وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
Dan Dia membalas mereka atas kesabaran mereka dengan taman dan sutra,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًاwa-jazaahum bi-maa shabaruu jannatan wa-hariirandan Dia membalas mereka atas kesabaran mereka dengan taman dan sutra
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَجَزَاهُمْwa-jazaahumdan Dia membalas mereka
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- صَبَرُواshabaruubersabar
- جَنَّةًjannatantaman
- وَحَرِيرًاwa-hariirandan sutra
Inti bacaan
Hubungan langsung antara kesabaran dan ganjaran: 'Dia membalas mereka atas kesabaran mereka dengan surga dan (pakaian) sutra', penegasan bahwa ketahanan dalam menjalankan kebaikan (termasuk kedermawanan meski memiliki kebutuhan sendiri) mendapat balasan yang proporsional.
Penjelasan pilihan kata
Kata (جَنَّةً, jannatan) dalam bentuk ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (وَحَرِيرًا, wa hariiran) juga muncul 1 kali.
Akar (وَحَرِيرًا, wa hariiran) dipakai di 11 ayat, antara lain 2:178, 4:92, 22:23, dan 35:33. Sebagian pemakaiannya menyebut kain, dan sebagian menyebut pembebasan budak.
Perhatikan bahwa satu bunyi dasar memuat kain halus dan kemerdekaan. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan dua arti itu.
Perhatikan bahwa ayat ini menyebut sebabnya secara terang. Balasan itu diberikan karena kesabaran mereka.
Cara itu berbeda dari ayat-ayat sebelumnya. Di sana sebabnya didaftar tanpa satu kata penghubung sebab.
Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa sebabnya baru dinyatakan terang di ayat kedua belas.
Perhatikan bahwa yang disebut sebagai sebab adalah kesabaran, bukan pemberian makan. Padahal empat ayat sebelumnya menyebut perbuatan mereka satu per satu.
Jadi sebab yang disebut di sini merangkum semuanya. Al-Qur'an tidak menerangkan perangkuman itu.
Yang bisa dibaca cuma bahwa menepati janji, memberi makan, dan menahan takut seluruhnya disebut kesabaran.
Perhatikan bahwa dua hal diberikan di ayat ini. Yang pertama tempat, dan yang kedua pakaian.
Dua hal itu berbeda tingkatnya. Tempat menampung, dan pakaian menempel di badan.
Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang luas dan yang dekat disebut berdampingan.
Perhatikan bahwa pakaian disebut sedini ini. Ia disebut lagi di 76:21 dengan keterangan yang jauh lebih panjang.
Jadi surah ini menyebut pakaian dua kali. Yang pertama sekilas, dan yang kedua dengan rincian.
Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa jarak antara keduanya sembilan ayat.
Perhatikan bahwa ayat ini menutup rangkaian dua ayat tentang balasan. Sesudahnya rinciannya dimulai di 76:13.
Perhatikan pula bahwa balasan itu disebut sesudah penjagaan di 76:11. Yang pertama menjauhkan bahaya, dan yang kedua memberikan sesuatu.
Urutan itu masuk akal. Bahaya dijauhkan dulu, baru pemberian diberikan.
Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat berurutan menyusun dua tahap yang memang berurutan.
Perhatikan pula bahwa kesabaran disebut sebagai satu-satunya sebab di ayat ini. Tidak ada sebab lain yang ditambahkan.
Kesederhanaan itu mencolok. Empat ayat sebelumnya penuh rincian, dan sebabnya diringkas jadi satu kata.
Al-Qur'an tidak menerangkan peringkasan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa rincian yang panjang ditutup dengan satu sebutan.
Tafsiran
Ayat ini menyebut balasan mereka sekaligus sebabnya. Kata keempatnya dalam bentuk ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya juga muncul 1 kali.
Akar kata terakhirnya dipakai di 11 ayat, antara lain 2:178, 4:92, 22:23, dan 35:33, dan sebagian pemakaiannya menyebut kain sedangkan sebagian menyebut pembebasan budak. Jadi satu akar memuat kain halus dan kemerdekaan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan dua arti itu.
Ayat ini menyebut sebabnya secara terang, berbeda dari ayat-ayat sebelumnya yang mendaftar sebabnya tanpa satu kata penghubung sebab. Sebabnya baru dinyatakan terang di ayat kedua belas.
