ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ
Kemudian dia menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰtsumma kaana 'alaqatan fa-khalaqa fa-sawwaakemudian dia menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakan
Terjemahan per kata (5 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- كَانَkaanaadalah
- عَلَقَةً'alaqatansegumpal darah
- فَخَلَقَfa-khalaqamaka Dia menciptakan
- فَسَوَّىٰfa-sawwaalalu menyempurnakan
Inti bacaan
Proses perkembangan bertahap: 'kemudian dia menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakan', deskripsi tahapan perkembangan embrio yang menunjukkan proses terkendali dan bertujuan, bukan kebetulan acak.
Penjelasan pilihan kata
Kata (عَلَقَةً, 'alaqah) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 23:14 dan 75:38. Ia menamai segumpal darah.
Perhatikan bahwa 23:14 menyusul 23:13 yang memakai sebutan di 75:37. Dua surah menyebut dua tahap dengan urutan yang sama.
Jadi dua pasang ayat berjalan sejajar. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Kata (فَخَلَقَ, fa khalaqa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti lalu Dia menciptakan.
Kata (فَسَوَّىٰ, fa sawwaa) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 75:38 dan 87:2. Ia berarti lalu Dia menyempurnakan.
Perhatikan bahwa di 87:2 sebutan itu dipakai untuk penciptaan pada umumnya. Di sini ia dipakai untuk tubuh manusia.
Dua pemakaiannya berbeda cakupannya. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.
Perhatikan bahwa tiga perbuatan disebut di ayat ini. Menjadi segumpal darah, lalu menciptakan, lalu menyempurnakan.
Tiga perbuatan itu berdiri di satu baris pendek. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu.
Perhatikan bahwa dua perbuatan terakhir memakai pelaku yang tidak disebut. Susunannya menyembunyikan pelakunya.
Cara menyembunyikan pelaku itu dipakai berulang di sepanjang surah ini. Al-Qur'an tidak menandainya sekali pun.
Perhatikan bahwa tahap-tahapnya disebut tanpa keterangan waktu. Tidak ada berapa lama di antara keduanya.
Ketiadaan waktu itu berlaku di seluruh surah ini. Al-Qur'an tidak menyebut satu ukuran waktu pun.
Perhatikan bahwa sebutan menyempurnakan sudah dipakai bunyi dasarnya di 75:4. Di sana yang disempurnakan ujung jari.
Dua ayat memakai bunyi dasar yang sama untuk dua pekerjaan yang berbeda. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu.
Perhatikan bahwa yang di 75:4 masih akan datang, dan yang di sini sudah lewat. Dua waktu yang berlawanan memakai bunyi dasar yang sama.
Al-Qur'an tidak menandai perlawanan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu bunyi dasar dipakai untuk yang lampau dan yang akan datang.
Perhatikan bahwa ayat ini lima patah. Ia sepanjang 75:13.
Perhatikan bahwa pelaku baru muncul di ayat ini. Tiga ayat sebelumnya tidak menyebutnya.
Kemunculan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa susunannya berganti di tengah rangkaian.
Perhatikan bahwa dua perbuatan terakhirnya dihubungkan tanpa jeda. Keduanya memakai penghubung yang sama.
Susunan itu membuat gambarannya bergerak lebih cepat. Al-Qur'an tidak menandai hal itu.
Perhatikan bahwa 23:14 memerinci tahap-tahap sesudah segumpal darah. Surah ini berhenti di menyempurnakan.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu surah memerinci dan yang lain meringkas.
Perhatikan bahwa peringkasan itu sesuai dengan seluruh surahnya. Empat puluh ayatnya memang hemat kata.
Kesesuaian itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keringkasannya berlaku sampai penutup.
Perhatikan bahwa sebutan penyambung di awal ayat menandai urutan waktu. Ia dipakai juga di 75:33 dan 75:35.
Tiga ayat di bagian penutup memakainya. Al-Qur'an tidak menandai penyebaran itu.
Tafsiran
Ayat ini merinci tahap perkembangan penciptaan manusia dari segumpal darah hingga sempurna. Ayat ini melanjutkan tahap penciptaan sesudah setetes air mani. Kata ketiganya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 23:14 dan 75:38, dan ia menamai segumpal darah.
Ayat 23:14 menyusul 23:13 yang memakai sebutan di 75:37, sehingga dua surah menyebut dua tahap dengan urutan yang sama. Jadi dua pasang ayat berjalan sejajar.
