وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ
Dan kalian mengabaikan akhirat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَwa-tadzaruuna l-aakhiratadan kalian mengabaikan akhirat
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَتَذَرُونَwa-tadzaruunadan kalian meninggalkan
- الْآخِرَةَl-aakhirataakhirat
Inti bacaan
Konsekuensi langsung dari prioritas yang salah: 'dan kalian mengabaikan akhirat', hubungan langsung antara cinta berlebihan pada dunia dan pengabaian terhadap dimensi yang lebih penting, pilihan yang membentuk konsekuensi jangka panjang.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَتَذَرُونَ, wa tadzaruun) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 26:166, 37:125, dan 75:21. Ia berarti dan kalian meninggalkan.
Perhatikan bahwa di 26:166 dan 37:125 sebutan itu dipakai untuk meninggalkan sesuatu demi yang lain. Susunannya sama dengan ayat ini.
Jadi tiga pemakaiannya sama-sama menyebut pertukaran. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.
Kata (الْآخِرَةَ, al-aakhirah) muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:152, 17:19, 29:64, dan 74:53. Ia menamai kehidupan yang datang kemudian.
Perhatikan bahwa 74:53 ada di surah tepat sebelum surah ini. Dua surah bertetangga memakai sebutan yang sama.
Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pemakaiannya berdekatan letaknya.
Perhatikan bahwa ayat ini melanjutkan 75:20 tanpa penghubung baru. Dua ayat membentuk satu kalimat.
Yang di 75:20 dicintai, dan yang di sini ditinggalkan. Susunan itu memasangkan dua perbuatan yang berlawanan.
Al-Qur'an tidak menyatakan pemasangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya berdiri berurutan.
Perhatikan bahwa susunan yang sama dipakai di 76:27. Di sana pun yang dicintai disebut dulu lalu yang ditinggalkan.
Dua surah bertetangga memakai susunan dua ayat yang sama. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Perhatikan bahwa ayat ini cuma dua patah. Ia sependek 75:8.
Kependekan itu membuat pasangannya terasa timpang. Yang dicintai diberi tiga patah, dan yang ditinggalkan cuma dua.
Al-Qur'an tidak menandai ketimpangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua bagian kalimatnya tidak sama panjang.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup bagian tuduhan. Sesudahnya 75:22 berpindah ke gambaran wajah.
Perpindahan itu terjadi tanpa kalimat pengantar. Al-Qur'an langsung berpindah dari menuduh ke menggambarkan.
Perhatikan bahwa dua pemakaian lainnya berada di surah yang menceritakan umat terdahulu. Yang di sini menyapa pembacanya langsung.
Perbedaan sasaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu susunan dipakai untuk cerita dan untuk teguran.
Perhatikan bahwa sebutan akhirat di ayat ini memakai tanda takrif. Ia disebut sebagai sesuatu yang sudah dikenal.
Susunan itu tidak memperkenalkan apa pun. Yang ditegur dianggap sudah tahu.
Al-Qur'an tidak menyatakan anggapan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebutannya memakai penanda yang sudah dikenal.
Perhatikan bahwa dua ayat ini tidak menyebut sebab. Al-Qur'an tidak menerangkan mengapa mereka memilih begitu.
Yang disebut cuma pilihannya. Alasannya dibiarkan kosong.
Kekosongan itu sejalan dengan 75:5 yang juga tidak menyebut sebab. Dua tuduhan sama-sama berhenti di perbuatannya.
Al-Qur'an tidak mengisi kekosongan itu di ayat mana pun. Pembacanya dibiarkan menimbangnya sendiri.
Perhatikan bahwa surah ini menegur tanpa menyebut nama siapa pun. Sasarannya dibiarkan luas.
Susunan itu berlaku di seluruh empat puluh ayatnya. Al-Qur'an tidak menyebut satu nama pun di dalamnya.
Tafsiran
Ayat ini menutup teguran dengan menyandingkan cinta dunia dengan pengabaian akhirat. Ayat ini melengkapi tuduhan di 75:20 dengan menyebut yang ditinggalkan. Kata pertamanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 26:166, 37:125, dan 75:21.
Di 26:166 dan 37:125 kata itu dipakai untuk meninggalkan sesuatu demi yang lain, sehingga tiga pemakaiannya sama-sama menyebut pertukaran. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.
Kata keduanya muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:152, 17:19, 29:64, dan 74:53. Perhatikan bahwa 74:53 ada di surah tepat sebelum surah ini, sehingga dua surah bertetangga memakai sebutan yang sama.
