فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ
Lalu Dia menjadikan darinya sepasang: laki-laki dan perempuan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰfa-ja'ala minhu z-zawjayni dz-dzakara wa-l-untsaalalu Dia menjadikan darinya sepasang: laki-laki dan perempuan
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَجَعَلَfa-ja'alalalu Dia menjadikan
- مِنْهُminhudarinya
- الزَّوْجَيْنِz-zawjaynisepasang
- الذَّكَرَdz-dzakaralaki-laki
- وَالْأُنْثَىٰwa-l-untsaadan perempuan
Inti bacaan
Hasil akhir keberpasangan: 'lalu Dia menjadikan darinya sepasang: laki-laki dan perempuan', puncak proses penciptaan yang menghasilkan keberagaman gender, bagian dari desain yang terstruktur.
Penjelasan pilihan kata
Kata (فَجَعَلَ, fa ja'ala) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an: 21:58, 25:54, 48:27, 68:50, 75:39, 87:5, dan 105:5. Ia berarti lalu Dia menjadikan.
Kata (الزَّوْجَيْنِ, az-zaujain) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 53:45 dan 75:39. Ia berarti sepasang.
Rangkaian (الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ, adz-dzakara wal untsaa) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 53:45, 75:39, dan 92:3. Ia menyebut laki-laki dan perempuan.
Perhatikan bahwa 53:45 memuat dua sebutan itu sekaligus. Susunannya hampir sama dengan ayat ini.
Jadi dua ayat memakai dua bagian yang sama secara berurutan. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Perhatikan bahwa 92:3 berada di surah yang juga berbagi rumus dengan 75:31 dan 75:32. Kesamaan itu berlapis tiga.
Al-Qur'an tidak menandai kesamaan berlapis itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memakai tiga bahan yang sama.
Perhatikan bahwa 25:54 juga memakai sebutan pertamanya untuk penciptaan manusia. Susunannya serupa.
Jadi dua dari tujuh pemakaiannya menyangkut asal-usul manusia. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini menyebut hasil akhir dari rangkaian tahapnya. Tiga ayat menyusun urutan dari setetes sampai sepasang.
Urutan itu bergerak dari yang tidak berbentuk ke yang berjenis. Al-Qur'an tidak menyatakan gerakan itu.
Perhatikan bahwa yang disebut dua jenis, bukan satu orang. Gambarannya melebar dari perorangan ke pasangan.
Pelebaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa jumlahnya berubah di ayat terakhir sebelum penutup.
Perhatikan bahwa ayat ini lima patah. Ia sepanjang 75:38 yang mendahuluinya.
Tiga ayat penciptaan itu berpanjangan hampir sama. Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu.
Perhatikan bahwa 53:45 memakai susunan yang menyebut penciptaan. Yang di sini memakai susunan yang menyebut penjadian.
Perbedaan sebutan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai kata kerja yang berbeda untuk hasil yang sama.
Perhatikan bahwa 92:3 memakai rangkaian itu di dalam sebuah sumpah. Di sini ia berdiri di dalam pernyataan.
Perbedaan kedudukan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga pemakaiannya berdiri di tiga kedudukan.
Perhatikan bahwa surah ini dan surah 92 sama-sama pendek. Keduanya sama-sama menegur manusia.
Kesamaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya memakai tiga bahan yang sama.
Perhatikan bahwa dua jenis disebut berurutan tanpa penghubung di antaranya. Susunan itu memasangkan keduanya rapat.
Kerapatan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya berdiri berdampingan.
Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebut satu jenis lebih dulu karena keutamaan. Urutannya sama dengan 53:45 dan 92:3.
Keseragaman urutan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga ayat memakai urutan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan penciptaan dua jenis kelamin dari asal yang sama. Ayat ini menutup rangkaian tahap penciptaan dengan menyebut dua jenis. Kata pertamanya muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 21:58, 25:54, 48:27, 68:50, 75:39, 87:5, dan 105:5.
Kata ketiganya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 53:45 dan 75:39, sedangkan rangkaian sesudahnya muncul 3 kali, yaitu 53:45, 75:39, dan 92:3. Ayat 53:45 memuat dua sebutan itu sekaligus dengan susunan yang hampir sama.
Perhatikan bahwa 92:3 berada di surah yang juga berbagi rumus dengan 75:31 dan 75:32, sehingga kesamaannya berlapis tiga. Ayat 25:54 juga memakai sebutan pertamanya untuk penciptaan manusia.
