وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا

Dan naungannya dekat di atas mereka, dan buah-buahnya sangat dimudahkan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًاwa-daaniyatan 'alayhim zhilaaluhaa wa-dzullilat quthuufuhaa tadzliilandan naungannya dekat di atas mereka, dan buah-buahnya sangat dimudahkan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَدَانِيَةًwa-daaniyatandan yang dekat
  2. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  3. ظِلَالُهَاzhilaaluhaanaungannya
  4. وَذُلِّلَتْwa-dzullilatdan dimudahkan
  5. قُطُوفُهَاquthuufuhaabuah-buahnya
  6. تَذْلِيلًاtadzliilandengan mudah

Inti bacaan

Aksesibilitas kenikmatan yang maksimal: 'naungannya dekat di atas mereka, dan buah-buahnya sangat dimudahkan (dipetik)', penekanan pada kemudahan akses tanpa usaha berlebihan, kontras dengan perjuangan yang mungkin diperlukan di dunia. Tak ada tangga yang perlu dipanjat, tak ada dahan yang perlu ditarik, tak ada jarak yang perlu ditempuh, dan tak ada musim yang perlu ditunggu.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(dipetik)' tidak dipakai.

Kata (وَدَانِيَةً, wa daaniyatan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (قُطُوفُهَا, quthuufuhaa) muncul 2 kali: 69:23 dan 76:14.

Akar (قُطُوفُهَا, quthuufuhaa) cuma dipakai di 2 ayat yang sama. Jadi seluruh hidupnya berada di dua tempat.

Perhatikan bahwa 69:23 memuat (وَدَانِيَةً, wa daaniyatan) dan (قُطُوفُهَا, quthuufuhaa) berdampingan. Di sana buahnya disebut dekat, dan di sini naungannya yang disebut dekat.

Jadi dua ayat memakai dua sebutan yang sama dengan susunan yang berbeda. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu.

Kata (تَذْلِيلًا, tadzliilan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 23 ayat, antara lain 2:61, 3:112, 17:24, dan 68:43.

Perhatikan bahwa (تَذْلِيلًا, tadzliilan) di ayat-ayat lain sering menyebut kehinaan. Di sini ia dipakai untuk buah yang dimudahkan dipetik.

Jadi satu bunyi dasar memuat kehinaan dan kemudahan. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan dua arti itu.

Perhatikan bahwa yang direndahkan di sini adalah buahnya, bukan orangnya. Yang biasanya direndahkan manusia, dan di sini yang direndahkan tangkai.

Perbandingan itu tajam. Yang di dunia sering merendahkan manusia untuk mendapat makanan, dan di sana makanannya yang direndahkan kepadanya.

Al-Qur'an tidak menyatakan perbandingan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa arah merendahnya dibalik.

Perhatikan bahwa dua hal disebut mendekat di ayat ini. Naungannya menaungi dari atas, dan buahnya turun mendekat.

Keduanya bergerak menuju mereka. Yang biasanya harus didatangi justru datang sendiri.

Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua benda dilukiskan bergerak ke arah penghuninya.

Perhatikan bahwa mereka digambarkan bersandar di 76:13. Jadi mereka tidak berdiri, dan yang dibutuhkan justru mendekat.

Susunan dua ayat itu saling melengkapi. Yang satu menyebut posisi, dan yang lain menyebut apa yang datang kepadanya.

Al-Qur'an tidak menandai kesinambungan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat berurutan menyusun satu pemandangan yang utuh.

Perhatikan pula bahwa naungan disebut di ayat ini. Surah tetangganya juga menyebut naungan, yaitu di 77:41.

Dua surah bertetangga sama-sama menyebut naungan sebagai bagian dari pemberian. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.

Perhatikan pula bahwa naungan di sini disebut dekat, bukan luas. Yang ditonjolkan jaraknya, bukan ukurannya.

Pilihan itu sejalan dengan buahnya. Keduanya sama-sama dilukiskan mendekat kepada penghuninya.

Al-Qur'an tidak menyatakan kesamaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua benda di satu ayat sama-sama diberi sifat mendekat.

Perhatikan pula bahwa ayat ini menutup dua ayat tentang keadaan mereka. Sesudahnya pembicaraan berpindah ke apa yang diedarkan.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan gambaran kenyamanan: naungan dekat dan buah yang mudah dijangkau. Ayat ini melanjutkan pemandangan di 76:13 dengan menyebut apa yang mendekat kepada mereka. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan kata keempatnya muncul 2 kali, yaitu 69:23 dan 76:14.

Akar kata keempatnya cuma dipakai di dua ayat yang sama, sehingga seluruh hidupnya berada di dua tempat. Perhatikan bahwa 69:23 memuat kedua kata itu berdampingan, dan di sana buahnya disebut dekat sedangkan di sini naungannya yang disebut dekat.

Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 23 ayat, antara lain 2:61, 3:112, 17:24, dan 68:43. Akar itu di ayat-ayat lain sering menyebut kehinaan, sedangkan di sini ia dipakai untuk buah yang dimudahkan dipetik.

Yang direndahkan di sini adalah buahnya dan bukan orangnya, padahal yang biasanya direndahkan adalah manusia. Yang di dunia sering merendahkan diri untuk mendapat makanan, dan di sana makanannya yang direndahkan kepadanya.

Dua hal disebut mendekat di ayat ini, karena naungannya menaungi dari atas dan buahnya turun mendekat. Mereka juga digambarkan bersandar di 76:13, sehingga dua ayat berurutan menyusun satu pemandangan yang utuh. Naungan disebut di ayat ini, dan surah tetangganya juga menyebut naungan di 77:41, sehingga dua surah bertetangga sama-sama menyebutnya sebagai bagian dari pemberian. Naungan di sini disebut dekat dan bukan luas, sehingga yang ditonjolkan jaraknya. Pilihan itu sejalan dengan buahnya, karena keduanya sama-sama dilukiskan mendekat kepada penghuninya.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata keempatnya cuma dipakai Allah di 69:23 dan 76:14, sehingga seluruh hidupnya berada di dua tempat. Ayat 69:23 memuat kedua kata ayat ini berdampingan, sedangkan di sini keduanya dipisah dan diberi pokok yang berbeda. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan susunan itu. Al-Qur'an tidak menandai perbedaan susunan itu. Dua ayat memakai dua kata yang sama, dan yang berganti cuma pokok yang diberi sifat dekat. Dua ayat memakai bahan yang sama dan menyusunnya dengan cara berbeda.
  • Akar kata terakhirnya dipakai Allah di 23 ayat, antara lain 2:61, 3:112, 17:24, dan 68:43, dan di ayat-ayat lain ia sering menyebut kehinaan. Di sini ia dipakai untuk buah yang dimudahkan dipetik. Satu akar memuat kehinaan dan kemudahan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu. Satu akar memuat kehinaan dan kemudahan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu. Dua puluh tiga ayat memakai akar itu, dan hampir semuanya menyebut kehinaan. Arti yang berlawanan itu hidup berdampingan di dalam satu bunyi dasar.
  • Yang direndahkan Allah di sini adalah buahnya, bukan orangnya, padahal yang biasanya direndahkan adalah manusia. Yang di dunia sering merendahkan diri untuk mendapat makanan, dan di sana makanannya yang direndahkan kepadanya. Arah merendahnya dibalik, dan Al-Qur'an tidak menyatakan perbandingan itu. Arah merendahnya dibalik, dan Al-Qur'an tidak menyatakan perbandingan itu. Yang di dunia merendahkan diri untuk makanan, dan di sana makanannya yang merendah. Yang biasanya menunduk di dunia justru ditegakkan kedudukannya di sana.
  • Naungannya menaungi dari atas dan buahnya turun mendekat, sehingga keduanya bergerak menuju mereka. Yang biasanya harus didatangi justru datang sendiri. Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu, dan dua benda dilukiskan bergerak ke arah penghuninya. Al-Qur'an tidak menyatakan hal itu, dan dua benda dilukiskan bergerak ke arah penghuninya. Yang biasanya harus didatangi justru datang sendiri kepada mereka. Keduanya bergerak, dan yang menerima justru yang tidak perlu bergerak.
  • Mereka digambarkan Allah bersandar di 76:13, sehingga mereka tidak berdiri dan yang dibutuhkan justru mendekat. Dua ayat berurutan menyusun satu pemandangan yang utuh, karena yang satu menyebut posisi dan yang lain menyebut apa yang datang. Al-Qur'an tidak menandai kesinambungan itu. Al-Qur'an tidak menandai kesinambungan itu, dan dua ayat berurutan menyusun satu pemandangan yang utuh. Yang satu menyebut sikap tubuhnya, dan yang lain apa yang mendekat. Dua ayat itu tidak bisa dibaca terpisah tanpa kehilangan gambarannya.
  • Yang dijanjikan Allah di sini bukan makanan yang berlimpah, melainkan makanan yang tidak perlu dikejar. Kalau seluruh usaha untuk menjangkau dihapus, apa yang tersisa dari makna bekerja bagi orang yang sudah sampai ke sana? Yang dijanjikan bukan makanan yang berlimpah, melainkan makanan yang tidak perlu dikejar. Apa yang tersisa dari makna bekerja bagi orang yang seluruh usahanya sudah tidak diperlukan lagi? Yang dihapus bukan makanannya, melainkan jarak untuk menjangkaunya.