Ayat ini juga melanjutkan 75:20 tanpa penghubung baru, sehingga dua ayat membentuk satu kalimat. Yang di 75:20 dicintai dan yang di sini ditinggalkan, dan susunan yang sama dipakai di 76:27.
Ayat ini juga cuma dua patah, sependek 75:8, sehingga pasangannya terasa timpang. Ayat ini juga menutup bagian tuduhan, sebab 75:22 berpindah ke gambaran wajah tanpa kalimat pengantar. Dua pemakaian lainnya juga berada di surah yang menceritakan umat terdahulu, sedangkan yang di sini menyapa pembacanya langsung. Sebutan akhirat di ayat ini juga memakai tanda takrif, sehingga ia disebut sebagai sesuatu yang sudah dikenal dan yang ditegur dianggap sudah tahu. Dua ayat ini juga tidak menyebut sebab, sejalan dengan 75:5 yang juga berhenti di perbuatannya.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya dipakai Allah cuma di 26:166, 37:125, dan 75:21. Di dua ayat yang lain ia dipakai untuk meninggalkan sesuatu demi yang lain, sehingga ketiganya sama-sama menyebut pertukaran. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu dengan satu kalimat pun, dan ia baru terlihat kalau ketiganya dibaca berdampingan. Dua pemakaian lainnya berada di surah yang menceritakan umat terdahulu, dan yang di sini menyapa pembacanya langsung. Satu susunan dipakai untuk bercerita tentang yang lampau sekaligus untuk menegur yang sekarang. Perbedaan sasaran itu tidak pernah dinyatakan.
- Kata keduanya dipakai Allah 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 3:152, 17:19, 29:64, dan 74:53. Ayat 74:53 ada di surah tepat sebelum surah ini, sehingga dua pemakaiannya berdekatan letaknya di mushaf. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu, dan ia cuma terlihat oleh pembaca yang membaca berurutan. Dua surah yang bersebelahan memakai sebutan yang sama untuk perkara yang sama. Kedekatan letak seperti itu membuat gemanya terdengar oleh pembaca yang membacanya secara berurutan. Gemanya tidak ditandai satu kalimat pun.
- Ayat ini melanjutkan 75:20 tanpa penghubung baru, sehingga dua ayat membentuk satu kalimat utuh. Yang di 75:20 dicintai, dan yang di sini ditinggalkan Allah sebutkan sesudahnya. Susunan itu memasangkan dua perbuatan yang berlawanan tanpa satu kata penghubung di antaranya. Kalimat yang dipecah menjadi dua baris memberi jeda tepat di antara dua perbuatan. Jeda itu membuat pertukarannya terasa sebagai dua langkah yang terpisah, bukan satu gerakan. Dua langkah itu berdiri di dua baris terpisah.
- Susunan yang sama dipakai Allah di 76:27, sebab di sana pun yang dicintai disebut dulu lalu yang ditinggalkan. Dua surah bertetangga memakai susunan dua ayat yang sama persis. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu, dan ia cuma terlihat kalau dua surah itu dibaca beriringan. Dua surah bertetangga menyusun pasangan yang sama dengan urutan yang sama. Yang dicintai selalu disebut lebih dulu, sedangkan yang ditinggalkan menyusul di baris berikutnya. Urutannya tidak pernah dibalik di antara keduanya.
- Ayat ini cuma dua patah, sependek 75:8, sehingga pasangannya terasa timpang. Allah memberi tiga patah untuk yang dicintai dan cuma dua patah untuk yang ditinggalkan. Al-Qur'an tidak menandai ketimpangan itu, dan panjang barisnya sendiri yang menyampaikan bobotnya. Panjang baris yang tidak seimbang menaruh bobot pada bagian yang lebih panjang. Yang dicintai diberi ruang yang lebih besar daripada yang ditinggalkan di baris sesudahnya. Bobotnya condong ke sisi yang disebut lebih dulu.
- Yang dituduhkan Allah bukan menolak akhirat, melainkan meninggalkannya. Meninggalkan tidak menuntut penolakan terang-terangan, sebab cukup dengan tidak mengurusnya. Kalau seseorang bisa kehilangan akhirat tanpa pernah membantahnya, tanda apa yang bisa dipakainya untuk memeriksa dirinya sendiri? Meninggalkan sesuatu tidak menuntut sikap apa pun terhadapnya. Ia cukup dikerjakan dengan mengurus hal lain terus-menerus sampai yang satu itu terlupa. Lupa seperti itu tidak menuntut niat menolak.