فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا
Maka Allah melindungi mereka dari keburukan hari itu, dan memberi mereka keceriaan dan kegembiraan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًاfa-waqaahumu llaahu syarra dzaalika l-yawmi wa-laqqaahum nadhratan wa-suruuranmaka Allah melindungi mereka dari keburukan hari itu, dan memberi mereka keceriaan dan kegembiraan
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَوَقَاهُمُfa-waqaahumumaka Dia memelihara mereka
- اللَّهُllaahuAllah
- شَرَّsyarraseburuk-buruk
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- الْيَوْمِl-yawmihari
- وَلَقَّاهُمْwa-laqqaahumdan Dia menemui mereka
- نَضْرَةًnadhratankeceriaan
- وَسُرُورًاwa-suruurandan kegembiraan
Inti bacaan
Hasil dari kombinasi keikhlasan dan kesadaran: 'Allah melindungi mereka dari keburukan hari itu, dan memberi mereka keceriaan dan kegembiraan', jaminan bahwa kedermawanan tulus disertai kesadaran spiritual membawa perlindungan nyata di masa yang dikhawatirkan.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, melekat langsung pada 'al-yawmi' (hari itu), diterjemahkan 'itu' sesuai kaidah baku.
Kata (فَوَقَاهُمُ, fa waqaahum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia menyatakan bahwa Allah menjaga mereka dari keburukan hari itu.
Kata (نَضْرَةً, nadhrah) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 3 ayat: 75:22, 76:11, dan 83:24.
Di 75:22 dan 83:24 akar (نَضْرَةً, nadhrah) dipakai untuk wajah yang berseri. Jadi ketiga pemakaiannya menyangkut cahaya di wajah.
Perhatikan bahwa 75:22 ada di surah yang tepat mendahului surah ini. Dua surah berurutan memakai akar yang sama untuk hal yang sama.
Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa bunyi dasar yang cuma hidup di tiga ayat memuat dua ayat dari dua surah bertetangga.
Kata (وَسُرُورًا, wa suruuran) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 43 ayat, antara lain 2:235, 25:74, 43:71, dan 84:9.
Perhatikan bahwa dua hal diberikan di ayat ini. Yang pertama tampak di wajah, dan yang kedua terasa di dalam.
Susunan itu melengkapi. Yang terlihat orang lain dan yang dirasakan sendiri disebut berdampingan.
Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keduanya diberikan sekaligus.
Perhatikan bahwa yang mereka takuti di 76:10 tepat itulah yang dijauhkan di sini. Keburukan hari itu disebut di dua ayat yang berdekatan.
Jarak antara keduanya satu ayat. Yang dikhawatirkan dan yang ditiadakan berdiri hampir bersebelahan.
Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa jawabannya datang secepat itu.
Perhatikan bahwa nama Allah disebut lagi di ayat ini. Penyebutan pertamanya di 76:6, dan yang kedua di 76:9.
Jadi tiga penyebutan berdiri di rentang enam ayat. Sebelas ayat sebelumnya cuma memuat satu penyebutan.
Al-Qur'an tidak menandai kerapatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa namanya makin sering terdengar di bagian ini.
Perhatikan bahwa (فَوَقَاهُمُ, fa waqaahum) berbentuk lampau. Yang disebut peristiwa yang belum tiba, dan bentuknya menyatakan sudah selesai.
Perhatikan pula bahwa (فَوَقَاهُمُ, fa waqaahum) menyatakan penjagaan, bukan penyelamatan. Yang disebut bahwa mereka dijaga, bukan bahwa mereka dilepaskan.
Perbedaan itu halus tetapi berakibat. Dilepaskan mengandaikan sudah tertangkap, dan dijaga mengandaikan belum pernah kena.
Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa mereka tidak pernah dilukiskan berada di dalam bahayanya.
Perhatikan pula bahwa dua pemberian di ayat ini bukan benda. Keduanya berupa keadaan, bukan barang.
Cara itu berbeda dari ayat-ayat sesudahnya. Dari 76:12 sampai 76:21 hampir seluruhnya menyebut benda.
Jadi pemberian pertama yang disebut justru yang tidak berwujud. Al-Qur'an tidak menandai urutan itu.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan balasan atas ketakwaan mereka: perlindungan dari kesulitan hari itu serta anugerah kebahagiaan. Ayat ini menyebut apa yang diberikan sebagai ganti dari apa yang mereka takuti. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia menyatakan bahwa Allah menjaga mereka dari keburukan hari itu.
Kata keenamnya juga muncul 1 kali, dan akarnya cuma dipakai di 3 ayat: 75:22, 76:11, dan 83:24. Di 75:22 dan 83:24 akar itu dipakai untuk wajah yang berseri, sehingga ketiga pemakaiannya menyangkut cahaya di wajah.
