إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya, sehingga Kami menjadikannya dapat mendengar dan melihat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًاinnaa khalaqnaa l-insaana min nuthfatin amsyaajin nabtaliihi fa-ja'alnaahu samii'an bashiiransesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, Kami hendak mengujinya, sehingga Kami menjadikannya dapat mendengar dan melihat

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
  3. الْإِنْسَانَl-insaanamanusia
  4. مِنْmindari
  5. نُطْفَةٍnuthfatinnutfah
  6. أَمْشَاجٍamsyaajinyang bercampur
  7. نَبْتَلِيهِnabtaliihiKami mengujinya
  8. فَجَعَلْنَاهُfa-ja'alnaahumaka Kami menjadikannya
  9. سَمِيعًاsamii'anmendengar
  10. بَصِيرًاbashiiranmelihat

Inti bacaan

Tujuan penciptaan yang eksplisit: 'menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya. sehingga menjadikannya dapat mendengar dan melihat', kerangka bahwa kemampuan sensorik diberikan justru untuk tujuan ujian, kapasitas indrawi bukan sekadar kebetulan biologis melainkan alat untuk menjalani tanggung jawab moral.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(dengan perintah dan larangan)' tidak dipakai.

Kata (أَمْشَاجٍ, amsyaaj) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya juga cuma dipakai di ayat ini.

Jadi akar (أَمْشَاجٍ, amsyaaj) tidak punya satu pun pemakaian lain. Seluruh hidupnya di dalam Al-Qur'an berada di satu tempat.

Perhatikan bahwa surah ini memuat tiga bunyi dasar seperti itu. Dua yang lain ada di 76:10 dan 76:13.

Al-Qur'an tidak menandai kekhususan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu surah tiga puluh satu ayat memuat tiga akar yang tidak dipakai di surah lain mana pun.

Kata (نَبْتَلِيهِ, nabtaliihi) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 35 ayat, antara lain 2:155, 3:186, 21:35, dan 47:31.

Arti akar (نَبْتَلِيهِ, nabtaliihi) adalah menguji. Jadi tujuan penciptaannya disebut di dalam ayat yang sama dengan bahannya.

Kata (نُطْفَةٍ, nuthfah) muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an: 16:4, 18:37, 22:5, 35:11, 36:77, 40:67, 53:46, 76:2, dan 80:19. Semuanya menyebut asal manusia.

Rangkaian (سَمِيعًا بَصِيرًا, samii'an bashiiran) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 4:58, 4:134, dan 76:2. Di 4:58 dan 4:134 rangkaian itu menyifati Allah.

Perhatikan bahwa di sini rangkaian yang sama menyifati manusia. Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu.

Yang bisa dibaca cuma bahwa dua sifat yang biasanya menyifati Yang Mencipta di sini menyifati yang dicipta. Dua dari tiga pemakaiannya berada di satu surah yang sama.

Perhatikan bahwa ayat ini menjawab pertanyaan di 76:1. Yang tadinya bukan apa-apa kini disebut bahannya.

Jawabannya datang cepat. Cuma satu ayat memisahkan pertanyaan dari jawabannya.

Perhatikan bahwa jawabannya memuat tiga hal sekaligus. Bahannya, tujuannya, dan alat yang diberikan kepadanya.

Kepadatan itu tidak lazim. Satu ayat memuat seluruh keterangan yang dibutuhkan untuk menjawab.

Perhatikan bahwa alat yang disebut cuma dua, yaitu pendengaran dan penglihatan. Tidak disebut akal, tidak disebut tenaga, dan tidak disebut lidah.

Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua alat penerima disebut, dan alat pengolah tidak.

Perhatikan bahwa dua alat itu sama-sama menerima dari luar. Keduanya bekerja dengan menangkap, bukan dengan menghasilkan.

Perhatikan pula bahwa ayat ini menyebut campuran, bukan bahan tunggal. Yang disebut adalah sesuatu yang tersusun dari lebih dari satu unsur.

Keterangan itu tidak diberi rincian. Al-Qur'an tidak menyebut unsurnya apa saja, dan tidak menyebut berapa banyak.

Perhatikan pula bahwa ujian disebut sebagai alasan, bukan sebagai akibat. Manusia dibuat untuk diuji, bukan diuji karena sudah dibuat.

Susunan itu menaruh tujuan di dalam penciptaannya sendiri. Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu dengan satu kalimat pun.

Perhatikan pula bahwa alat yang diberikan disebut sesudah tujuannya. Urutannya bergerak dari bahan ke tujuan lalu ke bekal.

Ketiga hal itu disusun dalam satu kalimat tanpa satu penghubung pun yang menandai batasnya.

Tafsiran

Ayat ini menjawab pertanyaan di 76:1 dengan menyebut bahan, tujuan, dan alat sekaligus. Kata keenamnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di ayat ini.

Jadi seluruh hidup akar itu berada di satu tempat, dan surah ini memuat tiga akar seperti itu karena dua yang lain ada di 76:10 dan 76:13. Al-Qur'an tidak menandai kekhususan itu dengan satu kalimat pun.

Kata ketujuhnya juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 35 ayat, antara lain 2:155, 3:186, 21:35, dan 47:31. Arti akarnya menguji, sehingga tujuan penciptaannya disebut di dalam ayat yang sama dengan bahannya.

Kata kelimanya muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 16:4, 18:37, 22:5, 35:11, 36:77, 40:67, 53:46, 76:2, dan 80:19, dan semuanya menyebut asal manusia. Rangkaian dua kata terakhirnya muncul 3 kali, yaitu 4:58, 4:134, dan 76:2, dan di dua ayat surah 4 rangkaian itu menyifati Allah.

Di sini rangkaian yang sama menyifati manusia, dan Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu. Alat yang disebut juga cuma dua, yaitu pendengaran dan penglihatan, dan keduanya sama-sama bekerja dengan menangkap dari luar. Ayat ini menyebut campuran dan bukan bahan tunggal, sehingga yang disebut adalah sesuatu yang tersusun dari lebih dari satu unsur, tanpa rincian tentang unsurnya maupun jumlahnya. Ujian juga disebut sebagai alasan dan bukan sebagai akibat, karena manusia dibuat untuk diuji dan bukan diuji karena sudah dibuat. Alat yang diberikan disebut sesudah tujuannya, sehingga urutannya bergerak dari bahan ke tujuan lalu ke bekal dalam satu kalimat.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keenamnya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di ayat ini. Seluruh hidup akar itu berada di satu tempat, sehingga tidak ada pembanding sama sekali untuknya. Artinya cuma bisa didekati dari kalimatnya sendiri. Seluruh hidup akar itu berada di satu tempat, sehingga tidak ada pembanding sama sekali untuknya. Artinya cuma bisa didekati dari kalimatnya sendiri, dan kalimat itu pun tidak memberi satu rincian pun. Yang tersedia tinggal bentuk katanya sendiri dan tempat ia berdiri di dalam kalimatnya.
  • Surah ini memuat tiga akar yang tidak dipakai Allah di surah lain mana pun, yaitu di 76:2, 76:10, dan 76:13. Satu surah tiga puluh satu ayat memuat tiga akar sekali pakai. Kepadatan seperti itu tidak lazim, dan Al-Qur'an tidak menandainya dengan satu kalimat pun. Satu surah tiga puluh satu ayat memuat tiga akar sekali pakai. Kepadatan seperti itu tidak lazim, dan ketiganya berdiri di tiga bagian surahnya yang berbeda-beda tanpa saling berdekatan.
  • Rangkaian dua kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 4:58, 4:134, dan 76:2. Di dua ayat surah 4 rangkaian itu menyifati Allah, sedangkan di sini ia menyifati manusia. Dua sifat yang biasanya menyifati Yang Mencipta di sini menyifati yang dicipta, dan Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu. Dua sifat yang biasanya menyifati Yang Mencipta di sini menyifati yang dicipta. Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu, dan cuma pembaca yang membandingkan ketiga ayatnya akan menemukan sendiri kaitannya.
  • Kata ketujuhnya berasal dari akar yang artinya menguji, dan akar itu dipakai Allah di 35 ayat, antara lain 2:155, 3:186, 21:35, dan 47:31. Tujuan penciptaannya disebut di dalam ayat yang sama dengan bahannya. Yang dibuat dan alasan ia dibuat tidak dipisahkan ke dua ayat. Yang dibuat dan alasan ia dibuat sama sekali tidak dipisahkan ke dua ayat. Tujuannya disebut di dalam kalimat yang sama dengan bahannya, sehingga keduanya sama sekali tidak bisa dibaca terpisah.
  • Alat yang disebut Allah cuma dua, yaitu pendengaran dan penglihatan, sedangkan akal, tenaga, dan lidah tidak disebut. Dua alat itu sama-sama menerima dari luar dan bekerja dengan menangkap, bukan dengan menghasilkan. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Dua alat itu sama-sama bekerja dengan menangkap, bukan dengan menghasilkan. Akal, tenaga, dan lidah sama sekali tidak disebut di sini, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu.
  • Yang tadinya disebut bukan apa-apa di 76:1 kini disebut bahannya oleh Allah, dan cuma satu ayat memisahkan pertanyaan dari jawabannya. Satu ayat memuat bahan, tujuan, dan alat sekaligus. Kalau seluruh keterangan itu muat dalam satu baris, apa yang membuat manusia merasa dirinya terlalu rumit untuk diringkas? Satu ayat memuat bahan, tujuan, dan alat sekaligus. Apa yang membuat manusia merasa dirinya terlalu rumit untuk diringkas, kalau seluruh keterangan tentang asal-usulnya muat dalam satu baris?