وَلَٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ
Tetapi ia mendustakan dan berpaling,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰwa-laakin kadzdzaba wa-tawallaatetapi ia mendustakan dan berpaling
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
- كَذَّبَkadzdzabamendustakan
- وَتَوَلَّىٰwa-tawallaadan berpaling
Inti bacaan
Penolakan aktif bukan pasif: 'tetapi ia mendustakan dan berpaling', penegasan bahwa kegagalan bukan karena ketidaktahuan, melainkan penolakan yang disengaja dan tindakan aktif menjauh dari kebenaran.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ, kadzdzaba wa tawallaa) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an: 20:48, 75:32, 92:16, dan 96:13. Ia menyebut mendustakan lalu berpaling.
Perhatikan bahwa tiga ayat lainnya berada di surah pendek yang menegur manusia. Susunannya serupa dengan ayat ini.
Jadi empat pemakaiannya berkumpul di jenis ayat yang sama. Al-Qur'an tidak menandai pengumpulan itu.
Perhatikan bahwa 92:16 dan 96:13 berada di dua surah yang juga berbagi rumus lain dengan surah ini. Kesamaan itu berlapis.
Al-Qur'an tidak menandai kesamaan berlapis itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga surah memakai bahan yang sama.
Kata (وَلَٰكِنْ, wa laakin) muncul 57 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:12, 4:157, 8:17, dan 33:40. Ia membalikkan pernyataan sebelumnya.
Perhatikan bahwa ayat ini membalikkan 75:31. Yang tadinya tidak dikerjakan kini diganti dengan yang dikerjakan.
Susunan itu melengkapi gambarannya. Bukan cuma tidak berbuat baik, melainkan berbuat sebaliknya.
Al-Qur'an tidak menyatakan pelengkapan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat berpasangan.
Perhatikan bahwa dua perbuatan di ayat ini juga berbeda jenisnya. Yang pertama ucapan, dan yang kedua gerakan.
Susunan itu sejajar dengan 75:31. Dua ayat sama-sama memasangkan batin dan tubuh.
Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai susunan yang sama.
Perhatikan bahwa empat perbuatan disebut di dua ayat ini. Dua disangkal dan dua ditegaskan.
Keseimbangan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa jumlahnya sama di kedua sisi.
Perhatikan bahwa ayat ini cuma tiga patah. Ia lebih pendek daripada 75:31 yang disangkalnya.
Perhatikan bahwa 20:48 berada di surah panjang yang menceritakan Musa. Tiga pemakaian lainnya di surah pendek.
Perbedaan letak itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu rangkaian dipakai di dua jenis surah.
Perhatikan bahwa di 20:48 rangkaian itu menyebut siapa yang akan diazab. Yang di sini menyebut apa yang dikerjakan.
Dua pemakaian itu berbeda maksudnya. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.
Perhatikan bahwa dua perbuatan di ayat ini berurutan waktu. Mendustakan lebih dulu, lalu berpaling.
Urutan itu masuk akal. Al-Qur'an tidak menyatakan kewajaran itu.
Perhatikan bahwa berpaling adalah gerakan yang bisa dilihat. Mendustakan tidak selalu bisa.
Susunan itu memasangkan yang tersembunyi dengan yang tampak. Cara yang sama dipakai di 75:31.
Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai pasangan yang sama.
Perhatikan bahwa dua ayat ini tidak menyebut siapa yang dituduh. Sasarannya dibiarkan terbuka.
Ketiadaan nama itu berlaku di seluruh surah ini. Al-Qur'an tidak menyebut satu nama pun.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan sifat penolakan orang tersebut terhadap kebenaran. Ayat ini membalikkan 75:31 dengan menyebut apa yang justru dikerjakan. Rangkaian dua kata terakhirnya muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 20:48, 75:32, 92:16, dan 96:13.
Tiga ayat lainnya berada di surah pendek yang menegur manusia dengan susunan yang serupa, sehingga empat pemakaiannya berkumpul di jenis ayat yang sama. Ayat 92:16 dan 96:13 juga berada di dua surah yang berbagi rumus lain dengan surah ini.
Kata pertamanya muncul 57 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:12, 4:157, 8:17, dan 33:40, dan ia membalikkan pernyataan sebelumnya. Ayat ini membalikkan 75:31, sebab yang tadinya tidak dikerjakan kini diganti dengan yang dikerjakan.
