قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا
Kaca yang sangat bening terbuat dari perak, yang mereka tentukan ukurannya dengan tepat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًاqawaariira min fidhdhatin qaddaruuhaa taqdiirankaca yang sangat bening terbuat dari perak, yang mereka tentukan ukurannya dengan tepat
Terjemahan per kata (5 kata)
- قَوَارِيرَqawaariirakaca
- مِنْmindari
- فِضَّةٍfidhdhatinperak
- قَدَّرُوهَاqaddaruuhaamereka menakarnya
- تَقْدِيرًاtaqdiiranketetapan
Inti bacaan
Kontrol personal atas detail kenikmatan: 'kaca yang sangat bening terbuat dari perak. Mereka menentukan ukuran sesuai (dengan kehendak mereka)', otonomi yang diberikan kepada penghuni surga untuk menyesuaikan detail sesuai preferensi mereka sendiri, penghormatan terhadap individualitas bahkan dalam kenikmatan kolektif.
Penjelasan pilihan kata
Kata (قَوَارِيرَ, qawaariira) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 27:44, 76:15, dan 76:16. Dua di antaranya ada di surah ini.
Di 27:44 kata (قَوَارِيرَ, qawaariira) dipakai untuk lantai kaca yang disangka air. Jadi di sana ia menyangkut penglihatan yang keliru.
Perhatikan bahwa di sini pun ia menyangkut rupa yang tidak seperti biasanya. Wadahnya dari perak, tetapi bening seperti kaca.
Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua pemakaiannya sama-sama menyangkut sesuatu yang tampak lain dari kenyataannya.
Kata (قَدَّرُوهَا, qaddaruuhaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (تَقْدِيرًا, taqdiiran) muncul 2 kali: 25:2 dan 76:16.
Di 25:2 kata (تَقْدِيرًا, taqdiiran) dipakai untuk Allah yang menetapkan ukuran segala sesuatu. Di sini yang menetapkan ukurannya adalah mereka.
Jadi pekerjaan yang di sana disandarkan kepada Allah di sini disandarkan kepada penghuninya. Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu.
Perhatikan bahwa cara yang sama sudah dipakai di 76:6. Di sana mereka disebut memancarkan mata airnya sendiri.
Jadi dua kali di surah ini penghuninya digambarkan ikut mengerjakan. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu.
Yang bisa dibaca cuma bahwa yang dijanjikan bukan cuma menerima, melainkan juga menentukan.
Perhatikan bahwa ayat ini menyambung 76:15 tanpa satu perbuatan baru. Ia melanjutkan kalimat yang sudah dimulai.
Susunan itu memaksa dua ayat dibaca sekaligus. Memenggalnya membuat pembukanya menggantung tanpa pokok.
Perhatikan bahwa perak disebut lagi di ayat ini. Ini penyebutan kedua di dua ayat berurutan.
Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa bahan yang sama disebut dua kali berdekatan.
Perhatikan bahwa yang ditakar adalah ukurannya, bukan jumlahnya. Yang disebut bahwa wadahnya pas dengan yang diinginkan.
Al-Qur'an tidak menerangkan hal itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa ketepatan disebut sebagai bagian dari pemberiannya.
Perhatikan pula bahwa ayat ini menutup dua ayat tentang wadah. Sesudahnya pembicaraan berpindah ke isinya di 76:17.
Jadi dua ayat dipakai untuk wadahnya, dan dua ayat berikutnya untuk minumannya. Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu.
Perhatikan pula bahwa ukuran yang ditetapkan itu tidak disebut berapa. Yang disebut cuma bahwa ukurannya ditetapkan dengan tepat.
Ketiadaan bilangan itu berlaku di seluruh bagian ini. Delapan belas ayat pemberiannya tidak memuat satu angka pun.
Al-Qur'an tidak menandai ketiadaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa tidak ada satu jumlah pun yang disebutkan.
Perhatikan pula bahwa yang menetapkan ukurannya adalah penghuninya. Mereka bukan cuma menerima, melainkan menakar sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menutup rincian bejana dengan menegaskan kesempurnaan ukurannya. Ayat ini melanjutkan 76:15 dengan menyebut bahan dan ukuran wadahnya. Kata pertamanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 27:44, 76:15, dan 76:16, dan dua di antaranya ada di surah ini.
Di 27:44 kata itu dipakai untuk lantai kaca yang disangka air, sehingga di sana ia menyangkut penglihatan yang keliru. Di sini pun ia menyangkut rupa yang tidak seperti biasanya, karena wadahnya dari perak tetapi bening seperti kaca.
