إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

Sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan; ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًاinnaa hadaynaahu s-sabiila immaa syaakiran wa-immaa kafuuransesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan, ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. هَدَيْنَاهُhadaynaahuKami menunjukinya
  3. السَّبِيلَs-sabiilajalan
  4. إِمَّاimmaajika
  5. شَاكِرًاsyaakiranyang bersyukur
  6. وَإِمَّاwa-immaadan adapun jika
  7. كَفُورًاkafuuranyang sangat ingkar

Inti bacaan

Pemberian petunjuk dengan hasil yang bervariasi: 'Kami telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur', pengakuan bahwa petunjuk yang sama diberikan kepada semua, namun respons berbeda berdasarkan pilihan masing-masing, kebebasan yang menghasilkan keragaman hasil.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(yang lurus)' tidak dipakai.

Kata (هَدَيْنَاهُ, hadainaahu) muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an: 4:68, 6:87, 37:118, 41:17, 76:3, dan 90:10. Semuanya menyebut penunjukan jalan.

Perhatikan bahwa di 41:17 kata (هَدَيْنَاهُ, hadainaahu) dipakai untuk kaum yang lebih memilih kebutaan. Di 90:10 ia dipakai untuk dua jalan yang ditunjukkan kepada manusia.

Jadi penunjukan jalan disebut berulang, dan hasilnya tidak selalu sama. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan hasil itu.

Kata (شَاكِرًا, syaakiran) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 4:147, 16:121, dan 76:3. Artinya orang yang bersyukur.

Kata (كَفُورًا, kafuuran) dipakai di 17:27, 17:67, 76:3, dan 76:24, dan tidak di ayat lain mana pun di seluruh Al-Qur'an. Dua di antaranya ada di surah ini.

Perhatikan bahwa dua kemunculan di surah ini berdiri di dua kedudukan yang berbeda. Di sini ia salah satu dari dua pilihan, dan di 76:24 ia pihak yang tidak boleh diikuti.

Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sebutan muncul sebagai pilihan lalu sebagai peringatan.

Perhatikan bahwa ayat ini menyebut dua kemungkinan, bukan satu. Yang ditunjukkan jalannya bisa berterima kasih dan bisa menolak.

Susunan itu berbeda dari 76:2. Di sana yang disebut cuma pemberian, dan di sini yang disebut dua arah.

Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pemberian disebut lebih dulu dan pilihan menyusul.

Perhatikan bahwa urutan itu masuk akal. Alat diberikan dulu, lalu jalan ditunjukkan, lalu pilihan dibuka.

Tiga ayat pertama surah ini karena itu menyusun satu urutan. Dari belum ada, menjadi ada, lalu diberi pilihan.

Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiga ayat berurutan menyebut tiga tahap yang memang berurutan.

Perhatikan bahwa ketiga ayat itu sama-sama dibuka penegas. Tiga kali berturut-turut pernyataannya dikuatkan.

Pengulangan itu berhenti di 76:4. Di sana penegasnya masih ada, tetapi isinya berpindah ke akibat.

Perhatikan pula bahwa jalan yang ditunjukkan disebut tunggal. Yang disebut bukan dua jalan, melainkan satu jalan yang ditunjukkan.

Yang bercabang dua adalah tanggapannya, bukan jalannya. Al-Qur'an tidak menyatakan pembedaan itu dengan satu kalimat pun.

Perhatikan pula bahwa (شَاكِرًا, syaakiran) dan (كَفُورًا, kafuuran) seimbang panjangnya. Keduanya berdiri sejajar di ujung ayat.

Kesejajaran itu membuat keduanya terdengar sebagai pilihan yang sama-sama terbuka. Tidak ada yang dilukiskan lebih mudah daripada yang lain.

Perhatikan pula bahwa penunjukan jalan disebut sebagai pemberian. Ia berdiri di deretan yang sama dengan bahan dan alat.

Jadi tiga ayat pertama surah ini seluruhnya menyebut apa yang diberikan. Pilihan baru muncul di ujung ayat ketiga.

Tafsiran

Ayat ini menyebut dua arah yang terbuka bagi manusia sesudah jalannya ditunjukkan. Kata keduanya muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:68, 6:87, 37:118, 41:17, 76:3, dan 90:10, dan semuanya menyebut penunjukan jalan.

Di 41:17 kata itu dipakai untuk kaum yang lebih memilih kebutaan, dan di 90:10 untuk dua jalan yang ditunjukkan kepada manusia. Jadi penunjukan jalan disebut berulang, dan hasilnya tidak selalu sama.

Kata keempatnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:147, 16:121, dan 76:3, sedangkan kata terakhirnya muncul 4 kali, yaitu 17:27, 17:67, 76:3, dan 76:24. Dua di antaranya ada di surah ini, dan keduanya berdiri di dua kedudukan yang berbeda.

Ayat ini menyebut dua kemungkinan dan bukan satu, berbeda dari 76:2 yang cuma menyebut pemberian. Pemberian disebut lebih dulu, dan pilihan menyusul di ayat berikutnya.

Tiga ayat pertama surah ini karena itu menyusun satu urutan, yaitu dari belum ada, menjadi ada, lalu diberi pilihan. Ketiganya juga sama-sama dibuka penegas, dan pengulangan itu berhenti isinya di 76:4. Jalan yang ditunjukkan disebut tunggal, bukan dua, sehingga yang bercabang dua adalah tanggapannya dan bukan jalannya. Dua tanggapan itu disebut dengan kata yang seimbang panjangnya dan berdiri sejajar di ujung ayat, sehingga keduanya terdengar sebagai pilihan yang sama-sama terbuka. Penunjukan jalan juga disebut sebagai pemberian, berdiri di deretan yang sama dengan bahan dan alat, sehingga tiga ayat pertama surah ini seluruhnya menyebut apa yang diberikan.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keduanya dipakai Allah 6 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:68, 6:87, 37:118, 41:17, 76:3, dan 90:10. Di 41:17 ia dipakai untuk kaum yang lebih memilih kebutaan, dan di 90:10 untuk dua jalan yang ditunjukkan. Penunjukan jalan disebut berulang, dan hasilnya tidak selalu sama. Penunjukan jalan disebut berulang, dan hasilnya tidak selalu sama. Enam ayat memakai kata yang sama persis, dan yang menerima petunjuk itu tidak selalu mengikutinya sampai akhir. Petunjuk yang diberikan ternyata tidak menjamin arah yang akhirnya diambil oleh orang yang menerimanya.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 17:27, 17:67, 76:3, dan 76:24, dan dua di antaranya ada di surah ini. Di sini ia salah satu dari dua pilihan, dan di 76:24 ia pihak yang tidak boleh diikuti. Satu kata muncul sebagai pilihan lalu sebagai peringatan, dan Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Satu kata muncul sebagai pilihan lalu sebagai peringatan, dan Al-Qur'an tidak menandai pasangan itu. Jarak dua puluh satu ayat memisahkan kedua kemunculannya di surah ini, dan tidak ada satu penunjuk pun yang dipasang di antaranya.
  • Allah menyebut dua kemungkinan di sini, bukan satu, sehingga yang ditunjukkan jalannya bisa berterima kasih dan bisa menolak. Susunan itu berbeda dari 76:2, yang cuma menyebut pemberian. Pemberian disebut lebih dulu, dan pilihan menyusul sesudahnya. Pemberian disebut lebih dulu, dan pilihan menyusul sesudahnya. Susunan itu berbeda dari 76:2, yang cuma menyebut apa yang diberikan tanpa sekali pun menyinggung tanggapan dari penerimanya.
  • Tiga ayat pertama surah ini menyusun satu urutan, yaitu dari belum ada, menjadi ada, lalu diberi pilihan. Allah tidak menyatakan urutan itu, dan tiga ayat berurutan menyebut tiga tahap yang memang berurutan. Alat diberikan dulu, lalu jalan ditunjukkan, lalu pilihan dibuka. Alat diberikan dulu, lalu jalan ditunjukkan, lalu pilihan dibuka. Tiga ayat berurutan menyebut tiga tahap yang memang berurutan, dan Allah tidak menyatakan urutan itu dengan satu kalimat pun.
  • Ketiga ayat pertama surah ini sama-sama dibuka penegas oleh Allah, sehingga tiga kali berturut-turut pernyataannya dikuatkan. Pengulangan itu berlanjut ke 76:4 dengan isi yang berpindah ke akibat. Empat penegasan beruntun di pembuka surah menandai bahwa keempatnya dianggap sama pentingnya. Lima penegasan beruntun di pembuka surah menandai bahwa kelima pernyataan itu dianggap sama pentingnya oleh yang menyampaikannya. Sesudah 76:5 penegas pembukanya berhenti sampai jauh di belakang, yaitu sampai 76:22.
  • Allah memberi alat pendengaran dan penglihatan di 76:2, lalu menunjukkan jalan di sini. Kalau pilihan baru dibuka sesudah alat untuk memilih diberikan, apa yang tersisa untuk dijadikan alasan oleh yang salah memilih? Pilihan baru dibuka sesudah alat untuk memilih diberikan. Apa yang masih tersisa untuk dijadikan alasan oleh orang yang salah memilih, kalau bekalnya sudah dilengkapi sejak awal?