ثُمَّ أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰ

Kemudian celakalah engkau, maka celakalah!

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. ثُمَّ أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰtsumma awlaa laka fa-awlaakemudian celakalah engkau, maka celakalah

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. أَوْلَىٰawlaalebih berhak
  3. لَكَlakabagimu
  4. فَأَوْلَىٰfa-awlaamaka celakalah

Inti bacaan

Penguatan peringatan kedua: 'kemudian celakalah engkau, maka celakalah!', repetisi lanjutan yang memperkuat keseriusan konsekuensi, pola linguistik yang menegaskan bobot pesan.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (أَوْلَىٰ لَكَ, aulaa laka) muncul lagi di ayat ini. Ini pemakaian keduanya sesudah 75:34.

Rangkaian (أَوْلَىٰ لَكَ, aulaa laka) dipakai 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 75:34 dan 75:35. Ayat ini mengulang 75:34 hampir persis, dan yang ditambahkan cuma satu sebutan penyambung di depannya.

Jadi dua ayat berurutan berbeda satu patah saja. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu.

Perhatikan bahwa sebutan penyambung itu menandai urutan. Ancaman kedua datang sesudah yang pertama.

Susunan itu menunda, bukan menambah. Al-Qur'an tidak menyatakan penundaan itu.

Perhatikan bahwa ancamannya diulang empat kali dalam dua baris. Dua kali di 75:34 dan dua kali di sini.

Kepadatan itu tidak ada bandingnya di surah ini. Al-Qur'an tidak menandainya.

Perhatikan bahwa isi ancamannya tetap tidak disebut. Dua ayat berlalu tanpa satu keterangan.

Kekosongan itu tidak diisi di ayat berikutnya. Ayat 75:36 justru berpindah ke pertanyaan.

Al-Qur'an tidak mengisi kekosongan itu di ayat mana pun. Pembacanya dibiarkan tanpa perincian.

Perhatikan bahwa dua ayat ini menutup bagian penilaian. Sesudahnya surahnya berpindah ke pertanyaan penutup.

Perpindahan itu terjadi tanpa kalimat pengantar. Al-Qur'an langsung berpindah dari mengancam ke bertanya.

Perhatikan bahwa ayat ini empat patah. Ia satu patah lebih panjang daripada 75:34.

Perbedaan sekecil itu memperlambat iramanya. Al-Qur'an tidak menandai perlambatan itu.

Perhatikan bahwa dua ayat ini berdiri hampir di tengah antara 75:31 dan 75:40. Letaknya membagi bagian penutup.

Pembagian itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ancamannya berdiri di tengah.

Perhatikan bahwa dua baris ini satu-satunya tempat di surah ini yang mengulang ayat hampir utuh. Tidak ada pasangan lain yang begitu.

Kekhususan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua baris bersebelahan hampir sama.

Perhatikan bahwa sebutan penyambung yang ditambahkan juga dipakai di 75:33 dan 75:38. Tiga ayat memakainya.

Tiga pemakaian itu tersebar di bagian penutup. Al-Qur'an tidak menandai penyebaran itu.

Perhatikan bahwa pengulangan hampir utuh seperti ini jarang di Al-Qur'an. Ia biasanya dipakai untuk refrein.

Di sini ia tidak berfungsi sebagai refrein. Dua barisnya bersebelahan, bukan berjauhan.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua baris berdempetan.

Perhatikan bahwa dua baris ini tidak menyebut siapa yang mengancam. Susunannya tidak memakai pelaku.

Cara menghilangkan pelaku itu berulang di sepanjang surah ini. Al-Qur'an tidak menandainya sekali pun.

Perhatikan bahwa sesudah dua baris ini surahnya melambat. Empat ayat terakhirnya lebih panjang.

Tafsiran

Ayat ini mengulang seruan celaan sebagai penegasan retoris yang lebih keras. Ayat ini mengulang ancaman di 75:34 hampir persis. Rangkaian dua kata terakhirnya muncul lagi di sini, dan ini pemakaian keduanya sesudah 75:34.

Yang ditambahkan cuma satu sebutan penyambung di depannya, sehingga dua ayat berurutan berbeda satu patah saja. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu.

Sebutan penyambung itu menandai urutan, sebab ancaman kedua datang sesudah yang pertama. Susunan itu menunda dan bukan menambah.

Ancamannya juga diulang empat kali dalam dua baris, yaitu dua kali di 75:34 dan dua kali di sini. Kepadatan itu tidak ada bandingnya di surah ini, dan isi ancamannya tetap tidak disebut.

Dua ayat ini juga menutup bagian penilaian, sebab 75:36 berpindah ke pertanyaan penutup tanpa kalimat pengantar. Ayat ini juga empat patah, satu patah lebih panjang daripada 75:34. Dua baris ini juga satu-satunya tempat di surah ini yang mengulang ayat hampir utuh, dan tidak ada pasangan lain yang begitu. Sebutan penyambung yang ditambahkan juga dipakai di 75:33 dan 75:38, sehingga tiga ayat di bagian penutup memakainya. Sesudah dua baris ini surahnya juga melambat, sebab empat ayat terakhirnya lebih panjang. Pengulangan hampir utuh seperti ini juga jarang di Al-Qur'an, dan ia biasanya dipakai untuk refrein yang berjauhan letaknya, bukan untuk dua baris yang berdempetan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini mengulang 75:34 hampir persis, dan yang ditambahkan Allah cuma satu sebutan penyambung di depannya. Dua ayat berurutan karena itu berbeda satu patah saja. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu, dan dua baris yang nyaris identik seperti itu jarang berdiri berdampingan. Dua baris yang berbeda satu patah saja adalah pengulangan paling rapat yang mungkin. Tidak ada pasangan lain semacam itu di seluruh surah ini. Selebihnya tiap baris membawa isi yang berlainan.
  • Sebutan penyambung yang dipakai Allah menandai urutan, sebab ancaman kedua datang sesudah yang pertama. Susunan itu menunda dan bukan menambah keterangan apa pun. Al-Qur'an tidak menyatakan penundaan itu, dan jeda yang ditimbulkannya justru membuat ancamannya terasa lebih lama. Menambahkan satu penyambung tanpa menambah keterangan memperpanjang jeda tanpa mengisi apa pun. Yang bertambah cuma waktunya, bukan isinya. Pendengarnya menunggu isi yang tidak pernah datang.
  • Ancamannya diulang Allah empat kali dalam dua baris, yaitu dua kali di 75:34 dan dua kali di sini. Kepadatan itu tidak ada bandingnya di empat puluh ayat surah ini. Al-Qur'an tidak menandainya, dan pengulangan sepadat itu bekerja lewat telinga sebelum lewat pikiran. Empat kali dalam dua baris adalah kepadatan pengulangan yang tidak ada bandingnya di surah ini. Iramanya sendiri yang menyampaikan bobot ancamannya. Bunyi yang sama terdengar empat kali beruntun.
  • Isi ancamannya tetap tidak disebut Allah, dan dua ayat berlalu tanpa satu keterangan. Kekosongan itu tidak diisi di ayat berikutnya, sebab 75:36 justru berpindah ke pertanyaan. Al-Qur'an tidak mengisi kekosongan itu di ayat mana pun, dan pembacanya dibiarkan tanpa perincian. Dua ayat berlalu tanpa satu keterangan tentang apa yang diancamkan. Ayat berikutnya justru berpindah ke pertanyaan yang lain sama sekali. Pokoknya berpindah tanpa satu jembatan pun disediakan.
  • Dua ayat ini menutup bagian penilaian, dan sesudahnya Allah berpindah ke pertanyaan penutup. Perpindahan itu terjadi tanpa satu kalimat pengantar pun. Yang tadi diancam kini ditanya, dan pergantian nada itu terjadi di antara dua baris yang bersentuhan. Yang tadi diancam kini ditanya, dan pergantian nada itu terjadi di antara dua baris yang bersentuhan. Tidak ada satu kalimat pun yang menjembataninya. Pergantian nada itu terjadi di antara dua baris bersentuhan.
  • Dua ayat ini berdiri hampir di tengah antara 75:31 dan 75:40, sehingga letaknya membagi bagian penutup. Ancaman yang ditaruh Allah di tengah memisahkan penilaian dari pertanyaan. Pembagian itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Kalau sebuah ancaman diulang persis tanpa pernah diisi, apa yang sebenarnya sedang ditinggalkan untuk dipikirkan pendengarnya? Empat ayat terakhir surah ini lebih panjang daripada rata-ratanya. Sesudah dua baris terpendek, iramanya melambat sampai ke ujung. Ayat penutupnya tujuh patah, hampir dua kali rata-ratanya.