يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

Mereka menepati nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًاyuufuuna bi-n-nadzri wa-yakhaafuuna yawman kaana syarruhu mustathiiranmereka menepati nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. يُوفُونَyuufuunamereka memenuhi
  2. بِالنَّذْرِbi-n-nadzridengan nazar
  3. وَيَخَافُونَwa-yakhaafuunadan mereka takut
  4. يَوْمًاyawmansuatu hari
  5. كَانَkaanaadalah
  6. شَرُّهُsyarruhukeburukannya
  7. مُسْتَطِيرًاmustathiiranyang merata

Inti bacaan

Dua kualitas yang mendefinisikan golongan berbakti: 'mereka menepati nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata', kombinasi integritas terhadap janji personal (nazar) dan kesadaran akan konsekuensi universal (hari yang azabnya merata), dua dimensi tanggung jawab yang saling melengkapi.

Penjelasan pilihan kata

Kata (بِالنَّذْرِ, bin-nadzr) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 115 ayat, antara lain 2:6, 7:2, 36:6, dan 74:2.

Perhatikan bahwa (بِالنَّذْرِ, bin-nadzr) berasal dari bunyi dasar yang hampir selalu dipakai untuk peringatan. Di sini ia dipakai untuk janji yang diucapkan seseorang kepada Allah.

Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu bunyi dasar memuat memperingatkan dan bernazar.

Kata (مُسْتَطِيرًا, mustathiiran) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 24 ayat, antara lain 2:260, 17:13, 27:16, dan 67:19.

Arti dasar akar (مُسْتَطِيرًا, mustathiiran) menyangkut terbang dan menyebar. Jadi keburukan hari itu dilukiskan menyebar ke mana-mana.

Perhatikan bahwa ayat ini mulai menyebut sebabnya. Dua ayat sebelumnya menyebut apa yang mereka terima, dan ayat ini menyebut apa yang mereka kerjakan.

Perpindahan itu tidak diberi satu penghubung pun. Al-Qur'an langsung berpindah dari hasil ke sebab.

Perhatikan bahwa susunan itu terbalik dari yang biasa. Sebab biasanya disebut lebih dulu, dan hasil menyusul.

Di sini hasilnya disebut lebih dulu di 76:5 dan 76:6, lalu sebabnya menyusul di 76:7 sampai 76:10. Al-Qur'an tidak menerangkan pembalikan itu.

Perhatikan bahwa dua hal disebut di ayat ini. Yang pertama menepati janji, dan yang kedua takut kepada hari itu.

Dua hal itu berbeda jenisnya. Yang satu perbuatan, dan yang lain perasaan.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebab yang disebut mencakup apa yang dikerjakan dan apa yang dirasakan.

Perhatikan bahwa yang ditakuti disebut sifatnya, bukan namanya. Hari itu tidak diberi nama di ayat ini.

Cara itu berulang di 76:10. Di sana pun hari itu disebut lewat sifatnya.

Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa hari itu dua kali disebut lewat sifat dan tidak sekali pun lewat nama.

Perhatikan pula bahwa ayat ini membuka daftar sebab yang berjalan empat ayat. Dari 76:7 sampai 76:10 seluruhnya menyebut apa yang mereka kerjakan dan rasakan.

Empat ayat itu memuat dua perbuatan dan dua perasaan. Yang dikerjakan menepati janji dan memberi makan, dan yang dirasakan takut kepada hari itu.

Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya disebut berselang-seling.

Perhatikan pula bahwa rasa takut disebut dua kali di empat ayat itu. Sekali di sini dan sekali di 76:10.

Pengulangan itu tidak lazim untuk daftar sependek itu. Al-Qur'an tidak menerangkan penekanan itu.

Yang bisa dibaca cuma bahwa dari empat sebab yang disebut, satu di antaranya diulang.

Tafsiran

Ayat ini merinci sifat orang-orang yang berbuat kebajikan: menepati janji dan senantiasa waspada terhadap Hari Kiamat. Ayat ini mulai menyebut sebab dari apa yang mereka terima di dua ayat sebelumnya. Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 115 ayat, antara lain 2:6, 7:2, 36:6, dan 74:2.

Akar itu hampir selalu dipakai untuk peringatan, sedangkan di sini ia dipakai untuk janji yang diucapkan seseorang kepada Allah. Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu dengan satu kalimat pun.