Ayat ini juga menyebut hasil akhir dari rangkaian tahapnya, sebab tiga ayat menyusun urutan dari setetes sampai sepasang. Urutan itu bergerak dari yang tidak berbentuk ke yang berjenis.
Yang disebut juga dua jenis dan bukan satu orang, sehingga gambarannya melebar dari perorangan ke pasangan. Ayat ini juga lima patah, sepanjang 75:38 yang mendahuluinya. Ayat 53:45 juga memakai susunan yang menyebut penciptaan sedangkan yang di sini menyebut penjadian, dan 92:3 memakai rangkaian itu di dalam sebuah sumpah. Surah ini dan surah 92 juga sama-sama pendek dan sama-sama menegur manusia. Dua jenis juga disebut berurutan tanpa penghubung, dan urutannya sama dengan 53:45 dan 92:3.
Renungan dan Hikmah
- Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 53:45 dan 75:39, dan rangkaian sesudahnya cuma di 53:45, 75:39, dan 92:3. Ayat 53:45 memuat dua sebutan itu sekaligus dengan susunan yang hampir sama. Dua ayat memakai dua bagian yang sama secara berurutan, dan Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Dua ayat memakai kata kerja yang berbeda untuk hasil yang sama persis. Yang satu menyebut penciptaan, dan yang lain menyebut penjadian. Hasilnya sama meski jalannya tidak sama.
- Ayat 92:3 berada di surah yang juga berbagi rumus dengan 75:31 dan 75:32. Surah 92 memakai sebutan membenarkan, rangkaian mendustakan lalu berpaling, dan kini rangkaian dua jenis ini. Kesamaannya berlapis tiga, dan Allah tidak menandai satu lapis pun di antaranya. Tiga surah memakai satu rangkaian di tiga kedudukan yang berbeda. Yang satu di dalam sumpah, dan dua lainnya di dalam pernyataan. Kedudukannya berbeda-beda di ketiga tempat itu.
- Kata pertamanya dipakai Allah di 21:58, 25:54, 48:27, 68:50, 75:39, 87:5, dan 105:5. Ayat 25:54 juga memakainya untuk penciptaan manusia dengan susunan yang serupa. Dua dari tujuh pemakaiannya menyangkut asal-usul manusia, dan Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Tujuh pemakaian yang tersebar di tujuh surah menandai sebutan yang dipakai luas. Dua di antaranya menyangkut asal-usul manusia secara khusus. Lima sisanya berdiri di perkara yang sama sekali lain.
- Ayat ini menyebut hasil akhir dari rangkaian tahap yang disusun Allah, sebab tiga ayat bergerak dari setetes sampai sepasang. Urutan itu berjalan dari yang tidak berbentuk ke yang berjenis. Al-Qur'an tidak menyatakan gerakan itu, dan pembacanya melihatnya dari urutan penyebutannya saja. Rangkaian tahap yang bergerak dari setetes ke sepasang berjalan tanpa satu lompatan. Tiap baris mengambil alih tepat di tempat baris sebelumnya berhenti. Tidak ada satu tahap pun yang dilewati begitu saja.
- Yang disebut Allah dua jenis, bukan satu orang, sehingga gambarannya melebar dari perorangan ke pasangan. Pelebaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an dengan satu kalimat pun. Jumlahnya berubah tepat di ayat terakhir sebelum penutup, dan perubahan itu menyiapkan kesimpulan berikutnya. Menutup rangkaian dengan dua jenis melebarkan gambarannya dari satu orang ke keturunan. Yang tadinya riwayat pribadi kini menjadi riwayat manusia. Keturunan masuk ke dalam gambaran tepat di baris kedua terakhir surahnya.
- Ayat ini lima patah, sepanjang 75:38 yang mendahuluinya, dan tiga ayat penciptaan itu berpanjangan hampir sama. Al-Qur'an tidak menandai keseragaman itu. Kalau tiga tahap yang jauh berbeda diberi ruang yang setara, apa yang sedang disamakan di antara ketiganya? Tiga baris penciptaan itu hampir sama panjangnya meski tahapnya jauh berbeda. Keseragaman ukuran seperti itu memberi bagian penutup irama yang tenang. Iramanya tenang, dan langkahnya sama panjang di ketiganya.