Ayat 75:38
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ
Kemudian dia menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰtsumma kaana 'alaqatan fa-khalaqa fa-sawwaakemudian dia menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakan
Terjemahan per kata (5 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- كَانَkaanaadalah
- عَلَقَةً'alaqatansegumpal darah
- فَخَلَقَfa-khalaqamaka Dia menciptakan
- فَسَوَّىٰfa-sawwaalalu menyempurnakan
Inti bacaan
Proses perkembangan bertahap: 'kemudian dia menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakan', deskripsi tahapan perkembangan embrio yang menunjukkan proses terkendali dan bertujuan, bukan kebetulan acak.
Penjelasan pilihan kata
Kata (عَلَقَةً, 'alaqah) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 23:14 dan 75:38. Ia menamai segumpal darah.
Perhatikan bahwa 23:14 menyusul 23:13 yang memakai sebutan di 75:37. Dua surah menyebut dua tahap dengan urutan yang sama.
Jadi dua pasang ayat berjalan sejajar. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Kata (فَخَلَقَ, fa khalaqa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti lalu Dia menciptakan.
Kata (فَسَوَّىٰ, fa sawwaa) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 75:38 dan 87:2. Ia berarti lalu Dia menyempurnakan.
Perhatikan bahwa di 87:2 sebutan itu dipakai untuk penciptaan pada umumnya. Di sini ia dipakai untuk tubuh manusia.
Dua pemakaiannya berbeda cakupannya. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.
Perhatikan bahwa tiga perbuatan disebut di ayat ini. Menjadi segumpal darah, lalu menciptakan, lalu menyempurnakan.
Tiga perbuatan itu berdiri di satu baris pendek. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu.
Perhatikan bahwa dua perbuatan terakhir memakai pelaku yang tidak disebut. Susunannya menyembunyikan pelakunya.
Cara menyembunyikan pelaku itu dipakai berulang di sepanjang surah ini. Al-Qur'an tidak menandainya sekali pun.
Perhatikan bahwa tahap-tahapnya disebut tanpa keterangan waktu. Tidak ada berapa lama di antara keduanya.
Ketiadaan waktu itu berlaku di seluruh surah ini. Al-Qur'an tidak menyebut satu ukuran waktu pun.
Perhatikan bahwa sebutan menyempurnakan sudah dipakai bunyi dasarnya di 75:4. Di sana yang disempurnakan ujung jari.
Dua ayat memakai bunyi dasar yang sama untuk dua pekerjaan yang berbeda. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu.
Perhatikan bahwa yang di 75:4 masih akan datang, dan yang di sini sudah lewat. Dua waktu yang berlawanan memakai bunyi dasar yang sama.
Al-Qur'an tidak menandai perlawanan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu bunyi dasar dipakai untuk yang lampau dan yang akan datang.
Perhatikan bahwa ayat ini lima patah. Ia sepanjang 75:13.
Perhatikan bahwa pelaku baru muncul di ayat ini. Tiga ayat sebelumnya tidak menyebutnya.
Kemunculan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa susunannya berganti di tengah rangkaian.
Perhatikan bahwa dua perbuatan terakhirnya dihubungkan tanpa jeda. Keduanya memakai penghubung yang sama.
Susunan itu membuat gambarannya bergerak lebih cepat. Al-Qur'an tidak menandai hal itu.
Perhatikan bahwa 23:14 memerinci tahap-tahap sesudah segumpal darah. Surah ini berhenti di menyempurnakan.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu surah memerinci dan yang lain meringkas.
Perhatikan bahwa peringkasan itu sesuai dengan seluruh surahnya. Empat puluh ayatnya memang hemat kata.
Kesesuaian itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keringkasannya berlaku sampai penutup.
Perhatikan bahwa sebutan penyambung di awal ayat menandai urutan waktu. Ia dipakai juga di 75:33 dan 75:35.