Kata keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Tiga perbuatan disebut di ayat ini, yaitu menjadi segumpal darah, lalu menciptakan, lalu menyempurnakan, dan ketiganya berdiri di satu baris pendek.
Dua perbuatan terakhir juga memakai pelaku yang tidak disebut, sebab susunannya menyembunyikan pelakunya. Tahap-tahapnya juga disebut tanpa keterangan waktu.
Sebutan menyempurnakan juga sudah dipakai bunyi dasarnya di 75:4, dan di sana yang disempurnakan ujung jari. Yang di 75:4 masih akan datang, sedangkan yang di sini sudah lewat. Pelaku juga baru muncul di ayat ini, sebab tiga ayat sebelumnya tidak menyebutnya sehingga susunannya berganti di tengah rangkaian. Ayat 23:14 juga memerinci tahap-tahap sesudah segumpal darah, sedangkan surah ini berhenti di menyempurnakan. Sebutan penyambung di awal ayat juga menandai urutan waktu, dan ia dipakai juga di 75:33 dan 75:35.
Renungan dan Hikmah
- Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 23:14 dan 75:38, dan 23:14 menyusul 23:13 yang memakai sebutan di 75:37. Dua surah menyebut dua tahap dengan urutan yang persis sama, sehingga dua pasang ayat berjalan sejajar. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Dua surah menyebut dua tahap yang sama secara berurutan tanpa satu pun menunjuk yang lain. Kesejajaran seperti itu cuma terlihat kalau keduanya dibandingkan tahap demi tahap. Keduanya cuma bertemu lewat pencarian kata demi kata.
- Tiga perbuatan disebut Allah di ayat ini, yaitu menjadi segumpal darah, lalu menciptakan, lalu menyempurnakan. Ketiganya berdiri di satu baris pendek tanpa satu keterangan pun. Al-Qur'an tidak menandai kepadatan itu, dan seluruh riwayat penciptaan dimuat dalam lima patah. Tiga perbuatan dalam lima patah adalah takaran yang sangat rapat. Seluruh riwayat penciptaan dimampatkan ke dalam satu baris pendek. Lima patah memuat apa yang di surah lain butuh beberapa ayat.
- Dua perbuatan terakhir memakai pelaku yang tidak disebut Allah, sebab susunannya menyembunyikan pelakunya. Cara itu dipakai berulang di sepanjang surah ini, antara lain di 75:13, 75:25, dan 75:30. Al-Qur'an tidak menandai keberulangan itu, dan pelakunya jarang muncul terang-terangan. Pelaku yang baru muncul di baris ketiga membuat tiga baris sebelumnya terasa menggantung. Susunannya berganti tepat ketika perbuatannya menjadi menentukan. Sebelum baris ini semua perbuatan berdiri tanpa siapa pun di baliknya.
- Tahap-tahapnya disebut Allah tanpa keterangan waktu, sebab tidak ada berapa lama di antara keduanya. Ketiadaan waktu itu berlaku di seluruh surah ini, yang bahkan menolak menjawab pertanyaan kapan di 75:6. Al-Qur'an tidak menyebut satu ukuran waktu pun di empat puluh ayatnya. Surah ini menolak menyebut waktu bahkan ketika ditanya langsung di 75:6. Penolakan yang tetap itu berlaku sampai ke gambaran penciptaannya. Tidak ada satu angka pun di empat puluh baris surah ini.
- Sebutan menyempurnakan sudah dipakai bunyi dasarnya oleh Allah di 75:4, dan di sana yang disempurnakan ujung jari. Yang di 75:4 masih akan datang, sedangkan yang di sini sudah lewat. Satu bunyi dasar dipakai untuk yang lampau dan yang akan datang, dan Al-Qur'an tidak menandai perlawanan itu. Satu bunyi dasar dipakai untuk menyusun ujung jari di 75:4 dan untuk menyempurnakan tubuh di sini. Yang satu belum terjadi, dan yang lain sudah lama lewat. Dua ujung waktu bertemu pada satu bunyi dasar yang sama.
- Allah memakai apa yang sudah terjadi sebagai bukti atas apa yang akan terjadi. Yang membantah tidak bisa menyangkal tahap-tahap yang sudah dilaluinya sendiri. Kalau riwayat tubuhnya sendiri sudah membuktikan kuasa itu, atas dasar apa ia masih membantah kelanjutannya? Yang sudah terbukti dipakai untuk menjamin yang belum terlihat. Lalu bantahan macam apa yang masih tersisa bagi orang yang tubuhnya sendiri jadi buktinya? Tubuhnya sendiri berdiri sebagai saksi yang tak bisa ditolak.