Kata terakhirnya juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 24 ayat, antara lain 2:260, 17:13, 27:16, dan 67:19. Arti dasarnya menyangkut terbang dan menyebar, sehingga keburukan hari itu dilukiskan menyebar ke mana-mana.

Susunan surah ini terbalik dari yang biasa, karena hasilnya disebut lebih dulu di 76:5 dan 76:6 lalu sebabnya menyusul di 76:7 sampai 76:10. Al-Qur'an tidak menerangkan pembalikan itu.

Dua hal disebut di ayat ini, yaitu menepati janji dan takut kepada hari itu, dan keduanya berbeda jenisnya karena yang satu perbuatan sedangkan yang lain perasaan. Hari yang ditakuti juga disebut lewat sifatnya dan bukan lewat namanya, sama seperti di 76:10. Ayat ini membuka daftar sebab yang berjalan empat ayat, karena dari 76:7 sampai 76:10 seluruhnya menyebut apa yang mereka kerjakan dan rasakan. Empat ayat itu memuat dua perbuatan dan dua perasaan, dan keduanya disebut berselang-seling. Rasa takut juga disebut dua kali di empat ayat itu, sekali di sini dan sekali di 76:10, sehingga dari empat sebab yang disebut satu di antaranya diulang.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata keduanya dipakai Allah di 115 ayat, antara lain 2:6, 7:2, 36:6, dan 74:2, dan hampir selalu untuk peringatan. Di sini ia dipakai untuk janji yang diucapkan seseorang kepada Allah. Satu akar memuat memperingatkan dan bernazar, dan Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu. Satu bunyi dasar memuat memperingatkan dan bernazar, dan Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu. Seratus lima belas ayat memakai akar itu, dan hampir seluruhnya untuk maksud memperingatkan. Yang di sini justru menyebut janji manusia sendiri, dan bukan peringatan yang ditujukan kepadanya.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 24 ayat, antara lain 2:260, 17:13, 27:16, dan 67:19. Arti dasarnya menyangkut terbang dan menyebar, sehingga keburukan hari itu dilukiskan menyebar ke mana-mana. Yang menyebar tidak bisa dihindari dengan berpindah tempat. Yang menyebar tidak bisa dihindari dengan berpindah tempat. Arti dasarnya menyangkut terbang dan menyebar, sehingga keburukan hari itu dilukiskan sampai ke segala penjuru.
  • Allah menyebut hasilnya lebih dulu di 76:5 dan 76:6, lalu sebabnya menyusul di 76:7 sampai 76:10. Susunan itu terbalik dari yang biasa, karena sebab biasanya disebut lebih dulu. Al-Qur'an tidak menerangkan pembalikan itu, dan pembacanya melihat upahnya sebelum tahu apa yang dikerjakan untuknya. Al-Qur'an tidak menerangkan pembalikan itu, dan pembacanya melihat upahnya lebih dulu sebelum tahu apa yang dikerjakan untuknya. Susunan terbalik seperti itu jarang sekali dipakai di dalam daftar sebab dan akibat.
  • Dua hal disebut Allah di ayat ini, yaitu menepati janji dan takut kepada hari itu. Keduanya berbeda jenisnya, karena yang satu perbuatan dan yang lain perasaan. Sebab yang disebut mencakup apa yang dikerjakan dan apa yang dirasakan, bukan salah satunya saja. Sebab yang disebut mencakup apa yang dikerjakan sekaligus apa yang dirasakan, bukan salah satunya saja. Perbuatan tanpa perasaan dan perasaan tanpa perbuatan sama-sama dinyatakan belum cukup di bagian ini.
  • Hari yang ditakuti disebut Allah lewat sifatnya, bukan lewat namanya, dan cara yang sama dipakai lagi di 76:10. Hari itu dua kali disebut lewat sifat dan tidak sekali pun lewat nama di bagian ini. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu dengan satu kalimat pun. Hari itu dua kali disebut lewat sifatnya dan tidak sekali pun lewat namanya di sepanjang bagian ini. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan penyebutan itu dengan satu kalimat pun.
  • Yang pertama disebut Allah sebagai sebab adalah menepati janji, bukan ibadah yang tampak besar. Kalau yang paling dulu disebut justru soal menepati apa yang pernah diucapkan, seberapa banyak janji kecil yang kita ucapkan lalu lupa sendiri? Yang pertama disebut sebagai sebab adalah menepati janji, bukan ibadah yang tampak besar. Seberapa banyak janji kecil yang kita ucapkan lalu kita lupakan sendiri, kalau yang sekecil itu pun ternyata dihitung?