Tiga ayat di bagian penutup memakainya. Al-Qur'an tidak menandai penyebaran itu.
Tafsiran
Ayat ini merinci tahap perkembangan penciptaan manusia dari segumpal darah hingga sempurna. Ayat ini melanjutkan tahap penciptaan sesudah setetes air mani. Kata ketiganya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 23:14 dan 75:38, dan ia menamai segumpal darah.
Ayat 23:14 menyusul 23:13 yang memakai sebutan di 75:37, sehingga dua surah menyebut dua tahap dengan urutan yang sama. Jadi dua pasang ayat berjalan sejajar.
Kata keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Tiga perbuatan disebut di ayat ini, yaitu menjadi segumpal darah, lalu menciptakan, lalu menyempurnakan, dan ketiganya berdiri di satu baris pendek.
Dua perbuatan terakhir juga memakai pelaku yang tidak disebut, sebab susunannya menyembunyikan pelakunya. Tahap-tahapnya juga disebut tanpa keterangan waktu.
Sebutan menyempurnakan juga sudah dipakai bunyi dasarnya di 75:4, dan di sana yang disempurnakan ujung jari. Yang di 75:4 masih akan datang, sedangkan yang di sini sudah lewat. Pelaku juga baru muncul di ayat ini, sebab tiga ayat sebelumnya tidak menyebutnya sehingga susunannya berganti di tengah rangkaian. Ayat 23:14 juga memerinci tahap-tahap sesudah segumpal darah, sedangkan surah ini berhenti di menyempurnakan. Sebutan penyambung di awal ayat juga menandai urutan waktu, dan ia dipakai juga di 75:33 dan 75:35.
Renungan dan Hikmah
- Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 23:14 dan 75:38, dan 23:14 menyusul 23:13 yang memakai sebutan di 75:37. Dua surah menyebut dua tahap dengan urutan yang persis sama, sehingga dua pasang ayat berjalan sejajar. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Dua surah menyebut dua tahap yang sama secara berurutan tanpa satu pun menunjuk yang lain. Kesejajaran seperti itu cuma terlihat kalau keduanya dibandingkan tahap demi tahap. Keduanya cuma bertemu lewat pencarian kata demi kata.
- Tiga perbuatan disebut Allah di ayat ini, yaitu menjadi segumpal darah, lalu menciptakan, lalu menyempurnakan. Ketiganya berdiri di satu baris pendek tanpa satu keterangan pun. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu, dan seluruh riwayat penciptaan dimuat dalam lima patah. Tiga perbuatan dalam lima patah adalah takaran yang sangat rapat. Seluruh riwayat penciptaan dimampatkan ke dalam satu baris pendek. Lima patah memuat apa yang di surah lain butuh beberapa ayat.
- Dua perbuatan terakhir memakai pelaku yang tidak disebut Allah, sebab susunannya menyembunyikan pelakunya. Cara itu dipakai berulang di sepanjang surah ini, antara lain di 75:13, 75:25, dan 75:30. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu, dan pelakunya jarang muncul terang-terangan. Pelaku yang baru muncul di baris ketiga membuat tiga baris sebelumnya terasa menggantung. Susunannya berganti tepat ketika perbuatannya menjadi menentukan. Sebelum baris ini semua perbuatan berdiri tanpa siapa pun di baliknya.
- Tahap-tahapnya disebut Allah tanpa keterangan waktu, sebab tidak ada berapa lama di antara keduanya. Ketiadaan waktu itu berlaku di seluruh surah ini, yang bahkan menolak menjawab pertanyaan kapan di 75:6. Al-Qur'an tidak menyebut satu ukuran waktu pun di empat puluh ayatnya. Surah ini menolak menyebut waktu bahkan ketika ditanya langsung di 75:6. Penolakan yang tetap itu berlaku sampai ke gambaran penciptaannya. Tidak ada satu angka pun di empat puluh baris surah ini.
