kalimat.

Perhatikan bahwa 17:18 juga memakai sebutan yang sama untuk kehidupan yang cepat berlalu. Di sana ia dipakai untuk orang yang menghendakinya.

Jadi tiga pemakaiannya sama-sama menyangkut kecenderungan memilih. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.

Perhatikan bahwa sebutan itu tidak pernah dipakai untuk hal yang netral. Ketiganya berdiri dalam kalimat yang menegur.

Kesamaan nada itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya berdiri di tempat yang serupa.

Perhatikan bahwa perbuatan mencintai di ayat ini memakai susunan yang menyapa. Ia tidak berbicara tentang orang lain.

Susunan itu menaruh pembacanya di pihak yang dituduh. Al-Qur'an tidak menyatakan penempatan itu.

Yang bisa dibaca cuma bahwa sapaannya langsung, bukan cerita tentang pihak ketiga.

Perhatikan bahwa sembilan pemakaian perbuatan itu tersebar di enam surah. Empat di antaranya di surah 3.

Jadi pemakaiannya terkumpul di satu surah panjang. Al-Qur'an tidak menandai pengumpulan itu.

Perhatikan bahwa ayat ini dan 75:21 membentuk satu kalimat. Yang dicintai disebut lebih dulu, dan yang ditinggalkan menyusul.

Urutan itu sama dengan urutan di 76:27. Dua ayat di dua surah bertetangga memakai susunan yang sama.

Tafsiran

Ayat ini beralih menegur kecenderungan manusia mencintai kehidupan dunia yang fana. Ayat ini kembali ke pokok semula dengan menuduh kecintaan pada yang cepat berlalu. Kata pertamanya muncul lagi di sini sesudah 75:11, dengan jarak sembilan ayat, dan pemakaian ketiganya menyusul di 75:26.

Kata ketiganya muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:31, 3:92, 7:79, dan 61:13. Kata terakhirnya muncul 3 kali, yaitu 17:18, 75:20, dan 76:27, dan ia menamai kehidupan yang cepat berlalu.

Perhatikan bahwa 76:27 ada di surah tepat sesudah surah ini, sehingga dua surah bertetangga memakai sebutan yang sama. Ayat 76:27 juga menyebut meninggalkan yang berat, sedangkan di sini yang disebut meninggalkan akhirat.

Ayat ini juga menyapa banyak orang, padahal empat ayat sebelumnya menyapa satu orang. Pergantian jumlah sasaran itu terjadi tanpa aba-aba.

Sebutan pembantah di awal ayat juga menandai kembalinya pokok semula, sebab selaannya berakhir di sini. Yang dituduhkan juga mencintai dan bukan menolak, sejalan dengan 75:5 yang menyebut kemauan. Ayat 17:18 juga memakai sebutan yang sama untuk kehidupan yang cepat berlalu, sehingga tiga pemakaiannya sama-sama menyangkut kecenderungan memilih dan ketiganya berdiri dalam kalimat yang menegur. Perbuatan mencintai di ayat ini juga memakai susunan yang menyapa dan bukan bercerita tentang pihak ketiga. Sembilan pemakaiannya juga tersebar di enam surah, dengan empat di antaranya di surah 3.

Renungan dan Hikmah

  • Kata pertamanya dipakai Allah lagi di sini sesudah 75:11, dengan jarak sembilan ayat, dan pemakaian ketiganya menyusul enam ayat kemudian di 75:26. Tiga pemakaian itu memotong surahnya di tempat yang hampir teratur jaraknya. Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu, dan kerangkanya cuma terbaca dari letak ketiganya. Tiga potongan yang berjarak hampir teratur memberi surahnya bentuk yang bisa dirasakan tanpa diumumkan. Pembaca yang menandai ketiganya akan melihat kerangka empat bagian yang panjangnya hampir seimbang.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 17:18, 75:20, dan 76:27, dan ia menamai kehidupan yang cepat berlalu. Ayat 76:27 ada di surah tepat sesudah surah ini, sehingga dua dari tiga pemakaiannya berada di dua surah berurutan. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu dengan satu kalimat pun. Dua surah yang bersebelahan memakai sebutan yang cuma tiga kali dipakai di seluruh mushaf. Kedekatan seperti itu menandai bahwa keduanya sedang membicarakan kecenderungan yang sama.
  • Ayat 76:27 juga menyebut meninggalkan yang berat, sedangkan di sini Allah menyebut meninggalkan akhirat. Dua ayat memakai susunan yang hampir sama, yaitu mencintai yang satu lalu meninggalkan yang lain. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu, dan ia cuma terlihat kalau dua surah itu dibaca beriringan. Mencintai yang cepat dan meninggalkan yang berat adalah dua sisi dari satu pilihan. Dua surah menyusunnya dengan urutan yang persis sama, dan tak satu pun menunjuk yang lain.
  • Ayat ini menyapa banyak orang, padahal empat ayat sebelumnya menyapa satu orang. Pergantian jumlah sasaran itu terjadi tanpa aba-aba dan tanpa kalimat pengantar dari Allah. Pembaca yang baru saja mendengar larangan pribadi tiba-tiba mendapati dirinya termasuk yang dituduh. Sapaan yang berganti dari perorangan ke jamak menarik pembacanya kembali ke barisan. Ia baru saja menonton sebuah perintah pribadi, dan kini justru ia sendiri yang dituduh.
  • Sebutan pembantah di awal ayat menandai kembalinya pokok semula, sebab selaan yang dimulai Allah di 75:16 berakhir di sini. Satu patah dipakai untuk menutup bagian lama dan membuka bagian baru sekaligus. Al-Qur'an tidak menandai pekerjaan ganda itu, dan batas selaannya tidak pernah diumumkan. Satu patah yang menutup bagian lama sekaligus membuka bagian baru bekerja seperti engsel. Batasnya tidak pernah diumumkan, dan cuma pembaca yang teliti yang akan menemukannya.
  • Yang dituduhkan Allah mencintai, bukan menolak, sehingga tuduhannya menyangkut kecenderungan hati. Susunan itu sejalan dengan 75:5 yang menyebut kemauan, dan keduanya menyasar bagian dalam dan bukan perbuatan. Kalau yang dipersoalkan apa yang dicintai seseorang, apa gunanya membela diri dengan menunjuk perbuatan? Perbuatan bisa dibela dengan alasan, dan kecintaan tidak bisa. Lalu dengan apa seseorang hendak membela kecintaannya sendiri di hadapan yang mengetahuinya?