Kata keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan kata terakhirnya muncul 2 kali, yaitu 25:2 dan 76:16. Di 25:2 kata terakhirnya dipakai untuk Allah yang menetapkan ukuran segala sesuatu, sedangkan di sini yang menetapkan ukurannya adalah mereka.
Jadi pekerjaan yang di sana disandarkan kepada Allah di sini disandarkan kepada penghuninya, dan cara yang sama sudah dipakai di 76:6. Dua kali di surah ini penghuninya digambarkan ikut mengerjakan.
Ayat ini juga menyambung 76:15 tanpa kata kerja pembuka, sehingga dua ayat harus dibaca sekaligus. Yang ditakar juga ukurannya dan bukan jumlahnya, sehingga ketepatan disebut sebagai bagian dari pemberiannya. Ayat ini menutup dua ayat tentang wadah, dan sesudahnya pembicaraan berpindah ke isinya di 76:17, sehingga dua ayat dipakai untuk wadahnya dan dua ayat berikutnya untuk minumannya. Ukuran yang ditetapkan juga tidak disebut berapa, dan ketiadaan bilangan itu berlaku di seluruh bagian ini karena delapan belas ayat pemberiannya tidak memuat satu angka pun.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya dipakai Allah cuma di 27:44, 76:15, dan 76:16. Di 27:44 ia menamai lantai kaca yang disangka air, sehingga menyangkut penglihatan yang keliru. Di sini pun ia menyangkut rupa yang tidak seperti biasanya, karena wadahnya dari perak tetapi bening seperti kaca. Dua pemakaiannya sama-sama menyangkut sesuatu yang tampak lain dari kenyataannya. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu, dan cuma yang membandingkan akan menemukannya. Keduanya sama-sama menyangkut sesuatu yang tampak lain dari kenyataannya.
- Kata terakhirnya dipakai Allah cuma di 25:2 dan 76:16. Di 25:2 ia dipakai untuk Allah yang menetapkan ukuran segala sesuatu, sedangkan di sini yang menetapkan ukurannya adalah mereka. Pekerjaan yang di sana disandarkan kepada Allah di sini disandarkan kepada penghuninya. Pekerjaan yang di sana disandarkan kepada Allah di sini disandarkan kepada penghuninya. Dua pemakaian kata itu berdiri di dua kedudukan yang sangat berbeda. Pekerjaan yang sama disandarkan kepada dua pihak yang sangat berbeda.
- Cara yang sama sudah dipakai Allah di 76:6, ketika mereka disebut memancarkan mata airnya sendiri. Dua kali di surah ini penghuninya digambarkan ikut mengerjakan. Yang dijanjikan bukan cuma menerima, melainkan juga menentukan, dan Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Yang dijanjikan bukan cuma menerima, melainkan juga menentukan, dan Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Dua kali di surah ini penghuninya digambarkan ikut berbuat. Di 76:6 mereka juga digambarkan memancarkan mata airnya sendiri.
- Ayat ini menyambung 76:15 tanpa kata kerja pembuka dan melanjutkan kalimat yang sudah dimulai. Susunan itu memaksa dua ayat dibaca sekaligus, sebab memenggalnya membuat kata pembukanya menggantung. Allah mengulang kata terakhir ayat sebelumnya sebagai kata pertama ayat ini. Allah mengulang kata terakhir ayat sebelumnya sebagai kata pertama ayat ini. Sambungan seperti itu mengikat dua ayat lebih rapat daripada kata penghubung mana pun. Kata yang diulang di sambungan itu berdiri di dua kedudukan sekaligus.
- Perak disebut lagi di ayat ini, dan ini penyebutan kedua di dua ayat berurutan. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Bahan yang sama disebut dua kali berdekatan, lalu sekali lagi di 76:21, sehingga seluruhnya tiga kali di satu surah. Bahan yang sama disebut dua kali berdekatan, lalu sekali lagi di 76:21. Tiga penyebutan di satu surah adalah tiga dari empat penyebutannya di seluruh Al-Qur'an. Bahan yang sama muncul lagi di 76:21, sesudah dua kali di dua ayat ini.
- Yang ditakar Allah adalah ukurannya, bukan jumlahnya, sehingga yang disebut adalah bahwa wadahnya pas dengan yang diinginkan. Ketepatan disebut sebagai bagian dari pemberiannya. Kalau yang dijanjikan bukan banyaknya melainkan pasnya, apa yang selama ini membuat orang mengukur pemberian dari jumlahnya saja? Ketepatan disebut sebagai bagian dari pemberiannya oleh Allah. Apa yang selama ini membuat orang mengukur pemberian dari jumlahnya saja, kalau yang dijanjikan justru kepasannya? Yang dijanjikan bukan banyaknya, melainkan pasnya dengan yang diinginkan.