Perhatikan bahwa 75:22 ada di surah yang tepat mendahului surah ini, sehingga dua surah berurutan memakai akar yang sama untuk hal yang sama. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu.
Kata terakhirnya juga muncul 1 kali, dan akarnya dipakai di 43 ayat, antara lain 2:235, 25:74, 43:71, dan 84:9. Dua hal diberikan di ayat ini, karena yang pertama tampak di wajah dan yang kedua terasa di dalam.
Yang mereka takuti di 76:10 tepat itulah yang dijauhkan di sini, dan jarak antara keduanya cuma satu ayat. Nama Allah juga disebut lagi di ayat ini sesudah 76:6 dan 76:9, sehingga tiga penyebutan berdiri di rentang enam ayat. Ayat ini memakai kata yang menyatakan penjagaan dan bukan penyelamatan, sehingga yang disebut adalah bahwa mereka dijaga dan bukan dilepaskan. Dilepaskan mengandaikan sudah tertangkap, sedangkan dijaga mengandaikan belum pernah kena. Dua pemberian di ayat ini juga bukan benda melainkan keadaan, berbeda dari 76:12 sampai 76:21 yang hampir seluruhnya menyebut benda.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata keenamnya cuma dipakai Allah di 75:22, 76:11, dan 83:24, dan ketiganya menyangkut cahaya di wajah. Ayat 75:22 ada di surah yang tepat mendahului surah ini, sehingga dua surah berurutan memakai akar yang sama untuk hal yang sama. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu, dan cuma yang membaca dua surah berurutan akan mengenalinya. Akar itu cuma hidup di tiga ayat, dan dua di antaranya bertetangga. Dua surah berurutan memakai bunyi yang sama untuk cahaya di wajah.
- Dua hal diberikan Allah di ayat ini, karena yang pertama tampak di wajah dan yang kedua terasa di dalam. Yang terlihat orang lain dan yang dirasakan sendiri disebut berdampingan. Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian itu, dan keduanya diberikan sekaligus tanpa dipisah. Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian itu, dan keduanya diberikan sekaligus tanpa dipisah. Yang tampak di wajah dan yang terasa di dalam disebut dalam satu tarikan. Yang satu bisa dilihat orang lain, dan yang lain cuma dirasakan sendiri.
- Yang mereka takuti di 76:10 tepat itulah yang dijauhkan Allah di sini, dan jarak antara keduanya cuma satu ayat. Yang dikhawatirkan dan yang ditiadakan berdiri hampir bersebelahan. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu, dan jawabannya datang sebelum kekhawatirannya sempat mengendap. Al-Qur'an tidak menandai kedekatan itu, dan jawabannya datang sebelum kekhawatirannya sempat mengendap. Satu ayat memisahkan yang ditakuti dari yang meniadakannya. Kekhawatiran dan jawabannya berdiri hampir bersebelahan di dua ayat.
- Nama Allah disebut lagi di ayat ini sesudah 76:6 dan 76:9, sehingga tiga penyebutan berdiri di rentang enam ayat. Lima ayat pertama surah ini sama sekali tidak memuat penyebutan itu. Namanya makin sering terdengar di bagian ini, dan Al-Qur'an tidak menandai kerapatan itu. Namanya makin sering terdengar di bagian ini, dan Al-Qur'an tidak menandai kerapatan itu. Lima ayat pertama diam, lalu tiga penyebutan berdesakan di enam ayat. Kerapatan itu berubah tepat ketika pembicaraan berpindah ke pemberian.
- Ayat ini memakai bentuk lampau, padahal yang disebut peristiwa yang belum tiba. Bentuk lampau untuk yang belum terjadi menyatakan kepastian, bukan waktu. Allah memakai cara yang sama di beberapa surah bertetangga, dan pembacanya diminta membaca janji itu sebagai sesuatu yang sudah selesai. Pembacanya diminta membaca janji itu sebagai sesuatu yang sudah selesai. Bentuk lampau untuk yang belum terjadi menyatakan kepastian, bukan waktu. Cara itu berulang di beberapa surah yang berdekatan dengan surah ini.
- Kata pertamanya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia menyatakan penjagaan dari keburukan hari itu. Yang disebut bukan bahwa harinya tidak datang, melainkan bahwa mereka dijaga darinya. Apa bedanya bagi seseorang antara bahaya yang tidak pernah ada dan bahaya yang ada tetapi tidak mengenainya? Yang disebut bukan bahwa harinya tidak datang, melainkan bahwa mereka dijaga darinya. Apa bedanya bagi seseorang antara bahaya yang tidak pernah ada dan bahaya yang tidak mengenainya? Yang dijaga tidak pernah merasakan bahaya yang menimpa orang lain.