Dua perbuatan di ayat ini juga berbeda jenisnya, yaitu ucapan dan gerakan, sejalan dengan 75:31 yang juga memasangkan batin dan tubuh. Empat perbuatan disebut di dua ayat ini, yaitu dua yang disangkal dan dua yang ditegaskan.
Ayat ini juga cuma tiga patah dan lebih pendek daripada 75:31 yang dibalikkannya. Ayat 20:48 juga berada di surah panjang yang menceritakan Musa sedangkan tiga pemakaian lainnya di surah pendek, dan di sana rangkaian itu menyebut siapa yang akan diazab. Dua perbuatan di ayat ini juga berurutan waktu, sebab mendustakan lebih dulu lalu berpaling. Berpaling juga gerakan yang bisa dilihat sedangkan mendustakan tidak selalu bisa.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 20:48, 75:32, 92:16, dan 96:13. Tiga ayat lainnya berada di surah pendek yang menegur manusia dengan susunan serupa, sehingga empat pemakaiannya berkumpul di jenis ayat yang sama. Al-Qur'an tidak menandai pengumpulan itu dengan satu kalimat pun. Satu rangkaian yang dipakai di surah panjang dan tiga surah pendek menandai ia bukan milik satu jenis ayat. Yang berbeda cuma pekerjaannya di masing-masing tempat. Pekerjaannya berbeda-beda menurut tempat ia berdiri.
- Ayat 92:16 dan 96:13 berada di dua surah yang juga berbagi rumus lain dengan surah ini. Surah 92 memakai sebutan membenarkan seperti di 75:31, dan surah 96 memakai susunan pembantah seperti di 75:11. Kesamaannya berlapis, dan Allah tidak menandai satu lapis pun di antaranya. Surah 92 memakai sebutan membenarkan, dan surah 96 memakai susunan pembantah. Tiga surah pendek itu berbagi bahan yang sama tanpa satu pun menunjuk yang lain. Ketiganya berdiri sendiri-sendiri tanpa saling menunjuk sedikit pun.
- Kata pertamanya dipakai Allah 57 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:12, 4:157, 8:17, dan 33:40. Ayat ini membalikkan 75:31, sebab yang tadinya tidak dikerjakan kini diganti dengan yang dikerjakan. Bukan cuma tidak berbuat baik, melainkan berbuat sebaliknya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan pelengkapan itu. Menyangkal dulu lalu menegaskan sebaliknya adalah cara menutup dua sisi sekaligus. Tidak ada ruang tersisa antara tidak berbuat baik dan berbuat sebaliknya. Celah di antara dua sisi itu tertutup rapat sekali.
- Dua perbuatan di ayat ini berbeda jenisnya, sebab yang pertama ucapan dan yang kedua gerakan. Susunan itu sejajar dengan 75:31 yang juga dipakai Allah untuk memasangkan batin dan tubuh. Dua ayat memakai susunan yang sama, dan Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Mendustakan terjadi di dalam dan berpaling terjadi di luar. Dua ayat berpasangan sama-sama memasangkan yang tersembunyi dengan yang tampak. Yang di dalam dan yang di luar dicatat bersama-sama.
- Empat perbuatan disebut Allah di dua ayat ini, yaitu dua yang disangkal dan dua yang ditegaskan. Keseimbangan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an sama sekali. Jumlahnya sama di kedua sisi, dan susunan seimbang seperti itu jarang terjadi tanpa maksud. Dua yang disangkal dan dua yang ditegaskan membentuk susunan yang seimbang. Keseimbangan seperti itu memberi dua baris pendek bentuk yang rapi. Bentuk yang rapi itu terasa meski tidak diumumkan.
- Ayat ini cuma tiga patah dan lebih pendek daripada 75:31 yang dibalikkannya Allah. Yang menegaskan diberi ruang lebih sempit daripada yang menyangkal. Lalu apa gunanya memperpendek justru pada bagian yang bobotnya paling berat? Ruang yang lebih sempit untuk bagian yang lebih berat membalik kebiasaan menulis. Yang penting biasanya diberi tempat lebih luas, dan di sini tidak. Kebiasaan menulis dibalik tepat di bagian yang menentukan.