- Sebutan menyempurnakan sudah dipakai bunyi dasarnya oleh Allah di 75:4, dan di sana yang disempurnakan ujung jari. Yang di 75:4 masih akan datang, sedangkan yang di sini sudah lewat. Satu bunyi dasar dipakai untuk yang lampau dan yang akan datang, dan Al-Qur'an tidak menandai perlawanan itu. Satu bunyi dasar dipakai untuk menyusun ujung jari di 75:4 dan untuk menyempurnakan tubuh di sini. Yang satu belum terjadi, dan yang lain sudah lama lewat. Dua ujung waktu bertemu pada satu bunyi dasar yang sama.
- Allah memakai apa yang sudah terjadi sebagai bukti atas apa yang akan terjadi. Yang membantah tidak bisa menyangkal tahap-tahap yang sudah dilaluinya sendiri. Kalau riwayat tubuhnya sendiri sudah membuktikan kuasa itu, atas dasar apa ia masih membantah kelanjutannya? Yang sudah terbukti dipakai untuk menjamin yang belum terlihat. Lalu bantahan macam apa yang masih tersisa bagi orang yang tubuhnya sendiri jadi buktinya? Tubuhnya sendiri berdiri sebagai saksi yang tak bisa ditolak.
Ayat 75:39
فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ
Lalu Dia menjadikan darinya sepasang: laki-laki dan perempuan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰfa-ja'ala minhu z-zawjayni dz-dzakara wa-l-untsaalalu Dia menjadikan darinya sepasang: laki-laki dan perempuan
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَجَعَلَfa-ja'alalalu Dia menjadikan
- مِنْهُminhudarinya
- الزَّوْجَيْنِz-zawjaynisepasang
- الذَّكَرَdz-dzakaralaki-laki
- وَالْأُنْثَىٰwa-l-untsaadan perempuan
Inti bacaan
Hasil akhir keberpasangan: 'lalu Dia menjadikan darinya sepasang: laki-laki dan perempuan', puncak proses penciptaan yang menghasilkan keberagaman gender, bagian dari desain yang terstruktur.
Penjelasan pilihan kata
Kata (فَجَعَلَ, fa ja'ala) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 21:58, 25:54, 48:27, 68:50, 75:39, 87:5, dan 105:5. Ia berarti lalu Dia menjadikan.
Kata (الزَّوْجَيْنِ, az-zaujain) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 53:45 dan 75:39. Ia berarti sepasang.
Rangkaian (الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ, adz-dzakara wal untsaa) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 53:45, 75:39, dan 92:3. Ia menyebut laki-laki dan perempuan.
Perhatikan bahwa 53:45 memuat dua sebutan itu sekaligus. Susunannya hampir sama dengan ayat ini.
Jadi dua ayat memakai dua bagian yang sama secara berurutan. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Perhatikan bahwa 92:3 berada di surah yang juga berbagi rumus dengan 75:31 dan 75:32. Kesamaan itu berlapis tiga.
Al-Qur'an tidak menandai kesamaan berlapis itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memakai tiga bahan yang sama.
Perhatikan bahwa 25:54 juga memakai sebutan pertamanya untuk penciptaan manusia. Susunannya serupa.
Jadi dua dari tujuh pemakaiannya menyangkut asal-usul manusia. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini menyebut hasil akhir dari rangkaian tahapnya. Tiga ayat menyusun urutan dari setetes sampai sepasang.
Urutan itu bergerak dari yang tidak berbentuk ke yang berjenis. Al-Qur'an tidak menyatakan gerakan itu.
Perhatikan bahwa yang disebut dua jenis, bukan satu orang. Gambarannya melebar dari perorangan ke pasangan.
Pelebaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa jumlahnya berubah di ayat terakhir sebelum penutup.
Perhatikan bahwa ayat ini lima patah. Ia sepanjang 75:38 yang mendahuluinya.