Yang disebut sebagai sebab adalah kesabaran, bukan pemberian makan, padahal empat ayat sebelumnya menyebut perbuatan mereka satu per satu. Jadi sebab yang disebut di sini merangkum semuanya, sehingga menepati janji, memberi makan, dan menahan takut seluruhnya disebut kesabaran.
Dua hal diberikan di ayat ini, yaitu tempat dan pakaian, dan keduanya berbeda tingkatnya karena tempat menampung sedangkan pakaian menempel di badan. Pakaian juga disebut lagi di 76:21 dengan keterangan yang jauh lebih panjang. Balasan itu disebut sesudah penjagaan di 76:11, sehingga yang pertama menjauhkan bahaya dan yang kedua memberikan sesuatu. Urutan itu masuk akal, karena bahaya dijauhkan dulu baru pemberian diberikan. Kesabaran juga disebut sebagai satu-satunya sebab di ayat ini, dan kesederhanaan itu mencolok karena empat ayat sebelumnya penuh rincian.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata terakhirnya dipakai Allah di 11 ayat, antara lain 2:178, 4:92, 22:23, dan 35:33. Sebagian pemakaiannya menyebut kain, dan sebagian menyebut pembebasan budak. Satu akar memuat kain halus dan kemerdekaan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan dua arti itu. Satu akar memuat kain halus dan kemerdekaan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan dua arti itu. Sebelas ayat memakai akar itu, dan keduanya sama-sama hidup di dalamnya. Dua arti itu sama-sama menyangkut lepasnya sesuatu dari kekangan.
- Allah menyebut sebabnya secara terang di sini, berbeda dari ayat-ayat sebelumnya yang mendaftar sebabnya tanpa kata penghubung. Sebabnya baru dinyatakan terang di ayat kedua belas. Pembacanya sudah melihat daftarnya lebih dulu sebelum diberi tahu bahwa itulah sebabnya. Pembacanya sudah melihat daftarnya lebih dulu sebelum diberi tahu bahwa itulah sebabnya. Sebabnya baru dinyatakan terang di ayat kedua belas surah ini. Daftarnya dibaca lebih dulu, dan namanya baru diberikan sesudahnya.
- Yang disebut Allah sebagai sebab adalah kesabaran, bukan pemberian makan, padahal empat ayat sebelumnya menyebut perbuatan mereka satu per satu. Menepati janji, memberi makan, dan menahan takut seluruhnya disebut kesabaran. Al-Qur'an tidak menerangkan perangkuman itu. Menepati janji, memberi makan, dan menahan takut seluruhnya disebut kesabaran. Al-Qur'an tidak menerangkan perangkuman itu dengan satu kalimat pun. Satu kata dipakai untuk merangkum apa yang tadinya disebut satu per satu.
- Dua hal diberikan Allah di ayat ini, yaitu tempat dan pakaian. Keduanya berbeda tingkatnya, karena tempat menampung sedangkan pakaian menempel di badan. Yang luas dan yang dekat disebut berdampingan, dan Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Yang luas dan yang dekat disebut berdampingan, dan Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu. Tempat menampung seluruh tubuh, dan pakaian menempel padanya. Keduanya diberikan bersamaan, dan tidak satu pun disebut lebih dulu nilainya.
- Pakaian disebut Allah lagi di 76:21 dengan keterangan yang jauh lebih panjang. Yang pertama sekilas, dan yang kedua dengan rincian, dan jarak antara keduanya sembilan ayat. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu, dan pembacanya menemukan sendiri bahwa hal yang sama kembali. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu, dan pembacanya menemukan sendiri bahwa hal yang sama kembali. Jarak sembilan ayat memisahkan dua penyebutan pakaian itu. Yang sekilas disebut di awal dirinci panjang menjelang penutup bagiannya.
- Allah memakai satu kata untuk merangkum tiga perbuatan yang berbeda jenisnya. Kalau menahan lapar, menepati janji, dan menahan takut sama-sama disebut sabar, seberapa luas sebenarnya arti kata itu di dalam hidup sehari-hari? Allah memakai satu kata untuk merangkum tiga perbuatan yang berbeda jenisnya. Seberapa luas sebenarnya arti kata sabar, kalau menahan lapar dan menepati janji sama-sama masuk ke dalamnya? Kata itu ternyata jauh lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang.