أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

Apakah manusia mengira bahwa ia dibiarkan begitu saja?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًىa-yahsabu l-insaanu an yutraka sudanapakah manusia mengira bahwa ia dibiarkan begitu saja

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. أَيَحْسَبُa-yahsabuapakah ia mengira
  2. الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
  3. أَنْanbahwa
  4. يُتْرَكَyutrakadibiarkan
  5. سُدًىsudansia-sia

Inti bacaan

Pertanyaan mendasar tentang tujuan hidup: 'apakah manusia mengira bahwa ia dibiarkan begitu saja?', tantangan terhadap asumsi bahwa keberadaan tanpa makna atau akuntabilitas, penciptaan yang memiliki tujuan bukan kebetulan tanpa arah.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ, a yahsabul insaan) muncul lagi di ayat ini. Ini pemakaian keduanya sesudah 75:3.

Perhatikan bahwa dua pemakaiannya cuma ada di surah ini. Jarak antara keduanya tiga puluh tiga ayat.

Jadi satu pertanyaan mengapit hampir seluruh surah. Al-Qur'an tidak menandai kurungan itu.

Kata (الْإِنْسَانُ, al-insaan) muncul untuk keenam kalinya di surah ini. Lima yang lain di 75:3, 75:5, 75:10, 75:13, dan 75:14.

Perhatikan bahwa lima pemakaian pertama berkumpul di empat belas ayat pertama. Yang keenam menunggu dua puluh dua ayat.

Al-Qur'an tidak menandai penyebaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang terakhir berdiri jauh dari kelimanya.

Rangkaian (أَنْ يُتْرَكَ, an yutraka) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti bahwa ia dibiarkan.

Kata (سُدًى, sudan) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti sia-sia tanpa tujuan.

Jadi ayat pembuka penutup ini memuat dua sebutan yang tidak berulang di mana pun. Al-Qur'an tidak menandai kepadatannya.

Perhatikan bahwa pertanyaan di 75:3 menyangkut tulang yang dikumpulkan. Yang di sini menyangkut hidup yang dibiarkan.

Dua pertanyaan itu berbeda pokoknya. Yang satu tentang bangkit, dan yang lain tentang tujuan.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pembukanya sama dengan isi yang berbeda.

Perhatikan bahwa ayat ini memulai bagian penutup. Empat ayat sesudahnya menjawabnya.

Susunan itu sama dengan 75:3 yang juga dijawab di ayat sesudahnya. Dua bagian dibangun dengan cara yang sama.

Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pertanyaan sama-sama diikuti jawaban.

Perhatikan bahwa surah ini memuat empat pertanyaan. Tiga diajukan kepada manusia, dan satu diucapkan manusia.

Empat pertanyaan itu tersebar dari ayat ketiga sampai ayat terakhir. Al-Qur'an tidak menandai penyebaran itu.

Perhatikan bahwa yang diajukan kepada manusia berada di 75:3, 75:36, dan 75:40. Ketiganya memakai susunan tanya yang berbeda.

Perbedaan susunan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya bertanya dengan cara yang tidak sama.

Perhatikan bahwa tuduhan di sini lebih dalam daripada di 75:3. Yang dibantah bukan sangkaan tentang tulang, melainkan tentang seluruh hidupnya.

Pendalaman itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa pokoknya melebar di ayat kedua.

Perhatikan bahwa ayat ini memakai susunan pasif untuk perbuatan dibiarkan. Pelakunya tidak disebut.

Susunan tanpa pelaku itu dipakai berkali-kali di surah ini. Al-Qur'an tidak menandainya di ayat mana pun.

Perhatikan bahwa empat ayat sesudahnya seluruhnya menjawab dengan asal-usul. Tidak satu pun menjawab dengan ancaman.

Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa jawabannya berupa riwayat, bukan hukuman.

Tafsiran

Ayat ini membuka penutup surah dengan menyanggah anggapan bahwa hidup manusia tanpa tujuan atau pertanggungjawaban. Ayat ini mengulang pertanyaan pembuka surah dengan isi yang berbeda. Rangkaian dua kata pertamanya muncul lagi di sini sesudah 75:3, dan dua pemakaiannya cuma ada di surah ini dengan jarak tiga puluh tiga ayat.

Kata kedua muncul untuk keenam kalinya di surah ini, sesudah 75:3, 75:5, 75:10, 75:13, dan 75:14. Lima pemakaian pertama berkumpul di empat belas ayat pertama, sedangkan yang keenam menunggu dua puluh dua ayat.

Rangkaian sesudahnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya juga 1 kali. Jadi ayat ini memuat dua sebutan yang tidak berulang di mana pun.