Tiga ayat penciptaan itu berpanjangan hampir sama. Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu.
Perhatikan bahwa 53:45 memakai susunan yang menyebut penciptaan. Yang di sini memakai susunan yang menyebut penjadian.
Perbedaan sebutan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai kata kerja yang berbeda untuk hasil yang sama.
Perhatikan bahwa 92:3 memakai rangkaian itu di dalam sebuah sumpah. Di sini ia berdiri di dalam pernyataan.
Perbedaan kedudukan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga pemakaiannya berdiri di tiga kedudukan.
Perhatikan bahwa surah ini dan surah 92 sama-sama pendek. Keduanya sama-sama menegur manusia.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya memakai tiga bahan yang sama.
Perhatikan bahwa dua jenis disebut berurutan tanpa penghubung di antaranya. Susunan itu memasangkan keduanya rapat.
Kerapatan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya berdiri berdampingan.
Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut satu jenis lebih dulu karena keutamaan. Urutannya sama dengan 53:45 dan 92:3.
Keseragaman urutan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga ayat memakai urutan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan penciptaan dua jenis kelamin dari asal yang sama. Ayat ini menutup rangkaian tahap penciptaan dengan menyebut dua jenis. Kata pertamanya muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 21:58, 25:54, 48:27, 68:50, 75:39, 87:5, dan 105:5.
Kata ketiganya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 53:45 dan 75:39, sedangkan rangkaian sesudahnya muncul 3 kali, yaitu 53:45, 75:39, dan 92:3. Ayat 53:45 memuat dua sebutan itu sekaligus dengan susunan yang hampir sama.
Perhatikan bahwa 92:3 berada di surah yang juga berbagi rumus dengan 75:31 dan 75:32, sehingga kesamaannya berlapis tiga. Ayat 25:54 juga memakai sebutan pertamanya untuk penciptaan manusia.
Ayat ini juga menyebut hasil akhir dari rangkaian tahapnya, sebab tiga ayat menyusun urutan dari setetes sampai sepasang. Urutan itu bergerak dari yang tidak berbentuk ke yang berjenis.
Yang disebut juga dua jenis dan bukan satu orang, sehingga gambarannya melebar dari perorangan ke pasangan. Ayat ini juga lima patah, sepanjang 75:38 yang mendahuluinya. Ayat 53:45 juga memakai susunan yang menyebut penciptaan sedangkan yang di sini menyebut penjadian, dan 92:3 memakai rangkaian itu di dalam sebuah sumpah. Surah ini dan surah 92 juga sama-sama pendek dan sama-sama menegur manusia. Dua jenis juga disebut berurutan tanpa penghubung, dan urutannya sama dengan 53:45 dan 92:3.
Renungan dan Hikmah
- Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 53:45 dan 75:39, dan rangkaian sesudahnya cuma di 53:45, 75:39, dan 92:3. Ayat 53:45 memuat dua sebutan itu sekaligus dengan susunan yang hampir sama. Dua ayat memakai dua bagian yang sama secara berurutan, dan Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Dua ayat memakai kata kerja yang berbeda untuk hasil yang sama persis. Yang satu menyebut penciptaan, dan yang lain menyebut penjadian. Hasilnya sama meski jalannya tidak sama.
- Ayat 92:3 berada di surah yang juga berbagi rumus dengan 75:31 dan 75:32. Surah 92 memakai sebutan membenarkan, rangkaian mendustakan lalu berpaling, dan kini rangkaian dua jenis ini. Kesamaannya berlapis tiga, dan Allah tidak menandai satu lapis pun di antaranya. Tiga surah memakai satu rangkaian di tiga kedudukan yang berbeda. Yang satu di dalam sumpah, dan dua lainnya di dalam pernyataan. Kedudukannya berbeda-beda di ketiga tempat itu.
- Kata pertamanya dipakai Allah di 21:58, 25:54, 48:27, 68:50, 75:39, 87:5, dan 105:5. Ayat 25:54 juga memakainya untuk penciptaan manusia dengan susunan yang serupa. Dua dari tujuh pemakaiannya menyangkut asal-usul manusia, dan Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Tujuh pemakaian yang tersebar di tujuh surah menandai sebutan yang dipakai luas. Dua di antaranya menyangkut asal-usul manusia secara khusus. Lima sisanya berdiri di perkara yang sama sekali lain.
- Ayat ini menyebut hasil akhir dari rangkaian tahap yang disusun Allah, sebab tiga ayat bergerak dari setetes sampai sepasang. Urutan itu berjalan dari yang tidak berbentuk ke yang berjenis. Al-Qur'an tidak menyatakan gerakan itu, dan pembacanya melihatnya dari urutan penyebutannya saja. Rangkaian tahap yang bergerak dari setetes ke sepasang berjalan tanpa satu lompatan. Tiap baris mengambil alih tepat di tempat baris sebelumnya berhenti. Tidak ada satu tahap pun yang dilewati begitu saja.
- Yang disebut Allah dua jenis, bukan satu orang, sehingga gambarannya melebar dari perorangan ke pasangan. Pelebaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an dengan satu kalimat pun. Jumlahnya berubah tepat di ayat terakhir sebelum penutup, dan perubahan itu menyiapkan kesimpulan berikutnya. Menutup rangkaian dengan dua jenis melebarkan gambarannya dari satu orang ke keturunan. Yang tadinya riwayat pribadi kini menjadi riwayat manusia. Keturunan masuk ke dalam gambaran tepat di baris kedua terakhir surahnya.
- Ayat ini lima patah, sepanjang 75:38 yang mendahuluinya, dan tiga ayat penciptaan itu berpanjangan hampir sama. Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu. Kalau tiga tahap yang jauh berbeda diberi ruang yang setara, apa yang sedang disamakan di antara ketiganya? Tiga baris penciptaan itu hampir sama panjangnya meski tahapnya jauh berbeda. Keseragaman ukuran seperti itu memberi bagian penutup irama yang tenang. Iramanya tenang, dan langkahnya sama panjang di ketiganya.
Ayat 75:40
أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ
Bukankah itu berkuasa menghidupkan orang mati?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰa-laysa dzaalika bi-qaadirin 'alaa an yuhyiya l-mawtaabukankah itu berkuasa menghidupkan orang mati
Terjemahan per kata (7 kata)
- أَلَيْسَa-laysabukankah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- بِقَادِرٍbi-qaadirinyang berkuasa
- عَلَىٰ'alaaatas
- أَنْanbahwa
- يُحْيِيَyuhyiyamenghidupkan
- الْمَوْتَىٰl-mawtaaorang-orang mati
Inti bacaan
Kesimpulan logis argumen kebangkitan: 'bukankah (Allah) itu kuasa (pula) menghidupkan orang mati?', penutup yang menggunakan bukti proses penciptaan pertama sebagai dasar keyakinan terhadap kemungkinan penciptaan kedua, konsistensi logis yang sulit dibantah.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'itu'. Tambahan kurung '(Allah)' dan '(pula)' tidak dipakai: 'dzaalika' sendiri sudah menjadi kata ganti subjek rujukan, tidak memerlukan pengembalian ganda.
Rangkaian (بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ, bi qaadirin 'alaa an yuhyiyal mautaa) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 46:33 dan 75:40. Enam patah yang sama persis.
Perhatikan bahwa dua ayat itu memakai penutup yang tidak berbeda satu huruf pun. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.
Perhatikan bahwa 46:33 juga memuat sebutan pembantah yang dipakai di 75:4. Dua surah berbagi dua bahan.
Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya memakai susunan yang sama.
Kata (أَلَيْسَ, a laisa) muncul 13 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 6:30, 29:68, 39:36, dan 95:8. Ia bertanya untuk menegaskan.
Kata (بِقَادِرٍ, bi qaadirin) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 36:81, 46:33, dan 75:40. Ia berarti berkuasa.
Perhatikan bahwa 36:81 juga menyangkut kuasa menghidupkan yang mati. Tiga pemakaiannya sama pokoknya.
Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya berdiri di perkara yang sama.
Perhatikan bahwa surah ini ditutup dengan pertanyaan, bukan pernyataan. Cara yang sama dipakai di 75:3 dan 75:36.
Jadi tiga pertanyaan menandai tiga titik penting surahnya. Al-Qur'an tidak menandai keteraturan itu.
Perhatikan bahwa bunyi dasar berkuasa sudah dipakai di 75:4. Di sana ia menyangkut menyusun ujung jari.
Dua ayat memakai bunyi dasar yang sama di awal dan di akhir surah. Al-Qur'an tidak menandai kurungan itu.
Perhatikan bahwa yang ditanyakan sama dengan yang dibantah di 75:3. Surahnya kembali ke tempat ia bermula.
Susunan itu menutup lingkarannya. Al-Qur'an tidak menyatakan penutupan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini tujuh patah. Ia yang terpanjang di surah ini.
Panjang itu berlawanan dengan seluruh surahnya yang rata-rata empat patah. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.
Perhatikan bahwa 46:33 memuat gambaran langit dan bumi sebelum penutupnya. Surah ini memuat gambaran asal-usul manusia.
Perbedaan bahan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat sampai di penutup yang sama lewat jalan berbeda.
Perhatikan bahwa 46:33 memakai sebutan pembantah sesudah pertanyaannya. Surah ini tidak memakainya.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu ayat menjawab sendiri dan yang lain tidak.
Perhatikan bahwa surah ini membiarkan pertanyaannya tanpa jawaban. Ayat terakhirnya berhenti di tanda tanya.
Susunan itu meninggalkan pekerjaannya kepada pembaca. Al-Qur'an tidak menyatakan penyerahan itu.
Perhatikan bahwa 36:81 juga menutup dengan penegasan sesudah pertanyaannya. Dua dari tiga ayat itu menjawab sendiri.
Jadi surah ini satu-satunya dari ketiganya yang berhenti tanpa jawaban. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.
Perhatikan bahwa panjang ayat penutup ini hampir dua kali rata-rata surahnya. Empat puluh ayatnya rata-rata empat patah.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa baris terakhirnya melebar.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menyimpulkan bahwa Pencipta yang mampu membentuk manusia dari setetes mani tentu berkuasa membangkitkannya kembali dari kematian. Ayat penutup surah ini bertanya tentang kuasa menghidupkan yang mati. Rangkaian enam kata terakhirnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 46:33 dan 75:40, dan dua ayat itu memakai penutup yang tidak berbeda satu huruf pun.
Perhatikan bahwa 46:33 juga memuat sebutan pembantah yang dipakai di 75:4, sehingga dua surah berbagi dua bahan. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Kata pertamanya muncul 13 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 6:30, 29:68, 39:36, dan 95:8, sedangkan kata ketiganya muncul 3 kali, yaitu 36:81, 46:33, dan 75:40. Ayat 36:81 juga menyangkut kuasa menghidupkan yang mati, sehingga tiga pemakaiannya sama pokoknya.
Surah ini juga ditutup dengan pertanyaan dan bukan pernyataan, sama seperti cara yang dipakai di 75:3 dan 75:36. Jadi tiga pertanyaan menandai tiga titik penting surahnya.
Bunyi dasar berkuasa juga sudah dipakai di 75:4 untuk menyusun ujung jari, sehingga dua ayat memakai bunyi dasar yang sama di awal dan di akhir surah. Ayat ini juga tujuh patah dan yang terpanjang di surah ini. Ayat 46:33 juga memuat gambaran langit dan bumi sebelum penutupnya sedangkan surah ini memuat gambaran asal-usul manusia, sehingga dua ayat sampai di penutup yang sama lewat jalan berbeda. Ayat 46:33 juga memakai sebutan pembantah sesudah pertanyaannya sedangkan surah ini tidak, dan 36:81 juga menutup dengan penegasan. Panjang ayat penutup ini juga hampir dua kali rata-rata surahnya.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian enam kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 46:33 dan 75:40. Dua ayat itu memakai penutup yang tidak berbeda satu huruf pun, meski surahnya berjauhan letaknya. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu dengan satu kalimat pun, dan pembacanya baru menemukannya kalau ia mencari enam patah itu di seluruh mushaf. Dua ayat sampai di penutup yang sama persis lewat jalan yang berbeda. Yang satu lewat langit dan bumi, dan yang lain lewat riwayat tubuh manusia. Dua jalan itu bertemu pada enam patah yang sama.
- Ayat 46:33 juga memuat sebutan pembantah yang dipakai Allah di 75:4. Dua surah karena itu berbagi dua bahan sekaligus, yaitu penutup enam patah dan sebutan pembantahnya. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu, dan keduanya berdiri di dua tempat yang berjauhan di mushaf. Ayat 46:33 memakai sebutan pembantah sesudah pertanyaannya, dan 36:81 menutup dengan penegasan. Surah ini satu-satunya dari ketiganya yang berhenti tanpa menjawab sendiri. Pembacanya ditinggalkan memegang sebuah tanda tanya.
- Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 36:81, 46:33, dan 75:40. Ayat 36:81 juga menyangkut kuasa menghidupkan yang mati, sehingga tiga pemakaiannya sama pokoknya. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu, dan sebutan itu memang hampir tidak pernah dipakai untuk perkara lain. Sebutan berkuasa yang cuma tiga kali dipakai selalu berdiri di perkara yang sama. Ketiganya menyangkut kuasa menghidupkan kembali yang sudah mati. Sebutan itu hampir tak pernah dipakai untuk perkara lain.
- Surah ini ditutup Allah dengan pertanyaan, bukan pernyataan, sama seperti 75:3 dan 75:36. Tiga pertanyaan itu menandai tiga titik penting surahnya, yaitu pembuka, pembuka penutup, dan penutupnya sendiri. Al-Qur'an tidak menandai keteraturan itu, dan kerangkanya tidak pernah diumumkan. Tiga pertanyaan yang menandai pembuka, pembuka penutup, dan penutupnya memberi surahnya kerangka tanya. Kerangka itu tidak pernah diumumkan di ayat mana pun. Ia cuma terbaca dari letak ketiga baris itu.
- Bunyi dasar berkuasa sudah dipakai Allah di 75:4 untuk menyusun ujung jari, dan kini dipakai lagi di ayat terakhir. Yang ditanyakan di sini sama dengan yang dibantah di 75:3, sehingga surahnya kembali ke tempat ia bermula. Susunan itu menutup lingkarannya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan penutupan itu. Bunyi dasar yang sama dipakai di ayat keempat dan di ayat keempat puluh. Dua ujung surah bertemu pada satu gagasan yang sama, yaitu kesanggupan. Jarak tiga puluh enam ayat memisahkan keduanya.
- Ayat ini tujuh patah dan yang terpanjang di surah ini, padahal rata-rata ayatnya cuma empat patah. Panjang itu berlawanan dengan seluruh surahnya yang bergerak dengan baris pendek. Kalau surah yang seluruhnya tergesa justru melambat tepat di baris terakhir, apa yang sedang diminta dari pembaca di titik itu? Baris terakhir yang hampir dua kali lebih panjang daripada rata-ratanya melambatkan langkahnya. Surah yang seluruhnya bergerak cepat berhenti perlahan di ujung. Tujuh patah melawan rata-rata empat patah di sisanya.