أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ
Bukankah itu berkuasa menghidupkan orang mati?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰa-laysa dzaalika bi-qaadirin 'alaa an yuhyiya l-mawtaabukankah itu berkuasa menghidupkan orang mati
Terjemahan per kata (7 kata)
- أَلَيْسَa-laysabukankah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- بِقَادِرٍbi-qaadirinyang berkuasa
- عَلَىٰ'alaaatas
- أَنْanbahwa
- يُحْيِيَyuhyiyamenghidupkan
- الْمَوْتَىٰl-mawtaaorang-orang mati
Inti bacaan
Kesimpulan logis argumen kebangkitan: 'bukankah (Allah) itu kuasa (pula) menghidupkan orang mati?', penutup yang menggunakan bukti proses penciptaan pertama sebagai dasar keyakinan terhadap kemungkinan penciptaan kedua, konsistensi logis yang sulit dibantah.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'itu'. Tambahan kurung '(Allah)' dan '(pula)' tidak dipakai: 'dzaalika' sendiri sudah menjadi kata ganti subjek rujukan, tidak memerlukan pengembalian ganda.
Rangkaian (بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ, bi qaadirin 'alaa an yuhyiyal mautaa) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 46:33 dan 75:40. Enam patah yang sama persis.
Perhatikan bahwa dua ayat itu memakai penutup yang tidak berbeda satu huruf pun. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.
Perhatikan bahwa 46:33 juga memuat sebutan pembantah yang dipakai di 75:4. Dua surah berbagi dua bahan.
Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya memakai susunan yang sama.
Kata (أَلَيْسَ, a laisa) muncul 13 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 6:30, 29:68, 39:36, dan 95:8. Ia bertanya untuk menegaskan.
Kata (بِقَادِرٍ, bi qaadirin) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 36:81, 46:33, dan 75:40. Ia berarti berkuasa.
Perhatikan bahwa 36:81 juga menyangkut kuasa menghidupkan yang mati. Tiga pemakaiannya sama pokoknya.
Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketiganya berdiri di perkara yang sama.
Perhatikan bahwa surah ini ditutup dengan pertanyaan, bukan pernyataan. Cara yang sama dipakai di 75:3 dan 75:36.
Jadi tiga pertanyaan menandai tiga titik penting surahnya. Al-Qur'an tidak menandai keteraturan itu.
Perhatikan bahwa bunyi dasar berkuasa sudah dipakai di 75:4. Di sana ia menyangkut menyusun ujung jari.
Dua ayat memakai bunyi dasar yang sama di awal dan di akhir surah. Al-Qur'an tidak menandai kurungan itu.
Perhatikan bahwa yang ditanyakan sama dengan yang dibantah di 75:3. Surahnya kembali ke tempat ia bermula.
Susunan itu menutup lingkarannya. Al-Qur'an tidak menyatakan penutupan itu.
Perhatikan bahwa ayat ini tujuh patah. Ia yang terpanjang di surah ini.
Panjang itu berlawanan dengan seluruh surahnya yang rata-rata empat patah. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.
Perhatikan bahwa 46:33 memuat gambaran langit dan bumi sebelum penutupnya. Surah ini memuat gambaran asal-usul manusia.
Perbedaan bahan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat sampai di penutup yang sama lewat jalan berbeda.
Perhatikan bahwa 46:33 memakai sebutan pembantah sesudah pertanyaannya. Surah ini tidak memakainya.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu ayat menjawab sendiri dan yang lain tidak.
Perhatikan bahwa surah ini membiarkan pertanyaannya tanpa jawaban. Ayat terakhirnya berhenti di tanda tanya.
Susunan itu meninggalkan pekerjaannya kepada pembaca. Al-Qur'an tidak menyatakan penyerahan itu.
Perhatikan bahwa 36:81 juga menutup dengan penegasan sesudah pertanyaannya. Dua dari tiga ayat itu menjawab sendiri.
Jadi surah ini satu-satunya dari ketiganya yang berhenti tanpa jawaban. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.
Perhatikan bahwa panjang ayat penutup ini hampir dua kali rata-rata surahnya. Empat puluh ayatnya rata-rata empat patah.
Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa baris terakhirnya melebar.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menyimpulkan bahwa Pencipta yang mampu membentuk manusia dari setetes mani tentu berkuasa membangkitkannya kembali dari kematian. Ayat penutup surah ini bertanya tentang kuasa menghidupkan yang mati. Rangkaian enam kata terakhirnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 46:33 dan 75:40, dan dua ayat itu memakai penutup yang tidak berbeda satu huruf pun.