Pertanyaan di 75:3 menyangkut tulang yang dikumpulkan, sedangkan yang di sini menyangkut hidup yang dibiarkan. Dua pertanyaan itu berbeda pokoknya, sebab yang satu tentang bangkit dan yang lain tentang tujuan.

Ayat ini juga memulai bagian penutup yang dijawab empat ayat sesudahnya, sama seperti 75:3 yang juga dijawab di ayat sesudahnya. Surah ini juga memuat empat pertanyaan, yaitu tiga yang diajukan kepada manusia di 75:3, 75:36, dan 75:40, serta satu yang diucapkan manusia. Tuduhan di sini juga lebih dalam daripada di 75:3, sebab yang dibantah bukan sangkaan tentang tulang melainkan tentang seluruh hidupnya. Empat ayat sesudahnya juga seluruhnya menjawab dengan asal-usul dan bukan dengan ancaman.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua kata pertamanya dipakai Allah lagi di sini sesudah 75:3, dan dua pemakaiannya cuma ada di surah ini. Jarak antara keduanya tiga puluh tiga ayat, sehingga satu pertanyaan mengapit hampir seluruh surah. Al-Qur'an tidak menandai kurungan itu dengan satu kalimat pun, dan pembacanya baru mengenalinya kalau ia ingat baris ketiga. Empat pertanyaan yang tersebar dari ayat ketiga sampai ayat terakhir memberi surahnya bentuk tanya jawab. Tiga di antaranya diajukan kepada manusia dengan cara yang tidak sama. Bentuk tanya jawab itu berjalan dari awal sampai ujung.
  • Kata kedua dipakai Allah untuk keenam kalinya di surah ini, sesudah 75:3, 75:5, 75:10, 75:13, dan 75:14. Lima pemakaian pertama berkumpul di empat belas ayat pertama, sedangkan yang keenam menunggu dua puluh dua ayat. Al-Qur'an tidak menandai penyebaran itu, dan yang terakhir berdiri jauh dari kelimanya. Sebutan yang menghilang selama dua puluh dua ayat lalu kembali tepat di pembuka penutup bukan kebetulan. Kembalinya menandai bahwa pokoknya sedang ditutup di tempat ia dibuka. Jarak tiga puluh tiga ayat memisahkan dua pertanyaan kembar itu.
  • Rangkaian sesudahnya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya juga 1 kali. Ayat pembuka bagian penutup ini memuat dua sebutan yang tidak berulang di mana pun. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu, dan ia baru terlihat kalau tiap patahnya dicari sendiri. Dua sebutan sekali pakai di ayat pembuka bagian penutup melanjutkan kebiasaan seluruh surahnya. Hampir tiap bagian dibuka dengan kosakata yang tidak dipakai di mana pun lagi. Tiga puluh sembilan patah di surah ini cuma dipakai sekali.
  • Pertanyaan di 75:3 menyangkut tulang yang dikumpulkan, sedangkan yang di sini menyangkut hidup yang dibiarkan. Dua pertanyaan itu berbeda pokoknya, sebab yang satu tentang bangkit dan yang lain tentang tujuan. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu, dan pembukanya sama persis meski isinya berlainan. Sangkaan tentang tulang menyangkut satu peristiwa, dan sangkaan tentang tujuan menyangkut seluruh hidup. Pokoknya melebar di antara dua pertanyaan yang memakai pembuka sama. Lebarnya berbeda meski pembukanya sama persis.
  • Ayat ini memulai bagian penutup yang dijawab Allah dalam empat ayat sesudahnya. Susunan itu sama dengan 75:3 yang juga dijawab di ayat sesudahnya. Dua bagian dibangun dengan cara yang sama, dan Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu sama sekali. Menjawab pertanyaan dengan riwayat asal-usul dan bukan dengan ancaman adalah pilihan yang tidak diterangkan. Empat ayat terakhir seluruhnya menempuh jalan itu. Tidak ada api atau taman yang disebut di ujungnya.
  • Yang dipersoalkan Allah di sini bukan kebangkitan, melainkan apakah hidup ini punya tujuan. Sangkaan yang dibantah adalah bahwa seseorang dibiarkan begitu saja. Kalau seluruh surah ditutup dengan pertanyaan tentang tujuan, apa yang sebenarnya paling ingin dipastikan tidak salah dimengerti? Sangkaan bahwa hidup dibiarkan tanpa tujuan tidak pernah diucapkan siapa pun di surah ini. Ia disimpulkan dari perbuatan, bukan dari ucapan. Tidak ada tokoh di surah ini yang mengucapkannya keras-keras.