Perhatikan bahwa 46:33 juga memuat sebutan pembantah yang dipakai di 75:4, sehingga dua surah berbagi dua bahan. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Kata pertamanya muncul 13 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain 6:30, 29:68, 39:36, dan 95:8, sedangkan kata ketiganya muncul 3 kali, yaitu 36:81, 46:33, dan 75:40. Ayat 36:81 juga menyangkut kuasa menghidupkan yang mati, sehingga tiga pemakaiannya sama pokoknya.
Surah ini juga ditutup dengan pertanyaan dan bukan pernyataan, sama seperti cara yang dipakai di 75:3 dan 75:36. Jadi tiga pertanyaan menandai tiga titik penting surahnya.
Bunyi dasar berkuasa juga sudah dipakai di 75:4 untuk menyusun ujung jari, sehingga dua ayat memakai bunyi dasar yang sama di awal dan di akhir surah. Ayat ini juga tujuh patah dan yang terpanjang di surah ini. Ayat 46:33 juga memuat gambaran langit dan bumi sebelum penutupnya sedangkan surah ini memuat gambaran asal-usul manusia, sehingga dua ayat sampai di penutup yang sama lewat jalan berbeda. Ayat 46:33 juga memakai sebutan pembantah sesudah pertanyaannya sedangkan surah ini tidak, dan 36:81 juga menutup dengan penegasan. Panjang ayat penutup ini juga hampir dua kali rata-rata surahnya.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian enam kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 46:33 dan 75:40. Dua ayat itu memakai penutup yang tidak berbeda satu huruf pun, meski surahnya berjauhan letaknya. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu dengan satu kalimat pun, dan pembacanya baru menemukannya kalau ia mencari enam patah itu di seluruh mushaf. Dua ayat sampai di penutup yang sama persis lewat jalan yang berbeda. Yang satu lewat langit dan bumi, dan yang lain lewat riwayat tubuh manusia. Dua jalan itu bertemu pada enam patah yang sama.
- Ayat 46:33 juga memuat sebutan pembantah yang dipakai Allah di 75:4. Dua surah karena itu berbagi dua bahan sekaligus, yaitu penutup enam patah dan sebutan pembantahnya. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu, dan keduanya berdiri di dua tempat yang berjauhan di mushaf. Ayat 46:33 memakai sebutan pembantah sesudah pertanyaannya, dan 36:81 menutup dengan penegasan. Surah ini satu-satunya dari ketiganya yang berhenti tanpa menjawab sendiri. Pembacanya ditinggalkan memegang sebuah tanda tanya.
- Kata ketiganya dipakai Allah cuma di 36:81, 46:33, dan 75:40. Ayat 36:81 juga menyangkut kuasa menghidupkan yang mati, sehingga tiga pemakaiannya sama pokoknya. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu, dan sebutan itu memang hampir tidak pernah dipakai untuk perkara lain. Sebutan berkuasa yang cuma tiga kali dipakai selalu berdiri di perkara yang sama. Ketiganya menyangkut kuasa menghidupkan kembali yang sudah mati. Sebutan itu hampir tak pernah dipakai untuk perkara lain.
- Surah ini ditutup Allah dengan pertanyaan, bukan pernyataan, sama seperti 75:3 dan 75:36. Tiga pertanyaan itu menandai tiga titik penting surahnya, yaitu pembuka, pembuka penutup, dan penutupnya sendiri. Al-Qur'an tidak menandai keteraturan itu, dan kerangkanya tidak pernah diumumkan. Tiga pertanyaan yang menandai pembuka, pembuka penutup, dan penutupnya memberi surahnya kerangka tanya. Kerangka itu tidak pernah diumumkan di ayat mana pun. Ia cuma terbaca dari letak ketiga baris itu.
- Bunyi dasar berkuasa sudah dipakai Allah di 75:4 untuk menyusun ujung jari, dan kini dipakai lagi di ayat terakhir. Yang ditanyakan di sini sama dengan yang dibantah di 75:3, sehingga surahnya kembali ke tempat ia bermula. Susunan itu menutup lingkarannya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan penutupan itu. Bunyi dasar yang sama dipakai di ayat keempat dan di ayat keempat puluh. Dua ujung surah bertemu pada satu gagasan yang sama, yaitu kesanggupan. Jarak tiga puluh enam ayat memisahkan keduanya.
- Ayat ini tujuh patah dan yang terpanjang di surah ini, padahal rata-rata ayatnya cuma empat patah. Panjang itu berlawanan dengan seluruh surahnya yang bergerak dengan baris pendek. Kalau surah yang seluruhnya tergesa justru melambat tepat di baris terakhir, apa yang sedang diminta dari pembaca di titik itu? Baris terakhir yang hampir dua kali lebih panjang daripada rata-ratanya melambatkan langkahnya. Surah yang seluruhnya bergerak cepat berhenti perlahan di ujung. Tujuh patah melawan rata-rata empat patah di sisanya.